cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
Penggunaan Campuran Karaginan dan Konjak dalam Pembuatan Permen Jelli Subaryono Subaryono; Bagus Sediadi Bandol Utomo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.227

Abstract

Penelitian penggunaan campuran karaginan dan konjak dalam pembuatan permen jelli telahdilakukan. Perbandingan antara karaginan dan konjak adalah 2:1. Penggunaan campuran inidalam permen jelli divariasi dari 1,5; 2; 2,5 dan 3%. Parameter yang diamati untuk mengetahui kualitas produk permen jelli meliputi kadar air, aktifitas air, sifat fisik (kekerasan, kelengketan dan elastisitas) serta nilai organoleptik (penampakan, bau, rasa, tekstur, elastisitas dan penerimaan). Hasil penelitian menunjuk kan bahwa semakin tinggi konsentrasi karaginan-konjak yang digunakan dalam pembuatan permen jelli akan mengakibatkan peningkatan kekerasan dan penurunan nilai organoleptik khususnya rasa, tekstur, elastisitas dan penerimaan. Konsentrasi penggunaan campuran karaginan dan konjak sebesar 1,5% menghasilkan produk permen jelli yang terbaik.
Pengaruh Jumlah Monokloro Asetat terhadap Karakteristik Karboksimetil Kitosan dari Kitosan Cangkang dan Kaki Rajungan. Devi Ambarwaty Oktavia; Singgih Wibowo; Yusro Nuri Fawzya
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i4.479

Abstract

            Riset ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis limbah rajungan (cangkang/punggung dan kaki) sebagai bahan baku kitosan dan rasio kitosan‑monokloro asetat pada proses karboksimetilasi terhadap karakteristik karboksimetil kitosan yang dihasilkan. Perbandingan kitosan dan monokloro asetat yang digunakan adalah 1:1; 0,9:1,1 dan 0,8:1,2. Hasil riset menunjukkan bahwa rendemen tertinggi (93,8%) dan viskositas tertinggi (485 cPs) didapat dari perlakuan kitosan cangkang rajungan dengan perbandingan kitosan : monokloro asetat 0,9:1,1. Derajat substitusi tertinggi (1,15) didapat dari perlakuan kitosan kaki rajungan dengan perbandingan kitosan : monokloro asetat 0,9:1,1. Sedangkan kelarutan tertinggi (95,5%) didapat dari perlakuan kitosan cangkang rajungan dengan perbandingan kitosan : monokloro asetat 0,8:1,2. Adapun pH produk dari semua perlakuan berkisar antara 3,5‑4. 
ISOLASI SENYAWA SITOTOKSIK DARI SPONS Crella papilata Muhammad Nursid; Nurrahmi Dewi Fajarningsih; Hedi Indra Januar; Ariyanti Suhita Dewi
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v4i2.441

Abstract

Penelitian isolasi senyawa sitotoksik dari spons Crella papilata telah dilakukan. Spons Crella papilata diambil dari Taman Nasional Kepulauan Seribu. Ekstraksi senyawa sitotoksik dilakukan dengan metode maserasi menggunakan metanol dan ekstrak kasar yang dihasilkan difraksinasi dengan kromatografi kolom fase balik. Pemisahan lebih lanjut dilakukan dengan kromatografi kolom fase normal dengan eluen campuran n-heksana/EtOAc (etil asetat) dan EtOAc/MeOH (etil asetat/metanol) secara gradien. Fraksi yang paling aktif diisolasi dengan kromatografi lapis tipis preparatif dan diidentifikasi dengan ¹H NMR (Nuclear Magnetic Resonance) dan LCMS (Liquid Chromatography Mass Spectrophotometry). Interpretasi terhadap data spektra yang dihasilkan memperlihatkan bahwa senyawa bioaktif tersebut merupakan golongan tiol yang mengandung cincin aromatik serta alkil sebagai gugus samping dengan berat molekul sebesar 291. Uji MTT [3-(4,5 dimethylthiazol-2yl)-2,5-diphenyl tetrazolium bromida)] menunjukkan bahwa senyawa bioaktif ini memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa dan sel Skov3 dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 14,7 ppm dan 10,9 ppm.
Bioprospeksi Kapang yang Berasosiasi dengan Biota Laut Asal Kepulauan Seribu sebagai Antitumor T47D dan HepG2 Nurrahmi Dewi Fajarningsih; Asri Pratitis; Thamrin Wikanta; Ekowati Chasanah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i1.251

Abstract

Kapang laut menjadi sumber yang menjanjikan dalam pencarian senyawa antitumor baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi kapang yang berasosiasi dengan spons dan karang lunak asal Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu dan menguji prospek isolat-isolat tersebut sebagai penghasil senyawa bioaktif antitumor payudara (T47D) dan antitumor liver (HepG2). Sejumlah 46 isolat kapang telah diisolasi dari 17 sampel spons dan karang lunak dengan menggunakan media isolasi Malt Extract Agar (MEA), Glucose Peptone Yeast (GPY) dan Minimal Fungal Medium (MFM). Masing-masing isolat kapang dikultur dalam media cair (100 mL) selama 4 minggu pada suhu ruang (27–28oC) dalam kondisi statis. Ekstrak kasar dari tiap isolat kapang selanjutnya diuji aktivitas sitotoksiknya terhadap sel tumor payudara (T47D) dan sel tumor liver (HepG2) pada konsentrasi 30 µg/mL dengan metode uji MTT. Terdapat 6 isolat kapang yang aktif sebagai antitumor payudara (T47D), yaitu isolat MFP 42 (42,28%), MFP 48 (52,36%), MFP 49 (44,83%), MFP 59 (47,5%), MFP 60 (44,12%), MFP 65 (41,27%), MFP 70 (40,21%) dan terdapat 1 isolat kapang (MFP 64) yang selain aktif sebagai antitumor payudara/T47D (43,85%) juga aktif sebagai antitumor liver/HepG2 (40,22%).
Studi Laju Umpan pada Proses Biokonversi Limbah Pengolahan Tuna menggunakan Larva Hermetia illucens Arif Rahman Hakim; Agus Prasetya; Himawan T. B. M. Petrus
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v12i2.469

Abstract

AbstrakSeiring dengan berkembangnya industri tuna, limbah pengolahan yang dihasilkan semakin meningkat. Namun demikian pemanfaatan limbah tersebut belum optimal. Biokonversi bahan organik limbah tuna menjadi biomassa larva sebagai bahan pakan diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Biokonversi menggunakan larva Hermetia illucens atau Black Soldier Fly (BSF) memiliki keunggulan dibandingkan proses konversi lain; di antaranya larva BSF mampu mengkonversi berbagai macam bahan organik, memiliki kandungan nutrisi tinggi serta bukan vektor penyakit. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari laju umpan larva BSF dalam mengkonversi limbah tuna menjadi biomassa larva. Limbah tuna yang digunakan sebagai umpan larva BSF adalah kepala dan jeroan. Larva dipelihara selama 19 hari dengan pemberian umpan bervariasi (60, 80, 100 mg/larva/hari). Analisa dilakukan terhadap konsumsi umpan, indeks pengurangan limbah (waste reduction index/WRI), efisiensi konversi umpan tercerna (efficiency of conversion of digested-feed/ECD), tingkat kelulusan hidup (survival rates /SR), bobot larva, kandungan protein dan lemak larva. Hasil penelitian menunjukkan kepala dan jeroan tuna dapat digunakan sebagai pakan BSF, dengan nilai SR 41,33 – 98,33%. Laju umpan yang menghasilkan proses biokonversi paling optimum adalah umpan berupa kepala tuna sebesar 60 mg/larva/hari (K60). Nilai parameter pada perlakuan K60 adalah konsumsi umpan 77,09 %, WRI 4,06 % per hari, ECD 8,32 %, bobot larva 72,59 mg dan SR 98,33 %. Limbah berupa kepala tuna menghasilkan konsumsi umpan, WRI, ECD, bobot larva dan SR yang lebih tinggi dibandingkan limbah jeroan tuna. Penggunaan limbah kepala tuna dapat dimanfaatkan untuk mereduksi limbah sekaligus menghasilkan bahan pakan yang potensial. Kandungan larva BSF dengan umpan kepala tuna 60 mg/larva/hari meliputi protein 25,38 %, lemak 6,85 % dan air 62,81 %.Feeding Rates Study on the Bioconversion of Tuna Processing Waste using  Hermetia  illucens LarvaeAbstractAlong with the rising of tuna industries, the processing waste is increasing. However, the utilization of this waste has not optimal yet. Bioconversion of organic matters from waste into larvae biomass as feed is expected to overcome the problems. Bioconversion using  Hermetia  illucens or Black Soldier Fly (BSF) larvae has many advantages over other conversion processes; such as the ability of BSF larvae to convert various organic materials, high nutritional content and not a disease vector. The aim of this study was to determine the optimal feed rate of BSF larvae in converting tuna waste to larvae biomass. Tuna wastes used as feed of BSF larvae were head and viscera. The larvae were cultivated for 19 days with varied feeding rates (60, 80, 100 mg/larva/day).The analyzes were performed on feed consumption, waste reduction index (WRI), efficiency of conversion of digested-feed (ECD), survival rate (SR), larvae weight, larvae protein and its fat. The results showed that head and viscera can be used as BSF feed, with SR 41.33 - 98.33%. The feeding rate that produce most optimum bioconversion process was 60 (mg/larvae/day) of tuna head (K60). The K60 treatment showed the substrate conpsumtion value of 77,09%, WRI 4,06% per day, ECD 8,32%, larvae weight 72,59 mg and SR 98,33%. Tuna head waste produced substrate consumption, WRI, ECD, larvae weight and SR higher than waste of tuna viscera. The use of tuna head waste can be utilized to reduce waste as well as to produce potential feed ingredients. The content of BSF larvae fed by 60 mg tuna head/larvae/day were 25,38% of protein, 6.85% of fat and 62,81% of moisture
Ekstraksi Selulosa Dari Limbah Pembuatan Karaginan Diini Fithriani; Rodiah Nurbayasari; Bakti Berlyanto Sedayu
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v2i2.452

Abstract

Penelitian pemanfaatan limbah padat karaginan sebagai bahan baku selulosa telah dilakukan untuk mencari bahan baku alternatif pembuatan selulosa. Percobaan dilakukan dengan alkalinasi limbah karaginan menggunakan larutan NaOH dan pemucatan menggunakan larutan H2O2 Alkalinasi dilakukan dengan variasi konsentrasi larutan NaOH 20; 30; 40% dan pemucatan dengan larutan H2O2 2:4 dan 6%. Perbandingan antara limbah dan larutan NaOH adalah 1:12 (b/v) dan perbandingan antara limbah dan larutan H2O2 adalah 1: 30 (b/v). Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa perlakuan terbaik adalah alkalinasi menggunakan NaOH 20% dan H2O2 6% yang menghasilkan alfa selulosa 71,38%; kadar air 10,4% dan kadar abu 10,69% dengan nilai derajat putih 17,8% .
Isolasi Bakteri Pendegradasi Xilan dan Manan dari Perairan Indonesia Winda Tasia; Rina Zuraida; Yopi Yopi
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.283

Abstract

Bakteri laut penghasil enzim xilanase dan mananase menyimpan banyak potensi bagi bioteknologi kelautan. Informasi sebarannya juga dapat digunakan untuk memetakan keragaman bakteri laut serta analisis lingkungan perairan Indonesia sehingga pemanfaatannya dapat tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri laut pendegradasi xilan dan manan dari Indonesia. Penapisan kemampuan xilanolitik dan manolitik menggunakan metode Congo red dilakukan pada isolat bakteri yang diisolasi dari Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Flores, dan Laut Sawu pada kedalaman 5 dan 20 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat X7517, X1654, dan XM26511 diketahui menghasilkan xilanase dengan kondisi optimal reaksi enzim masing-masing adalah pH 9, T 90 °C (2,253±2,075 U/ml), pH 6, T 70 °C (0,633±0,082 U/ml), dan pH 6, T 70 °C (2,293±0,066 U/ml). Ketiganya diketahui memiliki kesamaan genetis dengan Halomonas aquamarina DSM 30161, Alteromonas macleodii NBRC 102226, dan H. meridiana NBRC 15608. Isolat bakteri manolitik L15203 dan L16571 memiliki kesamaan dengan Idiomarina zobellii KMM231, sedangkan isolat L2207 memiliki kesamaan dengan Bacillus sp. MB 71. Ketiga bakteri tersebut memiliki aktivitas mananase optimal pada kondisi alkali, masing-masing pada pH 8, T 80 °C  (0,477±0,024 U/ml) untuk L 15203, pH 9,T 90 °C (0,476±0,009U/ml) untuk L16571 dan pH 9, T 80 °C (0,528±0,057 U/ml) untuk L2207. Bakteri laut xilanolitik dan manolitik yang berpotensi dalam produksi xilanase dan mananase melimpah di sebagian perairan Indonesia, terutama di perairan yang semakin dekat permukaan laut atau perairan dangkal.
Pemanfaatan Limbah Padat Pengolahan Rumput Laut Gracilaria sp. untuk Pembuatan Papan Partikel Bakti Berlyanto Sedayu; Tri Nugroho Widianto; Jamal Basmal; Bagus Sediadi Bandol Utomo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i1.5

Abstract

ABSTRAKLimbah padat dari industri pengolahan rumput laut hingga saat ini belum termanfaatkan dan pembuangan akhirnya menjadi masalah bagi perusahaan. Salah satu alternatif untuk memanfaatkannya adalah dengan memproses limbah padat tersebut menjadi papan partikel. Pada penelitian ini limbah padat dari industri pengolahan rumput laut Gracilaria sp. dicampur dengan bahan pengikat polietilen (PE) pada suhu ruang dengan perbandingan bobot 1:1, kemudian dihomogenkan. Pembuatan papan partikel dilakukan dengan teknik pengempaan panas dengan cetakan 30 x 30 x 2,5 cm3. Pengempaan dilakukan pada tekanan 10 kg/cm2, suhu 150°C, dengan variasi lama pengempaan 3, 5, dan 7 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan partikel yang dibuat dari bahan limbah padat pengolahan rumput laut Gracilaria sp. dengan bahan pengikat PE memiliki sifat mekanis dengan kekuatan rendah sampai dengan sedang dengan nilai keteguhan patah (MOR) 58,88–96,78 kg/cm2 dan keteguhan lentur (MOE) 2.425–6.326 kg/cm2. Sifat fisik penyerapan air papan partikel yang dihasilkan sangat baik yaitu kurang dari 12%, dengan daya serap air, pengembangan tebal, dan pengembangan linear masing-masing 2,43–3,92%, 0,00–1,17%, dan 0,09–1,37%. Nilai keteguhan rekat mencapai 6,41–7,39 kg/cm2, dan uji rayap 1,55–6,79%. Secara keseluruhan, papan partikel terbaik dihasilkan dari perlakuan pengempaan panas selama 3 menit.
Pengaruh Hidrolisis Fukoidan terhadap Aktivitasnya sebagai Antioksidan Ellya Sinurat; Nurun Nisa Maulida
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v13i2.522

Abstract

AbstrakFukoidan merupakan jenis heteropolisakarida yang terdiri dari fukosa dan gugus ester sulfat sebagai penyusun utamanya. Salah satu sumber fukoidan adalah rumput laut cokelat. Telah dilakukan isolasi fukoidan dari rumput laut cokelat Sargassum crassifolium yang diperoleh dari Lampung Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hidrolisis fukoidan terhadap aktivitasnya sebagai antioksidan. Ekstraksi fukoidan menggunakan HCl 0,1 N. Selanjutnya proses optimasi hidrolisis fukoidan menggunakan TFA 1,5 M dengan variasi waktu 30, 60, 90 dan 120 menit pada suhu 121 oC. Untuk mengetahui karakteristik  gugus fungsi crude fukoidan dan fukoidan hasil hidrolisis dilakukan dengan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectrometer (FT-IR). Selanjutnya dilakukan karakterisasi fukoidan yang meliputi uji total polisakarida dan uji kadar sulfat. Uji antioksidan fukoidan dilakukan dengan metode 2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl-hydrate  (DPPH). Diperoleh rendemen fukoidan sebesar 23,82% dari berat rumput laut kering, total polisakarida dari crude fukoidan sebesar 50,69% dan kadar sulfatnya sebesar 19,44%. Dari hasil penelitian diperoleh waktu optimum hidrolisis fukoidan yaitu selama 90 menit dengan total polisakarida dan kandungan sulfatnya masing-masing 43,56% dan 13,09%. Diperoleh nilai IC50 crude fucoidan lebih tinggi dibandingkan dengan semua hasil hidrolisis fukoidan. Effect of Fucoidan Hydrolysis on Its Activity as an AntioxidantAbstractFucoidan is a heteropolysaccharide type consisting of a fucose and a sulfated ester group as its main constituent. One source of fucoidan is brown seaweed. Fucoidan extraction from brown seaweed Sargassum crassifolium obtained from South Lampung was carried out. This study aims to determine the effect of fucoidan hydrolysis on its activity as an antioxidant. Fucoidan was extracted using 0.1 N HCl and hydrolized using 1.5 M TFA for 30, 60, 90, and 120 minutes at 121 oC.The characteristics of the functional groups from crude fucoidan and the hydrolyzed fucoidan were carried out using the Fourier Transform Infrared Spectrometer (FT-IR). Furthermore, fucoidan was characterized by analyzing of total polysaccharide and sulfate contents. The fucoidan antioxidant test was carried out by 2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl-hydrate (DPPH) method. The result showed that the yield of fucoidan was 23.82% per dry weight with the total polysaccharide and sulfate content from crude fucoidan was 50.69 and 19.44%, respectively. The optimum time for fucoidan hydrolysis was 90 minutes with the total polysaccharide and sulfate content of 43.56% and 13.09%, respectively. The IC50 value of crude fucoidan was higher than that of hydrolyzed fucoidans.
Aktivitas Antitumor (Hela dan T47d) dan Antioksidan Ekstrak Makroalga Hijau Ulva fasciata Endar Marraskuranto; Nurrahmi Dewi Fajarningsih; Hedi Indra Januar; Thamrin Wikanta
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.21

Abstract

ABSTRAKRiset untuk mempelajari bioaktivitas ekstrak makroalga hijau Ulva fasciata sebagai antitumor (HeLa dan T47D) dan antioksidan telah dilakukan. Uji toksisitas dilakukan denganmetode BSLT, uji sitotoksisitas terhadap sel tumor HeLa dan T47D dilakukan dengan metode uji MTT, sedangkan uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl pikryl hidrazil). Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa fraksi heksan U. fasciata memiliki toksisitas tertinggi dengan LC50 sebesar 19,12 ppm sehingga tergolong sangat toksik. Sementara itu, fraksi heksan makroalga U. fasciata menunjukkan aktivitas sitotoksik yang baik terhadap sel tumor HeLa (IC50 = 25,6 ppm) dan terhadap sel tumor T47D (IC50 = 28,7 ppm). Akan tetapi, ekstrak kasar, fraksi metanol dan fraksi heksan makroalga U. fasciata tidak menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yang masih jauh di atas standar vitamin C.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue