cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Eboni
ISSN : 08539200     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
Kemiskinan Masyarakat Sekitar Hutan dan Program Perhutanan Sosial Indah Novita Dewi
Buletin Eboni Vol 15, No 2 (2018): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.635 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.5155

Abstract

Masyarakat sekitar hutan pada umumnya miskin dan berpendidikan rendah. Keterbatasan tersebut membuat mereka seringkali merambah kawasan hutan karena keterdesakan ekonomi dan terbatasnya lahan garapan. Luasnya kawasan hutan yang telah diokupasi oleh masyarakat menunjukkan lemahnya negara dari sisi pengamanan hutan. Tidak ada jalan lain menyelamatkan hutan, kecuali dengan melibatkan masyarakat pada pengelolaan hutan. Sebagai upaya legalisasi akses masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan, pemerintah mengeluarkan kebijakan perhutanan sosial. Tentunya kebijakan ini bukan sekadar bagi-bagi lahan hutan untuk masyarakat, melainkan disertai aturan-aturan yang mengamankan keberadaan pohon di dalam hutan sampai batas usia panennya. Kebijakan ini diharapkan mempunyai manfaat ganda, satu untuk kesejahteraan masyarakat dan yang lain untuk kelestarian hutan. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjelaskan mengenai kemiskinan masyarakat sekitar hutan dan program perhutanan sosial. Meskipun masih banyak kendala dalam implementasi program perhutanan sosial, namun ke depan program ini diharapkan mampu menanggulangi kemiskinan masyarakat sekitar hutan. Penanggulangan kemiskinan melalui program perhutanan sosial dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat dalam kelompok-kelompok tani. Pemberdayaan masyarakat dilakukan, baik melalui peningkatan kapasitas petani maupun pemberdayaan ekonomi lokal. Setiap wilayah memiliki karakter yang berbeda, dan oleh sebab itu, komoditas yang dikembangkan setiap wilayah juga berbeda-beda sesuai dengan potensinya masing-masing. Komoditas yang dikembangkan diharapkan dapat mengisi pasar nasional dan internasional dengan sistem bisnis sosial yang diselenggarakan oleh kelompok tani melalui koperasi dan mitra. Keuntungan dari bisnis sosial ini pada ujungnya akan kembali kepada kelompok tani, sehingga dapat sepenuhnya digunakan untuk kesejahteraan anggota, selain diputar kembali untuk mengembangkan usaha lebih lanjut dengan tetap mengutamakan kelestarian hutan.
Teknik Perhitungan Tarif Masuk Kawasan Wisata Alam Wahyudi Isnan
Buletin Eboni Vol 12, No 1 (2015): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.761 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.5055

Abstract

Salah satu bentuk pemanfaatan hutan secara tidak langsung adalah pemanfaatan jasa lingkungan hutan. Jasa lingkungan wisata, selain bermanfaat sebagai penyedia sarana wisata kepada masyarakat juga sebagai sumber penerimaan kepada negara berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kegiatan pemanfaatan jasa wisata alam saat ini, khususnya dalam penentuan tarif masuk kawasan tidak berdasarkan perhitungan ekonomi, sehingga kemungkinan nilai yang dikeluarkan untuk mengelola kawasan wisata alam lebih besar dibanding nilai penerimaan dari kawasan wisata alam tersebut. Pedoman perhitungan tarif masuk kawasan wisata alam diperlukan sebagai acuan bagi pengelola kawasan wisata alam sehingga pengelola kawasan wisata alam dapat lebih tepat dalam menentukan harga tiket masuk ke kawasan wisata alam sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah penerimaan pada kawasan wisata agar lebih terkelola dengan dana yang memadai.
Preface Info Teknis Eboni Vol.15 Issue 2, 2018 Masrum Masrum
Buletin Eboni Vol 15, No 2 (2018): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.952 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.5166

Abstract

Tumbuhan Porang: Prospek Budidaya Sebagai Salah Satu Sistem Agroforestry Ramdana Sari; Suhartati Suhartati
Buletin Eboni Vol 12, No 2 (2015): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.164 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.5061

Abstract

Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain) merupakan salah satu jenis tumbuhan umbi-umbian yang  termasuk dalam famili Araceae (talas-talasan). Tumbuhan ini ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. Pertumbuhannya membutuhkan naungan sehingga dapat dibudidayakan  sebagai tanaman sela pada hutan rakyat atau hutan tanaman. Oleh karena itu, pengembangan tumbuhan porang dapat dikelola sebagai salah satu bentuk sistem agroforestry. Umbi porang dapat diolah menjadi bahan pangan, sehingga memanfaatkan umbi porang merupakan salah satu diversifikasi pangan. Selain itu, umbi porang dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik, obat-obatan dan bahan baku industri. Namun keterbatasan informasi dan pengetahuan tentang budidaya porang dan pengolahannya,  sehingga belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Umbi porang mengandung kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal dan zat konisin penyebab rasa pahit, sehingga perlu keterampilan mengenai cara  pengolahannya. Umbi porang yang sudah diolah  dapat  menjadi komoditas ekspor, sehingga diharapkan masyarakat dapat mengenal umbi porang dan produk olahannya.
Front Cover Info Teknis Eboni Vol.12 Issue 2, 2015 Masrum Masrum
Buletin Eboni Vol 12, No 2 (2015): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/buleboni.5066

Abstract

Mikoriza dalam Pengelolaan Hama-Penyakit Terpadu di Persemaian Retno Prayudyaningsih
Buletin Eboni Vol 9, No 1 (2012): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.49 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.4994

Abstract

Fumigasi media, aplikasi bahan organik sebagai campuran media dan pemberian pupuk yang intensif mempunyai risiko dan menimbulkan masalah bagi keberhasilan pertumbuhan semai di persemaian. Selain itu, lambatnya pertumbuhan semai jenis-jenis tertentu, sehingga membutuhkan waktu yang lama di persemaian dan hal tersebut tidak bisa diatasi hanya dengan pemberian pupuk. Kondisi marginal di persemain karena ketersediaan nutrien dalam media dibatasi oleh ukuran tempat dan jumlah media menyebabkan pertumbuhan semai menjadi terhambat. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya yang tidak hanya bertujuan untuk melindungi semai dari serangan patogen, tapi juga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Upaya yang dilakukan sebaiknya merupakan tindakan yang ramah lingkungan, sehingga tidak menimbulkan masalah-masalah baru bagi lingkungan. Aplikasi fungi mikoriza di persemaian merupakan salah satu alternatif taktik biologi yang dapat dilakukan untuk mendukung keberhasilan Pengelolaan Terpadu Hama-Penyakit Persemaian (Integrated Nursery Pest Management). Asosiasi mikoriza pada akar semai akan meningkatkan penyerapan dan ketersediaan hara, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan pada akhirnya dapat meningkatkan resistensi tanaman terhadap stres lingkungan, meliputi stres biotik (serangan patogen) dan stres abiotik (kekurangan air, adanya senyawa toksik atau logam berat, dan lain-lain).
Pemanfaatan Potensi Jasa Lingkungan Melalui Pembangunan Wisata Alam di Kabupaten Tana Toraja M. Kudeng Sallata
Buletin Eboni Vol 13, No 1 (2016): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.963 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.5071

Abstract

Kabupaten Tana Toraja memiliki objek wisata budaya yang populer setelah Provinsi Bali, menarik untuk dikunjungi karena masih konsisten melakukan adat istiadatnya yang unik dan memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Namun selama ini, pemerintah setempat masih kurang menyiapkan objek wisata alam melalui pemanfaatan potensi jasa lingkungan yang dimiliki. Membangun objek wisata alam merupakan tindakan mendukung keberlangsungan kunjungan wisata tetap tinggi karena adanya peningkatan variasi objek wisata terutama terhadap pengunjung yang telah merasa jemu atau kurang berminat terhadap objek wisata budaya yang ada. Pemanfaatan bentang alam (landscape) yang ada atau  jenis tanaman yang berhubungan dengan budaya untuk membangun objek wisata alam, berpeluang berhasil karena masyarakat telah mengenalnya dengan baik, hanya menunggu fasilitator dan pendampingan dari pemerintah. Pembangunan objek wisata alam berupa hutan wisata, agrowisata, hutan kota, taman wisata, taman koleksi jenis tanaman obat, bambu setum, selain menjadi objek wisata juga merupakan upaya melestarikan lingkungan hidup di wilayah hulu DAS Saddang.
Teknik Pembuatan Bibit Cempaka (Elmerrilia tsiampacca) Sebagai Materi Pembangunan Kebun Benih Semai Generasi Pertama (F-1) Edi Kurniawan
Buletin Eboni Vol 10, No 1 (2013): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.533 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.5000

Abstract

Elmerrilia tsiampacca salah satu spesies lokal Sulawesi yang sangat potensial untuk dikembangkan karena memiliki nilai komersial yang tinggi. Untuk menunjang keberhasilan pembangunan hutan tanaman dan hutan rakyat cempaka diperlukan benih yang berkualitas. Selama ini penanaman yang dilakukan masyarakat belum menggunakan benih unggul hasil pemuliaan. Langkah awal untuk memperoleh benih unggul hasil pemuliaan adalah pembangunan kebun benih semai generasi pertama (F-1). Pembuatan bibit Cempaka sebagai materi pembangunan kebun benih semai generasi pertama (F-1) harus mendapat perhatian khusus yaitu kemurnian materi genetik benih dari individual-individual pohon induk yang terpilih dari hasil eksplorasi, ketelitian dalam melakukan kegiatan penyiapan bibit dari mulai eksplorasi pohon induk (pengadaan benih) proses perkecambahan hingga pembibitan di persemaian identitas pohon induk harus terjaga.
Karakteristik dan Preferensi Pengunjung Wisata Alam Bantimurung Wahyudi Isnan
Buletin Eboni Vol 13, No 1 (2016): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.751 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.5078

Abstract

Industri pariwisata saat ini cenderung pada wisata yang berorientasi pada lingkungan. Salah satu kawasan wisata alam yang terdapat di Sulawesi Selatan adalah kawasan wisata alam Bantimurung yang termasuk dalam Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan wisata alam Bantimurung menawarkan objek wisata air terjun, sungai untuk kegiatan river tubing, goa batu, bukit karst, flora dan fauna. Keadaan segmen pasar wisata alam yang beragam mengakibatkan pengelola wisata alam tidak melayani satu segmen pasar potensial sehingga diperlukan pemasaran sasaran. Informasi terkait karakteristik dan preferensi pengunjung kawasan wisata alam Bantimurung diperlukan sebagai bahan pertimbangan pengelola untuk menentukan segmen pasar potensial pengunjung kawasan wisata alam Bantimurung.
Teknik Pembibitan Gofasa (Vitex cofassus Reinw) Edi Kurniawan
Buletin Eboni Vol 10, No 1 (2013): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.713 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.5005

Abstract

Gofasa merupakan salah satu spesies lokal (native species)  Sulawesi. Kayu Gofasa sebagai kayu industri perkapalan dan perahu tradisional banyak diminati masyarakat di Sulawesi. Permintaan terhadap kayu gofasa dari waktu ke waktu yang semakin tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap perahu phinisi, sehingga perlu digalakkan pembudidayaan yang lebih intensif. Salah satu kegiatan yang mendorong keberhasilan budidaya jenis ini adalah ketersediaan bibit yang bermutu. Tulisan ini memaparkan teknik pembibitan gofasa dimulai dari pengadaan benih, perkecambahan hingga pembibitan di persemaian.

Page 11 of 14 | Total Record : 140