cover
Contact Name
Iis Wahyuningsih
Contact Email
iis.wahyuningsih@pharm.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.perberdayaan@uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25802569     EISSN : 26560542     DOI : 10.12928
Jurnal ini memiliki fokus pada hasil pengabdian dan pemberdayaan pada masyarakat, baik itu pengabdian dosen maupun KKN oleh mahasiswa. Selanjutnya, cakupan jurnalnya bisa dari berbagai bidang keilmuan, yang dapat memberikan banyak manfaat buat masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 622 Documents
SOSIALISASI, PENYULUHAN, PENANAMAN, DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) Aryani Intan Endah Rahmawati; Dian Hardiyanto; Febri Azhari; Ari Suminar
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v3i3.617

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang dimiliki oleh keluarga dan berfungsi sebagai obat-obatan tradisional. Tanaman ini aman, murah, dan mudah didapat, khususnya di Desa Nglegi. Desa ini merupakan salah satu desa yang telah mengenal dan menghasilkan beberapa TOGA, namun pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan sosialisasi, penyuluhan, penanaman, dan pemanfaatan TOGA dirancang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam pemanfaatan TOGA. Masyarakat desa diberikan pengetahuan mengenai pengenalan hingga pemanfaatan TOGA untuk kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penanaman TOGA, sehingga dapat dijadikan obat sendiri maupun dijual dalam bentuk lain sebagai sumber ekonomi keluarga. 
APLIKASI PAKAN PELET BUATAN UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR Yunaidi Yunaidi; Anugrah Perdana Rahmanta; Ari Wibowo
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v3i1.621

Abstract

This activity aims to provide guidance, training, and mentoring to help resolve problems faced by partners, including high operational costs of fish farming because of the high cost of factory-made pellets, limited understanding and knowledge of fish farming techniques, and limited access to business capital in groups of freshwater fish farming in village of Jerukagung Srumbung Magelang. In this activity, the use of semi-intensive farming technology was introduced and the introduction of mixer and fish pellet feed making machines technology were able to produce pellets independently for groups of fish farmers. Semi-intensive system farming techniques are proven to be able to increase productivity at a low cost to replace the conventional methods that have been done so far. The service program was completed in eight months, divided into three stages consisting of competency enhancement, technology development, and partnership development. The use of semi-intensive farming technology by applying good pond water maintenance techniques, selecting the right seeds, and optimal feeding techniques has been shown to increase fish production. High feed costs during the enlargement process which can reach 75% of the total cost can be replaced using pellet feed has made by group using local raw materials that are easily available in the surrounding area or environment, so as to reduce feed costs by up to 25%.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN EKONOMI DENGAN MEMANFAATKAN KEARIFAN LOKAL Tri Wahyuni Sukesi; Azizah Irjayanti; Sekarsih Dyah Hapsari; Ariko Efendi
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v3i1.635

Abstract

Usaha home industry sebagai usaha yang berbasis rumah tangga selain dapat menyerap tenaga kerja, secara sosial ekonomi juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan terhadap bukan saja kepada pelaku namun juda pada masyarakat sekitarnya. Hal ini disebabkan karena dengan mengelola usaha home industry akan melibatkan masyarakat sekitar untuk proses produksinya dan pemasarannya. Pemanfaatan sumber daya alam lokal sangat penting dilakukan terutama diwilayah Gedangsari, Gunungkidul banyak ditemukan ubi-ubian, jati dan pohon pisang.Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan pembuatan makanan dan kerajinan yang berbasis pada bahan alam (ubi, pisang dan daun jati) dn bahan bekas (limbah kayu jati) secara langsung kepada warga sekitar. Memberikan sumbangan peralatan yang digunakan dalam pelatihan tersebut. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan pelatihan berjalan dengan baik dan peserta aktif bertanya dan mengikuti kegiatan pelatihan sampai selesai. Pelatihan dilakukan dengan interaktif antara narasumber dengan peserta pelatihan.
PELATIHAN DAN PEMANFAATAN SEKAM PADI MENJADI BAHAN BAKAR (BRIKET) DI DESA KEMRANGGON, KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA Caraka Putra Bhakti; Abdul Lathifudin Ghafur; Riswanda Ardan Setiawan; Ari Widodo
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v3i1.637

Abstract

Sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan. Pada proses penggilingan beras, sekam bahan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan, sekam padi dikategorikan sebagai biomassa yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti bahan baku industry, pakan ternak dan energy atau bahan bakar. Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20-30%, dadak antar 8-12% dan beras giling antara 50-63,5% data bobot awal gabah. Pengabdian mahasiswa KKN UAD diharapkan dapat mengembangkan limbah hasil pertanian masyarakat menjadi sebuah produk seperti briket. Briket yang berasal dari sekam padi hasil panen pertanian masyarakat di Desa Kemranggon, Pelatihan ini menggunakan metode ceramah dan pelatihan langsung. Dimana yang pertama dilakukan adalah penyuluhan dengan metode ceramah yang berisikan penyampaian materi dan pengenalan mengenai briket itu sendiri. Dan untuk metode pelatihan langsung yaitu berupa pencontohan langsung dan pembuat langsung briket bioarang dari sekam padi.
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI MELAKUKAN BIMBINGAN KELOMPOK BAGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMP DI KABUPATEN SLEMAN Caraka Putra Bhakti; Sri Hartini; Mufied Fauziah
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v3i2.638

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru bimbingan dan konseling sekolah menengah pertama di kabupaten Sleman dalam aspek pengetahuan, keterampilan pelaksanaan layanan dan keterampilan penyusunan administrasi bimbingan kelompok baik Rencana Pemberian Layanan (RPL) maupun laporan. Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode ceramah, workshop, dan role play. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di SMPN 1 Ngaglik, dengan jumlah pertemuan empat kali, dengan satu kali pelatihan dilaksanakan selama 8 jam. Peserta pelatihan terdiri dari 31 Guru Bimbingan dan konseling yang berasal dari 31 sekolah di kabupaten Sleman. Teknik bimbingan kelompok yang dilatihkan meliputi teknik diskusi, sosiodrama, psikodrama dan permainan. Setelah kegiatan pelatihan berakhir, peserta memperoleh pemahaman, keterampilan pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi, sosiodrama, psikodrama dan permainan serta mempu menyusun rencana dan laporan layanan bimbingan kelompok. Hasil pelatihan yang telah dilakukan meninjau dari dua aspek penilaian, yaitu kemampuan Guru BK dalam menyusun RPL dan kemampuan Guru BK dalam melakukan layanan bimbingan kelompok. Hasil analisis data pelatihan diperoleh bahwa dalam penyusunan RPL peserta kegiatan memperoleh skor rata-rata 35,85 dalam kategori baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa peserta pelatihan telah memiliki keterampilan yang baik dalam menyusun RPL (Rencana Pemberian Layanan) bimbingan kelompok. Selanjutnya, hasil analisis data kemampuan peserta dalam melakukan layanan bimbingan kelompok menunjukkan skor 66,96 dalam kategori baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa peserta memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan layanan bimbingan kelompok.
PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DI PEDUKUHAN JANGKANG LOR, SENTOLO, KULONPROGO Hasrul Rahman; Hanif Rahman Adi; Dian Yuliani; Rinah Rinah
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v3i1.641

Abstract

Kreativitas sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini. Salah satu tujuannya adalah untuk mendongkrak perekonomian dalam negri. Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi adalah salah satu cara untuk menghasilkan produk yang dapat menjadi sebuah sumber penghasilan yang bernilai jual tinggi. Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi ini dilaksanakan di pedukuhan Jangkang Lor, Kab Kulon Progo. Dengan diadakannya pelatihan ini masyarakat pedukuhan Jangkang Lor dapat memahami teori dan praktik pembuatan lilin aromaterapi. Setelah pelatihan ini selesai diharapkan masyarakat dapat mengembangkan lebih lanjut, agar bisa dijadikan sebagai sarana untuk menghasilkan sumber penghasilan bagi masyarakat setempat. 
GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT DI PADUKUHAN KAUMAN, BAJANG, NGEBLAK, DESA WIJIREJO, PANDAK, BANTUL Iis Wahyuningsih; Winda Wahyuningtyas; Defita Sari; Oci Widyastuti
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v3i1.642

Abstract

Masyarakat di padukuhan Kauman, Bajang, dan Ngeblak mayoritas pekerjaannya adalah sebagai petani dan buruh. Aktifitas mereka yang padat membuat sebagian besar masyarakat kurang memperhatikan kesehatan baik jasmani maupun rohani. Pendampingan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) di Dukuh Kauman, Bajang, dan Ngeblak merupakan pelaksanaan upaya promotif yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan mengubah perilaku yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan sehingga terwujud perubahan perilaku hidup sehat yang benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan dan praktek langsung. Pelaksanaan kegiatan dibantu mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan bersama masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dalam jangka 1 bulan, mulai dari tanggal 21 Januari – 20 Februari 2019. Telah dilakukan berbagai kegiatan dalam pendampingan GERMAS di masyarakat padukuhan Kauman, Bajang, dan Ngeblak, Desa Wijirejo, Pandak, Bantul yang melibatkan mahasiswa, pembimbing dan masyarakat. Kegiatan meliputi : penyuluhan dan praktik  cuci tangan,  potong kuku, penyuluhan gosok gigi,  rumah sehat, leptospirosis, praktik jumantik, pendampingan posyandu bagi balita dan lansia, penyuluhan kesehatan untuk lansia, pendampingan senam rutin dan  Pola Hidup Bersih dan Sehat. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan sangat tinggi sehingga dampak berupa peningkatan pengetahuan masyarakat akan kesehatan dapat tercapai.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BANJAROYO, KALIBAWANG, KULON PROGO DALAM BIDANG KESEHATAN Asep Rustiawan; Afdilla Puja Ruminda; Bobby Adriansyah; Virdinan Dharma Prasetya
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v3i1.644

Abstract

The community of Banjaroyo, Kalibawang - Kulon Progo Yogyakarta has poor clean and healthy lifestyle habits (CHLH) which still do not like washing hands with soap and unhealthy snacks. Besides that, knowledge of dengue disease is also still low with the condition of dengue endemic areas. The 71st period of the UAD Community Service Program conducted from 23 January to 20 February 2019 was intended to empower the community through the dissemination of CHLH and DHF. The method used consisted of lectures, demonstrations and special practices for Hand Washing with Soap, while for Snacks and DHF the lecture method was used. The impact of these program are the increased knowledge and skills of the community in the field of CHLH, especially how to wash hands properly using soap, choose healthy snacks and efforts to prevent dengue disease.
PARENTING ISLAMI BAGI KAUM IBU-IBU MILENIAL DI DESA TEMUWUH KECAMATAN DLINGO KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA Sutarman Sutarman; Swastika Tri Pertiwi; M. Ilham Akbar; Dedy Aprilianto
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v3i3.651

Abstract

Tujuan Program pelatihan ini, adalah untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada ibu-ibu milenial di Dusun Nglampengan, Salam, dan Temuwuh desa Temuwuh Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul tentang bagaimana mendidik anak-anak yang baik secara Islami; bagaimana orang tua  memiliki motivasi kuat agar anaknya memiliki semangat belajar tinggi dalam menempuh pendidikan sehingga menjadi generasi yang religius, kuat dan berakater serta memiliki integritas. Metode yang digunakan dalam program pelatihan:  “Parenting Islami untuk Kaum Ibu-ibu Millenial” di desa Temuwuh ini adalah dengan metode “Cooperatif Learning”, dengan pendekatan FGD (Forum Group Discussion) terhadap masyarakat” serta  tanya jawab. Hasil dari pelatihan ini adalah bahwa mereka paham akan materi yang disampaikan, dan peserta merasa diuntungkan karena mendapat ilmu atau pengetahuan baru yang sebelumnya belum mereka dapatkan yaitu pengetahuan dalam mendidik anak secara baik yang Islami, orangtua termotivasi untuk membimbing pendidikan anak setinggi-tingginya dan adanya kesadaran orang tua dalam menjaga dan merawat keluarga(anak-anaknya) dari perilaku amoral (pergaulan bebas). Dampak dari pelatihan ini, yaitu anak-anak yang mengaji lebih banyak dibandingkan dengan biasanya. Masyarakat juga tertanam semangat untuk menyekolahkan anaknya hingga ke pendidikan pada jengjang yang lebih tinggi. Selain itu masyarakat yang datang di pengajian rutin setiap malam Rabu juga lebih banyak dari biasanya. Serta  adanya tranformasi orang tua timbul kesadaran dalam menjaga dan merawat keluarga(anak-anaknya) dari perilaku amoral (pergaulan bebas). 
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN MENUJU DESA SIAGA OLEH KKN UAD DI WATU GAJAH DAN MERTELU, GENDANGSARI, GUNUNG KIDUL Avanti Vera Risti Pramudyani; Arif Setiawan; Arif Fajariyansyah; Galih Lastiko Aji
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v3i1.660

Abstract

Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan adalah isu yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2006. Tujuan dari kebijakan tersebut adalah memberdayakan masyarakat dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan pada level komunitas terkecil yaitu desa. Bentuk implementasi program berupa membangun Desa Siaga dengan kemampuan mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan yang dilakukan oleh anggota masyarakat, institusi masyarakat, kepemimpinan masyarakat, dan tersedia akses informasi kesehatan. Tujuan akhir dari program ini adalah meningkatkan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM). Desa Watu Gajah dan Mertelu, Gendangsari, Gunung Kidul, Yogyakarta menjadi salah satu wilayah program Kuliah Kerja Nyata UAD dengan tema Peningkatan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Menuju Desa Siaga. Program kegiatan dilakukan melalui metode penyuluhan dan pelatihan, serta pendampingan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan. Hasil dari kegiatan ini yaitu terlaksana kegiatan penyuluhan PHBS, Pencegahan Leptospirosis, TOGA, dan program rutin kesehatan. Dampak dari program pemberdayaan bidang kesehatan adalah berubahnya perilaku warga dan meningkatnya kesadaran dalam menjaga kesehatan sebagai salah satu modal dalam meningkatkan kesejahteraan