cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2020)" : 21 Documents clear
SOSIALISASI DAN PRAKTEK RETENSI DAN PEMUSNAHAN BERKAS REKAM MEDIS di PUSKESMAS KURANJI Sayati Mandia
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.456 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.63-68.2020

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. Dalam melaksanakan tugasnya puskesmas berwenang untuk untuk melaksanakan pencatatan dan pelaporan kesehatan pasien serta melakukan evaluasi terhadap mutu dan cakupan pelayanan kesehatan. Pencatatan dan pelaporan pasien dapat dilihat dari berkas rekam medis pasien. Rekam medis pada sarana kesehatan non rumah sakit wajib disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu dua tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat. Setelah batas waktu penyimpanan dilampaui maka rekam medis dapat dimusnahkan. Puskesmas Kuranji merupakan salah satu puskemas di kota padang yang berlamat dikecamatan Kuranji. Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas rekam medis, hingga saat ini Puskesmas Kuranji belum melakukan retensi dan pemusnahan berkas rekam medis sedangkan ruangan penyimpanan hanya ada satu. Berdasarkan pemaparan masalah di atas, maka pengabdi bermaksud untuk melakukan sosialisasi dan praktik langsung mengenai retensi dan pemusnahan berkas rekam medis di Puskesmas Kuranji Kota Padang. Target dan luaran dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan retensi dan penghancuran berkas rekam medis. Target kedepannya agar sosialisi ini dapat digunakan sebagai dasar kegiatan retensi dan penghancuran berkas rekam medis. Kata Kunci: Puskesmas, Retensi, Pemusnahan, Rekam Medis ABSTRACT Public health center (PHC) is a health service facility that organizes public health efforts and first-level individual health efforts. In carrying out its duties PHC is authorized to carry out the recording and reporting of patient health and to evaluate the quality and scope of health services. Patient recording and reporting can be seen from the patient's medical record file. Medical records in non-hospital healthcare facilities must be kept for at least two years from the date the patient was treated. After the storage time limit is exceeded, the medical record can be destroyed. The Kuranji Community Health Center is one of the public health centers in the city of Padang which is well-known in the Kuranji sub-district. Based on the results of interviews with medical record officers, up to now the Kuranji Community Health Center has not retained and destroyed medical record files while there is only one storage room. Based on the explanation of the problem above, the service intends to conduct socialization and direct practice regarding the retention and destruction of medical record files at the Kuranji Health Center in Padang City. The target and output of the implementation of community service activities is that this activity can be used as consideration for the implementation of retention and destruction of medical record files. The future target is that this socialization can be used as a basis for retention and destruction of medical records. Keywords: Puskesmas, Retention, Destruction, Medical Record
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN Nurfidah Dwitiyanti; Puji Suharmanto
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.342 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.98-103.2020

Abstract

Minyak bekas pakai (jelantah) merupakan minyak tumbuhan yang sudah digunakan untuk menggoreng. Penggunaan minyak bekas pakai mengakibatkan nilai ekonomis minyak tersebut turun dibanding minyak yang belum digunakan. Disamping itu, dengan sifat karsinogenik minyak bekas pakai sangat berbahaya bagi tubuh. Pemanfaatan minyak jelantah belum dilakukan secara optimal, karena banyaknya minyak bekas pakai yang sudah beberapa kali digunakan oleh restoran, kemudian setelahnya hanya dibuang begitu saja, tidak dimanfaatkan untuk produk lainnya. Proses pembuatan pengharum ruangan dari minyak goreng jelantah menjadi alternatif penyelesaian masalah yang patut dipertimbangkan. Pada pembuatan pengharum ruangan, minyak bekas pakai ini digunakan sebagai pengganti natural oil, yakni bahan utama untuk pengharum. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui penyuluhan pembuatan pengharum ruangan dari minyak jelantah, dilakukan terhadap Ibu-ibu PKK Perumahan Pamulang Park Residence, Pamulang Barat, Kota Tangerang, Banten. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan demo langsung di depan peserta kegiatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peserta dengan rasa suka cita ikut serta dalam demo kegiatan pembuatan minyak bekas pakai (jelantah) untuk pengharum ruangan. Peserta pun merasa senang karena bertambahnya pengetahuan tentang pemanfaatan minyak jelantah. Harapannya dengan melakukan kegiatan penyuluhan ini, maka Ibu - Ibu PKK pada perumahan tersebut dapat ikut serta dalam upaya meningkatkan daya saing wilayahnya dengan memanfaatkan minyak jelantah. Kata kunci: Limbah Minyak Jelantah, Penyuluhan, Pengharum Ruangan, ABDIMAS, Ibu-ibu PKK ABSTRACT The used oil (waste cooking oil) is a vegetable oil that has been used for frying. The use of cooking oil affects the economic value of the cooking oil lower than unused oil. Besides that, the carcinogenic nature of used oil is very dangerous for the body. Utilization of used cooking oil has not been carried out optimally, because of the amount of used oil that has been used several times by restaurants, and afterward only available just like that, is not used for other products. The process of making room air freshener from used cooking oil becomes an alternative solution to the problem raised. In the manufacture of air fresheners, used oil is used as a substitute for natural oils, which are the main ingredients for fragrances. Community service activities through counseling on the manufacture of air freshener made from used cooking oil were carried out on PKK women in Pamulang Park Residence, Pamulang Barat, Tangerang City, Banten. Counseling was conducted using the lecture and demo method directly in front of the activity participants. The results obtained from this activity were participants who liked to take part in the demonstration of used cooking oil (waste cooking oil) for air freshener. The participants were happy because they were adding knowledge about the use of used cooking oil. It is hoped that by conducting this outreach activity, PKK ladies in this housing can participate in efforts to improve the competitiveness of their region by using used cooking oil. Keywords: Used Cooking Oil, Training, Air Freshener, ABDIMAS, PKK Womens
PELATIHAN DAN SOSIALISASI TEKNOLOGI PEMETAAN DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR KOTA PANGKALPINANG irvani Fachruddin; EPSB Taman Tono; Janiar Pitulima
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.488 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.39-48.2020

Abstract

Kota Pangkalpinang memiliki topografi relatif rendah dan berbatasan dengan laut di bagian timur. Pendangkalan aliran sungai, serta alih fungsi lahan menyebabkan bencana banjir pada musim hujan. Berdasarkan permasalahan dibutuhkan peningkatan penguasaan teknologi pemetaan bagi aparatur kecamatan dan kelurahan, pembuatan peta banjir, dan mensosialisasikannya kepada kalangan pelajar. Program dimulai dengan survey pengumpulan data koordinat banjir, diskusi kelompok terarah dan pelatihan pembuatan peta, dan sosialisasi hasil. Hasil program pengabdian telah meningkatkan kapasitas para aparatur kecamatan dan kelurahan dalam penguasaan teknologi pemetaan. Pada peta banjir dan genangan air Kota Pangkalpinang menunjukkan pola sebaran banjir terdapat pada morfologi dataran rendah disepanjang aliran Sungai Rangkui. Pelajar dan mahasiswa peserta sosialisasi mitigasi bencana banjir mampu memahami materi secara optimal. Keseluruhan hasil program pengabdian secara signifikan memberikan sumbangsih dalam implemetasi teknologi pemetaan untuk mitigasi bencana banjir. Kata Kunci: Banjir, Mitigasi, Pemetaan, Pelatihan, Sosialisasi ABSTRACT Pangkalpinang City has a relatively low topography and bordered by the sea in the east. the stream siltation and land-use change cause floods during the rainy season. Based on the problem, it is needed to improve the mastery of mapping technology for district and village apparatus, making flood maps, and disseminating them to students. The program starts with collecting flood coordinate data, focus group discussions and map-making training, and socialization the result. the program has increased the capacity of the district and village apparatus in the mastery of mapping technology. On the map of floods and puddles of Pangkalpinang City shows the flood pattern distribution found in the lowland morphology along the Rangkui River. Students and scholars participating in the flood disaster mitigation socialization understood the material optimally. The overall results of the community service program significantly contributed to the implementation of mapping technology in flood mitigation. Keywords: Flood, Mitigation, Mapping, Training, Socialization
PEMANFAATAN LIMBAH USUS AYAM SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN LELE DI DESA KARANG ENDAH, KECAMATAN GELUMBANG, KABUPATEN MUARA ENIM Mohamad Amin; Dade Jubaedah; Yulisman Yulisman; Retno Cahya Mukti; Ade Dwi Sasanti; Muhammad Aulia Amri
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.75 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.69-72.2020

Abstract

Permasalahan yang sering dialami oleh pembudidaya ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di desa Karang Endah adalah tingginya harga pakan komersil sehingga menyebabkan biaya poduksi semakin tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi pemanfaatan limbah usus ayam sebagai bahan baku pakan ikan lele di desa Karang Endah, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Metode yang digunakan melalui sosialisai dan diskusi serta tanya jawab, pelatihan praktek pembuatan pakan serta pendampingan demplot pemanfaatan limbah usus ayam sebagai bahan baku pakan ikan lele. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan terlaksana dengan lancar. Pembudidaya dapat membuat pakan dengan memanfaatkan limbah usus ayam dan mengaplikasikan pakan dalam kegiatan budidaya ikan lele. Kata kunci: Ikan lele, Pakan, Usus Ayam, Desa Karang Endah ABSTRACT Problems that are often experienced by fish farmers including those faced by groups of fish farmers in the village of Karang Endah are the high price of commercial feed, causing higher production costs. The purpose of this activity is to evaluate the utilization of chicken intestine waste as raw material for catfish feed in Karang Endah village, Gelumbang District, Muara Enim Regency, South Sumatra. The method used is through socialization and discussion as well as questions and answers, training in the practice of making feed and assisting with the demonstration plot of utilizing chicken intestine waste as raw material for catfish feed. Community service activities (PKM) carried out smoothly. Cultivators can make feed by utilizing chicken intestine waste and applying feed in catfish farming activities. Keywords: Catfish, Feed, Poultry offal meal, Karang Endah Village
PENERAPAN RANTAI DINGIN SERTA SANITASI DAN HYGIENE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HASIL TANGKAPAN NELAYAN DESA TAGALAYA Febrina Olivia Akerina; Femsy Kour
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.837 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.1-6.2020

Abstract

Desa Tagalaya merupakan salah satu Desa di Kecamatan Tobelo yang masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Cara penangkapan menggunakan alat tangkap sederhana dan armada penangkapanpun masih tradisional, dengan demikian proses penanganan, sanitasi dan hygiene belum dilakukan secara efektif dan efisien. Secara umum, masyarakat desa Tagalaya tidak menggunakan es karena lokasi penangkapan ikan dan penjualan dekat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan nelayan mengenai pentingnya penerapan rantai dingin (Cold Chain System) serta sanitasi dan hygiene, sehingga nilai jual hasil tangkapan tinggi dan berkualitas baik. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah melalui kegiatan penyuluhan dan diskusi. Penyampaian materi mengenai sistem rantai dingin meliputi konsep rantai dingin, dampak tidak diterapkannya rantai dingin terhadap hasil tangkapan. Sedangkan cakupan materi mengenai sanitasi dan hygiene hasil tangkapan adalah pengertian dan ruang lingkup sanitasi dan hygiene serta dampak penerapan sanitasi dan hygiene. Hasil kegiatan yakni masyarakat antusias menerima kateri yang disampaikan, beberapa diantara mereka berkomitmen untuk menerapkan materi yang didapat untuk meningkatkan nilai jual hasil tangkapan. Kata kunci: Desa Tagalaya, Rantai dingin, Sanitasi dan hygiene, Penanganan ikan ABSTRACT Tagalaya is one of the Village in Tobelo sub-district whom its inhibitants did fisheries for living. Their fishing method were simple and conventional, also their handling method, sanitation and hygiene practice were not effective and efficient. Commonly, Tagalaya inhibitants are not using ice for initial handling because fishing areas and selling location nearby. The aim of this activity was to increase the fisheries knowledge about the importance of cold chain system, sanitanion and hygiene of their catches, it can affect its selling price and quality. This activity was carried out in form of counseling and discussion. The theory about cold chain system and its impact if it cannot applied; the scope of sanitation and hygene and its positive impact were delivered. The result of this activity was the fisheries are very enthusiastic and commited to apply the theory in their fishing activity (fishing handling) to increase fish selling price. Keywords: Tagalaya, Cold Chain, Sanitation and Hygiene, Fish handling
STRATEGI BRANDING SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PRODUK KREATIF BOLU BAYAM SUBAMIA (BOBAMIA) DI DESA SUBAMIA, TABANAN-BALI Ni Komang Yuliani; I Ketut Made Permata Hadi Putra; Moch Edy Saputro; Nuning Indah Pratiwi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.47 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.32-38.2020

Abstract

Desa Subamia terdapat di Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan. Daun bayam menjadi potensi besar yang dimiliki Desa Subamia apabila dapat dioptimalkan dalam pengelolaannya. Pengelolaan daun bayam dapat digunakan produk kreatif seperti bolu. Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 2019-2020 memiliki rumusan masalah mengetahui peran logo, packaging, video toturial, brosur dan media sosial dalam proses branding. Tujuan branding ini memperkenalkan bolu bayam subamia ke kalangan masyarakat. Dan memberikan ciri lain tentunya dalam usaha bolu. Metode yang digunakan dalam laporan KKN ini yaitu wawancara, sosialisasi, evaluasi. Output yang diberikan ke desa berupa logo, packaging, video toturial, brosur, dan akun media sosial. Adanya media sosial tentunya membantu UMKM dalam membranding produk BobaMia tersebut dengan baik. Rencana lanjutan yang kami harapkan yaitu produk BobaMia ini dapat dikelola dalam meningkatkan UMKM di Desa Subamia. Selain itu, BobaMia dapat dikembangkan secara terus berkembang dan dikenal wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kata kunci: Desa Subamia, Branding, BobaMia, UMKM, Media Sosial ABSTRACT There are in Kecamatan Tabanan Subamia Village, Tabanan. The leaf of spinach into great potential owned Village Subamia when can be optimized regional. The management of the leaf of spinach can be used as creative products sponge. College work real (KKN) for the period of 2019-2020 having the formulation of a problem know what part logo, packaging, toturial video, brochures and social media in the process of branding. The purpose of this branding sponge introduce spinach subamia to the community. And give another feature of course sponge in an effort to. The methodology that was used in the report KKN this is the interview, socialization, evaluation. An output that is given to the village in the form of a logo, packaging, toturial video, brochures, and social media accounts. Has interested the use of social media as a means of creative product development sponge spinach subamia (BobaMia) through instagram, spinach subamia sponge viewable by anyone and wherever. What we hope to do advanced plan BobaMia product this can be managed in improving UMKM in subamia village. In addition, developed in BobaMia can continue to grow and known local as well as foreign tourists. Keywords: Village Subamia, Branding, BobaMia, UMKM, Social Media
EDUKASI MANFAAT ASI EKSKLUSIF KEPADA KADER KESEHATAN DAN IBU BALITA DI DESA WOWA TAMBOLI Yuhanah Yuhanah; Grace Tedy Tulak
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.1.134-139.2020

Abstract

ASI eksklusif merupakan nutrisi yang paling tepat diberikan kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan. ASI eksklusif dapat memperbaiki status nutrisi pada bayi serta meminimalkan angka kesakitan dan kematian pada bayi. Salah satu cara mensukseskan pemberian ASI eksklusif dengan melaksanakan penyuluhan kepada kader kesehatan dan ibu yang memiliki balita. Kader kesehatan merupakan orang yang sering bersosialisasi dengan masyarakat dalam menyampaikan informasi terkait dengan kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kader kesehatan dan ibu balita tentang manfaaat ASI eksklusif dalam mendukung program pemerintah tentang peningkatan cakupan pemberian ASI eksklusif . Program ini dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2020 dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada kader kesehatan dan ibu balita dengan jumlah peserta sebanyak 75 orang. dengan mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Dosen pengabdi mengharapkan partisipasi kader kesehatan untuk melakukan pendampingan kepada ibu hamil dan menyusui dalam rangka meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Kata kunci: ASI eksklusif, Edukasi, Kader kesehatan, Ibu balita, Wowa Tamboli ABSTRACT Exclusive breastfeeding is the most appropriate nutrition given to newborns up to the age of 6 months. Exclusive breastfeeding can improve nutritional status in infants and minimize morbidity and mortality in infants. One way to succeed in giving exclusive breastfeeding is by conducting counseling to health cadres and mothers who have toddlers. Health cadres are people who often socialize with the community in delivering information related to health. The purpose of community service activities is carried out to increase the knowledge and awareness of health cadres and mothers of children under five about the benefits of exclusive breastfeeding in supporting government programs on increasing the scope of exclusive breastfeeding. The program was carried out on January 25, 2020 in the form of health education to health cadres and mothers of children under five with 75 participants. The extension participants were very enthusiastic about the activity and gave feedback by asking questions in the discussion session. Dedicated lecturers expect the participation of health cadres to provide assistance to pregnant and lactating women in order to increase coverage of exclusive breastfeeding. Keywords: Exclusive breastfeeding, Education, Health care, Mother of children, Wowa tamboli
OPTIMALISASI SISTEM PENYIMPANAN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS PADANG PASIR TAHUN 2019 Dewi Oktavia
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.1.116-122.2020

Abstract

Semua fasilitas pelayanan kesehatan wajib menyelenggarakan rekam medis, termasuk puskesmas. Dengan pelayanan rekam medis yang berkualitas pasien akan merasa puas, khususnya karena pasien dilayani dengan cepat, tepat dan aman oleh pihak puskesmas. Permasalahan yang sering ditemui pada bagian penyimpanan rekam medis adalah terjadinya misfile maupun duplikasi nomor rekam medis. Akibatnya, berkas rekam medis pasien lama sulit ditemukan sehingga proses pencarian berkas rekam medis pasien di rak penyimpanan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tujuan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) agar sistem penyimpanan rekam medis menjadi optimal dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan rekam medis pasien rawat jalan di Puskesmas Padang Pasir. Metode yang digunakan berupa sosialisasi tentang optimalisasi sistem penyimpanan rekam medis di Puskesmas Padang Pasir. Sebelum sosialisasi, dilakukan pre-test dan setelah sosialisasi dilakukan kegiatan post-test dengan tujuan mengetahui tingkat pemahaman mitra tentang materi sosialisasi. PKM ini dilakukan pada tanggal 9 bulan Agustus 2019 di Puskesmas Padang Pasir. Peserta dari kegiatan PKM ini adalah semua petugas rekam medis di Puskesmas Padang Pasir sebanyak 6 (enam) orang. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang penyimpanan rekam medis dari nilai rata-rata 45 menjadi 85 point. Kata Kunci : Kualitas, Pengabdian, Penyimpanan, Puskesmas, Rekam Medis ABSTRACT All health service facilities are required to hold medical records, including public health centers. With a quality medical record service, patients will feel satisfied, especially because patients are served quickly, precisely and safely by the community health centers. The problem that is often encountered in the medical records storage is the occurrence of misfiling and duplication of medical record numbers. As a result, old patient medical record files are difficult to find, so the process of searching a patient's medical record file on a storage rack takes quite a long time. The purpose of the implementation of Community Service (PKM) so that the medical record storage system becomes optimal to improve the quality of outpatient medical record services at the Padang Pasir Health Center. The method used in the form of socialization about optimizing the medical record storage system at the Padang Pasir Health Center. Before the socialization, a pre-test was carried out and after the socialization, a post-test was carried out to know the level of understanding of partners about the material of the socialization. This PKM was held on August 9, 2019, at the Padang Pasir Communuty Health Center. The participants of this PKM activity are all 6 medical records officers at the Padang Pasir Health Center. The result of this PKM activity was an increase in partner knowledge about medical record storage from an average value of 45 to 85 points. Keywords: Quality, Service, Storage, Community Health Centers, Medical Records
PERBAIKAN MUTU KERUPUK BERBASIS SAGU DI KECAMATAN SINGKIL, KABUPATEN ACEH SINGKIL Fahrizal Fahrizal; Novi Safriani; Martunis Martunis
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah pada mitra 1 (UKM Mandiri) dan mitra 2 (UKM Saba Sagu). Masalah mitra pertama meliputi: a. Rendahnya mutu kerupuk yang diproduksi karena tampilannya yang kurang menarik dan tidak seragam, b. Jenis dan desain kemasan kurang menarik dan informatif. Sedangkan masalah 2nd patner adalah kualitas tepung sagu yang dihasilkan tidak konsisten, terutama dari segi warna. Cara pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdian adalah dengan memberikan informasi dan mengamalkan proses yang tepat untuk menghasilkan kerupuk dan tepung sagu yang berkualitas. Selain itu, tim pengabdian juga memberikan informasi tentang teknik pengemasan dan pentingnya sanitasi dalam pengolahan pangan, khususnya pengolahan kerupuk dan tepung sagu. Untuk mendukung pemecahan kelompok mitra bisnis, tim pengabdian membagikan peralatan untuk mendukung proses produksi kerupuk sagu. Kata kunci: Sagu, Kerupuk, Tepung sagu, Kualitas baik ABSTRACT The Service project aims to solve the problems in partners 1 (UKM Mandiri) and partner 2 (UKM Saba Sagu). Problems of 1st partner includes: a. The poor quality of produced crackers because its appearance was less attractive and not uniform, b. The type and design of packaging was less attractive and informative. Whereas problem of 2nd patner is inconsistent quality of the produced sago flour, particularly in terms of color. The method of implementation of devotion to society performed by a team of devotion is by giving information and practicing the right process to produce good quality crackers and sago flour. Furthermore, a team of devotion also provide information about the packaging techniques and the importance of sanitation in food processing, particularly the processing of crackers and sago flour. To support business partners solving groups, the service team provides the tools to support the production process.Keywords: Sago, Crackers, Sago Flour, Good quality
PENGEMBANGAN MEDIA INFORMASI UNTUK PELAYANAN PENDAFTARAN PASIEN DI BPM RIKA HARDI, S.ST Rahmi Septia Sari
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.1.123-128.2020

Abstract

Fasilitas kesehatan merupakan pelayanan yang sangat penting bagi masyarakat. Pelayanan kesehatan adalah tulang punggung fasilitas kesehatan di Indonesia. Fasilitas kesehatan bisa dimiliki oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah atau swasta. Tenaga kesehatan terdiri dari beragam profesi seperti tenaga dokter, bidan, perawat, apoteker, ahli gizi, tenaga perekam medis, tenaga manajemen kesehatan maupun tenaga non kesehatan. Pasien yang datang ke fasilitas kesehatan pun memiliki beragam jenis penyakit mulai dari penyakit menular sampai penyakit degeneratif. Oleh karena itu, dalam hal ini dilakukan penyusun alur dan prosedur pendaftaran pasien sehingga pelayanan berlangsung baik. Salah satu kriteria penilaian akreditasi pada suatu fasilitas kesehatan adalah tersedianya informasi tentang alur prosedur pendaftaran pelayanan saat pasien mendaftar di loket pendaftaran. Kejelasan informasi yang diterima pasien akan memberikan rasa puas terhadap pasien. Kesan pertama di loket pendaftaran akan membentuk persepsi pasien terhadap keseluruhan pelayanan di fasilitas kesehatan. Tujuan kegiatan ini menyediakan media informasi untuk edukasi pasien saat mendaftar tentang alur dan prosedur pelayanan di loket pendaftaran. Metode yang lakukan adalah observasi ke fasilitas pelayanan kesehatan, identifikasi dan analisis kebutuhan media informasi, perencangan media informasi, ujicoba media, sosialisasi, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh tersedianya media informasi dalam bentuk banner tentang alur prosedur pelayanan di fasilitas kesehatan. Kata Kunci: Media, Alur prosedur pendaftaran, Bidan praktek mandiri ABTRACT Health facilities are very important services for the community. Health services are the backbone of health facilities in Indonesia. Health facilities can be owned by the Government, Local Government or private. Health workers consist of various professions such as doctors, midwives, nurses, pharmacists, nutritionists, medical record workers, health management personnel and non-health workers. Patients who come to health facilities also have a variety of diseases ranging from infectious diseases to degenerative diseases. Therefore, here I am trying to develop a flow and procedure for patient registration. One of the criteria for evaluating accreditation at a health facility is the availability of information about the flow of the procedure for registering services when patients register at the registration counter. Clarity of information received by the patient will give satisfaction to the patient. First impressions at the registration window will shape the patient's perception of the overall service in the health facility. The purpose of this activity is to provide information media for patient education when registering the flow and procedure of service at the registration counter. The method used is observation to health care facilities, identification and analysis of media information needs, information media planning, media testing, outreach, and evaluation. The results obtained are the availability of information media in the form of banners about the flow of service procedures in health facilities. Keywords: Media, Registration procedure flow, Midwife independent practice

Page 2 of 3 | Total Record : 21