cover
Contact Name
Amar Sani
Contact Email
amar@stieamkop.ac.id
Phone
+6285399929080
Journal Mail Official
amar@stieamkop.ac.id
Editorial Address
Kota makassar, Sulawesi selatan INDONESIA
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
YUME : Journal of Management
ISSN : -     EISSN : 2614851X     DOI : https://doi.org/10.37531/yum.v6i1
YUME : Journal of Management menerbitkan naskah artikel 3 kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember), berisikan artikel dalam bidang Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Operasional, Manajemen Sratejik, Perilaku Organisasi, Corporate Governance, Manajemen Perubahan, Sistem Informasi Manajemen, Manajemen Pendidikan, Manajemen Keperawatan, Manajemen Kesehatan, dan Kewirausahaan dengan mengacu pada standar dan prosedur penelitian ilmiah yang ditetapkan dewan redaksi untuk dipublikasikan. YUME : Journal of Management bekerja sama dengan: 1. Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Regional Sul-sel 2. Forum Pengelola Jurnal Manajemen (FPJM).
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1" : 44 Documents clear
Analisis Implementasi Tupoksi Pegawai Di Kantor Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara Hia, Arman Sebastian; Syah Abadi Mendrofa, Eliagus Telaumbanua, Fatolosa Hulu,
YUME : Journal of Management Vol 9, No 1
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v9i1.10646

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pegawai, faktor penghambat dan pendukung, serta upaya pimpinan di Kantor Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari pimpinan serta pegawai kecamatan. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi tupoksi pegawai berjalan cukup baik, dengan pemahaman tanggung jawab dan peran masing-masing serta arahan dan pengawasan dari pimpinan. Namun, terdapat hambatan signifikan seperti keterbatasan jumlah pegawai, ketidakseimbangan beban kerja, minimnya pelatihan, kurangnya sarana prasarana, dan komunikasi internal yang belum optimal. Di sisi lain, faktor pendukung meliputi semangat kerja, dukungan pimpinan, dan kerja sama antarpegawai yang baik.Upaya pimpinan dalam meningkatkan pemahaman tupoksi melalui pembinaan, sosialisasi, dan pengawasan rutin telah dilakukan, namun efektivitasnya masih terbatas akibat kendala anggaran dan fasilitas. Oleh karena itu, rekomendasi utama adalah peningkatan kapasitas aparatur, pembinaan berkelanjutan, serta komunikasi dan koordinasi yang lebih efektif. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan tupoksi dan secara langsung meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara. Kata Kunci: Implementasi Tupoksi,Tupoksi Pegawai,Kinerja Aparatur,Pelayanan Publik, Kantor Kecamatan
Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Dengan Kepuasan Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rsu Mitra Medika Amplas Arnis, Julita; Muhammad Bayu, Muhammad Adiul Ilham, Manisha Manisha, Rima Melinda Sembiring,
YUME : Journal of Management Vol 9, No 1
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v9i1.10610

Abstract

Mengingat pentingnya profesi perawat bagi kesembuhan pasien, terasa bahwa diperlukan adanya usaha untuk meningkatkan profesionalisme perawat. Peningkatan indikator mutu pelayanan keperawatan salah satunya dapat dilakukan dengan komunikasi interpersonal. Komunikasi yang efektif dapat memberikan suasana yang nyaman dan menimbulkan kehangatan dalam bekerja serta kepuasan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal dengan kepuasan kerja pada perawat. Jenis penelitian ini yaitu metode kuantitatif menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh perawat rawat inap sebanyak 82 orang dengan sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 82 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk variabel keterbukaan yaitu p = 0,005, empati p = 0,016, sikap mendukung yaitu p = 0,001, sikap positif yaitu p = 0,029 dan kesetaraan p = 0,002, yang artinya ada hubungan keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan dengan kepuasan kerja pada perawat di ruang rawat inap RSU Mitra Medika Amplas.  Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan dengan kepuasan kerja pada perawat. Disarankan pihak rumah sakit dapat meningkatkan sikap positif dari para perawat dengan cara bekerja sama dengan perawat lain seperti melakukan evaluasi, sosialisasi dan pertemuan serta monitoring terkait membangun komunikasi interpersonal yang lebih efektif, agar perawat dapat memahami betapa pentingnya komunikasi untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Kepuasan Kerja, Perawat
Peran Adopsi AI Dalam Memediasi Mindset Digital Terhadap Kompetensi Profesional Dosen Kosasih, Hengky; Eddy Harnjo, Elyzabeth Wijaya, Susanto Susanto, Devia Febrina,
YUME : Journal of Management Vol 9, No 1
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v9i1.10701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mindset digital terhadap kompetensi profesional dosen melalui adopsi kecerdasan buatan (AI) pada dosen tetap di Kampus IT&B. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi dan sampel yaitu dosen tetap sebanyak 51 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah SEM-PLS dengan bantuan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindset digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi AI dan kompetensi profesional dosen. Adopsi AI juga memediasi secara signifikan hubungan antara mindset digital dan peningkatan kompetensi profesional dosen. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan mindset digital yang kuat dapat mempercepat adopsi AI yang pada akhirnya meningkatkan kompetensi profesional dosen. Implikasi dari penelitian ini adalah mendorong institusi pendidikan tinggi untuk membangun mindset digital yang kuat di kalangan dosen serta mendukung integrasi AI dalam proses pengajaran guna meningkatkan kualitas pengajaran dan kompetensi profesional dosen. Kata Kunci: Minset; Kompetensi; AI; Dosen; SEM
Model for Improving Employee Performance through Education Level and Work Motivation. Idris, Muh. Ma’ruf; Suhaeb, Sutarsi
YUME : Journal of Management Vol 9, No 1
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v9i1.10672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis model peningkatan prestasi pegawai melalui peran tingkat pendidikan dan motivasi kerja sebagai dua faktor utama yang memengaruhi kinerja individu dalam organisasi. Prestasi pegawai merupakan indikator penting dalam menentukan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Namun, variasi prestasi antarpegawai sering kali dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang pendidikan dan tingkat motivasi kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, melibatkan pegawai dari berbagai unit kerja dalam organisasi. Data dianalisis menggunakan regresi berganda untuk mengetahui besarnya pengaruh parsial dan simultan kedua variabel independen terhadap prestasi pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh positif terhadap prestasi pegawai melalui peningkatan kapasitas kognitif dan kompetensi teknis. Motivasi kerja juga ditemukan berpengaruh signifikan sebagai pendorong internal yang meningkatkan komitmen, ketekunan, dan produktivitas individu. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan pegawai tidak dapat hanya bertumpu pada peningkatan kualifikasi pendidikan, tetapi juga harus disertai dengan strategi peningkatan motivasi yang sistematis. Model yang dihasilkan memberikan kontribusi praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan kinerja.Kata kunci: tingkat pendidikan, motivasi kerja, prestasi pegawai, model kinerja, sumber daya manusia.