cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2016)" : 14 Documents clear
Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal yang Menjalani Hemodialisis Dengan Metode Single-use dan Reuse di RSPAD Gatot Subroto dan RS PGI Cikini Jakarta Moh. Fuad Almubarok; Lestari Sukmarini
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.518 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.100-115.2016

Abstract

Abstract Haemodialysis may impact on various aspects of patients, including: their daily activities, social roles and psychological aspects. The application of re-use and single-use methods of haemodialysis could be resulting in different quality of life of haemodialysis patients. This study aimed to explore quality of life of kidney failure patients undergoing haemodialysis with single-use and re-use methods. This descriptive study used cross sectional approach, recruited 70 kidney failure patients undergoing haemodialysis by consecutive sampling technique. Data collecting used KDQOL-SF 36 questionnaires and medical record, analysis used univariat and  bivariate: T-test and chi-square test to determine the relating factors of quality of life. The result revealed that there were 45,7% respondents with single-use method had good quality of life and 34,30% respondents with re-use method had good quality of life. The related factors of quality of life were adequacy (P: 0,001), Hb (P: 0,003), albumin (P: 0,001), blood pressure (P: 0,002), and periode of haemodialysis (P: 0,030). The quality of life among those patients (single-use and re-use method) mostly were poor. It is necessary to evaluate quality of life on these patients regularly and consistently, thus initiate to develop nursing management to increase their quality of life. Keywords   :  Kidney Failure Patients, Single-use and Re-use Haemodialysis Methods, Quality of Life Abstrak Hemodialisis (HD) dengan metoda single-use dan re-use berdampak terhadap aktivitas harian, peran sosial dan aspek psikologis. Pemakaian metoda ini dapat menghasilkan kualitas hidup yang berbeda pada pasien gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis dengan metoda single-use dan re-use. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross sectional dan melibatkan 70 pasien gagal ginjal yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner KDQOL-SF 36 dan catatan rekam medik. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat: T-test dan Chisquare untuk melihat hubungan beberapa faktor dengan kualitas hidup. Terdapat 45,70% responden dengan metoda single-use yang memiliki kualitas hidup yang baik dan 34,30% responden dengan metoda re-use yang memiliki kualitas hidup yang baik. Faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup adalah: adekuasi (P value 0,001), Hb (P value 0,003), albumin (P value 0,001), tekanan darah (P value 0,002) dan lama menjalani hemodialisis (P value 0,030). Responden yang berkualitas hidup baik masih rendah jumlahnya, maka perlu melakukan evaluasi penilaian kualitas hidup secara reguler dan konsisten untuk selanjutnya menjadi tolok ukur mengupayakan manajemen keperawatan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata kunci : Pasien Gagal Ginjal, Metoda HD single-use dan re-use, Kualitas Hidup
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Lubuk indri Ramadini; Elda Risma
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.032 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.174-192.2016

Abstract

Abstract Puskesmas Lubuk Buaya is the first order of Puskesmas which is the highest rate of anemia incidence in pregnant women in 2014 that is 25,1% from 22 Puskesmas in Padang city. This is due to the low level of public knowledge about anemia. The type of descriptive analytic study with cross sectional study design, the population in this study amounted to 93 people, sampling technique total sampling, so the number of samples in this study as many as 93 samples. Data collection techniques were conducted by questionnaire. Data were obtained by univariate and bivariate analysis with chi-square statistic test presented in cross-table form with 95% degree of confidence. The results of this study were (58,1%) of respondents experiencing anemia, (54,8%) respondents lack chronic energy, (51,6%) respondent have low knowledge level, (24,7) respondent have high risk parity, 54.8%) gestational distance is risky. The chi-square bivariate findings were found to have a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia (p = 0.004), there was a significant association between knowledge level and anemia (p = 0.018), there was a significant relationship between parity and the incidence of anemia ( P = 0.043), and there was a significant relationship between the gestational distance and the incidence of anemia (p = 0.001). Based on the results of the above analysis, suggested to health workers, especially nurses at health centers to improve counseling and services in providing information to pregnant women about anemia kejadia during pregnancy. Keywords      :  anemia, nutritional status, level of knowledge, Parity, Distance Pregnancy Abstrak Puskesmas Lubuk Buaya merupakan urutan pertama Puskesmas yang paling tinggi angka kejadian anemia pada ibu hamil tahun 2014 yaitu 25,1%  dari 22 Puskesmas dikota Padang. Hal ini terjadi karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang anemia. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional study, populasi dalam penelitian ini berjumlah 93 orang, teknik pengambilan sampel total sampling, jadi jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 93 sample. Teknik pengumpulan data dilakukan secara kuesioner. Data diperoleh dengan analisa secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square disajikan dalam bentuk tabel silang dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini didapatkan ( 58,1% ) responden yang mengalami anemia, ( 54,8% ) responden kurang energi kronis, ( 51,6% ) respondent memiliki tingkat pengetahuan rendah, ( 24,7 ) responden memiliki paritas berisiko tinggi, ( 54,8% ) jarak kehamilan adalah berisiko. Hasil temuan bivariat uji chi- square di dapatkan ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian anemia ( p= 0,004 ), terdapat hubugan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan anemia ( p= 0,018 ), terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian anemia ( p= 0,043 ), dan terdapat hubungan yang bermakna antara jarak kehamilan dengan kejadian anemia ( p= 0,001). Berdasarkan hasil analisa diatas,di sarankan kepada petugas kesehatan khususnya tenaga perawat di puskesmas agar meningkatkan penyuluhan dan pelayanan dalam memberikan informasi terhadap ibu hamil tentang kejadia anemia sewaktu hamil. Kata Kunci         : Kejadian Anemia, Status Gizi, Tingkat pengetahuan, Paritas, Jarak Kehamilan
DESKRIPSI FAKTOR – FAKTOR KECEMASAN ORANG TUA PADA ANAK PRE OPERASI DI RUANG BEDAH ANAK RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Musymiratul Fauziah,; Dwi Novrianda; Hermalinda -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.285 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.116-130.2016

Abstract

Abstract Anxiety is the emotional response of preoperative most frequently reported in pre operative children, with a prevalence of up to 60% (Akdag et al, 2014). Preoperative anxiety is also felt by the parents of pre operative children. This study aimed to describe the anxiety factors of parent in pre operative children in the pediatric surgery room RSUP Dr. M. Djamil Padang. Type of research was quantitative research with cross sectional study. The sampling technique used accidental sampling with 30 samples. This research held from June 20 to July 30, 2016. Data were analyzed using univariate analysis. Analysis results showed that more than half (53,3%) of respondents were late adulthood, more than half (66,7%) of respondents were mothers, more than half (66,7%) of respondents had a high education, more than half (53,3%) of respondents did not work, more than half (53,3%) of respondents had low knowledge, more than half (56,7%) of respondents had personality type B, more than half (53,3%) of respondents received high support from family members, more than half of respondents received (53,3%) high support form nurses, and average anxiety of respondents was 15,6 and it showed moderate anxiety. Suggested to the nurses in pediatric surgery room to increase the information support like counseling face to face with the parents during the child is in preoperative period, so that can increase the knowledge of parents. Keywords      :    anxiety, children, parent, pre-operative Abstrak  Kecemasan merupakan respon emosional peri operatif yang paling sering dilaporkan anak pre operasi, dengan prevalensi hingga 60% (Akdag et al, 2014). Kecemasan pre operasi juga dirasakan orang tua pada anak yang akan dioperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor kecemasan orang tua pada anak pre operasi di ruang bedah anak RSUP Dr.M.Djamil Padang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Waktu pengumpulan data dilakukan 20 Juni-30 Juli 2016. Analisis data menggunakan persentase. Hasil analisis menunjukkan lebih dari separuh (53,3%) responden berada pada kelompok umur dewasa akhir, lebih dari separuh responden (66,7%) berjenis kelamin perempuan atau Ibu, lebih dari separuh responden (66,7%) memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, lebih dari separuh (53,3%) responden tidak bekerja, lebih dari separuh (53,3%) responden memiliki pengetahuan rendah, lebih dari separuh (56,7%) responden memiliki tipe kepribadian B, lebih dari separuh (53,3%) responden menerima dukungan anggota keluarga yang tinggi, lebih dari separuh (53,3%) responden menerima dukungan perawat yang tinggi, dan rata-rata kecemasan adalah 15,67, yaitu kecemasan sedang. Diharapkan kepada perawat ruang bedah anak untuk meningkatkan dukungan informasi berupa konseling face to face kepada orang tua selama anak berada dalam fase pre operasi, sehingga menambah pengetahuan orang tua. Kata Kunci         :              anak, kecemasan, orang tua, preoperasi
EDUKASI SEKSUALITAS/REPRODUKSI ANAK PENYANDANG DISABILITAS PADA PEGAWAI PANTI SOSIAL MENUJU PROFESIONALITAS PELAYANAN Dwi novrianda; Hermalinda Hermalinda; Deswita Deswita
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.768 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.166-173.2016

Abstract

AbstractSocial Institution Bina Grahita Harapan Ibu (PSBGHI) is the only social institution in West Sumatra Province who provide social services and rehabilitation for people with mental disabilities. Persons with disabilities who are in the shelter are from various districts / cities in West Sumatra which amounted to 100 people. This orphanage is located in Kalumbuk, Padang City with an area of 5,007 m2. Since the implementation of regional autonomy, PSBGHI employees totaling 44 people either civil servants and honorarium received minimally training, seminars, even a refresher material. Partners in this IbM classified into 2 groups: 1) group of civil power as many as 24 people, with educational background is not a disability, and 2) a group of honorary staff of 20 people. Problems formulated partners namely the lack of knowledge about reproduction and sexuality in the development of persons with disabilities, reproductive problems / sexuality of persons with disabilities, and to tackle the problem. Results showed an increase understanding of sexuality and handling of sexuality problems encountered in children with disabilities. Therefore, the provision of material and playback video in the form of seminar is one alternative that can be given.Keywords : disability, seminars, PSBGHIAbstrakPanti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu (PSBGHI) merupakan satu-satunya panti sosial di Propinsi Sumatera Barat yang memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang cacat mental (disabilitas). Penyandang disabilitas yang terdapat di panti ini berasal dari berbagai kabupaten/kota di Propinsi Sumatera Barat yang berjumlah 100 orang. Panti ini berlokasi di Kalumbuk, Kota Padang dengan luas area 5.007 m2. Semenjak pemberlakuan otonomi daerah, pegawai PSBGHI yang berjumlah 44 orang baik PNs maupun honor sangat minim sekali memperoleh pelatihan, seminar, bahkan penyegaran materi. Mitra pada IbM ini diklasifikasikan atas 2 kelompok yaitu 1) kelompok tenaga PNS sebanyak 24 orang, dengan latar pendidikan bukan disabilitas, dan 2) kelompok tenaga honorer sebanyak 20 orang. Permasalahan mitra yang dirumuskan yaitu minimnya wawasan tentang perkembangan reproduksi dan seksualitas pada penyandang disabilitas, permasalahan reproduksi/seksualitas penyandang disabilitas, dan penanganan permasalahannya. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman tentang perkembangan seksualitas dan upaya penanganan permasalahan yang ditemui pada anak penyandang disabilitas. Oleh karena itu pemberian materi dan pemutaran video dalam bentuk seminar merupakan salah satu alternatif yang dapat diberikan.Kata kunci : disabilitas, seminar, PSBGHI
HUBUNGAN PERAWATAN GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR TAWAR PADANG TAHUN 2016 Reska Handayani; Mitra Safitri
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.542 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.193-200.2016

Abstract

Abstract Dental Caries is an infectious diseases that damage tooth structure about 72,1% of Indonesia population in 2007 experienced cavities and motivation to patch the cavities only about 1,6 % and about 46 % of patients have not been handled. The purpose of this research at Puskesmas Air Tawar Padang is too know the relationship of dental care with dental caries event. This research was conducted in January to June 2016. The population in this research was all patient whoo visited the dental pole with a population of 106 people ant this number of sampel 51 people. The sampling technique in this research is accidental sampling. Types of analytical survey research with cross sectional study approach. The adat were analyzed univariate with frequency distribution and bivariate with chi- square statistic test. Data collection trough questionnaires with questionnaires to respondents.The result obtained were suffering dental caries (54,9%) and those who did not dental treatment (51,0%). The result of chi-square test shows that there is a significant correlation (P=0,000) between dental treatment and dental caries occureence in work area of Tawar Puskesmas public halth center in 2016. It is suggested trough the leader of Puskesmas Air Tawar Padamg to increase the action in prevention of dental caries, helath workers in order to improve cooperation in order to control dental caries. Keyword       : tooth care, tooth kariesAbstrak Karies gigi merupakan penyakit infeksi yang merusak struktur gigi, sekitar  72,1 % penduduk Indonesia tahun 2007 mengalami gigi berlubang  dan motivasi untuk menambal gigi berlubang hanya sekitar 1,6% serta sekitar 46% penderita belum  tertangani. Tujuan penelitian ini  Di Puskesmas Air Tawar Padang mengetahui hubungan perawatan gigi dengan kejadian karies gigi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari s/d Juni 2016.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung ke poli gigi dengan jumlah  populasi 106 orang dan jumlah sampel 51 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Jenis Penelitian Survey Analitik dengan Pendekatan Cross Sectional Study.,. Data yang diperoleh dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji statistic Chi-Square. Pengumpulan data melalui kuisioner dengan penyebaran angket kepada responden. Hasil penelitian di dapatkan yang menderita karies gigi (54,9%), dan yang tidak perawatan gigi  (51,0%). Hasil temuan uji chi-square terdapat hubungan yang bermakna (p=0,000) antara perawatan gigi dengan kejadian karies gigi di Wilayah kerja Puskesmas Air Tawar Padang tahun 2016. Disarankan melalui Pimpinan Puskesmas Air Tawar Padang untuk dapat meningkatkan tindakan dalam pencegahan karies gigi, dan kepada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan kerjasama dalam rangka penanggulangan karies gigi Kata kunci   : Perawatan gigi, karies gigi
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di RSJ Tampan Pekanbaru Tahun 2014 Putri Wulandini; Tri Krianto; Yuyun Priwahyuni
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.864 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.131-142.2016

Abstract

Abstract Behaviour is all the human’s action and activity, it can directly or undirectly be watched by other people. The documentation is the report and note prove that nurses hae done assessment, diagnoses, intervention, implementation and evaluation. The factors that relate with documentation behaviour are knowlegde, attitude, work load, suggestion, intensive and leadership. The kind of the reseach is analitics section study with overall of the samples are 93 nurses. The data analysis is done univariately, bivariately and multivariately with the multiple logictic regression. The reserch result is obtained that the unrelated Variable with the nursing nurture documentation behaviour is the leadership. Where as related variable with documentating behaviour is he knowledge OR 2-696 (95% CII.161-6.256), attitude OR 2.969 (95% CI 1.274-6.920), insentive OR 0.293 (95% CI 0.121-0.708) and work load OR 3.569 (95% CI 1.510-8.433). Tthe most related variable is attitude. It is suggesed for the nursing management  operates the education on colloquium or training rutinely. For increasing t he nurse’s atitude in nursing nurture documentation. Keywords : Documentation, Behaviour, Knowledge , Attitude,  Nurse Abstrak Perilaku adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati langsung, maupun yang tidak diamati secara langsung, oleh pihak luar. Perilaku pendokumentasian merupakan bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki perawat dalam melakukan catatan keperawatan dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi sampai evaluasi keperawatan. Fator-faktor yang berhubungan dengan perilaku pendokumentasian adalah pengetahuan, sikap, beban kerja, saran,  insentif dan kepemimpinan.  Jenis penelitian adalah studi penampang analitik dengan jumlah sampel 93 perawat. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariate, dan multivariate dengan uji regresi logistic ganda. Variabel  yang berhubungan dengan perilaku pendokumentasian adalah pengetahuan OR 2.696 (95% CI1.161-6.256), sikap OR 2.969 (95% CI 1.274-6.920), insentif  OR 0.293 (95% CI 0.121-0.708) dan bebankerja OR 3.569 (95%CI 1.510-8.433). Variable yang paling berhubungan adalah sikap. Disarankan kepada Manajemen keperawatan di Rumah Sakit Jiwa melakukan pembinaan melalui  seminar   maupun pelatihan secara rutin guna peningkatan perilaku perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Kata Kunci: Perilaku, Pendokumentasian, Pengetahuan, Sikap, Perawat
GAMBARAN DAMPAK KEMOTERAPI PADA ANAK MENURUT ORANG TUA DI RUMAH CINTA BANDUNG Ridha Ranailla,; Ai Mardhiyah; Nur Oktavia Hidayati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.93 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.143-158.2016

Abstract

Abstract Cancer is one of the most frequently diseases among children. Chemoteraphy as primary intervention for cancer in children has so many impacts that effect physical and psychological children. This study aimed to identify the most impact of chemotherapy that children felt severe and bothersome. It was done by assessment to parents in “Rumah Cinta Bandung”. Descriptive quantitative method was used in this research and accidental sampling was used for 45 days to 30 respondent. The data was collected using Symptom assessment in childen receiving cancer therapy: the parent perspective from Lee Dupuis. The data contained of two items those were severe and bothersome with 69 questions for each. Data analysis used frecuency distributive to describe the proportion percentage severe and bothersome impact on chemotherapy and also rank of the most severe and bothersome on chemotherapy impact based on mean score by the assessment to parents. The result was 40% children felt the impact of chemotherapy was severe and 36,7% children felt bother with the impact of chemotherapy based on the assessment to the parents. Psychologial aspect in sub variable for children mood and feeling especially emotional aspect (mood swings and feeling angry) were the most severe mpact that children felt. Meanwhile, the item of physical impact that identified as the most bothersome impact that chidren felt were loss of appetite, nausea, and vomiting. Impact of chemotherapy needed more concerned from parents and care provider because for could bother the children quality of life during the treatment. This result was expected to help in finding the priority of intervention to decrease chemotherapy impact that effect children’s physical, psychology and quality of life.  Keyword              : children with cancer, chemotheraphy impact, parents AbstrakKanker merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami oleh anak. Kemoterapi sebagai intervensi primer untuk mengatasi kanker pada anak mempunyai banyak dampak yang mampu memengaruhi anak baik secara fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kemoterapi yang paling dirasakan berat dan mengganggu oleh anak berdasarkan pengkajian pada orang tua di Rumah Cinta Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan menggunakan accidental sampling selama 45 hari dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner Symptom assessment in childen receiving cancer therapy: the parent perspective dari Lee Dupuis yang terdiri dari dua bagian yaitu berat dan mengganggu dengan masing-masing 69 item pertanyaan. Data kemudian dianalisis dengan distribusi frekuensi hingga menggambarkan proporsi responden yang merasakan dampak berat dan mengganggu serta urutan dampak yang dirasakan berat dan mengganggu berdasarkan nilai mean melalui pengkajian pada orang tua. Hasil penelitian 40% anak merasakan dampak berat dan 36,7% anak merasakan dampak mengganggu. Aspek psikologis pada sub variabel perasaan dan suasana hati khususnya emosional anak (perubahan suasana hati dan mudah marah) merupakan dampak yang dianggap paling berat. Kemudian, dampak pada fisik anak yang paling mengganggu yaitu kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah.  Dampak kemoterapi harus diperhatikan oleh orang tua dan petugas kesehatan karena akan mengganggu kualitas hidup anak selama menjalani pengobatan kanker yang dialaminya. Hasil penelitian ini diharapkan mampu membantu menentukan intervensi prioritas untuk mengurangi dampak kemoterapi yang mempengaruhi fisik, psikologis, dan kualitas hidup anak. Kata kunci          : anak kanker, dampak kemoterapi, orang tua
APLIKASI MODERN WOUND CARE PADA PERAWATAN LUKA INFEKSI DI RS PEMERINTAH KOTA PADANG Rika fatmadona; Elvi Oktarina
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.662 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.159-165.2016

Abstract

Abstract Using modern wound care dressings began to flourish in Indonesia. The change can be seen from the previous majority of caregivers believe the best make up wound healing environment remains dry wound began to turn into wound care with moisture balance method. This activity aims to share knowledge with the nurses in Surgical department Dr. M. Djamil Hospital Padang on the basis of modern wound care and everyday applications. This activity lasted for one day in the form of seminars and workshops attended by 60 people a surgical nurse. Materials provided not only on the basis of modern wound care, but also about the hospital regulation and health insurance (BPJS) regulations governing the use of the dressing method. Discussion and demontsrasi method used, so that nurses can better understand about modern wound care applications. In the future, need to be arranged procedural clear and an agreement from the medical and hospital pharmacy to use this method in treating injured patients, so the quality of service can be better. Keywords      : Wound care, Modern, Nursing Abstrak Perawatan luka dengan menggunakan modern dressing mulai berkembang di Indonesia. Perubahan tersebut dapat dilihat dari sebelumnya sebagian besar perawat percaya penyembuhan luka yang terbaik membuat lingkungan luka tetap kering mulai berubah menjadi perawatan luka dengan metode moisture balance. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi ilmu dengan peawat bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang tentang dasar perawatan luka modern dan aplikasinya sehari-hari. Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari berupa seminar dan workshop yang dihadiri oleh 60 orang perawat bedah. Materi yang diberikan tidak hanya tentang dasar perawatan luka modern, namun juga tentang regulasi RS dan BPJS yang mengatur penggunaan dressing metode tersebut. Metode diskusi dan demontsrasi dipergunakan, agar perawat bisa lebih memahami aplikasi perawatan luka modern. Kedepannya, perlu disusun procedural yang jelas dan kesepakatan dari pihak medis dan farmasi RS untuk penggunaan metode ini dalam merawat luka pasien, sehingga kualitas layanan dapat lebih baik. Kata kunci   : Luka, Modern, Perawatan
PENGALAMAN PASIEN HIPERTENSI PRIMER SUKU MINANG YANG MENJALANI PERAWATAN DI RUMAH -, Rina; -, Setiawan; Siregar, Cholina Trisna
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.12.2.49 - 67.2016

Abstract

Abstract Primary hypertension if not controlled properly at home will develop into secondary hypertension which may cause damage to the target organ. Primary hypertension is often called the "Silent Killer" because it has no early symptoms, patients often do not realize it and did not check into the health service thus increasing the incidence of hypertension, in general, increased prevalence of primary hypertension in West Sumatra province in which the majority of tribes Minang community. This study aims to dig deeper primary hypertension patients experience Minang tribe undergoing treatment at home. This type of research is descriptive phenomenology. The method used in this study using Colaizzi consisting of 7 steps. The number of participants in this study were 15 participants. Results of this study discusses the primary hypertension patients experience Minang tribe who undergo treatment at home. This study revealed six themes, namely; (1) Knowledge and understanding of hypertension, (2) Habit lived, the daily routine in the control of blood pressure at home, (3) feelings and beliefs on health, (4) barriers in controlling blood pressure at home, (5) external support in the control of blood pressure at home, and (6) reliance on the use of alternative therapies (naturally). Suggestions for patients with primary hypertension walking is a great exercise. This can be done each day, special training is not important, the important thing is regular exercise, regular physical activity can lower blood pressure by 5 to 10 mmHg. Keywords      : Hypertension Primer, Minang Tribe, control of blood pressure at home. Abstrak Hipertensi primer jika tidak dikendalikan dengan baik di rumah akan berkembang menjadi hipertensi sekunder yang dapat menimbulkan kerusakan pada organ target. Hipertensi primer sering disebut “Silent Killer” karena tidak memiliki gejala awal, pasien sering tidak menyadarinya dan tidak memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan sehingga meningkatkan angka kejadian hipertensi, pada umumnya prevalensi hipertensi primer meningkat di Provinsi Sumatera Barat pada masyarakat yang mayoritas bersuku Minang. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam pengalaman pasien hipertensi primer suku Minang yang menjalani perawatan di rumah. jenis penelitian ini adalah fenomenologi deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Colaizzi yang terdiri dari 7 langkah. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 15 partisipan. Hasil penelitian ini membahas tentang pengalaman pasien hipertensi primer suku Minang yang menjalani perawatan di rumah. Penelitian ini mengungkapkan enam tema yaitu; (1) Pengetahuan dan pemahaman tentang hipertensi, (2) Kebiasaan yang dijalani, rutinitas sehari-hari dalam pengendalian tekanan darah di rumah, (3) Perasaan dan keyakinan terhadap kesehatan, (4) Hambatan dalam pengendalian tekanan darah di rumah, (5) Dukungan eksternal dalam pengendalian tekanan darah di rumah dan (6) Kepercayaan terhadap penggunaan terapi alternatif (alami). Saran bagi penderita hipertensi primer berjalan adalah latihan yang bagus. Hal ini dapat dilakukan setiap hari, latihan khusus tidak penting, yang terpenting adalah olahraga secara teratur, aktivitas fisik secara teratur dapat menurunkan tekanan darah dengan 5 sampai 10 mmHg. Kata Kunci   :  Hipertensi Primer, Suku Minang, Pengendalian tekanan darah di rumah
GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA DI POLIKLINIK BEDAH RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2013 Arif, Yulastri; Yusra, Aini; Herawati, Novi
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.12.2.77 - 81.2016

Abstract

Abstract Breast cancer cause various psychological symptoms as a result of changes in body shape, uncertainty about the future, and the impact of recurrence of breast cancer treatment. As a result, many patients don’t adhere to treatment. Negative self-concept is a response that is maladaptive adjustment. According to WHO the incidence increased every year, 6.25 million people in 2002. The aim of research to describe the concept of self-breast cancer patients at the Clinic Surgical Hospital Dr M Djamil Padang 2013. This research is descriptive, at the Polyclinic Hospital Surgery Dr. M Djamil Padang. Population is all of breast cancer patients who visited the Polyclinic Surgery amounted to 234 people. Accidental sampling as many as 49 people. Data were collected in July 2013 using a questionnaire and analyzed by univariate. Results of the study the majority (57.1%) of respondents have a positive body image. Most (57.1%) of respondents have a negative self ideal. General (75.5%) of respondents have a negative self-esteem. Most (53.1%) of respondents have a negative self-identity and most (51%) of respondents have a negative self role. Surgery Clinic nurses are expected to be able to conduct assessments of physiological stressors, self-concept in patients with breast cancer by providing health education and motivate patients to seek treatment until complete. As well as the need for cognitive therapy given by a nurse specialist mental patients with breast cancer to improve their quality of life. Keyword        : cancer, breast cancer, self-concept ABSTRAK Kanker payudara menimbulkan berbagai macam gejala psikologis sebagai akibat perubahan bentuk tubuh, ketidakpastian tentang masa depan, kekambuhan serta dampak pengobatan kanker payudara. Akibatnya banyak pasien yang tidak patuh terhadap pengobatannya. Konsep diri yang negatif merupakan respon penyesuaian yang maladaptif. Menurut WHO setiap tahun kejadiannya meningkat, 6,25 juta orang pada tahun 2002. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran konsep diri pasien kanker payudara di Poliklinik Bedah RSUP Dr M Djamil Padang pada tahun 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif, di Poliklinik Bedah RSUP Dr. M Djamil Padang. Populasi adalah semua pasien kanker payudara yang berkunjung ke Poliklinik Bedah berjumlah 234 orang. Pengambilan sampel secara Accidental Sampling sejumlah 49 orang. Data dikumpulkan pada Juli 2013 menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian sebagian besar (57,1%) responden memiliki citra tubuh positif. Sebagian besar (57,1%) responden memiliki ideal diri negatif. Umumnya (75,5%) responden memiliki harga diri negatif. Sebagian besar (53,1%) responden memiliki identitas diri negative dan sebagian besar (51%) responden memiliki peran diri negatif. Diharapkan perawat Poliklinik Bedah dapat melakukan pengkajian stresor fisiologis, konsep diri pada pasien kanker payudara dengan memberikan pendidikan kesehatan dan memotivasi pasien untuk berobat sampai tuntas. Serta perlunya diberikan terapi kognitif oleh perawat spesialis jiwa bagi pasien dengan kanker payudara untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kata kunci   : kanker, kanker payudara, konsep diri

Page 1 of 2 | Total Record : 14