cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK)
ISSN : 26154595     EISSN : 26559005     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 9 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah. Jurnal ini terbit setiap 4 (empat) bulan dan memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun. Diterbitkan Oleh : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Menceritakan Tokoh Sejarah Masa Hindu-Budha Dan Islam Di Indonesia Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Siswa Kelas V SDN Kauman 2 Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang Sunarmiati Sunarmiati
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.784 KB)

Abstract

Proses belajar mengajar yang berkembang di kelas umumnya ditentukan oleh peran guru dan siswa sebagai individu-individu yang terlibat langsung di dalam proses tersebut. Prestasi belajar siswa itu sendiri sedikit banyak tergantung pada cara guru menyampaikan pelajaran pada anak didiknya. Oleh karena itu kemampuan serta kesiapan guru dalam mengajar memegang peranan penting bagi keberhasilan proses belajar mengajar pada siswa. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan antara prestasi belajar siswa dengan metode mengajar yang digunakan oleh guru. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial khususnya pada kompetensi dasar Menceritakan tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu-Budha dan Islam di Indonesia sangat rendah, yakni 42,86% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 66,67. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menceritakan tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu-Budha dan Islam di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menceritakan tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu-Budha dan Islam di Indonesia melalui metode Two Stay Two Stray pada siswa Kelas V SDN Kauman 2 Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam meningkatkan kemampuan Ilmu Pengetahuan Sosial ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 70,00; siklus II 75,48; dan siklus III 79,76. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 61,91%, siklus II 76,19%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Pada Guru SDLBN Balongsari Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019 Kholil Kholil
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.953 KB)

Abstract

Tercapainya tujuan organisasi merupakan suatu hal yang penting bagi pimpinan. Begitu juga dalam lembaga pendidikan, tercapainya tujuan lembaga pendidikan menjadi tolok ukur bagi peneliti dalam menilai keberhasilan pimpinan yakni guru di dalam memimpin para guru. Namun demikian sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan.Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan semangat kerja guru SDLBN Balongsari Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang melalui Supervisi Komunikasi Administrasi pada Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan semangat kerja guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya.
Peran Aktif Teknik Pembelajaran Self Esteem Approach Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas VIII-C Semester Genap Di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2017 2018. Tino Tino
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.903 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa matematika setelah diterapkannya metode Pembelajartan Self Esteem Approach pada siswa Kelas VIII-C SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan tahun pelajaran 2017/2018?. (2) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode struktural pada siswa Kelas VIII-C SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan tahun pelajaran 2017/2018? Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VIII-C SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan 2017/2018?. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I nilai rata-rata tahap I dan tahap II (69.40%), siklus II nilai rata-rata tahap I dan tahap II (82.30%), siklus III nilai rata- rata tahap I dan tahap II (93.60%).
Peningkatan Hasil Mengidentifikasi Tembang Macapat Pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas VII A SMP Negeri 2 Bangsal Sujiati Sujiati
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada prinsipnya dalam belajar keterampilan terdapat empat komponen kegiatan yaitu : (1) melakukan persepsi terhadap stimulus, (2) menggunakan pengetahuan prasyarat, (3) merencanakan respons, dan (4) pelaksanaan respon yang dipilih. Dalam hal ini siswa hendaknya mampu merencanakan respons yang akan diambil jika ia dilatih dan memiliki keterampilan memproses informasi yang telah tersimpan. Keterampilan ini sangat diperlukan terutama untuk keterampilan yang sifatnya produktif, karena keterampilan ini sangat diperlukan tergantung pada kehadiran pengetahuan yang dimiliki siswa, yang dibentuk melalui pengalaman pembelajaran dengan menerapkan prinsip-prinsip umum yang relevan atau strategi khusus yang telah tersusun. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang Bahasa Jawa khususnya pada kompetensi dasar Mengidentifikasi struktur teks, unsur kebahasaan, dan pesan moral lagu tembang macapat sangat rendah, yakni hanya 65,63% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 60,53. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions. diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Mengidentifikasi struktur teks, unsur kebahasaan, dan pesan moral lagu tembang macapat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Mengidentifikasi struktur teks, unsur kebahasaan, dan pesan moral lagu tembang macapat melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas VII A SMP Negeri 2 Bangsal Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan keterampilan Bahasa Jawa materi ajar Mengidentifikasi struktur teks, unsur kebahasaan, dan pesan moral lagu tembang macapat ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 72,03; siklus II 75,63, dan siklus III 81,25. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 68,75%, siklus II meningkat menjadi 81,25%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 90,63%.
Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan Melalui Strategi Pembelajaran Inquiry Siswa Kelas IX-B Di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018. SUJARWO, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.807 KB)

Abstract

Dengan Penerapan Strategi Pembelajaran inquiry data yang diperoleh pada siklus 1, bahwa dari 32 siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dengan menggunakan metode konvensional (ceramah) dan kemudian dievaluasi, ternyata diperoleh hasil jumlah siswa yang mendapatkan nilai dengan kategori baik adalah 6 siswa dengan prosentase l5.79%. Dilihat dari hasil belajar tersebut belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Hal ini mencerminkan keadaan yang sesungguhnya kemajuan belajar siswa secara alamiah (tanpa ada tindakan kelas). Berdasarkan pengamatan pada siklus ini suasana kelas belum kondusif, siswa masih kurang aktif, gairah bertanya kurang serta belum ada usaha untuk mendapatkan informasi dengan menulis atau bertanya kepada teman atau guru. Pada siklus 2 menunjukkan, bahwa setelah diadakan perubahan metode pembelajaran dengan metode inquiry ternyata ada 34 siswa yang mendapat nilai dengan kriteria baik dengan prosentase 89.47%. Berarti membuktikan adanya kenaikan prestasi belajar siswa dengan kriteria baik sebesar 73.68% di siklus 1. Hal ini setelah dianalisis dapat terjadi karena ada usaha usaha pada diri siswa untuk belajar di rumah, dan untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Kenyataan lain juga memberikan bukti selama siklus 2 berlangsung, siswa lebih aktif untuk mengikuti jalannya pembelajaran. Pada siklus 3 tampak dari 32 siswa, setelah diberikan ulangan harian terdapat kenaikan prestasi belajar siswa. Kenyataan ini setelah di analisis bahwa siswa semakin giat belajar di rumah dan juga berusaha untuk terus mengikuti pelajaran dengan sebaik baiknya di kelas. Siswa yang telah merasa memiliki kenaikan nilai dari minggu sebelumnya terus berpacu meningkatkan daya serapnya. Dari siklus 3 ini nampak sekali pengaruh positif dari adanya pembelajaran inquiry terhadap kenaikan prestasi belajar siswa. Pada siklus ini merupakan kegiatan ulangan harian dengan materi mulai siklus 1 dan siklus 2 secara keseluruhan. Berdasarkan kenyataan ini peneliti memiliki bukti kuat bahwa ada pengaruh positif dari pelaksanaan pembelajaran inquiry terhadap-kenaikan prestasi belajar siswa baik secara individu maupun secara klasikal pada siswa Kelas IX-B di SMP Negeri 3 Ngadirojo. Kabupaten Pacitan pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/20l8. Dengan kata lain peiaksanaan pembelajaran (metode) inquiry sangat efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. ari pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa Penerapan Strategi Pembelajaran Inquiry dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan pada siswa Kelas IX-B di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018. mengalami Peningkatan dan hasil Penelitian ini dapat dinyatakan berhasil dan dapat diterima
Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Tentang Membaca Lancar Menggunakan Metode Widyawisata Pada Siswa Kelas II C SDN 03 Madiun Lor Kota Madiun Ariyani, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.326 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Widyawisata yang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar sehingga dalam proses belajar mengajar itu aktivitas belajar mengajar tidak terjadi kejenuhan. Dengan demikian siswa akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual sehingga materi pelajaran yang diajarkan oleh guru dapat dipahami oleh siswa Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (Action research) yang terdiri dari tiga siklus yaitu siklus I, siklus II, dan siklus III. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas II.C SDN 03 Madiun Lor Kota Madiun. Data yang diperoleh berupa lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan yaitu siklus I 64,00%, siklus II 80,00%, siklus III 92,00%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode Widyawisata dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa kelas II.C SDN 03 Madiun Lor Kota Madiun. Model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia.
Peningkatan Belajar Penguasaan Kata-Kata Bersinonim Dalam Menyusun Kalimat Efektif Pada Siswa Kelas III SDN 01 Winongo Kecamatan Manguharjo Kota Madiun Inna Intarti Puspito
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.143 KB)

Abstract

Penguasaan kalimat bersinonim pada siswa sekolah dasar pada dasarnya adalah untuk membentuk kalimat efektif yang sederhana. Dengan tingkat kemampuan dan usia pada anak sekolah dasar ternyata hasil temuan penelitian mereka sudah mampu membentuk kalimat efektif yang sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah penguasaan siswa tentang perbedaan makna dasar dan makna tambahan, bagaimanakah penguasaan siswa tentang perbedaan rasa, dan bagaimanakah penguasaan siswa tentang distribusi kata-kata bersinonim dalam menyusun kalimat efektif. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas III SDN 01 Winongo Kota Madiun. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (64,00%), siklus II (80,00%), siklus III (96,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode eksperimen dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa SDN 01 Winongo Kecamatan Manguharjo Kota Madiun, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia.
Peningkatan Hasil Belajar Cara-Cara Pengambilan Keputusan Dan Pemecahan Masalah Pada Layanan Klasikal Belajar Bimbingan Dan Konseling Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kecamatan Sawoo Endah Retno Wiyati
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.467 KB)

Abstract

Pengajaran Bimbingan dan Konseling yang diharapkan adalah pengajaran yang dapat membuat siswa benar-benar mampu menerapkan, bukan hanya menguasai teori saja. Pada kenyataannya Bimbingan dan Konseling pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran Bimbingan dan Konseling dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang Bimbingan dan Konseling khususnya pada kompetensi dasar Cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah belajar sangat rendah, yakni hanya 54,55% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 60,91. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Learning Expeditions diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 1 x 40 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen refleksi, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah belajar melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kecamatan Sawoo Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan hasil belajar Bimbingan dan Konseling materi ajar Cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah belajar ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,36; siklus II 74,77, dan siklus III 82,27. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 72,73%, siklus II meningkat menjadi 81,82%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 90,91%.
Pemanfaatan Model Pembelajaran Learning Community Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa Kelas VI.A SDN 05 Madiun Lor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun Supadmi Supadmi
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.224 KB)

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: Apakah model pembelajaran learning community dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan pada siswa kelas VI.A SDN 05 Madiun Lor Kec. Manguharjo Kota Madiun tahun pelajaran 2018/2019?. Sedangkan tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan kemampuan menulis karangan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif model Learning Community pada siswa kelas VI.A SDN 05 Madiun Lor Kec. Manguharjo Kota Madiun tahun pelajaran 2018/2019. Meode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru lain serta dengan kepala sekolah. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu mengunakan rumus mean: M = . Mengacu pada hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini maka dapat disimpulkan bahwa : Model pembelajaran learning community dapat meningkatan kemampuan menulis karangan sederhana siswa kelas VI.A SDN 05 Madiun Lor Kec. Manguharjo Kota Madiun tahun pelajaran 2018/2019.
Melalui Teknik Stimulating Class Discussion Sebagai Strategi Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X-MIPA-5 Semester Genap Di SMA Negeri 2 Madiun Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018. Suwar, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.865 KB)

Abstract

Melalui metode Stimulating Class Discussion (Teknik yang Merangsang Diskusi Kelas) pada siklus 1, bahwa dari 28 siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Matematika Melalui menggunakan metode konvensional (ceramah) dan kemudian dievaluasi, ternyata diperoleh hasil jumlah siswa yang mendapatkan nilai Melalui kategori baik adalah 5 siswa Melalui prosentase 14.29%. Dilihat dari hasil belajar tersebut belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Hal ini mencerminkan keadaan yang sesungguhnya kemajuan belajar siswa secara alamiah (tanpa ada tindakan kelas). Berdasarkan pengamatan pada siklus ini suasana kelas belum kondusif, siswa masih kurang aktif, gairah bertanya kurang serta belum ada usaha untuk mendapatkan informasi Melalui menulis atau bertanya kepada teman atau guru. Pada siklus 2 menunjukkan, bahwa setelah diadakan perubahan metode pembelajaran Melalui metode Stimulating Class Discussion (Teknik yang Merangsang Diskusi Kelas) pengembangan motivasi peserta didikternyata ada 34 siswa yang mendapat nilai Melalui kriteria baik Melalui prosentase 63%. Berarti membuktikan adanya kenaikan prestasi belajar siswa Melalui kriteria baik sebesar 70% di siklus 1. Hal ini setelah dianalisis dapat terjadi karena ada usaha – usaha pada diri siswa untuk belajar di rumah, dan untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Kenyataan lain juga memberikan bukti selama siklus 2 berlangsung, siswa lebih aktif untuk mengikuti jalannya pembelajaran. Pada siklus 3 tampak dari 28 siswa, setelah diberikan ulangan harian terdapat kenaikan prestasi belajar siswa. Kenyataan ini setelah di analisis bahwa siswa semakin giat belajar di rumah dan juga berusaha untuk terus mengikuti pelajaran Melalui sebaik – baiknya di kelas. Siswa yang telah merasa memiliki kenaikan nilai dari minggu sebelumnya terus berpacu meningkatkan daya serapnya. Dari siklus 3 ini nampak sekali pengaruh positif dari adanya Pembelajaran Stimulating Class Discussion (Teknik yang Merangsang Diskusi Kelas) (pendekatan pengembangan motivasi peserta didik terhadap kenaikan prestasi belajar siswa. Pada siklus ini merupakan kegiatan ulangan harian Melalui materi mulai siklus 1 dan siklus 2 secara keseluruhan. Berdasarkan kenyataan ini peneliti memiliki bukti kuat bahwa ada pengaruh positif dari pelaksanaan Pembelajaran Stimulating Class Discussion (Teknik yang Merangsang Diskusi Kelas) (pendekatan pengembangan motivasi peserta didik terhadap kenaikan prestasi belajar siswa baik secara individu maupun secara klasikal pada Kelas X-MIPA-5 Semester Genap di SMA Negeri 2 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018. Melalui kata lain pelaksanaan pembelajaran (metode) Stimulating Class Discussion (Teknik yang Merangsang Diskusi Kelas) (pendekatan pengembangan motivasi peserta didiksangat efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Sehingga dalam kegiatan penelitian dapat dinyatakan Tuntas atau Berhasil.

Page 6 of 18 | Total Record : 179