cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2023)" : 27 Documents clear
INTRODUKSI INOVASI PAKAN DAN PERBAIKAN KUALITAS PUPUK UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PETERNAK SAPI DI KELOMPOK KUBANG SAIYO, KECAMATAN PAUH KOTA PADANG Ediset Ediset; Amrizal Anas; Hilda Susanty; Imana Martaguri; Amna Suresti
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.109-114.2023

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini di laksanakan pada kelompok peternak sapi potong Kubang Saiyo, yang terletak di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Permasalahan kelompok sasaran dalam menjalankan usaha adalah 1) keterbatasan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok peternak dalam pengadaan pakan alternatif bagi ternak sapi yang di pelihara ,dan 2) pupuk Organik Padat (POP) yang di hasilkan oleh kelompok belum jelas kandungan unsur haranya karena belum uji labor, sehingga kualitasnya juga belum jelas. Tujuan dari kegiatan ini adalah 1) introduksi inovasi pakan Urea Molases Blok (UMB) untuk ternak sapi yang di pelihara anggota kelompok dan 2) meningkatkan kualitas POP yang dihasilkan kelompok melalui uji laboratorium. Upaya menyelesaikan permasalahan mitra dilakukan dengan metode penyuluhan sosialisasi, demonstrasi dan pendekatan fasilitasi. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah Anggota kelompok sasaran kegiatan penyuluhan sudah memiliki tambahan pengetahuan tentang teknologi pakan Urea Molases Blok (UMB), serta sudah memiliki keterampilan dalam memberikannya pada ternak sapi yang di pelihara dan`produk Pupuk Organik Padat (POP) yang dimiliki oleh mitra sudah di fasilitasi oleh tim pengabdian untuk di lakukan proses uji labor dan sudah memiliki kandungan yang jelas sehingga dapat meningkatkan kualitas produk. Kata kunci: introduksi inovasi, inovasi pakan, produktifitas usaha peternakan, pupuk Organik Padat (POP) dan Urea Molases Blok (UMB) ABSTRACT This community service is carried out in the Kubang Saiyo beef cattle farmer group, which is located in the South Limau Manis Village, Pauh District, Padang City. The problems of the target group in running a business are 1) the limited knowledge and skills of members of the farmer group in procuring alternative feeds for cattle that are raised, and 2) The Solid Organic Fertilizer (SOF) produced by the group is not yet clear on its nutrient content because it has not been tested in labor, so the quality is also unclear. The objectives of this activity are 1) Introducing the Urea Molasses Block (UMB) feed innovation for cattle raised by group members and 2) Improving the quality of SOF produced by the group through laboratory tests. Efforts to solve partner problems are carried out using outreach methods, demonstrations and facilitation approaches. The results of the service activities are that members of the target group of counseling activities already have additional knowledge about Urea Molasses Block (UMB) feed technology, and already have skills in giving it to cattle that are kept and Solid Organic Fertilizer (SOF) products owned by partners have facilitated by the service team to carry out a labor test process and already have a clear content so that it can improve product quality. Keywords: introduction of innovations, livestock innovation, livestock business productivity, Solid Organic Fertilizer (SOF) and Urea Molasses Block (UMB)
INTRODUKSI TEKNOLOGI PENGOLAHAN GULA SEMUT PADA KSU-ED TABEK, KABUPATEN SOLOK Andasuryani Andasuryani; Adrizal Adrizal; Alhapen Ruslin Chandra
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.61-66.2023

Abstract

Permintaan produk gula tebu yang berfluktuasi dan hanya tinggi ketika bulan tertentu saja, mendorong perlunya diversifikasi produk untuk meningkatkan pendapatan anggota KSU-ED Tabek. Solusi yang ditawarkan oleh tim pelaksana kegiatan PKM adalah menyediakan teknologi pengolahan gula semut yang menggunakan mesin kristalisator, mesin pengering, dan mesin penepung. Kegiatan introduksi dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan demonstrasi tentang cara kerja dan perawatan mesin-mesin pengolahan gula semut, proses pembuatan gula semut, teknologi pengemasan dan diskusi. Selama pelaksanaan kegiatan introduksi, anggota KSU-ED Tabek memperlihatkan partisipasi yang aktif. Mitra juga menyediakan sarana dan prasarana dalam transfer ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan. Untuk meningkatkan tampilan produk gula semut yang diproduksi oleh anggota KSU-ED Tabek, maka tim PKM juga memberikan pengetahuan dan praktek mengenai pengemasan dan pelabelan pada produk. Kegiatan introduksi berjalan dengan baik dan lancar, sehingga mitra mempunyai kemampuan dalam menggunakan teknologi untuk memproduksi gula semut dengan berbagai rasa dan aroma serta kemasan yang menarik bagi konsumen. Kata kunci: diversifikasi, gula semut, gula tebu, nira tebu ABSTRACT Demand of the product fluctuates which only high during certain months. Therefore, it is necessary to diversify the products to increase revenue. The team of PKM offers a solution by providing cane sugar processing technology using a crystallizer, drying machine, and disk mill. The introduction activity was carried out in the form of lectures and demonstrations on how to process and maintain granulated cane sugar processing machines and the process of making granulated cane sugar, packaging technology, which was followed by a discussion. During the introduction activities, members of KSU-ED Tabek showed active participation. They also provide facilities and infrastructure for transferring knowledge, technology, and skills. To improve the appearance of granulated cane sugar products, the PKM team also includes knowledge and practice regarding packaging and labeling the products. The KSU-ED Tabek members could use technology to produce granulated cane sugar with various flavors and aromas and attractive packaging for consumers. Keywords: diversivication, granulated cane sugar, block sugar, sugarcane juice
PERBAIKAN KESUBURAN TANAH MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN DI SUBAK TELUN AYAH, BALI I Nengah Muliarta; Desak Ketut Tristiana Sukmadewi; Dewa Gede Wiryangga Selangga; I Gede Kariasa; Desak Ayu Diah Prawerti; I Komang Adi Parwata; I Wayan Landra
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.7-15.2023

Abstract

Limbah pertanian cenderung dipandang sebagai bahan buangan oleh petani, sehingga sering terbuang percuma dan dibakar. Limbah pertanian yang terbuang pada dasarnya merupakan bahan organik yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Dampaknya petani membutuhkan jumlah pupuk yang lebih banyak untuk meningkatkan produksi, disisi lain petani membuang bahan baku pupuk yang bermanfaat bagi kesuburan dan kesehatan tanah. Keterbatasan pengetahuan petani mengenai kandungan hara makro dan mikro limbah pertanian menyebabkan limbah dibuang dan dibakar. Umumnya petani juga tidak mengetahui metode pengomposan limbah pertanian, khususnya limbah jerami padi. Kondisi ini juga terjadi di kawasan Subak Telun Ayah, Tegalalang, Gianyar. Guna mengatasi permasalahan petani, maka dilakukan penyuluhan atau sosialisasi terkait kandungan limbah dan upaya pengolahan melalui pengomposan. Petani diberikan pengetahuan terkait pengomposan limbah pertanian dengan cepat, mudah dan menghasilkan kompos berkualitas dengan memanfaatkan dekomposer alami (seperti kotoran hewan dan tanah subur). Petani juga diberikan pengetahuan terkait manfaat dari kompos dari limbah pertanian bagi kesuburan tanah. Harapannya petani memiliki pengetahuan terkait pengelolaan limbah pertanian dan mampu memanfaatkannya, sehingga kedepannya mampun mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan. Kata kunci: sosialisasi, limbah pertanian, pengelolaan limbah, kesuburan tanah, Subak ABSTRACT Agricultural waste tends to be seen as a waste material by farmers, so it is often wasted and burned. Agricultural waste that is wasted is basically organic material that contains nutrients needed by plants. As a result, farmers need more fertilizer to increase production, on the other hand, farmers throw away fertilizer raw materials that are beneficial for soil fertility and health. The limited knowledge of farmers regarding the macro and micro nutrient content of agricultural waste causes the waste to be disposed of and burned. Generally, farmers also do not know the method of composting agricultural waste, especially rice straw waste. This condition also occurs in the Subak Telun Ayah area, Tegalalang, Gianyar. In order to overcome farmers' problems, counseling or socialization related to waste content and processing efforts through composting is carried out. Farmers are given knowledge related to composting agricultural waste quickly, easily and to produce quality compost by utilizing natural decomposers (such as animal manure and fertile soil). Farmers are also given knowledge regarding the benefits of compost from agricultural waste for soil fertility. The hope is that farmers have knowledge related to agricultural waste management and are able to use it, so that in the future they are able to realize environmentally friendly agriculture Keywords: socialization, agricultural waste, waste management, soil fertility, Subak
PENGEMBANGAN USAHA UMKM UBERRR MELALUI PELATIHAN PRODUKSI MAKANAN RINGAN TERSTANDAR Felga Zulfia Rasdiana; Cesar Welya Refdi; Ismed Ismed; Risti Kurnia Dewi; Indah Permata Suryani; Jefril Rahmadoni; Fadhillawati Fri Asma; Syarifatun Nisa
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.142-147.2023

Abstract

Pangan merupakan suatu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi sebagai sumber energi agar mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan manusia akan pangan tidak terbatas hanya pada karbohidrat, protein, lemak dan mineral saja, tetapi baik kualitas maupun mutu pangan juga harus dapat dipenuhi karena status kesehatan manusia dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsinya. GMP merupakan prosedur produksi yang dilaksanakan dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan konsumen dalam mendapatkan produk dengan keamanan dan mutu yang terstandar. Produk akhir yang dihasilkan dari UMKM ini berupa produk makanan ringan ekstrudat ikan bilih dengan bahan dasar tepung beras cisokan, pati jagung, dan tepung ikan bilih. Secara umum produk akhir tersebut telah memenuhi kriteria persyaratan mutu dan ketetapan manajemen. Dengan diberikannya pelatihan dan praktek proses produksi makanan ringan ekstrudat terstandar di lokasi mitra, mitra menjadi lebih menguasai dan paham sehingga mitra dapat memproduksi makanan ringan ekstrudat. Melalui kerjasama tim matching fund dengan UMKM UBerrr ini juga dapat menghasilkan produk terstandar yang dilengkapi dengan dokumen mutu sesuai SNI yang berlaku serta penerapannya dalam proses produksi. Kata kunci: ekstrudat, GMP, mutu, pangan, UMKM, terstandar ABSTRACT Food is a basic human need that must be met as a source of energy to be able to carry out daily activities. Human needs for food are not limited to carbohydrates, proteins, fats, and minerals, but both the quality and quality of food must also be met because human health status is affected by the food they consume. GMP is a production procedure that is carried out to fulfil consumer demands in obtaining products with standardized safety and quality. The final product produced from this MSME is in the form of a bilih fish extrudate snack product with the basic ingredients of cisokan rice flour, corn starch, and bilih fish flour. In general, the final product has met the criteria for quality requirements and management's stipulations. By providing training and practice in the production process of standardized extruded snacks at partner locations, partners become more knowledgeable and knowledgeable so that partners can produce extruded snacks. Through the collaboration of the matching fund team with UMKM, UBerrr can also produce standardized products equipped with quality documents according to the applicable SNI and its application in the production process. Keywords: extrudate, GMP, quality, food, UMKM, standardized
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TRIPLE ELIMINASI (HIV, SIFILIS, DAN HEPATITIS B) Hamidatul Yuni; Yeffi Masnarivan; Suci Maisyarah Nasution; Putri Aisyah Ramadhani; Inayah Nur YMS
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.91-97.2023

Abstract

Puskesmas Pemancungan merupakan salah satu puskesmas yang berada di Kota Padang yang memiliki wilayah kerja terdiri dari 6 Kelurahan dengan jumlah ibu hamil sebanyak 179 orang dan capaian pemeriksaan triple eliminasi 100%. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang triple eliminasi dan mau melaksanakan pemeriksaan triple eliminasi. Metode pendekatan yang dilakukan adalah dengan ceramah dan diskusi tanya jawab tentang triple eliminasi kepada Ibu hamil. Evaluasi program ini dilakukan ini dilakukan melaui pretest dan postest. Setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan pada ibu hamil sebesar 11,93 poin, dengan hasil uji Wilcoxon ada pengaruh pemberian penyuluhan dengan peningkatan pengetahuan ibu hamil (p=0,005). Diharapkan kegiatan penyuluhan ini rutin dilakukan oleh Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan Ibu hamil tentang triple eliminasi. Kata kunci: triple eliminasi, ibu hamil ABSTRACT Pemancungan Public Health Centre is one of the health centres in Padang, the working area consist of 6 sub districts with 179 pregnant woman and the examination achievement of triple elimination are 100%. This activity aims to increase the knowledge of pregnant women about triple elimination and want to carry out triple elimination checks. The approach method used is lectures and question and answer discussions about triple elimination to pregnant women. This program evaluation was carried out through a pretest and posttest. After counseling, there was a significant increase in knowledge of pregnant women by 11.93 points, with the Wilcoxon test results there was an effect of providing counseling with increasing knowledge of pregnant women (p = 0.005). It is hoped that this outreach activity is routinely carried out by the Puskesmas to increase the knowledge of pregnant women about triple elimination. Keywords: triple elimination, pregnant women
SOSIALISASI MENGENAI PEMASARAN KUE BOLU DESA PENGLUMBARAN MELALUI E-COMMERCE Nathania Della Rossa; Ni Ketut Anjani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.39-42.2023

Abstract

E-commerce adalah sebuah lapak online yang menggambarkan proses pembelian dan penjualan melalui jaringan internet. Ditengah persaingan usaha yang semakin ketat, e-commerce adalah salah satu solusi untuk mengembangkan usaha, terutama UMKM. Adapun tujuan dari memberikan sosialisasi memanfaatkan ecommerce sebagai media pemasaran adalah agar UMKM kue bolu yang ada di Banjar Dinas Tigas Kawan Desa Penglumbaran dapat berkembang dan mengalami peningkatan dalam penjualan. Metode yang digunakan adalah metode diskusi dan tanya jawab antar narasumber dengan audience. Hasil program kerja menunjukkan bahwa : 1. Ecommerce yang banyak dipakai oleh penduduk Indonesia adalah Shopee Tokopedia, Gojek, dan Grab. 2. Cara memasarkan suatu produk melalui ecommerce adalah hanya dengan mengunggah foto produk yang dijual. 3. Hal menarik lainnya, e-commerce banyak memberikan penawaran diskon atau memberikan voucher gratis ongkir yang membuat orang lebih tertarik untuk berbelanja melalui online. Kata kunci: e-commerce, pemasaran ABSTRACT E-commerce is an online stall that describes the process of buying and selling through the internet network. In the midst of increasingly fierce business competition, e-commerce is one of the solutions for developing businesses, especially Small and Medium Enterprise (SME). The purpose of providing socialization using e-commerce as a marketing medium is so that the sponge cake Small and Medium Enterprise (SME) in Banjar Dinas Tiga Kawan Penglumbaran Village can develop and experience an increase in sales. The method used is the method of discussion and question and answer between sources and the audience. The results of the work program show that: 1. E-commerce that is widely used by Indonesians is Shopee Tokopedia, Gojek and Grab. 2. The way to market a product through e-commerce is to simply upload a photo of the product being sold. 3. Another interesting thing, e-commerce provides many discount offers or provides free shipping vouchers that make people more interested in shopping online. Keywords: e-commerce, marketing
EDUKASI EMO-DEMO KEPADA KADER KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PROMOSI 1000 HPK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGKALAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Risti Kurnia Dewi; Firdaus Firdaus; Anisa Nur Izzati; Pipit Sri Wahyuni; Ismarnaini Ismarnaini
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.115-120.2023

Abstract

Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan masa penting bagi seorang anak. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat pesat, sehingga dibutuhkan gizi yang optimal. Untuk mendukung pencapaian gizi yang optimal pada masa ini, praktik Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif sangat penting untuk dilakukan. Akan tetapi data menunjukan masih rendahnya praktik IMD dan ASI Eksklusif di masyarakat. Salah satu penyebabnya ialah rendahnya pengetahuan sehingga kesadaran mengenai pentingnya dan manfaat IMD serta ASI Eksklusif juga masih rendah. Edukasi melalui metode Emo-Demo dapat menjadi salah satu langkah untuk mengatasi hal tersebut. Kegiatan pelatihan Emo-Demo yang dilaksanakan diikuti oleh kader kesehatan dan bidan desa yang didampingi oleh TPG dan juga Kepala Puskesmas Pangkalan. Pada kegiatan ini materi disampaikan materi mengenai Kolostrum untuk Bayiku dan Cukup ASI sampai 6 Bulan Pertama untuk mendukung 1000 HPK. Kegiatan pelatihan berjalan cukup baik dan lancar serta berhasil. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan secara signifikan (p<0,05) pada skor pengetahuan peserta dan juga hasil diskusi rencana tindak lanjut ke depannya. Kata kunci: 1000 HPK, emo-demo, kader ABSTRACT The First 1000 days is an important stage for a children. During this stage, children grow and develop rapidly and an optimum nutrition is needed. To obtain optimum nutrition, early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding are needed during this stage. Unfortunately, the data still showed low practices on both early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding. It may cause by a low knowledge regarding these matters that leads to low awareness on the importance and the benefits of early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding. Education using Emo-Demo can be used as a methods to deal with that matter. The training that had been conducted was joined by community health workers and midwives and also accompanied by the dietitian and also the head of Pangkalan Public Health Center. The materials entitled Colostrum for Babies and Exclusive Breastfeeding were given to promote The First 1000 days. The training were successfully conducted. It showed by the significant difference (p<0,05) on participants knowledge scores during the pre-test and also thepresented follow up plans. Keywords: Community health worker, emo-demo, the first 1000 days
PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA SISWA SMKN 1 KEDAWUNG SRAGEN TENTANG POTENSI WIRAUSAHA ES KRIM MANGGA Bovi Wira Harsanto; Retno Widyastuti; Catur Budi Handayani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.67-71.2023

Abstract

Banyaknya buah mangga yang dijumpai di Indonesia menjadikan komoditas hasil pertanian ini layak untuk dipelajari potensinya dalam berwirausaha. Daging buah mangga mengandung berbagai zat gizi dan rasa yang manis sehingga dapat diolah menjadi banyak produk, seperti es krim. Pembuatan es krim mangga menjadi upaya yang tepat dalam menghasilkan produk potensial yang menguntungkan. Potensi ini sebaiknya dipahami oleh siswa SMK sebagai penerus generasi bangsa yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satu cara dalam memberi pemahaman kepada siswa SMK adalah berupa kegiatan sosialisasi tentang potensi wirausaha es krim mangga. Pada kegiatan ini tim pengabdian bermitra dengan SMKN 1 Kedawung Sragen yang memiliki visi dan misi serupa dengan tujuan kegiatan. Kegiatan ini merupakan pemicu semangat siswa untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dari segi ekonomi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain menyelenggarakan sosialisasi dan demonstrasi cara pembuatan es krim mangga serta menyampaikan potensi keuntungan dari berwirausaha es krim mangga. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, dapat dikatakan bahwa mayoritas para siswi SMKN 1 Kedawung Sragen mengalami peningkatan pemahaman terkait karakter buah mangga, olahan es krim mangga dan potensi wirausahanya, yang ditunjukkan dengan jawaban post-test yang diadakan oleh tim pengabdian masyarakat. Kata kunci: olahan buah mangga, es krim mangga, wirausaha ABSTRACT The large number of mangoes found in Indonesia makes this agricultural commodity worth studying for its potential for entrepreneurship. Mango fruit flesh contains various nutrients and tastes sweet so it can be processed into many products, such as ice cream. Making mango ice cream is the right way to produce profitable potential products. This potential should be understood by SMK students as the next generation of the nation who can create jobs. One way to provide understanding to vocational students is in the form of outreach activities about the entrepreneurial potential of mango ice cream. In this activity, the community service team partnered with SMKN 1 Kedawung Sragen, which has a vision and mission similar to the objectives of the activity. This activity is trigger the enthusiasm of students to produce something that is useful from an economic point of view. The methods used in this activity include organizing socialization and demonstrations on how to make mango ice cream and conveying the potential benefits of mango ice cream entrepreneurship. From the implementation of community service activities, it can be said that the majority of female students at SMKN 1 Kedawung Sragen experienced an increased understanding of processed mango ice cream and its entrepreneurial potential, as indicated by the answers to the post-test conducted by the community service team. Keywords: processed mango fruit, mango ice cream, entrepreneurship
OPTIMALISASI KADER POSYANDU ASTER DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI RW 02 KELURAHAN REJOSARI KECAMATAN TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU Rizka Febtrina; Gita Adelia; Mariska Dita Pratiwi; Helsa Muthia Angesti; Dewi Marsela; Adeliana Adeliana; Adila Amelia Putri; Paquita Jafier Herrin; Chintia Anisa Rahmadhani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.16-20.2023

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization (WHO) telah mengusulkan target global penurunan kejadian stunting pada Balita sebesar 40% pada tahun 2025, Namun Angka kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru tahun 2022 terus mengalami peningkatan. Tujuan: Melakukan pengabdian masyarakat berupa optimalisasi pencegahan stunting pada Kader Posyandu di RW 02 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Metode: Melakukan FGD dengan Kader Posyandu Aster di RW 02 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Desember 2022. Hasil: FGD didapatkan masih ditemukan balita stunting di Posyandu Aster dan dilakukan langkah pencegahan berupa pemberian edukasi pada kader dan pembuatan mading stunting di Posyandu Aster. Kata kunci: stunting, edukasi, kader ABSTRACT Background: By 2025, the World Health Organization (WHO) wants to see a 40% decrease in the prevalence of stunting in children under five. However, in 2022, there were more stunting incidents at the Rejosari Health Center's working region in Pekanbaru City. Optimizing stunting prevention for Posyandu Cadres in RW 02 Rejosari Village, Tenayan Raya District, Pekanbaru City, Riau Province is the purpose of this act of community service. Using FGDs with Aster Posyandu Cadres in Tenayan Raya District, RW 02, Rejosari Village, Pekanbaru City, Riau Province. This action took place in December 2022. Results: FGD revealed that stunting toddlers were still present at Aster Posyandu; hence, preventive interventions such as education were implemented. Keywords: stunting, education, cadres
PELATIHAN SATGAS COVID DI SDN 10 LAMBUNG BUKIT DESA BINAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNAND Nita Afriani; Biomechy Oktomalio Putri; Eryati Darwin; Malinda Meinapuri; Tuti Handayani; Dina Arfiani; Fathiya Juwita Hanum; Novita Ariani; Yulia Kurniawati
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.148-151.2023

Abstract

Kota Padang memberlakukan pendidikan luring dengan pembatasan jam waktu pendidikan dengan tetap memperhatikan promosi kesehatan. Anak-anak peserta didik diminta untuk menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum memasuki kelas masing-masing. Salah satu upaya untuk meningkatkan promosi kesehatan adalah dengan membuat siswa menjadi well educated mengenai covid dan penularannya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di SDN 10 Lambung Bukit Desa Binaan FK Unand pada kelas 3A,4A,5A SD sebagai kelas percontohan bagi kelas lainnya. Kegiatan dilaksanakan secara berkesinambungan selama 6 minggu. Kegiatan berupa edukasi menggunakan video dan pelatihan pembentukan satgas covid. Pengetahuan, sikap, dan tindakan dinilai sebelum pemberian materi dan dinilai kembali pada akhir minggu ke 4. Pada minggu ke 5 dan 6 dilakukan penilaian pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap pencegahan covid. Kegiatan ini disimpulkan telah terbentuk satgas covid di SDN 10 Lambung Bukit sehingga diharapkan terbentuk pola sikap dan tindakan yang sudah menjadi budaya dalam menghadapi new normal di era pandemi ini. Kata kunci: new normal, pengetahuan, sikap, tindakan, covid, murid SD ABSTRACT Padang enforces offline education by limiting the hours of education while still paying attention to health promotion. Students are asked to wear masks, keep their distance, and wash their hands before entering their respective classes. One of the efforts to improve health promotion is to make students well educated about COVID and its transmission. Community service activities were carried out at SDN 10 Lambung Bukit in the fostered village of Medical Faculty Universitas Andalas (FK Unand) in grades 3A, 4A, 5A SD as a pilot class for other classes. Activities are carried out continuously for 6 weeks. Activities in the form of education using videos and training on the formation of the Covid task force. Knowledge, attitudes, and actions are assessed before giving the material and reassessed at the end of week 4. At week 5 and 6 an assessment of knowledge, attitudes, and actions towards covid prevention is carried out. This activity was concluded to have formed a covid task force at SDN 10 Lambung Bukit so that it was hoped that a pattern of attitudes and actions that had become a culture in dealing with the new normal in this pandemic era was expected. Keywords: new normal, knowledge, attitude, action, covid, elementary school students

Page 1 of 3 | Total Record : 27