cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (1992)" : 8 Documents clear
Kriteria seleksi berdasarkan sifat morfologi tanaman kopi robusta Alnopri Alnopri; Ridwan Setiamihardja; Sugiono Moeljopawiro; Nani Hermiati
Zuriat Vol 3, No 1 (1992)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v3i1.6677

Abstract

Suatu penelitian telah dilaksanakan di kebun percobaan Pusat Penelitian Perkebunan Kaliwing, Jember, dari bulan Juni 1989 sampai dengan September 1989. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sifat-sifat morfologi dengan daya hasil dan nilai duga daya waris sifat0sifat tersebut. Bahan penelitian adalah 24 koln kopi 'Robusta' yang ditanaman pada bulan Desember 1973, dan dipelihara menurut sistem batang tunggal. Tata letak percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan.hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat rata-rata jumlah buku produktif dan bobot 100 butir biji mempunyai hubungan positif sangat nyata dengan daya hasil, sehingga sifat-sifat tersebut dapat dijadikan sebagai kriteria seleksi.Nilai duga daya waris (heritabilitas dalam arti luas) sifat rata-rata jumlah buku produktif rendemen hasil, dan bobot 100 butir biji adalah tinggi, sehingga mudah diwariskan dan seleksi dapat dilakukan pada generasi awal.
Stabilitas genetik embrio somatik dan planlet hasil regenerasi embrio somatik ketela pohon Enny Sudarmonowati
Zuriat Vol 3, No 1 (1992)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v3i1.6682

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi prosedur squash untuk pewarnaan khromosom serta stbilitas genetik embrio somatik tanaman ketela pohon hasil regenerasi embrio somatik.Tidak terdapat variasi genetik pada embrio somatik dan planlet yang diregenerasi dari embrio somatik ketela pohon yang telah disimpan selama enam bulan, jumlah khromosom tetap 2n=36. Khromosom embrio somatik dan ujung akar planlet dihitung dengan metode 'squash'. Di antara prosedur yang dicoba, yang terbaik adalah pra-perlakuan pada monobromonaphthalene selama 2-4 jam, difiksasi pada larutan Farmer's dan dihdrolisa pada 1 N HCl selama 10 menit pada suhu 60oC, dengan pewarna Feulgen dan propionic orcein.
Hubungan alilisme gen tahan wereng coklat pada mutan padi Mugiono Mugiono
Zuriat Vol 3, No 1 (1992)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v3i1.6687

Abstract

Analisis genetik untuk mempelajari hubungan alilisme gen tahan wereng coklat pada mutan padi telah dilakukan. Enam galur mutan padi yakni A-227-5, Atomita-1, MG-8, MG-18, Obs-18, dan Obs-208 digunakan sebagai bahan penelitian. Hasil menunjukkan bahwa gen tahan wereng coklat pada mutan A-227-5 dan Atomita-1 alilik dengan gen tahan wereng coklat pada kultivar Mudgo. Gen tahan wereng coklat pada mutan Obs-18 dan Obs-208 alilik dengan gen tahan wereng coklat pada kultivar Cisadane, sedangkan gen tahan pada mutan MG-8 dan MG-18 tidak alilik dengan gen tahan wereng coklat pada genotip ASD-7.
Identifikasi genotipe kacang tanah tenggang terhadap kekeringan pada stadia reproduktif Astanto Kasno
Zuriat Vol 3, No 1 (1992)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v3i1.6678

Abstract

Identifikasi genotip kacang tanah toleran terhadap cekaman kekeringan pada periode reproduktif talah ditelaah. tujuannya adalah untuk mendapatkan genotip kacang tanah yang toleran terhadap cekaman kekeringan selama periode reproduktif dan untuk mengelompokkan populasi berdasarkan tingkat toleransinya terhadap kekeringan. Percobaan lapangan telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Muneng dan genteng, Balai Penelitian Tanaman, Malang pada MK II 1989 dengan menggunakan rancangan petak terbagi yang diulang dua kali. Petak utama berupa cara pengairan (pengairan 40 dan 80 hari setelah tanam selama 10 hari) dan 512 genotip kacang tanah sebagai anak petak. hasil polong dan indeks kekeringan digunakan sebagai kriteria penilaian untuk menandai dan memilih genotip kacang tanah yang toleran terhadap kekeringan pada periode reproduktif.Pengairan, genotip dan interaksi antara pengairan dan genotip nayat untuk hasil. Cekaman kekeringan selama periode reproduktif dinilai memadai untuk menandai dan memilih genotip kacng tanah yang toleran terhadap cekaman kekeringan pada periode tersebut adalah dengan menghasilkan sedikit polong dengan biji keriput dan berkulit tebal. Kehilangan hasil akibat kekeringan selama periode reproduktif berkisar antara 20%-52%, tergantung genotip, musim dan lokasi. genotip No. 187.2313 dinilai paling toleran terhadap kekeringan selama periode reproduktif, selain itu toleran terhadap penyakit layu dan penyakit daun. Seleksi genotip kacang tanah untuk sifat toleransi terhadap kekeringan, disarankan dilakukan pada musim kemarau dengan pengairan buatan hingga 40 hari setelah tanam. Kelaikan agronomis genotip kekeringan masih perlu diperbaiki melalui program persilangan.
Genetic diversity of six rice cultivars revealed by enzyme electrophoresis Djoko T. Iskandar; Tjan Kiauw Nio; Asep Sosyandi
Zuriat Vol 3, No 1 (1992)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v3i1.6621

Abstract

Genetic diversity and similarity of six rice cultivars were analyzed by potato starch gel electrophoresis. Three local cultivars, 'Hawara Batu', 'Pandan Wangi', and 'Singkarak' were already homozygous for all 23 examined loci. Two cultivars have a rare allele, specific for each cultivar. White glutinous is the most polymorphic cultivar in having three segregating loci. Acp-193can be considered as a prove that crossing wich involved 'Sentani', and white glutinous rice has been performed in the past. This report also indicates that both upland cultivars are properly placed in the variety indica, and the three lowland rice are the variety japonica. The white glutinous rice is properly placed in the variety japonica based on four diagnostic loci.
Genetic analysis of new genes for resistance to brown planthopper in rice mutants , Mugiono
Zuriat Vol 3, No 1 (1992)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v3i1.6622

Abstract

Rice breeding using induced mutation has succesfully produced several mutant lines resistant to brown planthopper. In order to beable to utilize these mutant lines further in a breeding programme it is essential to study the inheritance of resistance to brown planthopper in rice mutants MG-8 and MG-18 was studied in the Center For Application of Isotope and Radiation. Pasar Jumat. The result showed that the resistance of MG-8 and MG-18 to brown plathopper was controlled by a single recessive gene and this gene is not allelic to bph-2 of the ASD-7 genotype.
Triploidisasi ikan mas: percobaan berbagai lama kejutan panas Erna Sunarsih; Maman Herman Suparta
Zuriat Vol 3, No 1 (1992)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v3i1.6623

Abstract

Kultur embrio somatik kopi arabika menggunakan air kelapa, casein hidrolisat, glutamin dan asparagin Priyono Priyono; Sukarya Danimihardja
Zuriat Vol 3, No 1 (1992)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v3i1.6685

Abstract

Kendala dalam pengembangan kopi arabika di Indonesia antara lain keterbatasan bahan tanaman unggul, di lain pihak metode pemuliaan tanaman konvensional membutuhkan waktu yang sangat lama. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah pemanfaatan teknik kultur embrio secara in vitro. Kultur embrio somatik secara in vitro diharapkan dapat dipakai sebagai pendekatan dalam kultur embrio zigotik muda hasil persilangan buatan. Eksplan yang digunakan yaitu embrio somatik hasil dari embriogenesis secara langsung.Embrioid dipisah satu per satu, lalu dikultirkan pada media B5 yang telah dimodifikasi dan diperkaya dengan berbagai konsentrasi air kelapa, casein hidrolisat, glutamin, dan asparagin. Ruang kultur dipertahankan pada suhu 26o-28oC dengan periodisitas cahaya 16 jam terang dan 8 jam gelap.Perkembangan embrio somatik dipengaruhi oleh air kelapa, casein hidrilisat, glutamin, dan asparagin. Persentase embrio berakar dapat ditingkatkan dengan penambahan casein hidrolisat, atau asparagin, sedangkan air kelapa memberikan pengaruh berlawanan. Hasil terbaik diperoleh dari media yang diperkaya dengan 250 mg/l casein hidrolisat tanpa air kelapa, atau 400 mg/l glutamin yang mengandung 50 mg/l asparagin.

Page 1 of 1 | Total Record : 8