cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Bidan Komunitas
ISSN : -     EISSN : 26147874     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Bidan Komunitas adalah jurnal elektronik yang dikelola oleh Program Studi Kebidanan, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia (IKH). Jurnal ini memuat artikel penelitian (Research Article) di bidang kesehatan khususnya Kebidanan dengan lingkup: Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, Balita, Anak Prasekolah, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB), Kesehatan Lansia dan Evidence Based Kebidanan yang akan diterbitkan secara online.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Analisa Faktor Penyebab Rendahnya Cakupan Imunisasi Campak Lanjutan pada Anak Usia 18-36 Bulan Resty Noflidaputri; Desna Amelia; Visti Delvina
Jurnal Bidan Komunitas Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v6i1.5343

Abstract

Latar Belakang: Penyakit campak merupakan penyakit yang sangat menular dan sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian. Pada tahun 2000, lebih dari 562.000 anak di dunia meninggal karena komplikasi campak. Dengan pemberian imunisasi campak, maka pada tahun 2014 kematian akibat campak menurun menjadi 115.000 pertahun. Orang tua khususnya ibu adalah faktor yang sangat penting dalam mewariskan status kesehatan bagi anaknya, di imunisasi campak lanjutan dan tidak di imunisasi campak lanjutan anak sangat tergantung pada prilaku ibu. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor penyebab rendahnya cakupan imunisasi campak lanjutan anak usia 18-36 bulan di Puskesmas Tanah Garam. Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan telaah dokumen berdasarkan kriteria purposive sampling, informan dalam penelitian ini adalah 10 orang ibu anak usia 18- 36 bulan, Kepala Puskesmas, Pengelola Program Imunisasi, dan 2 orang Petugas Pelaksana Imunisasi. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan imunisasi campak lanjutan di Puskesmas Tanah Garam tidak optimal, cakupan programnya hanya 3,1 % jadi 96,9 % anak tidak mendapatkan imunisasi campak lanjutan, Kesimpulan: kurangnya kualitas pelayanan kesehatan terutama pemberian pendidikan kesehatan kepada ibu balita, sehingga pengetahuan ibu balita tentang imunisasi campak lanjutan sangat kurang yang mengakibatkan ibu balita tidak mau untuk imunisasi campak lanjutan batitanya karena takut akan efek samping dari imunisasi, takut karena penularan covid 19, dan tidak tahu apa itu  imunisasi campak lanjutan dan kapan  jadwal pemberiannya. 
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Cinta (Penkesta) tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Meningkatkan Pengetahuan Pasangan Usia Subur Catur Yulinawati; Mona Rahayu Putri; Desi Ernita Amru
Jurnal Bidan Komunitas Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v6i1.5603

Abstract

Latar Belakang : Seribu Hari Pertama kelahiran Kehidupan disebut juga Golden Periode merupakan masa yang sangat kritis dimulai sejak konsepsi sampai dengan usia 2 tahun. Usia ini adalah disaat anak mendapatkan nutrisi yang tepat untuk bertumbuh dan berkembang  untuk membangun kesehatan yang bertujuan untuk masa depan anak. Pasangan Usia Subur merupakan kelompok sasaran sebagai sumber daya untuk meningkatkan kualitas kesehatan pada 1000 hari pertama pada anak.Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas pendidikan kesehatan tentang 1000 hari pertama kehidupan untuk meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur di Puskesmas Sei Lekop Metode:kuantitatif dengan design eksperimental pre dan post test. Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur yang  telah mendaftarkan suntik catin di Puskesmas Sei Lekop yang berjumlah 38 pasangan.Sampel dalam penelitian ini dengan teknik total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Paired Sample T test. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pasangan usia subur meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan video pembelajaran Pendidikan Kesehatan Cinta (PENKESTA) dengan p-value  0,000 dengan nilai 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang yang bermakna. Video pembelajaran sebagai media untuk memberikan pendidikan kesehatan adalah metode yang paling efektif. Kesimpulan : penelitian ini meunjukkan bahwa video pembelajaran  Pendidikan Kesehatan Cinta (PENKESTA) efektif meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur mengenai 1000 hari pertama kelahiran hidup.
Hubungan Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik dengan Gangguan Menstruasi Nurlaely HS; Lia Muslima
Jurnal Bidan Komunitas Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v6i1.5545

Abstract

Latar Belakang: Gangguan menstruasi pada akseptor kontrasepsi suntik 1 bulan dapat mengalami pola menstruasi yang normal dan sebagian dapat mengalami perubahan pola menstruasi. Akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan dapat mengalami gangguan pola menstruasi, seperti siklus haid yang memendek atau memanjang, perdarahan yang banyak atau sedikit, perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak bahkan tidak menstruasi sama sekali (amenorhoe). Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik Dengan Gangguan Menstruasi Di Desa Empus Talu Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu akseptor KB suntik yang ada di desa Empus Talu Kecamatan Bebesen dengan sampel dalam penelitian ini adalah 32 sampel yang ditentukan menggunakan rumus slovin dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square dan pada derajat kepercayaan 95% dilakukan untuk mengetahui hubungan pemakaian alat kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi pada akseptor kb, diperoleh nilai P Value  0,002 (P ≤ 0,05). Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemakaian alat kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB. 
Determinan Kesediaan Ibu dalam Pemasangan IUD Post Plasenta Sri Juliani; Dian Zuiatna; Nurrahmaton Nurrahmaton
Jurnal Bidan Komunitas Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v6i1.5544

Abstract

Latar Belakang: Insersi IUD post-placenta memiliki angka ekspulsi rata-rata 13-16%, dan dapat hingga 9-12,5% jika dipasang oleh tenaga terlatih. Angka ekspulsi ini lebih rendah bila dibandingkan dengan waktu pemasangan pada masa segera pasca-persalinan, yaitu 28-37%. Sayangnya, pemasangan IUD post-placenta belum terlalu banyak digunakan karena masih kurangnya sosialisasi mengenai hal ini dan masih adanya ketakutan pada calon akseptor mengenai terjadinya komplikasi seperti perforasi uterus, infeksi, perdarahan, dan nyeri. Tujuan: Penelitian untuk mengetahui determinan  kesediaan ibu dalam pemasangan IUD post plasenta di Praktik Bidan Mandiri Henny Kasih Tahun 2021. Metode: Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi adalah seluruh ibu hamil yang datang untuk memeriksakan kehamilannya sebanyak 38 orang. Sampel diambil dengan teknik total populasi yaitu 38 orang ibu hamil. Analisis data dengan menggunakan uji chi square. Hasil: penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,006, ada hubungan persepsi dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,001, ada hubungan sikap dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,002 dan ada hubungan dukungan suami dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,003. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan, persepsi, sikap dan dukungan suami dengan kesediaan ibu hamil untuk pemasangan IUD post plasenta.
Efektivitas Virgin Coconut Oil terhadap Tingkat Biang Keringat (Miliaria) pada Balita Triana Widiastuti
Jurnal Bidan Komunitas Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v6i1.5601

Abstract

Latar Belakang : Kulit anak sangat sensitive terhadap apapun yang ada di lingkungan sekitarnya. Salah satu penyakit kulit pada anak adalah biang keringat yang sering tidak diperdulikan oleh orang karena tidak berbahaya namun mengganggu dan gatal. Penatalaksanaan yang dilakukan untuk mengatasi dengan memberikan VCO. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui mengetahui Efektifitas Pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) Terhadap Tingkat Biang Keringat (Miliaria) Pada Balita di PMB Millatin Khusniyati Pelemkerep Jepara. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian quasi eksperimen dengan one group post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita biang keringat yang berjumlah 22 orang. Sampel sebanyak 10 orang, diambil dengan purposiv sampling sebanyak 10 balita. Intervensi dilakukan selama 5 hari dilakukan olesan Virgin Coconut Oil Data dianalisis dengan menggunakan Wilcoxon. Hasil : analisa univariat didapatkan tingkat biang keringat pada balita sebelum diberikan intervensi VCO memiliki median 2,50, setelah diberikan intervensi VCO di median biang keringat 1,00,  analisa bivariate menunjukkan bahwa ada efektifitas Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap tingkat biang keringat (Miliaria) pada Balita nilai ρ value 0,003 0,05. Kesimpulan: Virgin Coconut Oil (VCO) sangat efektiv terhadap tingkat biang keringat (Miliaria) pada Balita.
Analisis Sikap Mahasiswa Kebidanan dalam Mematuhi Protokol Kesehatan sebagai Upaya Mengatasi Lonjakan Covid-19 di Lahan Praktek Dahlia Arief Rantauni; Ellyzabeth Sukmawati; Norif Didik Nur Imanah
Jurnal Bidan Komunitas Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v6i1.5417

Abstract

Latar Belakang : Penyakit Corona virus-19 pada tahun 2019 menyebar sangat cepat dan menyebabkan kematian begitu tinggi, sehingga pemerintahan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan memberlakukan protokol kesehatan kesehatan yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi penularan virus covid-19. Untuk mencegah penularan tersebut masyarakat di anjurkan untuk menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi tingkat pengetahuan mahasiswa kebidanan dengan kepatuhan menjalani protokol Kesehatan sebagai upaya mengatasi lonjakan covid-19 di lahan praktik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2022 dengan subjek penelitiannya adalah mahasiswi kebidanan. Pengambilan data dilakukan dengan mengirimkan kuesioner dalam bentuk g-form. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 76 sampel yang diperoleh melalui Teknik total sampling. Data yang terkumpul diolah menggunakan program SPSS. Hasil : penelitian dari 76 responden menunjukkan pengetahuan yang baik, yaitu 67 responden (88,2%), sikap yang baik sebanyak 65 responden (85,5%), perilaku baik 73 responden (96,1%) dengan rata-rata usia responden ialah 20 (65,8%). Sehingga, didapatkan hubungan antara pengetahuan dengan sikap (P value  0,01 ; RR 1,64); hubungan antara pengetahuan dengan perilaku (P value 0.47;RR 1,57); tidak didapatkan hubungan antara sikap dan perilaku (P value 0.221 ; RR 1,39). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap, pengetahuan dan perilaku, tetapi tidak ditemukan hubungan antara sikap dan perilaku. 
Analisis Kelengkapan Kunjungan ANC pada Ibu Hamil Trimester III Yuka Oktafirnanda; Razia Begum Suroyo; Fina Kusuma Wardani; Winda Agustina
Jurnal Bidan Komunitas Vol 6, No 2 (2023): EDISI MEI
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v6i2.5718

Abstract

Pendahuluan: Kunjungan dalam ANC diperlukan oleh ibu hamil agar dapat mendeteksi komplikasi lebih dini dan membantu persiapan pengendalian resiko. Tujuan : untuk menganalisis faktor yang memengaruhi kelengkapan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Teluk Nilau Tanjung Jabung Barat Jambi. Metode : Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh ibu hamil trimester III yang telah berkunjung  3 kali dan sampel penelitian ibu hamil trimester III  sebanyak 42 orang dengan teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariat dengan uji binary logistik. Hasil : Hasil penelitian dengan uji chi-square menunjukkan ada hubungan sikap, dukungan keluarga, jarak ke fasilitas kesehatan, fasilitas kesehatan dengan kelengkapan kunjungan ANC pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Teluk Nilau Tanjung Jabung Barat, dengan uji binary logistic menunjukkan ada pengaruh sikap, dukungan keluarga dan jarak dengan kelengkapan kunjungan ANC pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Teluk Nilau Tanjung Jabung Barat. Kesimpulan:  Variabel yang paling berpengaruh adalah sikap, dukungan keluarga dan jarak faskes terhadap kelengkapan kunjungan ANC pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Teluk Nilau Tanjung Jabung Barat.
Analisis Faktor Perilaku Ibu dalam Memberikan ASI Eksklusif Fenty Yulianingrum; Lisus Setyowati; Homsiatur Rohmatin
Jurnal Bidan Komunitas Vol 6, No 2 (2023): EDISI MEI
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v6i2.5629

Abstract

Latar Belakang: Air susu ibu (ASI) sangat penting untuk perkembangan dan pertumbuhan anak akan tetapi dukungan pemberian ASI ekslusif sampai saat ini masih rendah. Faktor perilaku yang mempengaruhi ASI ekslusif diantaranya adalah pengetahuan, dukungan keluarga, sikap dan masih banyak lagi faktor lainnya. Tujuan: penelitian ini menganalisis faktor perilaku ibu dalam memberikan asi eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Rambipuji Jember. Metode: Desain dari penelitian ini mengunakan desain penelitian kuantitatif, analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini mengunakan total populasi yaitu 55 orang ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Rambipuji Jember. Analisis data menggunakan Spearman Rank. Hasil: Hasil analisis faktor pengetahuan ibu mengenai ASI dengan status pemberian asi memiliki pengaruh kuat dimana nilai p-value 0,041 0,05 uji pengaruh faktor dukungan keluarga dengan status pemberian asi memiliki pengaruh yang kuat dimana nilai p-value 0,010 0,05. Hasil penelitian juga menunjukan jika sikap ibu akan menimbulkan kemauan untuk memberikan ASI ekslusif dimana nilai p-value 0,002 0,05. Hasil uji antara dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI menunjukan jika tidak ada hubungan yang signifikan dimana nilai p-value 0,456 0,05. Kesimpulan: Faktor yang paling kuat memengaruhi ibu dalam memberikan ASI eksklusif adalah dukungan keluarga dan sikap ibu.
Pengaruh KB Suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) dan Konsumsi Susu terhadap Kejadian Osteoporosis pada Akseptor KB Suntik 3 Bulan Tika Kencana; Dwi Pratiwi Kasmara; Reni Yusman; Afrida Yelni
Jurnal Bidan Komunitas Vol 6, No 2 (2023): EDISI MEI
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v6i2.5707

Abstract

Pendahuluan: Osteoporosis merupakan penyakit yang menyerang wanita menopause 3 dari 5 wanita. Salah satu penyebab terjadinya osteoporosis dikarenakan defisiensi estrogen dan kurangnya mengkonsumsi susu. KB suntik tiga bulan mengandung Depo Progestin yang berisi hormone progesteron saja dan tidak mengandung hormon estrogen. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan KB suntik DMPA (3 Bulan) dan konsumsi susu dengan kejadian osteoporosis di Kelurahan Karya Mulya Palembang. Metode: jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dengan melakukan pendekatan (cross sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik DMPA di kelurahan karya mulya berjumlah 222 orang. Jumlah sampel sebanyak 67 orang. Menggunakan teknik secara berurutan. Pengumpulan data diambil dari pengukuran dan lembar observasi. Analisa data menggunakan Uji Statistis Chi-Square (X2). Hasil: penelitian menunjukan lama penggunaan KB Suntik DMPA 3 tahun dengan osteoporosis sebesar 41,2%, dan ≥3 tahun dengan osteoporosis sebesar 93,9 % dengan nilai p value (0,000) ≤ a=(0,05) yang berarti menunjukan ada hubungan  antara KB suntik 3bulan (DMPA) dengan osteoporosis. Responden yang minum susu satu kali sehari atau lebih dengan osteoporosis sebesar 53,3%, dan yang tidak pernah minum susu  sebesar 78,4% dengan p value (0,056) a (0,05) yang berarti menunjukan tidak ada  hubungan antara konsumsi susu dan tidak konsumsi susu dengan osteoporosis di Kelurahan Karya Mulya Palembang. Kesimpulan: Ada hubungan antara KB suntik 3 bulan (DMPA) dengan osteoporosis di Kelurahan Karya Mulya Palembang Tahun 2017 dan tidak ada  hubungan antara konsumsi susu dan tidak konsumsi susu dengan osteoporosis di Kelurahan Karya Mulya Palembang Tahun 2017.
Faktor Predisposing, Faktor Enabling, dan Faktor Reinforcing yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Balita dalam Pemilihan Makanan Pendamping ASI Diani Octaviyanti Handajani
Jurnal Bidan Komunitas Vol 6, No 2 (2023): EDISI MEI
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v6i2.5711

Abstract

Latar belakang: masa penting pertumbuhan dan perkembangan anak dimulai usia 0-24 bulan atau yang dikenal dengan periode masa emas, dan untuk mencapai masa tersebut harus adanya asupan gizi yang baik. Oleh karenanya, pemilihan bahan pangan untuk MP-ASI sangat penting agar dapat memenuhi kebutuhan gizi anak sesuai usianya. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam pemilihan MP-ASI. Metode: penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pedekatan Cross Sectional, dimana peneliti melakukan observasi atau pengukuran variabel sesaat. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 50 ibu balita di Desa Sidojangkung Gresik yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor internal dan faktor eksternal pemilihan MP-ASI, sedangkan variabel terikatnya pemilihan MP-ASI. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square dengan signifikansi 0,05 menggunakan bantuan SPSS 17.00. Hasil: faktor Predisposing yang meliputi pengetahuan ibu sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 38 orang (76%), pendidikan ibu sebagian besar berpendidikan tinggi sebanyak 37 orang (74%), pekerjaan ibu sebagian besar bekerja sebanyak 26 orang (52%), pendapatan ibu sebagian besar tinggi sebanyak 33 orang (66%), sikap ibu sebagian besar bersikap positif sebanyak 38 orang (76%). Faktor Enabling yang meliputi Pelayanan kesehatan yang diterima ibu adalah baik sebesar 28 orang (56%). Faktor Reinforcing yang meliputi dukungan keluarga sebagian besar baik sebanyak 27 orang (54%), pemilihan MP-ASI yang berkualitas sebesar 34 orang (68%) ibu. Kesimpulan: faktor pemilihan  MP-ASI yaitu tingkat pengetahuan, tingkap pendidikan, pekerjaan ibu, pendapatan, sikap, pelayanan kesehatan, dukungan keluarga mempengaruhi terhadap pemilihan MP-ASI pada bayi ibu.

Page 10 of 14 | Total Record : 132