cover
Contact Name
Dr. Ir. Setyo Leksono, M.T.
Contact Email
setyo.leksono@bppt.go.id
Phone
+62315947849
Journal Mail Official
jurnal.wave@bppt.go.id
Editorial Address
Jl. Hidrodinamika BPPT, Komplek ITS, Sukolilo, Surabaya 60112
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
ISSN : 1978886X     EISSN : 2614641X     DOI : http://dx.doi.org/10.29122/jurnalwave
Core Subject : Science,
Merupakan jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2007 dengan tujuan sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian, hasil pengkajian maupun hasil penerapan teknologi bagi para perekayasa, peneliti, dosen maupun mahasiswa di bidang teknologi kemaritiman pada umumnya. Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya.
Articles 388 Documents
Vol 12 No 1 Vol 12 No 1, Daftar Isi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.973 KB)

Abstract

Vol 12 No 1
Perhitungan Kekuatan Spi Poros pada Pengujian Model Kapal Suyadi, Suyadi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.883 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v10i1.2628

Abstract

Pasak terbuat dari baja lunak (mild steel), berfungsi sebagai pengunci yang disisipkan diantara poros dan propeller agar keduanya tersambung dengan pasti sehingga mampu meneruskan momen puntir/torsi, oleh sebab kajian teknis tentang besarnya gaya, torsi dan tegangan diperlukan dalam memprediksi kekuatan dan umur pakai pasak tersebut. Untuk mendapatkan kekuatan pasak dan umur pakai pasak tersebut dilakukan analisa pada proses uji self propulsion dimana variabel yang dipilih adalah putaran mesin yang merupakan parameter sangat berpengaruh terhadap perubahan gaya, torsi dan tegangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk proses uji self propulsion Kapal Patroli Cepat 60 meter, pada putaran mesin 2813 rpm dan 3043 rpm pasak beroperasi pada kondisi normal, sedangkan pada putaran mesin 1213 rpm pasak beroperasi pada kondisi ektrim dimana torsi yang timbul 43 Nm sehingga gaya yang dipikul oleh pasak 8601 N, menghasilkan tegangan sebesar 44.2 Ksi dan umur pakai pasak 70 hari operasional pasak atau 3.5 bulan kalender.
Analisa Pengaruh Rasio Ukuran Utama Kapal Terhadap Effisiensi Energi Terbuang Propeller Pada Kapal Single Screw Dengan Menggunakan Metode Analysis Jalur Leksono, Setyo
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.914 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i2.3077

Abstract

Tulisan ini membahahas tentang hubungan antara rasio dimensi kapal (L/B, B/T) terhadap energi yang didapatkan dari pemakaian vane-turbin di slipstream propeller. Data yang digunakan berdasar pada hasil statistic (numeris) dan pengujian model kapal. Hubungan antara data dapat dihitung dengan perhitungan kontribusi dari variabel penyebab, variable pengaruh yang ditargetkan baik secara langsung maupun tidak langsung ke variable lainnya dan ini akan diuji dengan menggunakan analisis jalur. Dengan menggunakan koefisien jalur, maka dapat dimungkinkan untuk menunjukkan variable-variabel mana yang  menjadi kontribusi utama efisiensi yang didapatkan. Analisis data dari perangkat lunak Microsoft Excell digunakan untuk pendekatan perhitungan. Hasilnya, bahwa L/B dan CT secara tidak langsung mempengaruhi effisiensi yang didapatkan oleh vane-turbin untuk memperkecil energy terbuang propeller.
Perancangan Signal Conditioning Untuk Sensor Piezoelectric Soedarto, Totok; Setyanto, Taufiq Arif
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v6i1.3320

Abstract

Perancangan rangkaian interface atau signal conditioning untuk optimasi penggunaan sensor berbasis material piezoelectric mempunyai peranan sangat penting. Karena aplikasi-aplikasi dari material piezoelectrik sangatlah luas, mulai dari hal-hal yang menyangkut mainan anak-anak sampai dengan keperluan uji laboratorium bahkan sensor-sensor militer dan interfacing terhadap rangkaian elektronik sangatlah bergantung pada aplikasinya. Dalam banyak hal, material piezoelectric dapat secara langsung dihubungkan pada rangkaian elektronik tanpa pertimbangan memerlukan interface khusus. Namun demikian, untuk hal-hal  tertentu masih dibutuhkan sebuah rangkaian interface, ada beberapa langkah yang harus dipertimbangkan dalam perancangan interface yang menyangkut topologi yang paling sesuai untuk aplikasi yang dibutuhkan. Pada makalah ini hanya dibahas tentang perancangan dan pembuatan signal conditioning untuk keperluan pengujian di lab Hidrodinamika.
Analisa Tekuk Pada Kapal FERRY RO-RO Wulandari, Amalia Ika; Nurmawati, Nurmawati; Dianiswara, Anggoronadhi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.303 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v13i1.3460

Abstract

Para perancang struktur kapal dapat menentukan jarak gading  yang optimal dengan batasan resiko tekuk pada pelat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui beban batas lateral pada masing-masing jarak gading sehingga dapat diketahui resiko tekuk yang terjadi pada pelat. Tekuk adalah suatu ragam kegagalan yang diakibatkan oleh ketidakstabilan suatu elemen struktur yang diepengaruhi oleh aksi beban. Kegagalan yang diakibatkan oleh ketidakstabilan dapat terjadi pada berbagai material. Pada saat tekuk terjadi, taraf gaya internal dapat sangat rendah. Fenomena tekuk berkaitan dengan kekakuan elemen struktur. Kekuatan tekuk pada setiap bagian struktur dapat dievalusi dengan menggunakan konsep tegangan tekuk kritis. Besarnya tegangan tekuk kritis berhubungan dengan persamaan klasik tekuk Euler dan bergantung pada apakah tekuk ini terjadi pada kondisi elastis dan tidak elastis. Penurunan beban berbanding terbalik dengan kenaikan jarak gading,semakin jauh jarak gading maka semakin kecil beban yang dibutuhkan agar pelat mengalami tekuk.
Perancangan Sistem Autopilot untuk Kontrol Kemudi Model Kapal Mengunakan Programable Automatic Controller Ni Compactrio Yuniati, Yuniati
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.601 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v9i2.2659

Abstract

Perancangan sistem autopilot pada sebuah alat/sistem kemudi mempunyai peranan sangat penting, yang nantinya akan mempengaruhi hasil akhir dan kinerja sistem kemudi yang akan dijalankan. Paper ini membahas tentang perancangan sebuah sistem kontrol/pengendali otomatis yang dapat diprogram dengan menggunakan CompactRIO NI cRIO sebagai perangkat yang menjalankan sistem Autopilot. Perancangan sistem autopilot ini divalidasi melalui simulasi uji zig-zag model kapal dan dari hasil validasi ini didapatkan bahwa sistem kontrol ini berfungsi dan mampu melakukan lintasan zig-zag sesuai yang diharapkan.
MENENTUKAN SUDUT PUNCAK MATA BOR PADA PROSES DRILLING MODEL STRUT PROPELLER Guruh, Muhammad; Suyadi, Suyadi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.088 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v7i2.3204

Abstract

Dalam menentukan sudut puncak  mata bor dituntut keseragaman sisi-sisi potong dan besarnya sudut yang dibentuk pada ujung mata bor yang sesuai  dengan sudut-sudut  mata bor.  Pembentukan mata bor, pada sudut puncak mata bor yaitu untuk mendapatkan ketajaman mata potong. Dari dasar tersebut maka, sudut-sudut mata bor  berguna untuk menentukan sudut yang sesuai dengan tujuan menghasilkan benda kerja (strut) dengan nilai tingkat kehalusan dan presisi. Jadi hasil dari pembentukan sudut puncak  mata bor,  maka sudut puncak mata bor harus simetris untuk mendapatkan lubang strut benar benar bulat
Pengembangan Alat Ukur Berbasis Loadcell Untuk Pengujian Tahanan Model Kendaraan Tempur Amphibi Setiahardja, Teddy S.
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.002 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v4i2.3531

Abstract

Pengujian tahanan kapal yang biasa dilakukan di laboratorium hidrodinamika pada umumnya menggunakan dinamometer pengukur tahanan yang sudah terintegrasi dalam sistem peralatan di kolam uji (Towing Tank). Terkait dengan pengujian tahanan model yang khusus seperti model kendaraan tempur amphibi, dilakukan perancangan dan pengembangan alat ukur tahanan model berbasis loadcelluntuk memenuhi situasi dan kondisi model tersebut. Validasi dan verifikasi alat ukur tahanan dilakukan dengan langsung melakukan pengujian terhadap model fisik kendaraan tempur amphibi yang mempunyai skala 1:3, data hasil pengukuran dibandingkan dengan data yang diperoleh dari simulasi atau perhitungan secara numerik. Adanya perbedaan data hasil pengujian model fisik sebesar 1,71% dengan data perhitungan numerik menunjukkan bahwa alat uji tahanan yang dikembangkan dapat diandalkan dan digunakan untuk pengujian-pengujian tahanan model berikutnya.Keywords : Ship Resistance testing, Measuring Resistance, loadcell, numeric Calculation.
Analisis Peningkatan Kandungan Komponen Lokal pada Pembangunan Kapal Baru di Dalam Negeri Hidayat, Taufik
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.267 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v10i2.2641

Abstract

Dalam 20 tahun terakhir industri galangan kapal berkembang sangat lambat. Hal ini dipengaruhi olehketersediaan industri komponen lokal. Rendahnya tingkat komponen dalam negeri (TKDN) menyebabkan industri galangan kapal nasional tidak berdaya saing. Daya saing tersebut dipengaruhioleh daya saing industri dan daya saing nasional, sehingga permasalahan industri galangan kapal harus dipecahkan secara komprehensif, disertai langkah-langkah strategik dan sistematis agar dapat bersaing secara berkesinambungan. Industri galangan kapal terkemuka menjadikan pengembangan industri komponen lokal sebagai pilar bagi perekonomian negaranya. Pengembangan industri komponen lokal yang terintegrasi mempunyai peran yang penting dalam pengembangan industri galangan kapal. Paper ini menganalisis TKDN komponen dan potensi peningkatannya pada pembangunan kapal baru di dalam negeri. Kategori komponen yang digunakan sesuai dengan BKI. Studi kasus dilakukan pada Kapal Tanker 17500 LDWT buatan PT. PAL tahun 2012 dan Kapal Perintis 750 DWT buatan PT. ASSI tahun 2015. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa penerapan stategi product development yang bertujuan untuk market penetration secara backward integration dapat meningkatkan potensi TKDN pada pembangunan kapal baru. Potensi TKDN yang didapat pada kasus Kapal Tanker 17500 LDWT adalah sebesar 21.98 persen, sedangkan pada kasus Kapal Perintis 750 DWT adalah sebesar 8.22 persen.
PEMBENTUKAN GEOMETRI PAHAT BUBUT PADA PROSES PERAUTAN MODEL POROS PROPELLER Suyadi, Suyadi Suyadi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.505 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v7i1.3195

Abstract

Pembuatan model poros propeller kapal  untik pengujian memerlukan  ketelitian tinggi. Proses pembuatan model tersebut menggunakan mesin bubut, penggunaan pahat bubut menuntut keseragaman geometri pada sisi-sisi pahat untuk mendapatkan ketajaman mata potong pahat . Dari dasar tersebut maka, geometri pahat bubut berguna untuk menentukan sudut yang sesuai dengan tujuan menghasilkan benda kerja ( poros propeller ) dengan nilai tingkat kekasaran atau halus.  pembentukan geometri pahat bubut, semakin besar sudut potong maka semakin halus hasil benda kerja ( poros propeller ) atau tingkat kekasaran semakin rendah

Page 7 of 39 | Total Record : 388