cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
Keberadaan Dan Multiresistensi Antibiotik Salmonella spp. dari Produk Perikanan Segar di Wilayah DKI Jakarta dan Bogor Yusma Yennie; Rizky Aulia; Tri Handayani K
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v12i1.345

Abstract

AbstrakSalmonella spp. pada produk perikanan dilaporkan cukup tinggi prevalensinya dan erat kaitannya dengan kasus kejadian luar biasa (KLB) seperti demam, mual, muntah dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi Salmonella spp. pada produk perikanan segar yang terdiri dari 110 sampel udang, 23 sampel ikan, 4 sampel cumi-cumi, dan 4 sampel kerang serta resistensinya terhadap antibiotik. Sampel diperoleh dari pasar tradisional dan modern di 5 wilayah kotamadya DKI Jakarta dan kota Bogor dengan metode purposive random sampling yang dilakukan dalam kurun waktu Maret 2013-Oktober 2014. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi Salmonella spp. pada hasil perikanan segar adalah sebesar 32% (45/141 sampel). Untuk uji resistensi antibiotik diketahui bahwa isolat Salmonella spp. resisten terhadap minimum 1 jenis antibiotik yaitu 31% resisten terhadap erythromycin, 11% terhadap amoxicillin clavulanic acid, 4% terhadap tetracycline, dan 2% terhadap doxycycline serta nalidixic acid. Satu isolat Salmonella spp. dari sampel kerang, diketahui resisten terhadap 4 jenis antibiotik (multidrug resistance) yaitu tetracycline, erythromycin, nalidixic acid,dan amoxicillin clavulanic acid. Sementara itu, 1 isolat Salmonella spp. resisten terhadap 3 jenis antibiotik (tetracycline, erythromycin dan amoxicillin clavulanic acid) dan 2 isolat resisten terhadap 2 antibiotik (erythromycin dan amoxicillin clavulanic acid). Prevalensi dan multi resistensi Salmonella spp. pada produk perikanan segar ini menunjukkan bahwa peluang kontaminasi bakteri tersebut pada bahan pangan yang umum dikonsumsi masyarakat cukup besar dan hal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada konsumen. Occurrence and Multidrug Resistance of Salmonella spp. Isolated from Fresh Seafood Products in DKI Jakarta and BogorAbstractHigh incidences of Salmonella spp. in seafood have been reported worldwide in association with outbreaks of fever, nausea, vomiting and diarrhea. This study aimed to identify prevalence and antibiotic resistance of Salmonella isolated from fresh seafood samples, consisting of 110 samples of shrimp, 23 samples of fish, 4 samples of cephalopoda and 4 samples of shellfish. The samples were collected with purposive random sampling method from selected local market in DKI Jakarta and Bogor (West Java), Indonesia during March 2013 until October 2014. The prevalence of Salmonella was 32% (45/141 samples) in fresh seafood products. The isolates were resistant to at least one antibiotic, 31% of erythromycin, 11% of amoxicillin clavulanic acid, 4% of tetracycline, and 2% of nalidixic acid. One isolate from bivalvia sample possessed multidrug resistance from four antibiotic agents (tetracycline, erythromycin, nalidixic acid and amoxicillin clavulanic acid). One isolate was resistant to 3 antibiotic agents (tetracycline, erythromycin and amoxicillin clavulanic acid) and two isolates were resistant to 2 antibiotic agents (erythromycin and amoxicillin clavulanic acid). The result showed that the fresh seafood samples from local market in Jakarta and Bogor were contaminated with potentially pathogenic Salmonella and could threat a public health.
Bioprospeksi Spons, Karang Lunak dan Ascidian Asal Taman Nasional Laut Kepulauan Wakatobi: Antitumor dan Antioksidan Fajarningsih, Nurrahmi Dewi; Nursid, Muhammad; Januar, Hedi Indra; Wikanta, Thamrin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v8i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi manfaat (bioprospeksi) spons, karanglunak, dan ascidian asal Taman Nasional Laut (TNL) Kepulauan Wakatobi sebagai antitumor dan antioksidan. Sampel makroinvertebrata laut diambil dengan menggunakan scuba diving di empat stasiun pengambilan di perairan TNL Kep. Wakatobi. Sebanyak 74 sampel diuji aktivitas antitumornya terhadap 3 jenis sel lestari tumor (HeLa, MCF7, SKOV3) dengan metode Thiazolyl Blue Tetrazolium Blue (MTT) dan diuji pula aktivitas antioksidannya dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl pikryl hidrazil). Sampel yang dapat menghambat >50% sel lestari tumor pada konsentrasi 20 µg/ml dikategorikan sebagai sampel aktif antitumor. Sampel yang memiliki aktivitas penghambatan radikal bebas >50% pada konsentrasi 100 µg/ml dalam uji DPPH dikategorikan sebagai sampel yang aktif antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 sampel (ascidian W0208; spons W2408 dan W2508) yang aktif terhadap tiga jenis sel lestari tumor, 11 sampel aktif terhadap dua jenis sel lestari tumor dan 22 sampel aktif terhadap satu jenis sel lestari tumor. Dari 74 sampel yang diuji aktivitas antioksidannya, terdapat 8 sampel yang tergolong aktif (7 sampel spons dan 1 sampel karang lunak).
Studi Penggunaan Asap Cair Untuk Pengawetan Ikan Kembung (Rastrelliger neglectus) Segar Dwiyitno, Dwiyitno; Riyanto, Rudi
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i2.397

Abstract

Penelitian tentang penggunaan asap cair untuk pengawetan ikan kembung (Rastrelliger neglectus) segar telah dilakukan dengan perlakuan perendaman larutan asap cair pada konsentrasi 0; 2,5; 5,0; 7,5 dan 10% selama 30 menit dan disimpan pada suhu kamar sampai ikan menjadi busuk. Pengamatan yang dilakukan meliputi TVB, TPC, kadar air dan organoleptik. Berdasarkan nilai organoleptik, konsentrasi larutan asap cair >5% dapat mempertahankan tingkat kesegaran ikan sampai 24 jam, lebih lama 12 jam dari kontrol. Akan tetapi, berdasarkan nilai TVB hanya perlakuan konsentrasi 7,5 dan 10% yang menghasilkan nilai TVB rendah (18,09 dan 14,10 mgN%) pada 12 jam penyimpanan. Berdasarkan nilai TPC, asap cair mampu menekan pertumbuhan bakteri pembusuk dibandingkan dengan kontrol.
Penelitian Hubungan Parameter Sensori (Demerit Point Score), Kimia, dan Mikrobiologi Pada Kemunduran Mutu Ikan Nila Selama Pengesan Ariyani, Farida; Murtini, Jovita Tri
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v6i1.85

Abstract

ABSTRACT: Research on the correlation of sensory (Demerit Point Score), chemical, and microbiological parameters during deterioration process of fresh tilapia stored in ice has been conducted. Live tilapia was killed by hypothermia method (immersing in ice water) and subsequently arranged in insulated box filled with flake ice with the ratio of ice and fish of 2:1 (w/w). The ice in boxes was checked and melted ice was replaced every day. The box was stored at ambient temperature andobservation on freshness changes of tilapia was done every 3 days for sensory (Demerit Point Scores/DPS), chemical (TVB, K value) and microbiological (TPC) qualities until the fish was rejected by panelists. Results of the experiment showed that after 15 days storage, fresh tilapia was still accepted by panelists, however, after being stored for 18 days, tilapia was unfit for human consumption with the value of DPS 25.9, TVB 48 mgN%, K value 76.4% and TPC 5.0 x 105 cfu. It was shown that DPS correlated well with TVB as well as K value but did not correlate well with total bacteria.
Isolasi Actinomycetes Laut Penghasil Metabolit Sekunder yang Aktif terhadap Sel Kanker A549 Sunaryanto, Rofiq; Marwoto, Bambang
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v5i2.414

Abstract

Telah dilakukan isolasi Actinomycetes laut yang mampu menghasilkan senyawa aktif citropeptin yang memiliki efek toksik terhadap sel kanker paru-paru A549. Isolasi dilakukan dengan menggunakan medium agar starch caseinyang ditambah dengan cycloheximidedan nistatin sebagai antifungi serta rifampisin dan nalidixic acids ebagai antibakteri. Sampel sedimen laut diperoleh dari pelabuhan Kamaishi-shi Iwate, Jepang pada kedalaman 5 meter. Dari 71 isolat yang diperoleh, hanya 9 isolat menunjukkan aktivitas terhadap sel kanker A549 pada konsentrasi 1 µg/200 µL. Hasil studi lebih lanjut menunjukkan bahwa isolat RS02-85 yang merupakan isolat terpilih adalah Streptomyces tsukubaensis dengan tingkat kemiripan 98%. Dari hasil identifikasi senyawa aktif, diduga senyawa tersebut adalah citropeptin dengan m/z (M+H)+ 1035,4 g/mol dan rumus molekul C50H82N8O15
Pengaruh Penambahan Karaginan Untuk Formulasi Tepung Puding Instan Darmawan, Muhamad; Peranginangin, Rosmawaty; Syarief, Rizal; Kusumaningrum, Indah; Fransiska, Dina
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v9i1.102

Abstract

Penelitian pengaruh penambahan karaginan untuk formulasi tepung puding instan telah dilakukan. Percobaan yang dilakukan adalah penentuan perbandingan kappa dan iota karaginan (3:1, 2:1, 1:1, 1:2, 1:3) untuk formulasi pembuatan tepung puding instan dan formulasi tepung puding instan berdasarkan perbandingan kappa dan iota karaginan yang terpilih. Dari variasi percobaan yang digunakan, perbandingan kappa dan iota karaginan 1:1 merupakan perbandingan yang paling baik untuk digunakan dalam formulasi tepung puding instan karena memiliki kekuatan gel yang mendekati kekuatan gel puding komersial serta nilai sineresis yang terendah. Perbandingan konsentrasi karaginan, mocaf dekstrin dan KCl dalam formulasi tepung puding instan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kekuatan gel maupun karakteristik sensori kenampakan, aroma dan rasa dari puding instan yang dihasilkan. Namun demikian, formulasi tepung puding instan memberikan pengaruh yang nyata untuk karakteristik tekstur puding instan yang dihasilkan. Berdasarkan analisis fisik (kekuatan gel) dan sensori (kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa) didapatkan perlakuan terbaik yaitu penggunaan karaginan 1,23%, perbandingan tepung mocaf-dekstrin 0,5 : 0,5 dan KCl 0,45 gram.
Kandungan Logam Berat pada Kerang Darah (Anadara Granosa), Air Laut dan Sedimen di Perairan Tanjung Balai dan Bagan Siapi Api. Jovita Tri Murtini; Yusma Yennie; Rosmawaty Peranginangin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v9i5.467

Abstract

          Penelitian ini dilakukan di perairan Tanjung Balai dan Bagan Siapi‑api. Di setiap lokasi diamati 6 stasiun pengamatan, 3 stasiun berjarak 1 mil dan 3 stasiun yang lain berjarak 2 mil dari garis pantai dan setiap stasiun pengarnatan masing‑masing berjarak 1 mil. Jenis contoh yang diamati adalah air laut, sedimen dan kerang darah (Anadara granosa). Contoh kerang dianalisis terhadap kandungan logarn berat yaitu Hg, As, Cd, Cu and Pb, contoh air dan sedimen hanya diamati kandungan merkurinya. Pengamatan kualitas air yang meliputi pH, DO, COD dan salinitas serta kondisi fisik perairan dilakukan sewaktu pengambilan contoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada waktu pengambilan contoh pada bulan April, Juni dan Agustus 2002 di perairan Tanjung Balai dan Bagan Siapi‑api belum terjadi pencemaran logarn berat merkuri pada air laut dan sedimen. Pada kerang darah, kandungan logarn merkuri, arsen, kadmium, tembaga dan timbal juga masih dalam batas aman untuk dikonsurnsi. 
MUTU SEMIREFINED CARRAGEENAN (SRC) YANG DIPROSES MENGGUNAKAN AIR LIMBAH PENGOLAHAN SRC YANG DIDAUR ULANG Basmal, Jamal; Utomo, Bagus Sediadi Bandol
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v4i1.430

Abstract

Telah dilakukan penelitian mutu semi refined carrageenan (SRC) yang diproses menggunakan air limbah pengolahan SRC Yang didaur ulang. Air limbah pengolahan SRC terlebih dahulu dinetralkan, dikoagulasi, diflokulasi, dan disaring menggunakan zeolit dan arang aktif. Air yang sudah diolah tersebut selanjutnya digunakan untuk proses pengolahan SRC berikutnya. Untuk melihat optimalisasi penggunaan air hasil daur ulang terhadap penurunan mutu fisiko kimia SRC yang dihasilkan, dilakukan 5 kali daur ulang berturut-turut. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa limbah cair pengolahan SRC dapat digunakan kambali untuk pengolahan SRC berikutnya. Berdasarkan parameter kekuatan gel karaginan yang dihasilkan, ternyata terjadi peningkatan kekuatan gel dari 806 g/cm² menjadi 1147 g/cm² untuk SRC yang diolah/dicuci dengan air limbah yang telah mengalami 4 kali proses daur ulang. Pada tahap ini SRC mempunyai kadar abu 16,0%, abu tak larut asam 0,04%, kadar sulfat 3,9%, dan kadar air 12,3%.
Studi Sifat Fisiologi Ikan Gurami (Osphronemus gourami) Pada Suhu Rendah untuk Pengembangan Teknologi Transportasi Ikan Hidup Syamdidi, Syamdidi; Ikasari, Diah; Wibowo, Singgih
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.233

Abstract

Tulisan ini melaporkan tentang studi sifat fisiologi ikan gurami dalam media air yang suhunya diturunkan secara bertahap sebagai dasar penyusunan teknologi transportasi ikan gurami hidup. Metode yang dilakukan adalah dengan menurunkan suhu media air secara bertahap dengan kecepatan 5oC/jam sampai ikan gurami tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas dan metabolisme (respirasi dan produksi metabolit) ikan. Hasil studi menunjukkan bahwa respirasi dan metabolit ikan gurami cenderung menurun seiring dengan makin rendahnya suhu, terutama setelah suhu mencapai 23,6oC. Pada awal penurunan suhu terjadi sedikit peningkatan respirasi (dari 168,0 menjadi 177,6 mg O2/kg ikan/jam) kemudian turun dan mencapai titik terendah (1,6 mg O2/kg ikan/jam) pada suhu 13,6oC. Pola produksi metabolit serupa dengan pola laju respirasi, yaitu meningkat di awal penurunan suhu (NH3 dari 5,76 menjadi 11,52 mg NH3/kg ikan/jam, dan NO2 dari 0,16 menjadi 0,66 mg NO2/kg ikan/jam) kemudian turun seiring dengan penurunan suhu (1,64 mg NH3/kg ikan/jam dan 0,16 mg NO2/kg ikan/jam pada suhu 13,6oC).
Karakteristik Sensori Beberapa Produk Ikan Asap Khas Daerah di Indonesia dengan Menggunakan Metode Quantitative Descriptive Analysis Rusky Intan Pratama; Heru Sumaryanto; Joko Santoso; Winarti Zahirudin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i2.253

Abstract

Komoditas ikan asap merupakan salah satu produk pangan tradisional (exotic indigenous food) yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemetaan produk olahan ikan khas daerah di Indonesia sebagai upaya protektif terhadap kekayaan bangsa Indonesia. Tahapan penelitian terdiri dari 2 tahap. Tahap pertama yaitu pengambilan sampel 4 jenis ikan asap khas daerah di Indonesia (ikan fufu, ikan salai, ikan pe, ikan kayu) dari masing-masing pengolah ikan asap (Bitung, Padang, Rembang, Kendari) serta dilanjutkan dengan tahap kedua yaitu pengujian organoleptik yang dilakukan di laboratorium khusus flavor. Metode Quantitative Descriptive Analysis (QDA) yang dilanjutkan dengan Principal Component Analysis (PCA) digunakan untuk menjelaskan karakteristik flavor sampel berdasarkan atribut aroma dan rasa yang diuji oleh 10 panelis terlatih. Karakteristik sensori yang diamati ialah atribut aroma yang terdiri dari smoky, fishy, burnt, fatty, woody, dan sweet serta atribut rasa yang terdiri dari manis, asam, asin, pahit dan gurih. Hasil analisis QDA menunjukkan bahwa ikan kayu memiliki intensitas aroma fishy (53,97), woody (37,77) dan rasa gurih (47,62) yang lebih tinggi dari ikan asap jenis lainnya. Ikan pe memiliki intensitas aroma burnt (36,02) dan smoky (62,32) yang lebih tinggi. Ikan fufu memiliki intensitas rasa pahit (28,58), asin (34,17) dan asam (39,82) yang lebih tinggi serta ikan salai memiliki intensitas aroma fatty (27,57), sweet (28,75) dan rasa manis (33,10) yang lebih tinggi dibandingkan ikan asap jenis lainnya. Hasil PCA (PC1 47%; PC2 37%) menunjukkan sampel ikan asap dikelompokkan ke dalam empat kuadran berbeda bersama dengan atribut-atribut sensoris yang menjadi karakteristiknya.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue