Articles
425 Documents
PENGARUH PSYCHOLOGICAL OWNERSHIP DAN LEARNING ORIENTATION TERHADAP INNOVATIVE WORK BEHAVIOR PADA KARYAWAN PERUSAHAAN OTOMOTIF
Municha A. Limbunan;
Jimmy Ellya Kurniawan
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.5057
Persaingan yang ketat, ditambah dengan berlangsungnya pandemi COVID-19, menyebabkan perusahaan otomotif di Indonesia mengalami resesi ekonomi. Dalam upaya memperbaiki resesi ekonomi, diperlukan perilaku kerja yang inovatif dari karyawan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological ownership dan learning orientation terhadap innovative work behavior pada karyawan perusahaan otomotif di Indonesia. Responden dalam penelitian ini berjumlah 121 karyawan dari perusahaan otomotif, berdasarkan teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah uji analisis regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara psychological ownership dan learning orientation terhadap innovative work behavior, dengan sumbangan efektif sebesar 23,9%. Berdasarkan uji regresi berganda (metode stepwise) ditemukan bahwa psychological ownership berpengaruh signifikan terhadap innovative work behavior sebesar 23%, sedangkan learning orientation tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap innovative work behavior. Hasil tambahan dari uji korelasi matrix menunjukkan dimensi self-efficacy dari psychological ownership memiliki korelasi paling kuat dengan innovative work behavior.
PHYSICAL TOUCH DAN WORDS OF AFFIRMATION SEBAGAI BAHASA CINTA ORANG TUA TERHADAP ANAK
Hema Dayita Pohan;
Erik Saut H Hutahaean;
Yuarini Wahyu Pertiwi;
Tiara Anggita Perdini
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.4375
Keluarga adalah tempat anak-anak tumbuh serta berkembang, selain itu wadah bagi anak untuk pertama kali mempelajari sosial budayanya. Orang tua memiliki kewajiban untuk memberikan pengasuhan terbaik melalui aspek cinta dan kasih sayang. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan Bahasa cinta orang tua kepada anaknya. Subjek penelitian dilibatkan sebanyak 103 individu dengan kriteria telah menjadi orang tua (baik istri maupun suami) dan telah memiliki anak. Data subjek penelitian dikumpulkan melalui pengisian kuesioner yang disebarkan secara online. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil mengungkapkan bahwa orang tua lebih sering menggunakan bahasa cinta physical touch dan words of affirmation kepada anaknya. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor general seperti status pekerjaan, jumlah anak, dan usia pernikahan. Hasil tersebut masih terbatas kepada persepsi individu secara tunggal.
PENGALAMAN LULUSAN BARU MENCARI KERJA DI MASA PANDEMI COVID-19
Ardhiafara Sidikka Utama;
Dian Wahyu Hastari;
Diana Puspita Damayanti;
Maria Annuntiata Tiara Ayu Kusuma;
Marisa Shinta Triyanti
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.3423
Kerugian ekonomi yang dirasakan banyak perusahaan sebagai dampak pandemi COVID-19 mengakibatkan semakin meningkatnya pemutusan hubungan kerja dan sedikitnya lowongan pekerjaan yang dibuka. Hal ini menyebabkan tingkat pengangguran semakin bertambah karena jumlah pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja, salah satunya adalah lulusan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses yang dilalui oleh lulusan baru dalam mencari kerja di masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif fenomenologi dengan teknik analisis data Analisis Interpretasi Fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 2 orang lulusan baru yang mencari kerja di masa pandemi COVID-19. Subjek dipilih menggunakan metode pengambilan sampel dengan beberapa kriteria tertentu. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pengalaman mencari kerja yang dialami subjek meliputi proses pencarian kerja, mulai dari proses awal mencari kerja setelah subjek menyelesaikan studi, proses mengalami penolakan, hingga akhirnya mendapat pekerjaan. Dari proses pencarian pekerjaan berdampak pada dinamika psikologis lulusan baru, seperti pada persepsi bahwa proses mencari kerja di masa pandemi cenderung semakin sulit, kemudian berdampak pada tingkat kepercayaan diri yang cenderung rendah sehingga menyebabkan kecemasan dan munculnya distorsi kognitif, hingga akhirnya berdampak pada penarikan diri dari lingkungan sosialnya.
ANALISIS DAN SELEKSI ITEM SKALA PERSONALITY
Indah Mulyani;
Adi Sulaiman
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.5164
Kesehatan mental merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan kesejahteraan karyawan di dalam suatu organisasi. Salah satu alat ukur yang digunakan untuk menyaring permasalahan kesehatan mental adalah Personality Assessment Screener (PAS). Belum adanya pengembangan PAS sendiri di Indonesia dan masih terbatasnya penggunaan PAS di kalangan tenaga kerja secara umum menjadi salah satu alasan pentingnya melakukan analisis dan seleksi item PAS. Responden dalam penelitian ini berjumlah 708 yang didominasi oleh karyawan dan mahasiswa. Hasil analisis dan seleksi item menunjukkan bahwa konstruk PAS memiliki perubahan dari skala aslinya, namun secara keseluruhan skala PAS memiliki nilai validitas, daya beda, dan reliabilitas yang baik.
EFIKASI DIRI MATEMATIKA DAN SIKAP TERHADAP MATEMATIKA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Jessica Paramitha;
Clara R. P. Ajisuksmo
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.4240
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur secara empiris hubungan efikasi diri matematika dan sikap terhadap matematika. Di samping itu, penelitian ini juga ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan efikasi diri matematika dan sikap terhadap matematika berdasarkan jenis kelamin. Sebanyak 342 siswa kelas 8 SMP turut berpartisipasi (137 siswa, 205 siswi) dengan rentang usia 12-15 tahun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan merupakan studi korelasional dan komparatif. Terdapat hubungan antara efikasi diri matematika dan sikap terhadap matematika. Selain itu, terjadi perbedaan pada efikasi diri matematika, namun tidak ada perbedaan pada sikap terhadap matematika berdasarkan jenis kelamin.
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DAN KOMITMEN AFEKTIF: STUDI META-ANALISIS
Dita Fitri Rachmawati
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.3816
Studi meta-analisis ini bertujuan untuk mengetahui nilai korelasi sebenarnya dari hubungan antara komitmen afektif dan organizational citizenshipbehaviour dengan cara melakukan analisa 2 artefak. Dari hasil analisa yang dilakukan pada 24 studi dalam 15 artikel yang dipublikasi berkisar antara tahun 1993-2018 dengan sampel berjumlah 6604 diketahui bahwa komitmen afektif dan organizational citizenship behavior memiliki hubungan positif dengan nilai korelasi sebenarnya sebesar 0.437. Hal ini menandakan bahwa perasaan karyawan terhadap tempatnya bekerja akan menentukan kerelaan karyawan untuk berkontribusi lebih dari pada yang diharapkan. Dari hasil analisa juga diketahui bahwa dampak kesalahan pengambilan sampel sebesar 9.35% sedangkan dampak varians reliabilitas sebesar 2.73% kerelaan karyawan untuk melakukan sesuatu lebih dari tanggung jawab pekerjaannya ketika karyawan merasa terikat secara emosional dengan perusahaan tempatnya bekerja.
EFIKASI DIRI, KETERLIBATAN KERJA, DAN PERILAKU KERJA INOVATIF PADA GURU SMK
Nabila Handrini Putri;
Quroyzhin K. Rini
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.3919
Pandemi COVID-19 menciptakan perubahan besar, salah satunya dalam ranah pendidikan. Meskipun sistem pendidikan mengalami perubahan, peranan guru yang inovatif sangat dibutuhkan, terutama bagi jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), di mana para lulusannya akan bersaing menempati posisi di organisasi yang semakin mengutamakan kemampuan berinovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris mengenai pengaruh antara efikasi diri dan keterlibatan kerja terhadap perilaku kerja inovatif pada guru SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan sebanyak 180 orang guru SMK terlibat sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri dan keterlibatan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif pada guru SMK. Selain itu, efikasi diri ditemukan tidak berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif, sedangkan keterlibatan kerja ditemukan berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif pada guru SMK. Melalui penelitian ini, efikasi diri dan keterlibatan kerja secara bersama-sama menyumbang pengaruh sebesar 13.7% terhadap perilaku kerja inovatif, serta keterlibatan kerja menyumbang pengaruh sebesar 31.6% terhadap perilaku kerja inovatif pada guru SMK.
EFIKASI DIRI AKADEMIK, DUKUNGAN SOSIAL, DAN RESILIENSI AKADEMIK MAHASISWA PERANTAU PADA PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19
Gabriela Gasing Allo Linggi;
Ferdinand Hindiarto;
Maria Yang Roswita
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.5049
Perkembangan pendidikan di masa pandemi COVID-19 menyebabkan peralihan pembelajaran tatap muka menjadi daring dalam waktu singkat tanpa persiapan yang matang. Keadaan ini menuntut mahasiswa agar tetap resilien demi mewujudkan pembelajaran daring yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi akademik mahasiswa perantau dengan efikasi diri akademik dan dukungan sosial pada pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Partisipan yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 151 mahasiswa perantau di Salatiga, dengan menggunakan teknik snowball sampling. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri akademik dan dukungan sosial secara signifikan berpengaruh terhadap resiliensi akademik mahasiswa perantau sebesar 52%. Temuan riset ini juga memperlihatkan variabel efikasi diri akademik memiliki pengaruh yang lebih kuat (40,2%) dibandingkan dengan dukungan sosial (11.8%).
PENINGKATAN SUBJECTIVE WELL-BEING MELALUI PENGUATAN KEBERSYUKURAN SISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL
Nureyzwan Sabani;
Daliman Daliman
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.3948
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penguatan kebersyukuran melalui intervensi menulis surat syukur terhadap peningkatan subjective well being siswa dalam interaksi sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa SD, masing-masing adalah 10 siswa untuk kelompok eksperimen dan 10 siswa untuk kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan menulis surat syukur. Pengumpulan data menggunakan skala Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan Positive Affect and Negative Affect Scale (PANAS) untuk mengukur subjective well-being, sementara Gratitude, Resentment Appréciation Test-Short Form (GRAT-Short Form) digunakan untuk mengukur kebersyukuran siswa. Teknik analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan penguatan kebersyukuran melalui intervensi menulis surat syukur memberikan bukti dapat meningkatkan subjective well-being siswa khususnya dalam dua komponen utama subjective well-being (kepuasan hidup dan afek positif). Siswa yang mendapatkan intervensi menulis surat syukur menunjukkan perbedaan yang signifikan pada tingkat subjective well-being daripada siswa yang tidak menulis surat syukur.
HUBUNGAN QUARTER-LIFE CRISIS DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA INDIVIDU DEWASA MUDA
Tsana Afrani Suyono;
Asteria Devy Kumalasari;
Efi Fitriana
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.4646
Masa dewasa muda ditandai dengan adanya tugas perkembangan untuk mulai mengambil peran dan tanggung jawab sebagai individu yang produktif dalam bidang pekerjaan dan karir, relasi, dan finansial. Pada masa ini, individu dewasa muda mengalami berbagai tantangan dan kesulitan yang dapat memunculkan emosi negatif yang nyata dan sering disebut sebagai quarter-life crisis. Di sisi lain, produktivitas individu juga dipengaruhi oleh tingkat well-being individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara quarter-life crisis dan subjective well-being pada individu dewasa muda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi yang melibatkan 126 responden mahasiswa dalam rentang usia 20-23 tahun yang terpilih menggunakan teknik sampel acak klaster. Pengambilan data dilakukan secara daring menggunakan Google form. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur Quarter-Life Crisis, Satisfaction with Life Scale (SWLS), dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil analisa data menunjukkan bahwa quarter-life crisis berkorelasi negatif dengan kepuasan hidup dan afek positif, namun berkorelasi positif terhadap afek negatif. Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara quarter-life crisis dan subjective well-being.