Articles
187 Documents
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KABUPATEN PELALAWAN, RIAU
Hernaningsih, Taty
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5379.66 KB)
|
DOI: 10.29122/jstmb.v11i1.3681
Musim kemarau yang berkepanjangan di tahun 2015 ini berimplikasi pada bencana kekeringan di sejumlah wilayah di Indonesia. Kekeringan itu juga melanda propinsi Riau dan kondisi daerahnya dari tahun ke tahun semakin parah karena kemarau panjang. Musim kemarau di bulan Juli 2015, sebanyak 17 kecamatan yang tersebar di enam kabupaten dan kota di tengah Pulau Sumatera itu tidak mengalami hujan selama lebih dari 30 hari. Keadaan ini menyebabkan bencana kekeringan danberdampak terhadap krisis air di lokasi tersebut serta daerah sekitarnya seperti di kabupaten Pelalawan. Penelitian dilakukan terhadap bencana kekeringan yang terjadi dan mitigasi yang dilakukan untuk mengatasi bencana tersebut yang dapat diterapkan di kabupaten Pelalawan, Riau. Bencana kekeringan yang termasuk klasifikasi kekeringan sosio-ekonomi telah terjadi di kabupaten Pelalawan berupa kekurangan sumber air, kekeringan sumber air sungai dan kekeringan di lahan gambut. Mitigasi untuk mengatasi bencana kekeringan dapat dilakukan dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Mitigasi jangka pendek di kawasan Teknopolitan Pelalawan yaitu dengan pembuatan sumur air tanah dalam dengan kedalaman sampai 110 meter. Sedangkan mitigasi jangka panjang di kabupaten tersebut dengan pembangunan sekat kanal. Rekayasa teknologi yang lebih tinggi hingga saat ini belum ada yang bisa diterapkan untuk skala nasional.
LAND SUBSIDENCE STUDY IN KENDAL DISTRICT, CENTER JAVA
Riyandari, Ritha
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1154.594 KB)
|
DOI: 10.29122/jstmb.v14i2.3841
The need for information about disaster prone areas in Indonesia began to be felt very urgently since the natural disasters that occurred in many places in Indonesia. One of the information needed is information related to the area of land subsidence disaster. Kendal Regency is one of the areas located along the north coast of Java which is generally composed of alluvium deposits that have not been maximally consolidated, so they have high soil compressibility. These conditions indicate that compaction of the land naturally is still ongoing, so that if there is excessive overloading it will lead to a process of land subsidence regionally. By knowing the value of land subsidence and the areas that experience it, it is expected to be able to support regional planning, planning and development of basic infrastructure / facilities, housing / settlement planning as well as regional economic development in efforts to mitigate land subsidence.
PROTOTIPE PENGUKUR CUACA MENGGUNAKAN ARDUINO
Fitriani, Riski
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1567.394 KB)
|
DOI: 10.29122/jstmb.v14i1.3507
Informasi tentang cuaca sangat dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama masalah kebencanaan. Informasi ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam yang ditimbulkan oleh faktor cuaca. Sedangkan kondisi cuaca tiap daerah berbeda-beda. Oleh karena itu penelitian ini membuat prototipe pengukur cuaca yang dapat memberikan informasi cuaca secara real time, murah, simple dan efisien. Prototipe yang dibuat menggunakan Arduino mega, dengan beberapa sensor pembaca cuaca seperti: sensor curah hujan, sensor suhu dan kelembapan udara, sensor arah angin, sensor kecepatan angin dan sensor tekanan absolut. Data sensor tersebut dikirim ke data center menggunakan komunikasi Radio Frequency (RF) yaitu Xbee Pro S3B 900 MHz, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya dalam proses pengiriman data.
KONSEP DESAIN PENGURANGAN RISIKO BENCANA LONGSOR BERBASIS KOMUNITAS
Akhirianto, Novian Andri
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (663.047 KB)
|
DOI: 10.29122/jstmb.v12i1.3698
Bencana longsor merupakan bencana yang paling mematikan di Indonesia, hal tersebut dibuktikan berdasarkan data kejadian bencana di Indonesia selama tahun 2016. Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas merupakan sebuah pendekatan yang mendorong komunitas akar rumput dalam mengelola risiko bencana di tingkat lokal. Pengembangan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana dan Kampung Siaga Bencana merupakan bentuk upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat, dimana di dalamnya terdapat upaya untuk mengurangi ancaman bencana dan kerentanan masyarakat dan meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan, yang direncanakan dan dilaksanakan oleh masyarakat sebagai pelaku utama. Konsep desain pengurangan risiko bencana longsor berbasis komunitas diperlukan sebagai pedoman dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, dengan melakukan berbagai kajian yang menggunakan metode partisipasi masyarakat. Pengurangan risiko bencana longsor berbasis komunitas akan berjalan efektif jika dilakukan dengan konsep desain yang jelas dan ada partisipasi yang baik dari masyarakat dan stakeholder terkait.
ANALISIS BENCANA KEKERINGAN DI WILAYAH KABUPATEN SERANG
Soewandita, Hasmana
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (916.867 KB)
|
DOI: 10.29122/jstmb.v13i1.3037
Kekeringan merupakan bencana yang hampir sering terjadi di daerah tropis karena adanya perubahan musim dari musim penghujan ke musim kemarau. Ketidakseimbangan waktu antara dua musim ini bisa menyebabkan bencana banjir dan sebaliknya bencana kekeringa. Begitu juga apa yang terjadi di wilayah Kabupaten Serang kecenderungan kejadian bencana kekeringan ini juga bisa terjadi baik dikawasan budidaya maupun dikawasan permukiman dimana air dimanfaatkan untuk keperluan sehari hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji analisis bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Serang. Hasil kajian menunjukkan potensi kekeringan dari tingkat rendah hingga tingkat kelas tinggi. Kekeringan kelas tinggi dimungkinkan kerena ketersediaan dan keterbatasan air pada rentang waktu yang relative lama. Hasil analisis juga menunjukkan tingkat kelas sedang mencapai luasan 179.650 Ha yang potensi sebarannya di hampir setiap kecamatan. Sedangkan tingkat kekeringan kelas tinggi terjadi pada area seluas 1.311 Ha dan terjadi di wilayah Kecamatan Pontang, Tanara, Waringin Kurung, Mancak, Padarincang, Kramatwatu, Ciomas, Cinangka, Bojonegara, Tirtayasa dan Anyar Kekeringan ini terjadi dibeberapa wilayah di area persawahan untuk keperluan irigasi pertanian maupun kawasan permukiman karena keterbatasan air bersih. Akibat kekeringan ini di area persawahan menyebabkan produktivitas tanah jadi rendah. Lahan sawah yang seharusnya bisa dua kali bahkan tiga kali tanam, ternyata dengan adanya bencana kekeringan ini hanya bisa satu kali atau paling banyak dua kali tanam dan setalah itu dalam kondisi bera.
BENCANA BANJIR BANDANG DI GARUT 20 SEPTEMBER 2016
G. Tejakusuma, Iwan
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6467.579 KB)
|
DOI: 10.29122/jstmb.v11i2.3686
Bencana banjir bandang terjadi di Garut pada 20 September 2016. Bencana ini merupakan bencana terbesar dalam sejarah kota ini dan menimbulkan korban jiwa sebanyak 33 orang tewas, 20 orang hilang tersapu aliran banjir bandang dan lebih dari 6300 orang mengungsi serta sekitar 2000 rumah mengalami kerusakan. Curah hujan yang sangat tinggi hingga mencapai di atas 150 mm atau tergolong ekstrim terjadi di hulu dan tengah Daerah Aliran Sungai Cimanuk. Perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi perkebunan menyebabkan run off menjadi semakin besar dan menyumbang faktor yang signifikan dalam terjadinya banjir bandang. Morfologi sungai berkelok pada setelah morfologi perbukitan dan pegunungan serta perkembangan permukiman di tepi sungai memberikan efek tingginya risiko bencana di Garut. Kombinasi curah hujan yang tinggi, perubahan penggunaan lahan dan morfologi sungai yang disertai dengan perkembangan permukiman di tepi sungai yang tidak ditata dengan baik menjadi faktor dominan untuk terjadinya bencana banjir bandang di Garut.
ESTIMASI VOLUME AIR HUJAN PADA SAAT KEJADIAN BANJIR DI CIREBON TIMUR 15 – 16 FEBRUARI 2017
Mulyana, M.Sc, Ir. Erwin
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (917.576 KB)
|
DOI: 10.29122/jstmb.v12i2.2134
AbstrakTelah terjadi banjir besar di wilayah Kabupaten Cirebon bagian Timur pada tanggal 15 dan 16 Februari 2017. Sebanyak 7 Kecamatan telah terendam air akibat luapan sungai yang mengalir ke wilayah tersebut. Berdasarkan data hujan GSMaP jam-jaman dengan resolusi 0.1o x 0.1o, hujan mulai terjadi pada jam 14 WIB dan berlangsung tanpa henti dengan durasi hujan mencapai 10 jam. Intensitas puncak kejadian hujan terjadi pada jam 18-19 WIB dengan intensitas mencapai 26.119 mm/jam. Total hujan yang turun selama 10 jam mencapai 102.16 mm. Estimasi akumulasi volumen air hujan dari jam 14 (15 Februari) hingga dini hari (16 Februari) di daerah hulu DAS Cisanggarung mencapai 49.5 juta m3, daerah hulu DAS Ciberes-Bengkaderes mencapai 13.8 juta m3, dan di dearah hilir yang merupakan daerah genangan banjir mencapai 20.2 juta m3. Secara keseluruhan estimasi volume air hujan yang jatuh di semua DAS yang mengalir ke daerah banjir adalah 139.5 juta m3.
EARTHQUAKE HAZARD ASSESSMENT IN CENTER OF JAKARTA BASED ON SEISMICITY DATA, DEM, SLOPE, FAULT, AND GIS
Putra, Ahmad Pratama
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1434.583 KB)
|
DOI: 10.29122/jstmb.v14i1.3559
The newest finding in 2016 about Baribis thrust, if it is pulled straight from Cibatu to Tangerang, it is roughly found that this fault passes through several sub-districts in Jakarta. Meanwhile, Center of Jakarta as the capital city, many governmental, economic, and business activities are conducted in this area. And also Geographic Information System (GIS) techniques are commonly used for monitoring and damage assessment for many natural and geological hazards. The present study, GIS techniques have been used to generate various thematic layers to assess earthquake hazard with a suitable numerical ranking scheme, mesh processing, and spatial data integration. The results also show that the proposed model provides reasonable earthquake potential index (EPI) from elevation, slope, magnitude, active fault, and epicentre parameters compared to the peak ground acceleration (PGA) in Center of Jakarta. The result of the EPI map explained just a little area in Center of Jakarta has very high EPI. Very high EPI area mostly in southeastern part in the study area, exactly in Menteng sub-district. And also illustrated, spatially in the more northward area indicate the smaller of the EPI in the study area. EPI resulted from the calculation of surface parameter have the same indication or same trend with PGA.
MITIGATION MODEL DEVELOPMENT AND DROUGHT EFFECT ANTICIPATION AT TRENGGALEK REGENCY
Waspodo, Roh Santoso Budi;
Dewi, Vita Ayu Kusuma;
Pratama, Galih Bhekti Sula
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (605.726 KB)
|
DOI: 10.29122/jstmb.v14i2.3724
The farm is an important sector that affects economic growth. El-Nino and La-Nina climate anomalies have an impact on the farm such as drought. Actions to overcome the limiting factors on marginal land need to be done through technologies application on soil conservation and water management, balanced soil nutrient management and a better understanding of climate anomalies. Therefore, mitigation models development and anticipation of the effects of drought need to be carried out to provide an alternative technology. The research stages was biophysical conditions analysis, hydrological and geological data analysis, and formulation of drought mitigation technology. Based on the research, there is a drought potential that needs to be anticipated. Technology that could be applied are water reservoirs, dykes, infiltration canals, rorak, slot mulch, and reservoir. Soil and water conservation technology can increase groundwater. Method that have a significant impact is making embankments with mulch, which can increase the soil water content up to 56%. Keywords: Drought, Farm, Groundwater, Trenggalek
KAJIAN AWAL KESIAPAN GEDUNG BERTINGKAT DI JAKARTA TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI
ZAHRO, QORIATU
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (469.08 KB)
|
DOI: 10.29122/jstmb.v13i2.3359
Pada tahun 2017, Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana (PTRRB) mengembangkan metode kajian terhadap kapasitas tindak suatu gedung bertingkat terhadap ancaman gempabumi. Kapasitas tindak adalah kapasitas suatu gedung ditinjau dari dua segi: fasilitas dan soft skill. Metode ini selanjutnya diaplikasikan pada 16 gedung dari 377 gedung bertingkat di DKI Jakarta. Ke-16 gedung ini dipilih berdasarkan overlay kelas ancaman bencana gempabumi (PGA) terhadap kelas kerentanan. Hasil yang diharapkan adalah tingkat kesiapan gedung dan rekomendasi untuk meningkatkan kesiapannya.