cover
Contact Name
Edwin Yulia Setyawan
Contact Email
edwin.yulia.setyawan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsosek.kp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 20888449     EISSN : 25274805     DOI : -
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2009): juni (2009)" : 8 Documents clear
PERILAKU EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN SKALA KECIL DALAM MENCAPAI KETAHANAN PANGAN DI PEDESAAN PANTAI JAWA TIMUR Pudji Purwanti
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): juni (2009)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.935 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v4i1.5817

Abstract

Suatu rumah tangga dapat mencapai kondisi tahan pangan sangat berkaitan erat dengan perilaku ekonomi rumah tangga, dalam hal ini pengambilan keputusan rumah tangga dalam kegiatan produksi dan konsumsi, serta alokasi waktu kerja dan pendapatan rumah tangga. Penelitian ini menggambarkan perilaku rumah tangga nelayan skala kecil dalam mencapai ketahanan pangan di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Trenggalek. Data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Data primer diperoleh melalui survei lapang; sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi dan kompilasi data statistik terkait topik studi. Data dianalisis secara ekonometrik melalui pendekatan ekonomi rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mencapai ketahanan pangan, rumahtangga nelayan melakukan kegiatan produksi melaut dan non perikanan sebagai sumber pendapatan dari sektor perikanan dan non perikanan. Kredit non formal lebih digunakan untuk konsumsi pangan. Pada pola konsumsi pangan seimbang, ikan menduduki peringkat kedua setelah konsumsi beras. Berdasarkan parameter Indeks Porsi Pengeluaran Pangan, Indeks AKE dan Indeks AKP, maka rumahtangga nelayan skala kecil di pedesaan pantai Jawa Timur dalam kondisi tahan pangan. Tittle: Economic Behavior and Food Security of Small-Scaled Fisher’s Household in Rural Region of East Coast of Java.A chieving food security for household will depend on the economic behavior of such the household in terms of decision making-process of the household in production and a consumption activities and work time allocation. This research illustrated behavior of small-scale fisher's household in achieving food security in Pasuruan and Trenggalek districs. Primary and secondary data were used in this study. Primary data were collected by using survey method; secondary data were collected through literature study and compilation of statistical data related to the study theme. Data were analyzed econometrically through household economic approach. Results show that in achieving food security, fisher's household do fishing and non fisheries activity. Non formal credit scheme was mostly used for food consumption. In the food consumption ballance, fish was the second level after rice. Based on Food Expending Portion Index parameter, AKE and AKP indexes, small-scale fisher's household in rural region of East Coast of Java were in the secure food condition.
TINGKAT ADOPSI TEKNOLOGI PERIKANAN BUDIDAYA IKAN KERAPU DI KERAMBA JARING APUNG DI NUSA TENGGARA BARAT Achmad Azizi; Mei Dwi Erlina; Nendah Kurniasari
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): juni (2009)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.679 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v4i1.5823

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mempelajari tingkat adopsi teknologi budidaya ikan kerapu di keramba jaring apung dan faktor-faktor karakteristik internal yang mempengaruhi tingkat adopsi. Menggunakan metode survei yang bersifat deskriptif korelasional. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus, hal ini disebabkan kegiatan Budidaya ikan kerapau relatif masih baru diperkenalkan. Hasil riset menunjukkan bahwa tingkat adopsi paket teknologi pembesaran ikan kerapu di Lombok Timur termasuk kategori sedang dengan nilai skor 3.038. Sebaran responden menurut tingkat adopsi teknologi pembesaran ikan kerapu termasuk kategori sedang. Hasil analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa faktor internal seperti umur, tingkat pendidikan formal, non formal, pendapatan, jumlah tanggungan keluarga, jumlah tenaga kerja dalam keluarga, alasan memilih usaha ikan kerapu, kekosmopolitan, interaksi dengan penyuluh perikanan dan jenis pengambilan keputusan tidak memiliki hubungan yang nyata dengan tingkat adopsi teknologi, dinyatakan dengan koefisien korelasi lebih rendah dari nilai kritinya yaitu 0,325 pada taraf signifikan 0,01. Tittle: Level of Adoption of Grouper in the Floating Cage Culture in West Nusa Tenggara.The objective of this research was to study adoption level of grouper cage culture technology and internal characteristic factors which influence adoption level. This research was carried out using a census technique. Results show that adoption level of grouper cage culture technology in East Lombok was classified as moderate with score of 3,038. Respondent distribution regarding adoption level of the above mention was moderate. Rank Spearman Analysis shows that the age, formal and non formal education level, income, number of children, number of labor in the household, reasons for choosing grouper business, cosmopolitan, interaction with fisheries extension officers, and also decision making do not have significant relation with adoption level of the technology. This is showed by correlation coefficient by which is lower than its critical value (0.325) at 0.01 significant level.
KETAHANAN PANGAN IKANI PADA RUMAH TANGGA PERIKANAN TANGKAP LAUT SKALA KECIL: Kasus Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon Risna Yusuf; Tajerin Tajerin
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): juni (2009)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.472 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v4i1.5819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan ikani rumah tangga perikanan tangkap laut skala kecil. Metode Survei digunakan dalam penelitian ini. Responden dipilih dengan menggunakan metoda proportional random sampling berdasarkan jenis alat tangkap. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik non-parametrik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peubah pendidikan, budaya makan ikan, nilai aset dan pendapatan berhubungan positif dan nyata dengan tingkat ketahanan pangan ikani rumah tangga perikanan. Pemerintah diharapkan terus mendorong upaya peningkatan ketahanan pangan terutama pangan ikani dengan lebih mengkaitkan arah kebijakan dan programnya dengan upaya peningkatan pendidikan dan pengetahuan akan pangan dan gizi pada rumah tangga perikanan tangkap laut skala kecil, peningkatan pendapatan dan peningkatan aset rumah tangga. Tittle: Fisheries Food Security on Household of the Small-scale Marine Fisher: Case Study in the Gebang Mekar Village, Cirebon District, West Java.The purpose of this research was to assess the factors that relate with fisheries food security at small - scale marine fisher. Research was conducted using survey method. Respondents were chosen using proportional random sampling method based on types of fishing gears. The research was using primary data based on interview and analysis used Chi-square approach. Results showed that education, habits in consumption, asset value and income of fisheries household significantly related with fisheries food security at small-scale of marine fisheries household. Therefore, the government has to push on fisheries food security improvement forward into policy and program education and knowledge of food and nutrient at small-scale marine fisher’s household, increase income and economic asset of the fisher.
DINAMIKA PERAN SEKTOR PERIKANAN DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA: Analisis Input-Output 1990-2005 Tajerin Tajerin
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): juni (2009)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.824 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v4i1.5820

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika peran sektor perikanan dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam output perekonomian, pendapatan rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari buku Tabel Input-Output (I-O) Tahun 1990, 1995, 2000 dan 2005. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan model (I-O) melalui perolehan nilai koefisien angka pengganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum peran sektor perikanan dalam perekonomian Indonesia menunjukkan kecenderungan peningkatan pada era sebelum, transisi dan setelah berdiri Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Namun secara spesifik, peran sub sektor perikanan sekunder lebih besar dalam pembentukan output perekonomian dan pendapatan rumah tangga dibanding sub sektor perikanan primer. Sementara dalam penyerapan tenaga kerja, peran sub sektor perikanan primer lebih besar dibanding sub sektor perikanan sekunder, khususnya pada era sebelum berdiri DKP, namun kemudian lebih besar peran sub sektor perikanan sekunder pada era transisi dan setelah berdiri DKP. Tittle: Dynamic of Fisheries Sector’s Role in the Indonesian Economy: Input-Output Analysis 1990-2005.This study was focused on analyzing the dynamic of fisheries sector's role in the Indonesian economy, especially on economic output, household income and labor absorbsion. Secondary data used in this study were obtained from Input-Output (I-O) Table of 1990, 1995, 2000 and 2005 published by the Central Bureau of Statistics Indonesia, and later on analyzed through I-O approach and its multiplier coefficients result. Results showed that in general, the role of the fisheries sectors in Indonesian economy has tended to increase– be it before. During the transition and after the estabilishment of the Ministry of Marine Affairs and Fisheries (MMAF) era. Specifically, the role of secondary fisheries sub sector was more dominant than the primary fisheries sub sector in the formation of economy's output. As for the labor absorbsion, the role of primary fisheries sub sector was more dominant than secondary fisheries sub sector, especially before the estabilishment of MMAF; however, this dominance went a vice versa during the transition and after the estabilishment of MMAF.
OPTIMALISASI PENGATURAN PERIKANAN LEMURU BERDASARKAN MEKANISME SUPPLY DAN DEMAND DI SELAT BALI Yesi Dewita Sari; Sonny Koeshendrajana; Benny Osta Nababan
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): juni (2009)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.961 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v4i1.5815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah alat tangkap yang dioperasikan pada perikanan lemuru di Selat Bali, yang didasarkan pada mekanisme keseimbangan supply dan demand. Pendugaan parameter biologi dilakukan menggunakan model CYP, pendugaan kurva supply menggunakan model Clark dan pendugaan kurva demand menggunakan model Salvatore. Hasil analisis menunjukkan bahwa keseimbangan supply dan demand terjadi pada tingkat harga Rp 5.889 dengan jumlah produksi 10.149 ton per tahun. Sementara itu, berdasarkan hasil survei diperoleh data bahwa harga ikan lemuru berkisar antara Rp 1.500 – 2.000 dengan rata-rata jumlah produksi (tahun 1990-2007) 30.254 ton dengan rata-rata upaya penangkapan 16.934 trip per tahun. Pada kondisi Maximum Sustainable Yield diperoleh maksimum jumlah tangkapan adalah 21.418 ton per tahun dengan jumlah upaya penangkapan 8.023 trip per tahun. Jumlah upaya penangkapan ini setara dengan 81 unit purse seine dengan asumsi setiap unit purse seine memiliki 99 trip per tahun. Mengacu kepada jumlah produksi pada kondisi MSY, maka dengan jumlah produksi 10.149 ton per tahun pada kondisi keseimbangan supply dan demand, hanya 38 unit purse seine yang diperlukan di Selat Bali. Kebijakan pembatasan jumlah upaya penangkapan di lokasi tersebut diharapkan mampu memulihkan sumberdaya ikan lemuru, dan dalam jangka panjang eksploitasi dapat dilakukan secara optimal. Tittle: Optimalization of Governing ‘Lemuru’ Fishery Based on the Supply and Demand Mechanism in the Bali Strait.This research aimed to know amount of fishing effort for capturing lemuru in the Bali Strait based on supply demand equilibrium. Biology parameters were estimated by using CYP model, supply curve was estimated using Clark model and demand curve wos estimated using Salvatore model. Results show that supply demand equilibrium is reached at Rp 5,889 of price and 10,149 MT per year of harvest. Based on survey, price of lemuru was around Rp 1,500 – 2,000 with average of harvest (1990-2007) was 30,254 MT per year. At maximum sustainable yield (MSY), maximum harvest were 21,418 MT per year and fishing effort 8,023 trip per year. Fishing effort at MSY were 81 unit purse seine assuming that one unit purse seine operated 99 trips per year. Based on fishing effort and harvested fish at the MSY, with 10,149 ton per years at the equilibrium point of supply and demand of that particular fish, it required 38 units of purse seine in the Bali Strait. Limiting number of fishing effort in the Bali Strait is to be expected by which enabling to recover lemuru required in the long-run optimal exploitation rate of the lemuru.
PENGOPERASIAN JARING ARAD DI PERAIRAN PANTAI UTARA JAWA: MASALAH DAN PENYELESAIANNYA Ratna Indrawasih; Ary Wahyono
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): juni (2009)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.919 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v4i1.5821

Abstract

Artikel tentang pengoperasian jaring arad di perairan Pantai Utara Jawa: problem dan penyelesaiannya ini membahas masalah konflik kenelayanan, terutama permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan jaring arad di perairan Pantai Utara Jawa Tengah dan Jawa Barat. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang mengambil lokasi di Kabupaten Rembang dan Cirebon. Penelitian tersebut dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penangkapan udang dengan menggunakan jaring semi trawl merupakan suatu fenomena sosial yang menunjukkan tidak ada alternatif lain bagi nelayan dalam mencari sumber kehidupan. Fenomena ini juga menunjukkan telah terjadi jalan pintas dan bersifat jangka pendek tanpa melihat dampak-dampak yang ditimbulkan baik dari segi sosial, ekonomi dan lingkungan. Upaya untuk mengatasi problem penggunaan jaring arad di Pantura tampaknya tidak mudah. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang melarang penggunaan jaring arad. Akan tetapi tampaknya kebijakan pelarangan alat tangkap tersebut menghadapi masalah pada implementasi di lapangan. Penegakan hukum belum bisa dilakukan secara optimal. Hal ini antara lain disebabkan masih pasifnya para petugas dalam mengontrol terjadinya pelanggaran, dan keberadaan petugas tidak didukung oleh prasarana yang memadai. Jadi ada kesan bahwa pelarangan alat tangkap tersebut tidak mendapat dukungan dari aparat penegak hukum, sehingga masalah yang berkaitan dengan penggunaan alat tangkap yang sudah dilarang tersebut tidak dapat terselesaikan secara tuntas. Tittle: The Operation of Arad Net in The North Coast of Java: Problems and Their Solutions.The article of “The Operation of Arad Net in The North Coast of Java: Problems and their Solution” discusses the problem of fishers conflict especially related to the usage of arad net in North Coast of Central Java and West Java. This article was conducted in Rembang and Cirebon Regencies. Qualitative approach was used in the research. Results showed that the exploitation of shrimps using a semi-trawl called ‘jaring arad’ was considered a social phenomenon of fishing to cope daily life. This phenomenon also shows that there was a short term profit orientation without considering long-term impact on social, economic and environment aspects. The effort to reduce the used of arad in Pantura was not easy. Government has erected the regulation on banning the used of arad. However, low enforcement was quite weak. This is because the officer could not effectively control territory and was not supported by adequate infrastructure and equipments. That is why, it seemed that regulation on banning the use of arad was not supported by adequate enforcement efforts. Hence, problem related the use of Arad could not be solved effectively.
DAMPAK PENINGKATAN KONSUMSI PRODUK PERIKANAN TERHADAP PEREKONOMIAN NASIONAL Tajerin Tajerin
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): juni (2009)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.575 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v4i1.5816

Abstract

Upaya pemerintah untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga khususnya pada produk perikanan merupakan langkah penting dan strategis, terkait dengan peningkatan peran pasar dalam negeri dalam mengatasi tekanan krisis keuangan global yang sedang melanda Indonesia dewasa ini. Kajian bertujuan untuk menganalisis dampak peningkatan konsumsi rumah tangga pada produk perikanan terhadap perekonomian nasional. Kajian ini menggunakan data sekunder Tabel Input-Output 2005, Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi rumah tangga pada produk perikanan sebesar 11,54% akan berdampak meningkatkan output perekonomian sebesar Rp.10.031.490, pendapatan rumah tangga sebesar Rp.1.166.463 dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 151.133 orang. Pemerintah hendaknya dapat mengimplementasi semua kebijakan dan program peningkatan konsumsi ikan dengan lebih sungguh-sungguh dan konsisten, sehingga konsumsi ikan per kapita per tahun dapat lebih ditingkatkan lagi. Di samping berdampak positif terhadap perekonomian, upaya peningkatan peran pasar domestik ini terkait dengan upaya untuk keluar dari tekanan krisis keuangan global. Tittle: Impact of the Increase in the Fisheries Product Consumption to National Economy.Increasing household consumption especially for fisheries sectors' product is an urgent and strategic government effort, since it is heavily linked to the goal of nullifying the threat of the recent global financial crisis through an effective role of domestic marketing. For that purpose, this research is aimed at analyzing the depth of the economic impact of raising household domestic consumption of fisheries sectors toward the Indonesian Economy, using Input Output analysis with secondary data (2005 I-O Table) acquired from BPS. Results showed that an 11.54 % raise in household consumption of fisheries sectors produce, could impact on a Rp. 10,031,490 increase in the total output, a Rp.1,166,463 increase in household income, and a 151,133 increase in new labor absorption. Thus, our government should implement every possible policy and program that increase fish consumption whole-heartedly and consistently, so that the annual per capita fish consumption could be pushed forward, since it is positively affecting the whole economy as well as it is importantly linked to the effort of getting out of the pressure of the global financial crisis.
POLA PEMBAGIAN KERJA DAN KONTRIBUSI GENDER TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA: STUDI KASUS RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA BATANJUNG KABUPATEN KAPUAS Hikmah Hikmah; Maharani Yulisti; Zahri Nasution
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): juni (2009)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.215 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v4i1.5822

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan tahun 2007 dengan tujuan memberikan gambaran pola pembagian kerja dan kontribusi gender terhadap pendapatan rumah tangga serta strategi pemberdayaan gender dalam rangka menopang peningkatan pendapatan rumah tangga nelayan. Metode pendekatan secara kualitatif dalam bentuk studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pola pembagian kerja dan curahan waktu dalam aktivitas produktif pada rumah tangga nelayan di desa Batanjung Kabupaten Kapuas didominasi oleh perempuan. Sementara laki-laki umumnya terlibat sebagai tenaga pembantu saja. Pola pembagian kerja pada aktivitas produktif lebih didominasi oleh laki-laki. Namun demikian, istri juga terlibat dalam aktivitas penangkapan di perairan umum (rawa dan sungai) yang lokasinya dekat dengan pemukiman mereka. Istri nelayan memiliki kontribusi yang cukup besar dan memegang peranan penting dalam ekonomi rumah tangga. Meskipun jika dilihat dari curahan waktu produktifnya, istri nelayan jauh lebih sedikit dibandingkan suami. Namun demikian, tetap saja kedudukan istri dalam kegiatan produktif hanya dianggap membantu suami untuk menambah pendapatan keluarga. Tittle: Work Share Pattern and Gender Contribution to Fisher's Household Income: Case Study of Fisher's Household in Batanjung Village, Kapuas District.This research has been executed in 2007 aiming to give the description concerning with work share pattern and gender contribution to household income, and also to give description of gender empowerment strategy in effort to support increasing income of fisher's household. Descriptive analysis was used in this research. Results show that work share pattern and time spent in reproductive activities at fisher's household in Batanjung village, Kapuas district was dominated by women, whereas men generally were involved as assistant workers. Work share pattern at productive activities was dominated by men. But, women were also involved in fishing activities at inland fisheries (river and swamp) where the fishing ground nearby with their resident. Fisher's wife had a big contribution and hold important role in household economy. Even though wife had more time to spend on productive activities than husband, but wife's position in productive activities was still considered to be an assistant of husband in the household income.

Page 1 of 1 | Total Record : 8