cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK)
ISSN : 26154595     EISSN : 26559005     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 9 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah. Jurnal ini terbit setiap 4 (empat) bulan dan memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun. Diterbitkan Oleh : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Serta Optimalisasi Program Kepengawasan Akademik Dan Manajerial Oleh Pengawas Sekolah Di Sma Negeri 1 Kapongan Kabupaten Situbondo Endang Sulistiowarni
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 1 (2019): Vol.2 No.1 (2019)
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.804 KB)

Abstract

Kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah sebagai tindak lanjut dari upaya meningkatkan kompetensi penulis, yaitu keterampilan melaksanakan supervisi akademik dan manajerial, dan meningkatkan kualitas litbang dengan semaksimal mungkin. Pada penelitian ini akan difokuskan pada Supervisi Akademik dan Manajerial. Penelitian ini sejalan dengan pelaksanaan pengawasan oleh pengawas sekolah yang harus dijalani oleh penulis adalah dalam kegiatan tatap muka dengan guru-guru pada sekolah yang menjadi binaannya. Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah: 1) Melaksanakan dan membuat laporan upaya peningkatan kompetensi penelitian dan pengembangan oleh guru baik secara mandiri maupun terprogram; 2) Menyusun perangkat pembelajaran untuk satu mata pelajaran lengkap; 3) Menyusun laporan observasi pembelajaran di kelas terhadap beberapa guru dalam upaya mencapai standar kompetensi lulusan; 4) Mengembangkan model penilaian yang secara umum dapat dipandang lebih baik dari apa yang telah dikembangkan di sekolah, baik yang menyangkut mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaiannya; 5) Melaksanakan pengkajian terhadap program kepengawasan di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Situbondo (SMA Negeri 1 Kapongan Kabupaten Situbondo) berkenaan dengan implementasi 8 standar nasional pendidikan (SI, SKL, Proses, Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik, Pembiayaan). Setelah penulis sebagai pengawas sekolah melaksanakan kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah mulai awal sampai akhir pelaksanaan kegiatan, maka kompetensi supervisi akademik penulis sebagai pengawas sekolah dapat meningkat, kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran (silabus dan RPP) meningkat, dengan melaksanakan supervisi guru dan kepala sekolah, maka kompetensi supervisi akademik penulis semakin meningkat, meningkatnya kompetensi penulis dalam menyusun perangkat pembelajaran
Peningkatan Kemampuan Menjelaskan Dasar Perawatan Mekanisme Mesin Melalui Metode Pembelajaran Modeling The Way Siswa Kelas XI TSM A SMK Negeri 1 Jenangan Irfan Shodiq
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 1 (2019): Vol.2 No.1 (2019)
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.174 KB)

Abstract

Pengajaran Ketrampilan Dasar Teknik Otomotif yang diharapkan adalah pengajaran yang dapat membuat siswa benar-benar mampu menerapkan, bukan hanya menguasai teori saja. Pada kenyataannya Ketrampilan Dasar Teknik Otomotif pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa untuk dalam bidang Ketrampilan Dasar Teknik Otomotif khususnya pada kompetensi dasar Menjelaskan dasar perawatan mekanisme mesin sangat rendah, yakni 40,54% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 56,76. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan metode pembelajaran Modeling the Way. Apabila guru menerapkan metode pembelajaran Modeling the Way diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menjelaskan dasar perawatan mekanisme mesin. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menjelaskan dasar perawatan mekanisme mesin melalui metode pembelajaran Modeling the Way pada siswa Kelas XI TSM A SMK Negeri 1 Jenangan Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan metode pembelajaran Modeling the Way dalam meningkatkan kemampuan Ketrampilan Dasar Teknik Otomotif ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 72,51; siklus II 74,32; dan siklus III 76,46. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 72,97%, siklus II 78,38%, siklus III 94,59%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan metode pembelajaran Modeling the Way dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan mata pelajaran Ketrampilan Dasar Teknik Otomotif pada kompetensi dasar Menjelaskan dasar perawatan mekanisme mesin.
Peningkatan Hasil Belajar Menginterpretasi Makna Teks Laporan Hasil Observasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Penerapan Model Think-Pair-Square Siswa Kelas X BK B SMK Negeri 1 Jenangan Nunik Pujiatiningsih
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 1 (2019): Vol.2 No.1 (2019)
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.976 KB)

Abstract

Menginterpretasi makna teks laporan hasil observasi baik lisan maupun tulisan merupakan salah satu kompetensi dasar yang diajarkan dalam kurikulum bagi siswa SMK Negeri 1 Jenangan khususnya Kelas X BKP B yang perlu mendapat perhatian yang serius, karena hal ini merupakan dasar dalam mengembangkan kompetensi dasar dan standar kompetensi berikutnya pada Semester I. Diharapkan telah menguasai materi ajar Menginterpretasi makna teks laporan hasil observasi baik lisan maupun tulisan, sehingga jika timbul hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan harus segera dicarikan cara pemecahan. Permasalahan yang muncul di Kelas X BKP B SMK Negeri 1 Jenangan adalah siswa kurang menguasai beberapa kompetensi dasar yang diajarkan. Seharusnya siswa Kelas X BKP B pada Semester I telah memahami materi ajar Menginterpretasi makna teks laporan hasil observasi baik lisan maupun tulisan. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 42,86% atau 12 siswa Kelas X BKP B SMK Negeri 1 Jenangan belum memahami sepenuhnya materi Menginterpretasi makna teks laporan hasil observasi baik lisan maupun tulisan. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 58,14 dan 42,86% atau 15 siswa memiliki nilai di bawah rata-rata kelas. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Menginterpretasi makna teks laporan hasil observasi baik lisan maupun tulisan melalui metode Think-Pair-Square Siswa Kelas X BKP B SMK Negeri 1 Jenangan Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Think-Pair-Square dalam meningkatkan kemampuan materi ajar Menginterpretasi makna teks laporan hasil observasi baik lisan maupun tulisan ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 73,57; siklus II 77,00, dan siklus III 79,14. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu siklus I hanya 68,57%, siklus II meningkat menjadi 82,86%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Oleh Pengawas Sekolah Di SMK Nasional Baureno Kabupaten Bojonegoro Pamudji Pamudji
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 1 (2019): Vol.2 No.1 (2019)
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.241 KB)

Abstract

Profesi guru bukan sekedar wahana untuk menyalurkan hobi sebagai pekerjaan sambilan, akan tetapi merupakan pekerjaan yang harus ditekuni untuk mewujudkan keahlian profesional secara maksimal. Sebagai tenaga profesional, guru memgang peranan dan tanggung jawab yang penting dalam pelaksanaan program pengajaran di sekolah. Guru merupakan pembimbing siswa sehingga keduanya dapat menjalin hubungan emosional yang bermakna selama proses penyerapan nilai-nilai dari lingkungan sekitar. Dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang para guru sering dituntut untuk selalu memacu kemampuan dan keterampilannya dalam berbagai segi. Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SMK Nasional Baureno Kabupaten Bojonegoro, meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan Nasional telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hasil dari pelaksanaan Diskusi Refleksi Kasus (DRK) ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SMK Nasional Baureno Kabupaten Bojonegoro melalui penerapan supervisi teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi.
Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Pada Materi Pelajaran Mengintelpretasikan Hasil Menceritakan Pengalaman Yang Paling Mengesankan Dengan Menggunakan Kata Dan Kalimat Efektif Melalui Teknik Life Skill Concept Siswa Kelas IX -A Semseter Gena J. Purwanto
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 1 (2019): Vol.2 No.1 (2019)
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.265 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran bahasa Indonesia pada materi mengintelpretasikan hasil menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan kata dan kalimat efektif melalui teknik life skill concept. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan reflsi. Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas IX-A Semester Genap di SMP Negeri 1 Pangkur Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2015 / 2016 Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Pada siklus I telah menunjukkan hasil untuk siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 5 ( 12.5 % ) dan sedang sebanyak 12 ( 30 % ) dengan kreteria cukup serta sebanyak 23 anak ( 57.5 % ) memiliki kreteria kurang. Dan pada Perhatian menunjukkan, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 5 ( 12.5 % ) perhatian orang tua sebanyak 13 siswa ( 32,5 % ) memiliki kreteria cukup dan perhatian kurang sebanyak 22 anak ( 55 % ). Pada Siklus yang ke II untuk Aktifitas Dari data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas Baik dalam kegiatan belajar sebanyak 27 siswa dengan ( 67.5 % ) dan sedang sebanyak 10 anak ( 25 % ) memiliki aktifitas Cukup serta sebanyak menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 3 ( 7,5 % ), dan Perhatian diperoleh kesimpulan perhatian baik sebanyak 25 ( 62,5 %) dan perhatian kurang 3 (7,500). Sedangkan pada kreteria cukup sebanyak 12 anak ( 30 % )
Meningkatkan Penguasaan Konsep Materi Sumber Energi Alternatif Air Melalui Metode Outdoor Education Dengan Pendekatan Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Pada Kelas IV SDN 05 Madiun Lor Tahun Pelajaran 2014/2015 Siti Kunainah, S.Pd
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 1 (2019): Vol.2 No.1 (2019)
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.324 KB)

Abstract

Proses pembelajaran IPA kelas IV SDN 05 Madiun Lor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun masih menggunakan pendekatan pembelajaran teacher centered sehingga pengalaman belajar siswa rendah dan mengakibatkan pembelajaran menjadi kurang bermakna, siswa menjadi pasif dan kurang bersemangat untuk mempelajari materi lebih dalam. Tujuan penelitian adalah meningkatkan kualitas belajar dan penguasaan konsep serta pengetahuan siswa menggunakan metode Outdoor Education dengan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching ang Learning (CTL). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada materi sumber energi alternatif air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas belajar dan penguasaan konsep siswa meningkat pada siklus I dan siklus II. Dibuktikan dengan peningkatan: (1) aspek kognitif dengan nilai rata-rata tes individu dari 69,4 menjadi 77,1; (2) aspek afektif dengan nilai rata-rata 8,7 menjadi 9,3; (3) aspek psikomotorik dari 62,5 menjadi 90,6. Penggunaan metode Outdoor Education dengan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching ang Learning (CTL) dapat meningkatkan kualiatas belajar, penguasaan konsep, dan pengetahuan siswa kelas IV SDN 05 Madiun Lor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun
Meningkatkan Prestasi Belajar Tema ”Kegemaranku” Dengan Bermain Peran Untuk Menyelesaikan Soal Cerita Pada Pelajaran Marematika Siswa Kelas I SDN Banjarejo Kota Madiun Purwatiningsih Purwatiningsih
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 1 (2019): Vol.2 No.1 (2019)
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.734 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui kemampuan belajar siswa, khususnya menyelesaikan soal cerita untuk mata pelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Bermain Peran / Role Playing. 2) Mengetahui hasil belajar siswa kelas I SDN. Banjarejo Kecamatan Taman Kota madiun dengan Model Bermain Peran / Role Playing Sasaran perbaikan pembelajaran ini adalah siswa kelas I C SDN. Banjarejo Kecamatan Taman Kota Madiun, yang jumlah siswanya 28 anak. Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini mengikuti alur Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ), dengan tema materi Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Data diperoleh melalui observasi selama proses KBM dan tes untuk mengukur prestasi belajar siswa, yang meliputi, post-test pada setiap akhir KBM dan pemberian tugas pada tiap akhir sub pokok bahasan, test formatif yang diberikan setelah akhir proses pelaksanaan perbaikan pembelajaran , serta pengamatan aktivitas siswa dan guru oleh teman sejawat. Berdasarkan data hasil observasi terhadap aktivitas guru dan siswa selama siklus I sampai siklus II ada peningkatan , terutama untuk aktivitas siswa baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kenaikan aktivitas siswa memberikan pengaruh terhadap ketuntasan indikator pada setiap siklusnya , ketuntasan indikator ini juga mempengaruhi skor tes formatif. Jadi kesimpulannya dengan bermain peran dalam pembelajaran matematika dapat membantu meningkatkan prestasi belajar dan memperbaiki ketrampilan belajar siswa serta dapat membantu memperbaiki cara mengajar guru selama KBM
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Penggunaan Mentel Activities Learning (Pembelajaran Yang Mengembangkan Pengingatan, Memecahkan Soal Dan Menanggapi) Pada Siswa Kelas IX-C Semester Ganjil Di SMP Negeri I Pangkur, Kabup Hery Purwanto, M.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 1 (2019): Vol.2 No.1 (2019)
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.27 KB)

Abstract

Secara garis besar, tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: untuk meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada Kelas lX-C Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Pangkur, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2015/2016. dengan menggunakan lembar kerja siswa sebagai metode pengajaran. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus. Pada Siklus I dari 40 siswa memiliki nilai rata rata sebesar 64.6. Pada ke II memiliki nilai rata rata sebesar 73.5. Pada Siklus ke III diperoleh nilai rata rata sebesar 76.5. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesr 75. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini: “Jika pembelajaran bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial dengan menggunakan Penggunaan Mentel Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan pengingatan, memecahkan soal dan menanggapi) sebagai alat atau metode dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa”, dapat diterima.
Peningkatan Belajar Matematika Tentang Sifat Operasi Bilangan Melalui Metode Pembelajaran Kontekstual Berbasis Masalah Pada Siswa Kelas IV.C SDN 03 Madiun Lor Kota Madiun Karmi Sulaningsih
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.283 KB)

Abstract

Bagaimanakah caranya agar siswa tidak melupakan materi pelajaran yang telah diterimanya agar siswa nantinya siap menghadapi ujian kenaikan kelas yang siap atau tidak siap harus mereka hadapi. Bagaimanakah membuat suatu materi ajar agar agar tidak terlupakan oleh anak didik. Dalam hal ini guru harus mencari metode untuk mengingatkan segala memori di benak siswa yang telah mereka terima. Guru harus bisa membangkitkan kembali memori itu. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IV.C SDN 03 Madiun Lor Kota Madiun. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (61,54%), siklus II (73,08%), siklus III (88,46%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode kontekstual berbasis masalah materi pelajaran dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa IV.C SDN 03 Madiun Lor, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Matematika .
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Oleh Kepala Sekolah Di SDLB Muhammadiyah Jombang Sri Endahyati
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.783 KB)

Abstract

Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SDLB Muhammadiyah Jombang meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan Nasional telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya Namun kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Hasil dari pelaksanaan IC ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SDLB Muhammadiyah Jombang melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi.

Page 5 of 18 | Total Record : 179