cover
Contact Name
Tajerin
Contact Email
marina.sosek@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marina.sosek@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Ilmiah Marina : Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 25020803     EISSN : 25412930     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan merupakan Buletin Ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 8, No. 1, Tahun 2013" : 5 Documents clear
Pola Penggunaan Alat Tangkap Ikan di Desa Ketapang Barat, Kabupaten Sampang, Jawa Timur Maulana Firdaus
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 8, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.993 KB) | DOI: 10.15578/marina.v8i1.3009

Abstract

Teknik penangkapan ikan telah berkembang dari cara tradisional menjadi cara non konvensional. Hal ini ditunjang oleh perkembangan teknologi penangkapan ikan dari alat yang paling sederhana hingga yang lebih modern. Pada dasarnya dalam suatu operasi penangkapan ikan penggunaan bermacam-macam jenis alat tangkap ikan itu dibolehkan. Alat tangkap disesuaikan dengan spesifikasi jenis target ikan yang akan ditangkap. Nelayan di Desa Ketapang Barat, Kabupaten Sampang memiliki beragam jenis alat tangkap yang digunakan, namun alat tangkap tangkap tersebut tidak dapat digunakan terus menerus, hal ini berkaitan dengan perubahan musim ikan yang terjadi pada wilayah perairan tersebut. Terjadinya perubahan musim ikan tentu saja merubah alat tangkap yang akan digunakan oleh nelayan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan alat penangkapan ikan oleh nelayan di Kabupaten Sampang dengan kasus di Desa Ketapang Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa ada 5 jenis alat tangkap yang mayoritas digunakan oleh nelayan di Desa Ketapang Barat, yaitu ; (1) gill net, (2) payang dan (3) jaring millennium, (4) jaring kejer dan (5) trammel net. Alat tangkap gill net digunakan pada bulan Maret, April dan Mei; alat tangkap payang digunakan pada bulan Februari, Agustus, Oktober dan November; alat tangkap trammel net digunakan pada bulan Februari, Maret, November dan Desember; alat tangkap kejer digunakan pada bulan Mei dan Juni ; serta alat tangkap jaring millenium digunakan pada bulan Januari, Februari, Oktober, November dan Desember.
Evaluasi Kinerja Pendampingan dan Pengawalan Teknologi pada KIMBis Cakradonya, Banda Aceh Estu Sri Luhur; Armen Zulham
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 8, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1902.341 KB) | DOI: 10.15578/marina.v8i1.3010

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dari kegiatan pendampingan dan pengawalan teknologi yang telah dilakukan pada KIMBis Cakradonya di Banda Aceh. Evaluasi dilakukan mencakup kegiatan yang dilaksanakan selama periode Agustus – November 2012. Evaluasi kinerja ini diukur dengan menggunakan kuesioner terstruktur dengan jawaban yang tertutup untuk mengetahui persepsi peserta terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Pelaksanaan evaluasi kegiatan dilaksanakan pada 38 responden. Aspek yang dievaluasi terdiri dari aspek peran pengurus KIMBis, keragaman materi, kemampuan instruktur, keseriusan peserta dan aspek lainnya. Hasil evaluasi menunjukkan kegiatan pendampingan teknologi yang dilakukan telah sangat baik. Aspek yang dinilai adalah aspek peran pengurus, isi materi dan kemampuan instruktur karena materi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan peserta dan mampu ditransfer dengan baik oleh instruktur. Namun, aspek yang dinilai cukup adalah aspek jumlah peserta kegiatan. Aspek ini menunjukkan bahwa jumlah peserta perlu ditambah karena materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Aspek lain yang perlu diperhatikan bahwa peralatan dan bahan praktek yang disediakan pengurus dinilai masih terbatas. Evaluasi ini merekomendasikan untuk pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan penyediaan alat dan bahan dan pengurus KIMBis harus berkoordinasi dengan SKPD terkait di Kota Banda Aceh.
Difusi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan (Studi Kasus di Waduk Malahayu, Brebes Jawa Tengah) Istiana Istiana; Zahri Nasution
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 8, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.134 KB) | DOI: 10.15578/marina.v8i1.3013

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali informasi tentang difusi peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat berbasis pengelolaan sumberdaya perikanan. Peningkatan kapasitas tersebut merupakan inovasi dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. Inovasi yang dimaksud pada penelitian ini adalah peningkatan kapasitas kelembagaan pengelolaan sumberdaya perikanan. Penelitian kualitatif ini dilakukan pada bulan Juli 2012 pada nelayan di Waduk Malahayu, Brebes Jawa Tengah dengan mengangkat kasus inovasi peningkatan kapasitas kelembagaan lokal. Lokasi dan sasaran penelitian ditentukan dengan sengaja, mengikuti lokasi penerapan program BalitbangKP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi yang dikenalkan pada masyarakat nelayan merupakan inovasi baru dengan memanfaatkan kelembagaan lokal. Belum ada anggota masyarakat lainnya yang menggunakan inovasi yang dikenalkan. Respon masyarakat (97,22%) terhadap inovasi karena sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan. Penetapan lokasi atau lokasi penerapan inovasi sejalan dengan kebijakan dan Program Pemerintah Daerah yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat. Inovator dalam difusi inovasi adalah tim Balitbang KP. Sebanyak 92,86% responden menyatakan bahwa mereka merespon inovasi tersebut karena mudah dipraktekkan.
Identifikasi Kegiatan Penangkapan Ikan di Desa Batilap, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan Rismutia Hayu Deswati
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 8, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.466 KB) | DOI: 10.15578/marina.v8i1.3014

Abstract

Sungai Barito merupakan salah satu tipologi perairan umum daratan di Indonesia yang memiliki sumber daya ikan berlimpah. Daerah Aliran Sungai Barito bagian tengah mempunyai produksi perikanan yang tinggi dengan jenis keragaman yang banyak, dimana bagian tengah tersebut melewati provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Desa Batilap di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah yang dilalui oleh aliran Sungai Barito dan anak sungainya. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil identifikasi kegiatan perikanan tangkap yang dilakukan oleh nelayan Desa Batilap di Sungai Barito. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survei dan wawancara dengan nelayan yang bersangkutan. Kegiatan perikanan tangkap yang dilakukan nelayan Desa Batilap menggunakan berbagai jenis alat tangkap namun mayoritas yang digunakan adalah selambau, rengge, tempirai dan bubu. Jenis ikan yang diperoleh dari masing-masing alat tangkap yaitu selambau sebanyak 8 jenis, rengge 6 jenis, tempirai 5 jenis dan bubu sebanyak 3 jenis.
Prospek Pengembangan KIMBis (Klinik Iptek Mina Bisnis) Pamisaya Mina Kabupaten Wonogiri Rizky Muhartono; Sonny Koeshendrajana; Sastrawidjaja Sastrawidjaja
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 8, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.865 KB) | DOI: 10.15578/marina.v8i1.2612

Abstract

Klinik IPTEK Mina Bisnis (KIMBis) adalah kelembagaan yang berfungsi bukan sebagai pesaing/menggantikan kelembagaan yang sudah ada, tetapi merupakan kelembagaan yang mempererat komunikasi dan membangun kebersamaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Prinsip kegiatan yang dilakukan adalah dari-oleh-untuk masyarakat. Tulisan ini bertujuan menggambarkan prospek pengembangan KIMBis di Kabupaten Wonogiri. Pengumpulan data di lapangan dilakukan pada 2012 dengan cara observasi lapang, wawancara dan studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KIMBis di Kabupaten Wonogiri memiliki prospek pengembangan yang baik. Hal ini ditandai dari respon positif PEMDA berupa kesepakatan MoU/KB, PKS serta dana pendampingan kegiatan KIMBis pada tahun berjalan (2012). Saran dalam pengembangan KIMBis Wonogiri adalah tetap melakukan sinergi kegiatan, menjaga komunikasi dan koordinasi antar satker yang melakukan kegiatan di Waduk Gajah Mungkur. Hal ini penting dilakukan agar kegiatan pemberdayaan masyarakat akan optimal dilakukan, sehingga tidak terjadi pengakuan sepihak jika terjadi keberhasilan kegiatan ataupun saling menyalahkan jika terjadi kegagalan kegiatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5