cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
chairunnisa.neys@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wartapenelitianperhubungan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Penelitian Perhubungan
ISSN : 08521824     EISSN : 25801082     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Warta Penelitian Perhubungan diterbitkan oleh Sekretariat Badan Litbang Perhubungan yang memuat hasil penelitian dan kajian kebijakan di sektor transportasi. Pada tahun tahun sebelumnya hingga tahun 2016 Warta Penelitian Perhubungan terbit 12 (dua belas) kali dalam satu tahun. Namun, mulai tahun 2017 terbit 2 (dua) kali dalam satu tahun yakni edisi Januari - Juni dan Juli - Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 519 Documents
Kajian Biaya Dan Waktu Perjalanan Angkutan Kargo Menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta Subekti, Sitti
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 2 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.314 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v24i2.998

Abstract

Air transport cargo seniice is a form of air trn11sportation sector so as to passengers transport. TI1e mai11 and s1qrporti11g ai111ort facilities 11eeded to se11Je the needs of the users. Cargo air has been used as motivation factor level competitive business currently and become an important factor for tl1e process of s11pply chain i11 111a11y kinds of industrial activity. T1ie research using primary and seco11dar~1 data.TI1ere ·were 31 respondents participated as samples which consist of private cargo and companies cargo on domestic airport cargo ten11i11al of Soekanw-Hatta. Quantitive descriptive inethod was used to anqlyze the data with the application of MS Excell. T11e result of the study shows that a cargo transport travel expenses to Soekarno-Hatta Airport is Rp 100,000 to 200,000,. The average length of time of travel toward SoekarnoHattais between 1-2 hours.Key Words: air transport cargo service, airport, travel expenses, length of time of travel
Analisis Tingkat Kecerdasan Emosi Pengemudi Kendaraan Angkutan Umum Kota Tangerang Selatan Studi Kasus Trayek Pondok Jagung-Gintung Mardiana, Tetty Sulastry
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 5 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.138 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v27i5.802

Abstract

Pelanggaran lalu lintas yang terjadi saat ini sebagian besar dilakukan oleh awak angkutan umum. Hal ini disebabkan oleh tekanan akibat mengejar target setoran, kemacetan lalu lintas, rebutan penumpang dengan pengendara lain dan berhadapan dengan penumpang yang menjengkelkan sehingga menimbulkan kelalaian dalam berkendaraan maupun berlalu-lintas.Kajian bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosi para pengendara angkutan umum dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya. Pendekatan kualitatif atau sering disebut dengan metode penelitian naturalistik,  dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting), dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci.Jenis dan sumber data, yaitu data primer melalui hasil wawancara kepada key informant dan pengamatan langsung/ observasi di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), teknik analisis data bersifat induktif  dimana hasil lebih menekankan makna daripada generalisasi. Dalam pengolahan hasil wawancara dan observasi dilakukan pendekatan kuantifikasi melalui pembobotan pada jawaban key informant dan temuan dilapangan.Ruang lingkup penelitian baik wawancara dan observasi dilaksanakan berdasarkanaspek kemampuan mengenali emosi diri, kemampuan mengelola emosi diri sendiri, serta kemampuan memahami emosi orang lain. Setelah melalui proses pengolahan data maka hasilnya adalah bahwaproses penyelenggaraan angkutan umum trayek Pondok Jagung-Gintung belum dilaksanakan sesuai peraturan lalu lintas yang berlaku dan belum memenuhi hak pengguna jasa angkutan umum, hal ini terjadi karena ketidakcerdasanemosi yang timbul dari pengendara angkutan umum.
Aplikasi Game Theory dalam Kompetisi antar Terminal Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Amin, Toufiq Al; Adrianto, Luky; Sartono, Bagus
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 2 (2017): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.417 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v29i2.588

Abstract

Artikel ini menginvestigasi kompetisi antara terminal peti kemas JICT dan terminal peti kemas KOJA di Pelabuhan Tanjung Priok. Tujuan utama artikel ini adalah untuk mengembangkan model yang dapat melihat tren persaingan antar terminal peti kemas dan perilaku terminal peti kemas dan perusahaan pelayaran. Faktor utama yang diperhitungkan dalam pemodelan ini adalah kapasitas terminal peti kemas, tarif, tundaan dan tingkat bongkar muat terminal peti kemas. Selanjutnya, beberapa fungsi dibuat untuk menguji keterkaitan antara keputusan perusahaan pelayaran dengan permintaan terminal peti kemas. Dengan permintaan terminal diasumsikan linier, dilakukan analisa teori permainan melalui pendekatan dua tahap non kooperatif. Hasil analisa menunjukkan bahwa ketika kedua kapasitas terpasang terminal (CU) sangat besar atau 100%, selisih kenaikan tarif terminal JICT tidak berpengaruh signifikan terhadap proporsi pemilihan perusahaan pelayaran, bahkan apabila terminal JICT menaikkan tarif 2 kali lebih besar dari terminal KOJA atau α = 100% masih mendapatkan proporsi pemilihan perusahaan pelayaran sebesar 0.5. Sebaliknya, ketika kapasitas kedua terminal peti kemas kecil, pergeseran permintaan menjadi lebih elastis terhadap selisih tarif terminal. Selanjutnya, dari perspektif ekspansi terminal, ekspansi kapasitas di kedua terminal akan menurunkan keseimbangan tarif. Hasil penelitian ini dapat juga dapat menjelaskan bahwa terminal peti kemas dengan kapasitas yang lebih besar dapat secara agresif menurunkan tarif untuk menarik lebih banyak permintaan karena mereka cenderung memiliki kapasitas cadangan juga tundaan yang kecil. Sebagai respon, terminal kompetitior harus menurunkan harganya karena tingkat kapasitasnya tidak dapat mempertahankan pangsa pasarnya. Secara keseluruhan, artikel ini dapat membantu analisis lanjutan tentang peningkatan kemampuan terminal peti kemas dan memungkinkan terminal untuk mengetahui dan menyeimbangkan tingkat permintaan dan kapasitasnya sehingga dapat digunakan untuk menyusun strategi jangka panjang.
Kahan Peningkatan Struktur Jalan Rel Dalam Rangka Menambah Frekuensi Pelayanan Angkutan Kereta Api Lintas Jember-Banyuwangi Rahayu, Siti; Sianipar, Arbi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 9 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5523.644 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v22i9.1128

Abstract

In order railway revitalization in Java Island and increasing of regional autonormJ are requiredresearches which could raises potential area supported by mode transport reliability.]ember is a producing regions of tobacro, coffee, resin, plate stone which located in DAOP 9 /emberand not supported road transport yet, operational performance is decreasing caused btj field constraints,"both infrastructure and supporting infrastructure nor its means.This research use field observation method, grmvth-demand analysis and doing calculation based onJormu.las railwmj technique which the result described as description.The result of this research shmvs if R.33 and R.42 wood/iron sleeper replaced with R.54 concretesleeper that securihj, safehJ and comfortable im.11 be better, Jember-Kalisat passed with maximumspeed 41,5 kmjhour could be 120 km;haur, Kalisat-Kalibaru passed with maximum speed 38,2 km/hour could be 80 kmjhour, Kalibaru-Temuguruh passed with maximum speed 48 km;haur could be110 kmjhour, Temuguruh-Banyuwangi Baru passed with maximum speed 64,7 km;haur could be120 kmjhour. Average of frequencij is nmv just 16 train set/datj will be 100 train set/datj, it meansjournei; from /ember to Banyuwangi will be passed in an hour and half hourKey Word: Increasing rail structure
Comparative Analysis Of Transportation Infrastructure Development Through PPP Scheme In Indonesia And Japan Maimunah, Siti
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 3 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3185.083 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v24i3.1014

Abstract

During the last decade, infrastructure development has become the main focus for several developing countries seeking to achieve a high economic gr()'l,()th rate. H()'l,()ever, developing sufficient infrastructure to meet the demand side is quite challenging, especially given the financing required. To fulfill this condition, methodology for financing schemes for infrastructure projects with Public Private Partnerships (PPP) has recently been significantly increased in both developed and developing countries. To attract private investments, the government has attempted to improve the legal and regulatory framework at transportation sector. H()'l,()ever, revising the infrastructure laws is not enough to attract private sector investment. The government of Indonesia still needs more efforts to create an attractive investment climate. Although Indonesia has had a system for PPP methodology, only a few projects have been implemented. The objectives of this study are to learn about and understand Japan's PFI methodology, particularly type I, and find the benefits of its implementation in terms of the development of public infrastructures and it can be implemented in Indonesia. Through comparative analysis between PFI methodology in Japan and PPP methodology in Indonesia, it can be concluded that in general, since the project scope between Japan's PFI and Indonesia's PPP are fundamentally different, not all procedures in Japan's PFI methodology can be applied to improve Indonesia's PPP methodology. To apply some lessons learned from Japan's PFI, it is necessary to consider the nature and culture of the country. Based on the current condition of PPP projects in Indonesia, the government needs to take specific actions, including: institutional framework, service payment scheme and risk allocation.Keywords: Japan's PFI, Indonesia's PPP, Comparative Analysis Selama dekade terakhir, pembangunan infrastruktur telah menjadi fokus utama bagi beberapa negara berkembang untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun, mengembangkan infrastruktur untuk memenuhi permintaan cukup menantang, terutama mengingat pembiayaan yang diperlukan. Untuk memenuhi kondisi ini, maka dikembangkan metodologi pembiayaan yang dikenal dengan Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS), yang akhir-akhir ini telah meningkat secara signifikan di banyak negara maju dan berkembang. Untuk menarik investor, pemerintah telah berusaha untuk memperbaiki kerangka hukum dan peraturan di sektor transportasi. Namun, merevisi undang-undang infrastruktur tidak cukup untuk menarik investor. Pemerintah Indonesia masih membutuhkan lebih banyak upaya untuk menciptakan iklim investasi yang menarik. Meskipun Indonesia telah memiliki sistem untuk metodologi KPS, hanya beberapa proyek telah dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan memahami metodologi PFI di Jepang, terutama tipe I, dan menemukan manfaat dari pelaksanaannya dalam hal pembangunan infrastruktur umum dan dapat diterapkan di Indonesia. Melalui analisis komparatif antara metodologi PFI di Jepang dan PPP metodologi di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa secara umum, karena ruang lingkup proyek antara PFI di Jepang dan di KPS di Indonesia pada dasamya berbeda, tidak semua prosedur dalam metodologi PFI di Jepang dapat diterapkan untuk meningkatkan PPP di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis PFI di Jepang, maka perlu mempertimbangkan sfat dan budaya negara. Berdasarkan kondisi saat ini, maka pemerintah perlu mengambil tindakan tertentu untuk proyek KPS di Indonesia, termasuk: kerangka kelembagaan, skema layanan pembayaran dan alokasi risiko.Kata kunci: PFI di Jepang PF!, KPS di Indonesia, Analisis Perbandingan
Analisis “Car-Free Days” Berdasarkan Persepsi Pengunjung Dalam Konteks Perubahan Perilaku Penggunaan Kendaraan Pribadi Studi Kasus :Car-Free Days Jalan Ir. H. Juanda (Dago) Saputra, Isro
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v27i6.859

Abstract

Car-Free Days menjadi konsep yang sangat popular di banyak kota-kota besar didunia, konsep ini sangat diminati karena tidak menggunakan cara paksaan dalam membiasakan masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi. Car-Free Days di Kota Bandung yang sangat popular dimasyarakatadalah Car-Free Days Jl Ir H Juanda (Dago), Car-Free Days ini selalu dipadati pengunjung untuk sekedar menikmati suasana pagi tanpa kendaraan. Dalam berjalannya Car-Free Days Dago terdapat permasalahan yang bertolak belakang dengan tujuannya yaitu banyaknya jumlah pengunjung Car-Free Days ternyata tidak sedikit yang masih menggunakan kendaraan pribadi (motor dan mobil), sehingga Car-Free Days Dago menarik dan membangkitkan lalu lintas kendaraan yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Car-Free Days dalam merubah perilaku penggunaan kendaraan pribadi yang berdasarkan pada penilaian pengunjung, adapun beberapa variabel yang digunakan yaitu karakteristik perjalanan pengunjung, pengetahuan/persepsi terhadap Car Free Days, dan penilaian terhadap kemampuan Car-Free Days untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Studi ini menggunakan metoda deskriptif kuantitatif, selanjutnya menggunakan pendekatan deskriptif dalam menganalisis hasildari proses tabulasi silang (Crosstab) dan Uji Chi Square. Hasil analisis menujukkan bahwa sebagian besar pengunjung menilai Car-Free Days belum secara baik merubah perilaku masyarakat dalam menggunakan kendaraan pribadi, faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian pengunjung hanya persepsi terhadap dampak positif Car-Free Days, teridentifikasinya bahwa sebagian besar pengunjung masihmenggunakan kendaraan pribadi dalam mengunjungi Car-Free Days, dan mayoritas masyarakat sudah mengetahui tujuan dari Car-Free Days dalam merubah perilaku penggunaan kendaraan pribadi tetapi faktanya masih banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Kata kunci :Car-Free Days, kendaraan pribadi, perilaku
Analisa Ketinggian Gelombang yang Sesuai untuk Pengoperasian Kapal Cepat Rudal 60m di Perairan Indonesia Hardjono, Soegeng
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 1 (2018): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2163.469 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v30i1.635

Abstract

Saat ini, Angkatan Laut Indonesia sedang memperkuat armada kapal perang dengan pembangunan jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M. Kemampuan operasional KCR 60M tergantung pada ketinggian gelombang perairan Indonesia. Untuk itu perlu dilakukan kajian penentuan tinggi gelombang maksimum yang bisa dilalui oleh KCR 60M dan penentuan panjang KCR minimum untuk mengatasi gelombang ekstrim tertinggi dengan metode statistik dan formula pendekatan. Hasil analisa menunjukkan bahwa KCR 60M dapat beroperasi p
Persepsi Penumpang Bus Transjakarta (BUSWAY) Terhadap Tarif Dan Headway Zulfikri, Zulfikri
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 10 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4519.926 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v22i10.1144

Abstract

Transjakarta Buswatj is expected to be a mass public transport that can serve the people of Jakartaespecially in reducing the travel time. But aver time, the frequency of buswatj was unable to meet thedemand, causing the accumulation of passengers, especially during peak hours. That problem couldbe avercome btJ increasing the fleet of buses which is the headway can be shortened, but the tariff mustbe increase to rover the operating cost. The analysis of the data indicate that for 57.73% of respondentswilling to use busway rates to Rp 3,500 with 10-minute headway. If the tariff was raised to Rp4,000 with 9 minutes headwm;, only 45.2% of respondents willing to use the busway. In otherwords, respondents were only considering the rates and did not make headwm; and indicate that thepassenger of buswai; is mostly who move from other public transport.Keywords: Transjakarta, busway, headway, tarif
Peranan Infrastruktur Jalan Terhadap Perekonomian Regional Di Indonesia Maimunah, Siti
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 2 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8416.348 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v22i2.1030

Abstract

During the development stage, provision of transportation infrastructure is ven; important. It contnbutesto the regional economy and makes economic development more inclusive by giving directand indirect effects. The aim of research wants to know the role of road infrastructure to regionaleconomy in long term periods.Having panel data in the regional level (province) which is 26 provinces and a 14-year time series(1993-2006), variables that are used in this stud!; are GDP as the output measurement, labor forceand capital stock which is divided into road capital stock and non road capital stock. Road capitalstock itself is comprised of national, province and city road capital stock.Based on the model in analysis, we can say road infrastructure has significant contributions to theregional econonn; where city roads give the highest contnbution to the regional econonn;. In addition,based on the time lag model, we can see that the investment in road development will have a significanteffect on GDP in the curre11t year, as well as in the following .few years, but the effect diminishesover time. However, the significant contnbution of road development to GDP only remains for 1 yearfor all types of road.Some polictj implications that can be proposed from the above analysis are: it is still necessary toincrease the development of road infrastructure in order to provide good accessibility for all regions inIndonesia; so government should give priorihJ to develop city and province roads rather than nationalroads to increase the regional output (regional GDP). On the other hand government shouldmake it a priority to develop strategies for the development of road infrastructure based on the specificneeds of each region so it will be more effective and efficient in encouraging regional economic growthand, ultimately, in enhancing high economic growth in Indonesia as a whole.Key words: road infrastructure, regional econonn1
Karakteristik Dan Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas Di Indonesia Tahun 2012 Herawati, Herawati
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.94 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v26i3.875

Abstract

Penyebab kematian ketiga tertinggi di Indonesia disebabkan karena tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Perlu langkah prefentif yang cepat karena jumlah korban yang cukup besar akan memberikan dampak ekonomi (kerugian material) dan sosial yang tidak sedikit. Upaya-upaya pengurangan kecelakaan tersebut dapat dilakukan apabila diketahui karakteristik dan penyebabnya. Untuk itu, kajian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik kecelakaan dan penyebabnya. Data kecelakaan yang akan digunakan dalam analisis ini merupakan data kecelakaan di Indonesia pada tahun 2012. Analisis yang digunakan merupakan analisis kuantitatif deskriptif dengan menggunakan 5W dan 1H.Hasil analisis data kecelakaan di Indonesia pada tahun 2012 dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok “what” adalah tipe kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan adalah sepeda motor (65%). Kelompok “who” adalah karakteristik pelaku dan korban kecelakaan yang didominasi oleh usia produktif (71%), berjenis kelamin laki-laki(lebih besar 53%), berprofesi sebagai karyawan swasta (lebih besar 54%) dan tingkat pendidikan yang masih SLTA (lebih besar 51%). Kategori “why” adalah faktor penyebab kecelakaan terdiri dari faktor manusia (kurang tertib), faktor kendaraan (rem blong sebanyak 27%), jalan (kurangnya fasilitas keselamatan dijalan sebanyak 50%) dan lingkungan (hujan 51%). Kategori “when” adalah waktu kejadian kecelakaan yang paling banyak terjadi 06.00-18.00 sebanyak 62%. Kategori “where” yaitu lokasi rawan kecelakaan terjadi pada daerah yang memiliki kecepatan ijin yang tinggi dan hambatan samping yang besar seperti jalan arteri 38%, jalan kabupaten (38%) dan kawasan permukiman (77%). Terakhir adalah kategori how. Tipe pergerakan kendaraan yang paling banyak menyebabkan kecelakaan yaitu tabrakan depan-depan (24%) dan depan-samping (22%). Kata kunci : karakteristik kecelakaan, penyebab, kendaraan bermotor

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 1 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 2 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 1 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 2 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 1 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 2 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 6 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 5 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 2 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 5 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 4 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 3 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 2 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 1 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 12 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 10 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 9 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 8 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 7 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 6 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 5 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 4 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 2 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 7 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 5 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 4 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 3 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 2 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 1 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 6 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 3 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 2 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 1 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 4 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 2 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 1 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 12 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 11 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 10 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 9 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 8 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol 22, No 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 6 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 5 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 4 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 2 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 1 (2010): Warta Penelitian Perhubungan More Issue