cover
Contact Name
Zuliati
Contact Email
zuliati@isi-ska.ac.id
Phone
+6281804209909
Journal Mail Official
texture@isi-ska.ac.id
Editorial Address
FSRD Institut Seni Indonesia Surakarta Jalan Ring Road Mojosongo Km. 5,5 Jebres, Surakarta, Jawa Tengah
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Texture : Art and Culture Journal
ISSN : 2655676     EISSN : 26556758     DOI : 10.33153
Texture art and culture journal, memuat artikel hasil penelitian ilmiah dalam spektrum penciptaan dan pengkajian seni rupa dan budaya. Lokus seni rupa berfokus pada praktik artistik dalam beragam medium ungkap, baik dua dimensi, tiga dimensi, hingga ragam praktik seni intermedia. Budaya dilihat dalam konteks praksis, berikut ragam produk budaya visual yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Kajian terkait seni rupa dan budaya dalam jurnal ini menggunakan pendekatan kritis dalam perspektif keilmuan interdisipliner.
Articles 138 Documents
KONSTRUKSI TEMA KECANTIKAN PADA PROGRAM OPINI KOMPAS TV Helvana Dewi Yulian; Citra Dewi Utami
Texture:Art and Culture Journal Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.418 KB) | DOI: 10.33153/texture.v3i1.2460

Abstract

Program televisi dengan segmentasi perempuan bisa secara berlanjut dan intens memberikan informasi kepada pemirsanya tentang materi yang ditayangkan. Tayangan program acara televisi semakin mudah mengkonstruksi berbagai hal salah satunya yaitu tema kecantikan menjadi konten yang sering dimunculkan. Teknik analisis yang digunakan berbentuk deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa program OPINI melanggengkan stereotip kecantikan dengan mendatangkan narasumber yang memiliki produk atau jasa dibidang tersebut untuk mempromosikan produknya sehingga bisa meringankan biaya produksi program acara.
PERANCANGAN BACKDROP UNTUK PERNIKAHAN DENGAN TEKNIK MAKRAME Mukhlisa Sabilla; Theresia Widyastuti
Texture:Art and Culture Journal Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.032 KB) | DOI: 10.33153/texture.v3i1.2811

Abstract

ABSTRAKMukhlisa Sabilla. C0915029. 2019. Perancangan Backdropuntuk Pernikahan menggunakan Teknik Makrame.Tugas Akhir: Program Studi Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret.“Perancanganbackdrop untuk pernikahan menggunakan teknik makrame” bertujuanmengeksplorasi simpul-simpul makame yang dibuat menjadi dekorasi pernikahan. Hasil perancangan menjadi produk yang inovatif dan memiliki diferensiasi produk. Realisasi produk dapat menambah kekayaan visual makrame yang berfungsi sebagai dekorasi pernikahan.Hasil perancangan adalah backdrop untuk pernikahan dibuat dengan teknik makrame dengan mengambil ide dari bentuk flora yaitu daun sirih gading dan bunga lotus, bentuk fauna yaitu kupu-kupu, motif kawung, wajikan, ukel/besusulan, tumpal/sorot dan jumbai. Backdrop terdiri dari 3 bagian, bagian utama berada di tengah, bagian pelengkap ada di sisi kiri dan kanan. Pemasangan backdrop pada kerangka kayu yang terinspirasi dari bentuk dasar rumah. Backdrop dengan teknik makrame menawarkan nuansa yang berbeda dari segi estetik dan wujud visual. Kata kunci:backdrop pernikahan, makrame ABSTRACTMukhlisa Sabilla. C0915029. 2019. Backdrop Design for Wedding using the Macrame Technique. Final Project: Textile Craft Study Program, Faculty of Arts and Design, Sebelas Maret University."Designing backdrop for wedding using the macrame technique" aims to explore the makame knots made into wedding decorations. The design results into an innovative product and has product differentiation. The realization of the product can add to the visual wealth of macrames that function as wedding decorations.The result of the design is a backdrop for wedding made with macrame techniques by taking the idea of the shape of flora sirih gading leaves and lotus flowers, the form of fauna butterflies, kawung motifs, wjikan, ukel/besusulan, tumpal/sorot and tassels. Backdrop consists of 3 parts, the main part is in the middle, the complement is on the left and right. Laying the backdrop on a wooden frame inspired by the basic shape of the house. Backdrop with macrame technique offers different nuances in terms of aesthetics and visual appearance.  Keywords: wedding backdrop, macrame 
PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP KESEHATAN MENTAL SEBAGAI IDE PENGKARYAAN Bagus Condro Baskoro
Texture:Art and Culture Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1950.032 KB) | DOI: 10.33153/texture.v3i2.3295

Abstract

Tugas akhir ini mencoba untuk menceritakan gagasan penulis tentang dampak negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan sosial media, terinspirasi dari pengalaman pribadi yang mengganggu kesehatan mental penulis maupun pengguna media sosial. permasalahan yang ingin dibahas yaitu; 1)Apakah yang dimaksud dengan Media sosial instagram dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental, 2) Pengaruh negatif Instagram menjadi sumber ide dalam penciptaan seni grafis, 3) Bagaimana bentuk visualisasi dari Pengaruh media sosial instagramberdasarkan pengalaman penulis Manfaat dari karya Tugas Akhir yaitu 1) Memberikan pengaruh kepada pembaca dan penikmat karya untuk mengontrol dan mengenali Pengaruh media sosial Instagram terhadap keehatan mental, 2) Menceritakan dan membagi pengalaman kepada penikmat karya dan pembaca, 3) Sebagai tolok ukur dari perkembangan pemikiran pribadi saat ini dan memberikan pembelajaran bagi diri sendiri. aTeknologi telah menyelesaikan masalah kita tentang komunikasi, ekonomi dimasa lampau dengan memberikan kita masalah psikologis baru, Internet dan sosial media menjadi sumber informasi yang dapat diakses oleh siapa saja dan menjadi sumber ketidaknyamanan, keraguan diri, dan rasa malu bagi siapa saja. Kata kunci : Sosial media, dampak negatif, kesehatan mental
PENGEMBANGAN DESAIN BATIK KLIWONAN DENGAN SUMBER IDE KEMBANG KANTIL Alfin Lilin Liana; Setyawan Setyawan
Texture:Art and Culture Journal Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2656.421 KB) | DOI: 10.33153/texture.v3i1.2809

Abstract

ABSTRAK Pengembangan desain motif Kembang Kantil dilatarbelakangi oleh peluang untuk mengembangkan desain baru yang berfokus pada pengolahan visual (motif). Sumber ide ini diambil dengan mempertimbangkan manfaat Kembang Kantil sebagai pengharum pekarangan rumah bagi warga desa Kliwonan pada zaman dahulu. Sumber ide Kembang Kantil yang diolah dengan teknik desain panel dengan penggayaan stilasi dekoratif. Hasil pengembangan desain ini dapat disimpulkan: (1) berawal dari sumber ide Kembang Kantil menghasilkan delapan desain, dengan motif utama Kembang Kantil dan biji kembang kantil sebagai motif pendukung. (2) Delapan desain yang dihasilkan telah diwujudkan menjadi tiga produk kain batik, dengan menggunakan bahan katun primissima ukuran 115cm x 240cm, yang dikerjakan dengan teknik batik tulis menggunakan pewarnaan Sogan dalam finishing pembuatanya.           Kata kunci:Pengembangan, Desain, Batik Kliwonan, Kembang Kantil, Kliwonan. ABSTRACT The development of Kantil Flower Motif designs is  backgrounded by the opportunity to develop new designs that focus on visual processing (motifs). The source of this idea was taken by considering the benefits of Kantil Flowers as fragrances of house yards for Kliwonan villagers in ancient times. Source of Kantil Flower idea that are processed with panel design techniques with decorative stylized styling. The results of the developments of this design can be concluded : (1) Originated from the source of the idea of Kantil Flower produced eight designs, with the main motif of Kantil Flower and Kantil Flower seeds as supporting motifs. (2) Eight designs produced have been transformed into three batik fabric products, by using primissima cotton size 115x240 cm, which is done by used  batik technique used sogan coloring in the finished process.  Keywords: Development, Design, Batik Kliwonan, Kantil Flower, Kliwonan.
MAKNA SIMBOLIS BATIK SIDOMUKTI PADA BUSANA PENGANTIN JAWA DALAM PROSESI IJAB KABUL DI SURAKARTA Dita Yuliana Anggraini; Tiwi Bina Affanti
Texture:Art and Culture Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.939 KB) | DOI: 10.33153/texture.v3i2.2810

Abstract

ABSTRAKDita Yuliana Anggraini. C0915016. “Makna Simbolis Batik Sidomukti pada Busana Pengantin dalam Prosesi Ijab Kabul”. Skripsi: Program Studi Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian adalah bagaimana makna simbolis batik Sidomukti di prosesi Ijab Kabul pada masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan makna simbolis dari batik Sidomukti pada prosesi Ijab Kabul dimasyarakat Jawa.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif diskriptif. Pendekatan yang digunakan untuk menkaji batik Sidomukti yaitu menggunakan pendekatan simbolisme dari Budiono Herusatoto. Lokasi penelitian di wilayah Surakarta. Sumber data yang digunakan berasal dari: informan, literatur, peristiwa, lokasi, dan artefak. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: wawancara, mencatat dokumen, observasi, artefak atau benda. Pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik cuplikan purposive sampling. Validasi data yang digunakan pada penelitian ini yaitu trianggulasi data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model analisis interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna simbolis yang terkandung dalam batik Sidomukti pada busana pengantin Jawa dalam prosesi Ijab Kabul yaitu harapan mendapatkan kemulyaan. Batik Sidomukti terdapat unsur ornamen yang terdiri dari unsur utama, pelengkap, dan isen-isen. Kata Kunci: Makna Simbolis, Batik Sidomukti, Ijab Kabul ABSTRACT Dita Yuliana Anggraini. C0915016. "The Symbolic Meaning of Batik Sidomukti on Bridal Costumes in the Procession of Ijab Kabul". Thesis: Textile Kriya Faculty of Arts and Design Sebelas Maret University. The problems that are addressed in this research is how the symbolic meaning of batik Sidomukti in the procession of Ijab Kabul in Javanese society. This research aims to describe the symbolic meaning of Sidomukti batik in the procession of Ijab Kabul in Javanese society.This research used descriptive qualitative research methods. The approach that is used to analyze batik Sidomukti was the symbolism approach of Budiono Herusatoto. The research location was in Surakarta region. Sources of data used came from : informants, literature, events, locations, and artifacts. Data collection techniques that were used include : interviews, recording documents, observations, artifacts or objects. Retrieval of samples that were used were purposive sampling technique. Validation of the data used in the study was triangulation data. The data analysis technique used was interactive analysis model.The results of the research indicate that the symbolic meaning contained in batik Sidomukti on Javanese bridal costumes in the procession of Ijab Kabul that is the hope to get glory. In Batik Sidomukti contained an element of ornamentation that consists of primary, complementary, and isen-isen elements. Keywords : Symbolic Meaning, Batik Sidomukti, Ijab Kabul
Kajian Visual Hinggi Dan Lau Untuk Upacara Kematian Suku Sumba Ashri Eka Rizki; Theresia Widyastuti
Texture:Art and Culture Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.106 KB) | DOI: 10.33153/texture.v3i2.2979

Abstract

ABSTRAKHinggi dan lau merupakan Kain Sumba yang digunakan dalam berbagai upacara, salah satunya dalam upacara kematian. Di dalam hinggi dan lau mengandung cerita tersendiri yang menggambarkan Sumba. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana keterkaitan motif hinggi dan lau dengan budaya Sumba? (2) Bagaimana visual dari hinggi dan lau untuk upacara kematian.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan Teori Kebudaya milik Clifford Greetz. Lokasi penelitian dilakukan di Sumba. Berfokus pada analisis Kain Sumba khususnya hinggi dan lau untuk upacara kematian sebagai salah satu hasil kebudayaan dari masyarakat Sumba dapat dibaca untuk memahami budaya masyarakat Sumba. Hinggi dan lau untuk upacara kematian dianggap sakral dan memiliki makna filosofis yang menceritakan mengenai daur kematian, memiliki nilai lebih sebagai wujud penghormatan kepada leluhur serta sebagai wujud simbolis bagi kepercayaan adat.Hasil dari penelitian ini adalah penjelasan mengenai kaitan motif pada hinggi dan lau dengan budaya masyarkat Sumba dalam hal kepercayaan, adat serta sosial dalam tatanan hidup masyarakat Sumba, gambaran dan penjelasan akan visual dari kain hinggi dan lau untuk upacara kematian yang meliputi bentuk kuda, ayam, tau (manusia), udang, dan ular. ABSTRACT  Hinggi and lau are Sumba’s traditional sheet (Kain Sumba) used for ceremonial purposes, one of them is funeral. Hinggi and lau containts its own story that describe Sumba. This research is consisted of following topics : (1) How hinggi and lau’s motive are related to Sumba culture? (2) How hinggi and lau’s visual representation appear on funeral. The approach of this qualitative research utilize the Culture Theory purposed by Clliford Greetz. Research was conducted in Sumba. Focusing on the analysis of Kain Sumba especially hinggi and lau for funeral as one of tangible heritage of Sumba’s people, that can be read, studied and comprehended. Hinggi and lau considered sacred and contais the philosophy that describe the Cyrcle of Death, has the extra virtue of respect to the ancestors and also as a symbolic representation of traditional faith.The result of this research is to describe how hinggi and lau are related to the culture of Sumba people, in faith, social and tribal life of Sumba people. Also as visual description of hinggi and lau for funeral 
STUDI KEMAMPUAN TANAH LIAT SEBAGAI ZAT PEWARNA ALAM BATIK PADA KAIN SUTRA SUPER DAN KATUN PRIMISSIMA Musripah Nurkhusna; Tiwi Bina Affanti; Ratna Endah Santoso
Texture:Art and Culture Journal Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.698 KB) | DOI: 10.33153/texture.v3i1.2813

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya mengangkat kembali penggunaan zat warna alam untuk tekstil yaitu dengan melakukan exsplorasi. Exsplorasi zat warna alam ini diawali dengan memilih tanah liat. Tanah liat mengandung Fe sehingga bisa memunculkan warna yang dapat digunakan sebagai zat warna alam tekstil. Penelitian Imam dkk juga memberikan keterangan bahwa limbah lempung dari kerajinan gerabah dapat digunakan sebagai pewarna alami batik. Tambahan informasi bahwa di Minangkabau tersebut menyebabkan penulis tergerak untuk melakukan penelitian guna menyempurnakan penelitian terdahulu.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui warna yang dihasilkan dari variasi jumlah pencelupan ekstraksi tanah liat dan jenis fiksator tawas, kapur, tunjung dan cuka pada kain sutra super dan katun primissima dengan proses batik cap 1 kali lorod, mengetahui pengaruh jumlah pencelupan ekstraksi tanah liat dan jenis fiksator terhadap ketahanan luntur warnanya pada pencucian dan gosokan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimen. Penelitian ini menggunakan variabel utama dan variabel kontrol yang mengacu pada teori Sugiyono. Simpulan utama dalam penelitian ini adalah tanah liat dapat digunakan sebagai pewarna alami tekstil. Kata Kunci: : Zat Warna Alam, Tanah Liat, Unsur Fe, Batik. ABSTRACT                    This research is motivated by efforts to revive the use of natural dyes for textiles by conducting exploration. Exploration of natural dyes begins with choosing clay. Clay contains Fe so that it can come up with color that can be used as natural dyes in textiles. Research of Imam et al also provides information that clay waste from earthenware vessels can be used as a natural dye for batik. Additional information that in Minangkabau caused the writer to be moved to conduct research in order to perfect previous research.                    The purpose of this research was to determine the color produced by variations in the amount of immersion of clay extraction and the types of alum fixator, lime, tunjung and vinegar on super silk fabrics and primissima cotton with a 1 times lorod batik cap process, determine the effect of the amount of clay extraction dyeing and the type of fixator the color fastness in washing and rubbing. This type of research is experimental quantitative research. This study uses the main variables and control variables that refer to Sugiyono's theory. The main conclusion in this research is that clay can be used as a natural textile dye. Keywords: Natural Dyes, Clay, Fe Element, Batik.  
KAJIAN BUSANA TOKOH DRUPADI WAYANG KULIT PURWA GAGRAK SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN ESTETIKA Dewi Rama; Adji Isworo
Texture:Art and Culture Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.029 KB) | DOI: 10.33153/texture.v3i2.2808

Abstract

ABSTRAKWayang  merupakan salah satu hasil kebudayaan Jawa yang memilikicerita serta tokoh yang beranekaragam. Wayang sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia memiliki keistimewaan, bahwa budaya adiluhung dalam wujud pergelaran wayang kulit ini penuh dengan ajaran dan falsafah hidup yang sangat tinggi tarafnya. Drupadi sebagai tokoh wayangkulit Purwa dalam cerita Mahabharata memiliki banyak falsafah dan tuntunan dalam perjalanan hidupnya. Memiliki keistimewaan seperti kelahiran yang berasal dari sesaji, serta busana yang tidak habis-habis saat dilucuti Dursasana.  Setiap bagian busana dikenakan Drupadi tersebut memiliki makna yang menarik untuk dikaji lebih mendalam. Bagian tersebutseperti, Gelung Keling, Sumping Waderan, Rambut Gendhong, Jamang Sada Saeler, Kemben, Dodot, Samparan, Cincin Sesupe Tajuk, Gelang, Kalung, Kelat Bahu. Bagian-bagian busana akan dikaji menggunakan pendekatan Estetika melalui simbol, makna, daya dari Agus Sachari. Melalui pemahaman tersebut, akan menyingkap simbol makna dan daya yang berkaitan dengan jalan hidup Drupadi yang mengalami banyak cobaan dan kebudayaan masyarakat Jawa melingkupi. Busana Drupadi masa dewasa wayang kulit purwa gagrak Surakarta pada hakekatnya merupakan perlambangan dari seorang wanita Jawa yang sederhana.Kata Kunci: Wayang Kulit Purwa, Drupadi, Kajian Busana Drupadi, Estetika, Simbol, Makna, Daya.ABSTRACTPuppet is one of the results of Javanese culture that has a many story and character. Puppet as part of Indonesian culture has a feature, that the valuable culture in the form of shadow puppet shows is full of teachings and philosophies of life that are very high level. Drupadi as Purwa puppet character in the Mahabharata story has many philosophies and guidance in his life journey. It has uniqueness such as births that come from offerings, clothing that is not inexhaustible when stripped by Dursasana. Every part of the clothes worn by Drupadi has interesting meanings for deeper study. The sections are like, Gelung Keling, Sumping Waderan, Gendhong Hair, Jamang Sada Saeler, Kemben, Dodot, Samparan, Sesupe TajukRing, Bracelets, Necklaces, Shoulder Bands. The parts of cloths will be studied using Aesthetic approach through symbols, meanings, power from Agus Sachari. Through this understanding, it will reveal the symbols of meaning and power related to the way of life of Drupadi who experienced many trials and the culture of the Javanese people surrounds. Drupadi's costume in adult puppets purwa gagrak Surakarta is essentially a symbol of a humble Javanese woman.Keywords: Purwa Puppet, Drupadi, Study of Drupadi Clothing, Aesthetics, Symbols, Meanings, Power.
PERANCANGAN INTERIOR HONEY SPA DI SURAKARTA sela Merigrin Setyowati; Siti Badriyah
Texture:Art and Culture Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3878.969 KB) | DOI: 10.33153/texture.v3i2.3531

Abstract

ABSTRACT The city of Surakarta has cultural and economic potential that has been known to come out of the region, especially in the fields of tourism, business and trade, so that the opportunity for the establishment of infrastructure in the field of skin care has the opportunity. The design of the Honey Spa Interior in Surakarta is an alternative honey-based beauty and body treatment facility with a smooty and shinny theme, which has a contemporary-style interior. The design of the Honey Spa Interior in Surakarta uses a practical function approach, ergonomics and themes. The design method refers to the design process.Keywords: Interior Designing, Honey Spa, Contemporary Style, SurakartaABSTRAK Kota Surakarta memiliki potensi budaya dan ekonomi yang telah dikenal sampai keluar daerah terutama di bidang pariwisata, bisnis dan perdagangan sehingga berpeluang untuk berdirinya infrastruktur di bidang perawatan kulit. Perancangan Interior Honey Spa di Surakarta ini adalah suatu alternatif sarana perawatan kecantikan dan tubuh berbahan dasar madu dengan tema smooty and shinny yang interiornya bergaya Kontemporer. Perancangan Interior Honey Spa di Surakarta menggunakan pendekatan fungsi praktis, ergonomi, dan tema. Metode desain mengacu pada proses desain.Kata kunci: Perancangan Interior , Honey Spa, Gaya Kontemporer, Surakarta
Peran Dalem Hardjonegaran Dalam Pelestarian Batik Indonesia Karya Go Tik Swan Annisa Sa'a Sakinah; Tiwi Bina Affanti; Theresia Widyastuti
Texture:Art and Culture Journal Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.117 KB) | DOI: 10.33153/texture.v3i1.2876

Abstract

  Tik Swanon, Batik Indonesia, GThis study aims to describe: (1) The role of Dalem Hardjonegaran in the preservation of"Indonesian Batik" by Go Tik Swan. (2) The process of preserving "Indonesian Batik" by Go Tik Swan in Dalem Hardjonegaran. The form of this research is descriptive qualitative using data in the field to develop theories that are built. The theory used to examine this research uses the Theory of Culture according to Koentjaraningrat. Data sources used: informants, places and events, documents and archives. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection techniques used were observation interviews, and documentation. The validity of the data used is source triangulation and informant review. Analysis of the data used is an interactive analysis model. The results show that: (1) Dalem Hardjonegaran plays an important role in the preservation of "Indonesian Batik" because that is where the center of all activities related to its preservation takes place. (2) The process of preserving "Indonesian Batik" has taken place before Go Tik Swan died, until now.Keywords: Dalem Hardjonegaran, Preservation, Batik Indonesia, Go Tik Swan

Page 4 of 14 | Total Record : 138