cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
PENETAPAN PRIORITAS LOKASI PEMANFAATAN ALAT PERINGATAN DINI LONGSOR DI JAWA BARAT Wisyanto, Wisyanto; Putra, Ahmad Pratama
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6471.125 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v11i2.3691

Abstract

Salah satu bagian penting dalam upaya penanggulangan bencana longsor adalah peningkatan kesiapsiagaan melalui pemasangan alat peringatan dini longsor. Pemerintah pusat berencana memasang beberapa alat peringatan dini untuk Wilayah Jawa Barat. Adanya keterbatasan alat yang mungkin diadakan, sedang jumlah lokasi yang perlu dipantau cukup banyak, maka diperlukan suatu langkah penentuan skala prioritas pemasangan terhadap kesemua daerah rawan yang ada. Analisis data terhadap kesemua kondisi titik-titik rawan longsor tersebut, serta dibantu dengan metoda skor dan pembobotan dari 8 parameter penting gerakan tanah, telah ditetapkan 3 titik rawan longsor yang akan dipasang alat peringatan dini longsor. Ketiga lokasi tersebut adalah Kampung Talegong dan Urug, Blok Babakan Sari dan Kampung Margahayu.
PERAN VEGETASI DALAM APLIKASI SOIL BIOENGINEERING Sittadewi, Euthalia Hanggari
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.395 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v12i2.2588

Abstract

Soil bioengineering merupakan salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kestabilan lereng dan mitigasi erosi. Dalam penerapan soil bioengineering ini vegetasi mempunyai peran yang penting terutama dalam mengurangi kecepatan aliran permukaan yang bisa menghanyutkan partikel-partikel tanah yang tidak padat. Untuk aplikasi soil bioengineering, dibutuhkan vegetasi yang memenuhi kriteria antara lain cepat tumbuh, mempunyai sistem penetrasi akar yang dalam dan kemampuan mengikat tanah yang baik dan dapat hidup pada berbagai jenis tanah. ). Untuk meningkatkan stabilitas lereng, vegetasi yang digunakan tergantung dari kondisi kelerengan. Jenis akar serabut dapat membentuk jaring - jaring alami yang berfungsi memperkuat tanah sehingga tidak mudah terbawa oleh aliran air permukaan (run off).  
AMBANG PERCEPATAN GETARAN DAN KETEGAKAN GEDUNG UNTUK PENILAIAN KERUSAKAN AKIBAT GEMPABUMI Pradono, Mulyo Harris
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5379.649 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v11i1.3682

Abstract

Untuk pemantauan perilaku getaran gedung saat terjadi gempa, maka  diperlukan pemasangan sensor percepatan dan sensor ketegakan pada gedung-gedung bertingkat. Gedung yang dipasangi sensor-sensor dan dihubungkan pada pusat pemantauan memerlukan sistem pendukung keputusan untuk menilai apakah gedung masih dalam keadaan aman atau tidak segera setelah terjadi gempabumi. Makalah ini mengkaji mengenai batas-batas percepatan getaran dan batas ketegakan yang aman bagi kekuatan gedung Pembahasan didasarkan pada spektrum desain gempabumi untuk bangunan di Jakarta. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk gedung yang dibangun setelah tahun 2012, ambang percepatan di permukaan tanah mengikuti standar dari Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2011. Selanjutnya, sebagai alternatif dapat digunakan kriteria kemiringan permanen gedung untuk menilai tingkatan kerusakan yang terjadi pada gedung pasca gempabumi seperti yang distandarkan oleh FEMA pada tahun 2000.
ANALISIS KUALITAS LAHAN DI KABUPATEN PESISIR BARAT PROVINSI LAMPUNG Utami, Dyah Nursita
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.291 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v14i2.3855

Abstract

Since 2012, Pesisir Barat district began to separate from Lampung Barat regency under UU No. 22 Tahun 2012. The new autonomous Region (DOB) which is still in the early stages of planning and utilization after the release of its parent district required a potential utilization of natural resources by considering the power of surrounding areas in order to Development progress. Proper land use planning is one of the ways of utilization of natural resources in the Pesisir Barat district through the study of land quality. The results of this land quality analysis will be known to the parameters of land quality that become excellence and limiting factors for the development of land potential in Pesisir Barat district. The parameters of land quality that will be assessed include texture of soil, soil pH, organic C, Nitrogen, potassium, phosphorus, cation-cation can be exchanged such as Ca, Mg, K, Na, cation exchange Capacity (CEC), and base saturation (KB). By knowing the boundary factor, expected improvement recommendation and land use planning in Pesisir Barat district is more appropriate to the condition and potential natural resources of the region. So as to encourage the optimization of natural resources utilization to accelerate development in the district new autonomous Region. Keywords: Land quality analysis, limiting factors, land use, optimization of natural resources AbstrakSejak tahun 2012, Kabupaten Pesisir Barat mulai memisahkan diri dari Kabupaten Lampung Barat  berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2012. Daerah otonomi baru (DOB) yang masih dalam tahapan awal perencanaan dan pendayagunaan setelah lepas dari kabupaten induknya diperlukan suatu usaha pendayagunaan potensi sumberdaya alam dengan mempertimbangkan kekuatan wilayah di sekitarnya dalam rangka mendorong kemajuan pembangunan. Perencanaan tata guna lahan yang tepat menjadi salah satu cara pendayagunaan potensi sumberdaya alam di Kabupaten Pesisir Barat melalui kajian kualitas lahan. Hasil kajian analisis kualitas lahan ini akan diketahui parameter-parameter kualitas lahan yang menjadi keunggulan dan faktor pembatas bagi pengembangan potensi lahan di Kabupaten Pesisir Barat. Parameter kualitas lahan yang akan dinilai antara lain tekstur tanah, pH tanah, C organik, Nitrogen, Kalium, Fosfor, kation-kation dapat ditukar seperti Ca, Mg, K, Na, Kapasitas Tukar Kation (KTK), dan Kejenuhan Basa (KB). Dengan mengetahui faktor pembatas, diharapkan rekomendasi perbaikan dan perencanaan tata guna lahan di Kabupaten Pesisir Barat lebih sesuai dengan kondisi dan potensi sumberdaya alam wilayahnya. Sehingga mampu mendorong optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam untuk mempercepat pembangunan di kabupaten daerah otonomi baru. Kata kunci: Analisis kualitas lahan, faktor pembatas, tata guna lahan, optimalisasi sumberdaya alam
STUDI MUKA AIR TANAH GAMBUT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN LAHAN GAMBUT DI KESATUAN HIDROLOGI GAMBUT (KHG) KAHAYAN- SEBANGAU DI KALIMANTAN TENGAH Sudiana, Nana
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.32 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v14i1.3550

Abstract

Indonesia memiliki luas lahan gambut tropis terbesar di dunia yaitu mencapai 20 juta Ha, terbagi menjadi 865 Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) yaitu ekosistem gambut yang letaknya diantara 2 sungai atau antara sungai dan laut. Permasalahan utama lahan gambut adalah terjadinya kebakaran lahan gambut yang secara rutin terjadi setiap musim kemarau. Upaya pencegahan dan pengendalian terus dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang antara lian berupa studi.  Studi ini bertujuan untuk menganalisis  potensi bahaya kebakaran lahan gambut berdasarkan tinggi muka air gambut dan kondisi tutupan lahan di Kesatuan Hidrologi Gambut Sungai Kahayan dan Sungai Sebangau di Provinsi Kalimantas Tengah. Studi dilaksanakan dengan metoda survey pengamatan lapangan dan sampling di 7 titik lokasi studi. Hasil studi berdasarkan analisis tutupan lahan diperoleh gambaran bahwa 5 dari 7 lokasi studi memiliki potensi bahaya kebakaran lahan gambut, yaitu titik SKT-02, SKT-03, SKT-04, SKT-05, dan SKT-07. Sedangkan berdasarkan analisis tinggi muka air lahan gambut lokasi yang memiliki potensi bahaya kebakaran lahan gambut sebanyak 5 dari 7 lokasi yaitu titik SKT-01, SKT-04, SKT-05, SKT-06, dan SKT-07.  Hasil studi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pihak untuk melakukan upaya pencegahan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakatan lahan gambut di lokasi studi.
KAJIAN SPASIAL RISIKO BENCANA TSUNAMI KABUPATEN SERANG, BANTEN Zahro, Qoriatu
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.614 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v12i1.3699

Abstract

Kabupaten Serang memiliki bahaya tsunami. Hingga tahun 2022, bahaya tsunami setinggi 3 meter di garis pantai mungkin terjadi di Kabupaten Serang. Bahaya baru akan menjadi risiko jika terekskalasi oleh kerentanan. Faktor ini perlu diselidiki karakter spasialnya agar pengampu kepentingan memiliki lokus mitigasi bencana tsunami. Kajian spasial bahaya tsunami dilakukan dengan oleh data DEM dan ketinggian air tsunami pada garis pantai. Pembuatan peta dilakukan dengan dengan menggunakan metode Hloss dikombinasikan dengan metode cut elevation. Kajian kerentanan sosial dilakukan dengan melibatkan 4 parameter: 1) usia ketergantungan 2) rasio kelamin 3) rasio penduduk cacat 4) rasio penduduk miskin. Wilayah risiko tsunami tersebar di sepanjang pesisir utara dan barat Kabupaten Serang. Di wilayah barat, sepanjang pantainya merupakan wilayah risiko tinggi tsunami hingga sejauh 100 meter ke dalam dari garis pantai. Di belakang zona risiko tinggi terdapat wilayah risiko sedang dan rendah dengan jarak hingga sejauh 50 meter ke dalam dari zona risiko tinggi.
KAJIAN KAPASITAS DAERAH TERHADAP BENCANA KEBAKARAN PERKOTAAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN CAKUNG, KOTA JAKARTA UTARA) Sudiana, Nana; Umbara, Raditya Panji; Zahro, Qoriatu
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.543 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v13i1.2910

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang pesat mendorong perkembangan kawasan perkotaan dan kepadatan permukiman di Provinsi DKI Jakarta. Perkembangan tersebut secara tidak langsung menjadi penyebab terjadinya bencana kebakaran.  Bencana kebakaran di wilayah DKI Jakarta terjadi setiap tahun khususnya pada musim kemarau dan telah menyebabkan kerugian harta benda dan korban jiwa. Salah satu upaya pengurangan risiko bencana kebakaran di Provinsi DKI Jakarta adalah menyediakan informasi tentang tingkat kapasitas daerah terhadap bahaya kebakaran perkotaan.      Paramater yang digunakan untuk menentukan tingkat kapasitas daerah terhadap bahaya perkotaan dalam makalah ini adalah 1). Jumlah dan Sebaran Hydrant, 2). Keterjangkauan Sumber Air, 3). Keterjangkauan Sarana Sektor dan Pos Damkar, 4). Keterjangkauan Armada Pemadam Kebakaran. Hasil analisis spasial kapasitas dari seluruh aspek menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Cakung memiliki tingkat kapasitas sebagai berikut : kapasitas rendah tersebar di 24 RW pada 7 kelurahan, kapasitas sedang tersebar di 52 RW pada 7 kelurahan, dan kapasitas tinggi tersebar di 14 RW pada 5 kelurahan.
METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DALAM MENENTUKAN PEMBOBOTAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KERENTANAN GEDUNG DI DKI JAKARTA TERHADAP ANCAMAN GEMPA Umbara, Raditya Panji
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6470.953 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v11i2.3687

Abstract

Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta berada pada zona ancaman gempa sedang, akan tetapi ada kemungkinan terjadi gempa skala besar. Gempa dapat memberikan ancaman terhadap gedung-gedung di DKI Jakarta. Di dalam tulisan ini akan dihitung nilai bobot dari faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan gedung di DKI Jakarta terhadap ancaman gempa menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria-kriteria yang dihitung dalam pembobotaan menggunakan AHP yaitu bentuk gedung, fungsi gedung, tahun desain, dan jumlah lantai. Dari hasil penghitungan pembobotan dapat digunakan untuk pembuatan peta kerentanan gedung di DKI Jakarta terhadap ancaman gempa.
TINGKAT EMISI GAS RUMAH KACA DI KABUPATEN INDRAMAYU Yuliana, Diyah Krisna
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.845 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v12i2.2098

Abstract

Istilah Gas Rumah Kaca mengemuka seiring dengan isu pemanasan global dan perubahan iklim yang dampaknya telah dirasakan di berbagai wilayah di Indonesia. Pemanasan global dan perubahan iklim adalah sebuah fenomena meningkatnya konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Pemerintah Indonesia menargetkan dapat menurunkan kelima sektor potensial yang memicu terjadinya GRK. Kelima sektor potensial tersebut yaitu sektor Kehutanan dan lahan gambut, sektor Pertanian, Sektor energi dan transportasi, sektor industri dan sektor limbah. Kabupaten Indramayu telah melakukan Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan melaporkannya melalui Laporan berjudul ?Inventarisasi Gas Rumah Kaca Kabupaten Indramayu Tahun 2012?. Namun, Kabupaten Indramayu belum dapat melakukan penghitungan emisi GRK sesuai standar yang ditetapkan sehingga tidak diperoleh hasil yang menunjukkan nilai besarnya emisi GRK dalam laporan tersebut. Berdasarkan hasil kalkulasi, tingkat emisi Gas Rumah Kaca di Kabupaten Indramayu cenderung tinggi dilihat dari jumlah emisi yang dihasilkan dari sektor industri dan transportasi serta terjadinya pengurangan simpanan cadangan carbon yang cukup besar pada sektor kehutanan. Dampak perubahan iklim di Kabupaten Indramayu sangat mempengaruhi kehidupan masyarakatnya, terutama pada sektor pertanian dan perikanan.
CARBON EMISSION ESTIMATION DUE TO LAND COVER CHANGE IN THE TROPICAL FOREST LANDSCAPE IN JAMBI PROVINCE Melati, Dian Nuraini
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.979 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v14i1.3561

Abstract

Land use land cover change and forestry play an important role in the global environmental change. Anthropogenic activities in changing the land have caused earth surface change. This change has a role to increase the change of global greenhouse gases in the atmosphere which also causes the increase greenhouse gases emission. Land cover change and forestry are sectors which cause high carbon emission. Therefore, a study in land cover change and estimation of carbon emission becomes important. This study took place in Jambi Province where deforestation has been in a high pace. In 2009 and 2011, the dominant area is dryland agriculture mixed with bush followed by secondary forest, i.e. 25% and 18.6%, respectively (in 2009); and 37.1% and 18.9%, respectively (in 2011). For the secondary forest, the gain was caused by the conversion of dryland agriculture mixed with bush and shrub into secondary forest. The loss of secondary forest is the highest among other forest cover at around 87,765 Ha due to the conversion into bare land and dryland agriculture mixed with bush. Due to land cover change in Jambi Province, the estimation of nett emission in the period of 2009-2011 is 4.8 Mt CO2-eq/year.

Page 9 of 19 | Total Record : 187