cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
PENGARUH ASPEK SOSIAL BUDAYA TERHADAP SIKAP PELECEHAN SEKSUAL Dian Jayantari Putri K Hedo; Santy Irene Putri; Philipus Prihantiko Kurniagung
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.4331

Abstract

Pelecehan seksual semakin marak terjadi baik di ruang tertutup ataupun terbuka. Pelecehan tersebut dapat dialami baik oleh perempuan ataupun laki-laki. Pelecehan seksual menimbulkan konsekuensi negatif salah satunya masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan, serta post traumatic syndrome disorder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aspek sosial budaya terhadap sikap pelecehan seksual. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 300 responden yang dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online menggunakan google form. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, pendidikan, dan budaya berpengaruh signifikan terhadap sikap pelecehan seksual, sedangkan pekerjaan tidak berpengaruh terhadap sikap pelecehan seksual.
SELF-COMPASSION PADA PSIKOLOG YANG MEMBERIKAN LAYANAN PSIKOLOGI KEPADA PASIEN COVID-19: STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT DARURAT COVID-19 WISMA ATLET JAKARTA Purnomo Sigit Sudaliyo; Zainal Abidin
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.4336

Abstract

Pada penanganan terpadu pasien positif COVID-19 khususnya di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, pemerintah mengerahkan tenaga kesehatan meliputi dokter dan perawat kesehatan baik sipil maupun militer serta psikolog dari TNI dan Ikatan Psikolog Klinis (IPK). Selain menghadapi kondisi yang dapat mengancam kesehatan pribadi, para tenaga kesehatan juga dapat mengalami kecemasan, stres, depresi dan compassion fatigue. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pentingnya self-compassion pada para psikolog sebagai tenaga kesehatan mental yang menjadi relawan dalam satuan tugas penanganan COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. Partisipan dalam penelitian ini adalah empat orang perwira psikolog dari Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat. Wawancara semi terstruktur digunakan pada teknik pengambilan data serta metode yang digunakan dalam analisis data adalah menggunakan analisis tematik, dari tiga tema berdasarkan teori self-compassion yaitu self-kindness vs self- judgment and self-critism, common humanity vs isolation common humanity dan mindfulness vs Overidentification mindfulness. Hasil penelitian menunjukan partisipan memiliki self-compassion yang baik sehingga dapat mudah beradaptasi dengan keadaan, menerima keberadaan dirinya dalam tugas dan memberikan kasih sayang terhadap para pasien sebagai klien. Melalui self-compassion para relawan dapat memberikan pelayanan psikologis bagi pasien dengan lebih efektif. Memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien atau klien merupakan tugas sebagai seorang profesional kesehatan metal dalam mendukung kesejahteraan mereka.
CARA MENGATASI INFERIORITAS PADA ATLIT BERPRESTASI PEREMPUAN PENDERITA SKELIOSIS Hendro Prabowo; Alia Rizki Fauziah; Nabiel Y. Mahendra
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.5140

Abstract

Skoliosis menurut National Institute of Arthitis and Musculoskeletal and Skin Disease (NIAMS) USA merupakan kelainan muskuloskeletal yang digambarkan dengan bengkoknya tulang belakang ke arah samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana gambaran mengenai inferioritas pada perempuan penderita skoliosis, (2) faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab inferioritas pada perempuan penderita skoliosis, serta (3) bagaimana gambaran striving for superiority pada perempuan penderita skoliosis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbentuk studi kasus pada seorang atlit berprestasi perempuan penderita skoliosis dengan jenis “S” dengan derajat kemiringan 19 derajat. Hasil dalam penelitian ini  pada gambaran inferioritas meliputi (1) penyakit masa kecil, (2) merasa dibedakan dan kesal, (3) ketakutan terhadap ayahnya, (4) suka menyendiri, (5) merasa psikologisnya tidak sehat dan didiagnosis PTSD, (6) menyerah akan kondisi keluarga, (7) skoliosis, (8) merasa sedih, serta (9) khawatir dengan postur tubuh dan ragu akan kondisinya. Kemudian pada faktor penyebab inferioritas meliputi (1) kekerasan dari ayah, (2) dihukum, dan (3) dibedakan. Selanjutnya, gambaran striving for superiority meliputi (1) les dan bimbel, (2) mengikuti lomba, (3) mendapatkan penghargaan, (4) beladiri, dan (5) termotivasi dari Usain Bolt.
CYBERBULLYING DAN KONSEP DIRI PADA KORBAN REMAJA PENGGUNA JEJARING SOSIAL USIA 14-19 TAHUN DI INDONESIA Kusumadya Rizka Paramita; Mira Aliza Rachmawati
Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i1.5273

Abstract

Remaja seharusnya memiliki konsep diri yang positif karena merupakan tugas penting perkembangan yang harus dimilikinya. Namun, pada realitanya remaja saat ini termasuk ke dalam pengguna aktif jejaring sosial yang rentan untuk menerima perilaku cyberbullying dari relasinya, sehingga hal ini juga dikhawatirkan dapat mempengaruhi konsep dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cyberbullying pada platform jejaring sosial dan konsep diri pada korban cyberbullying remaja usia 14-19 tahun. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah adanya hubungan yang negatif antara cyberbullying dan konsep diri pada korban remaja usia 14-19 tahun. Responden penelitian ini adalah remaja dengan usia 14-19 tahun yang bertempat tinggal di Pulau Jawa dan sekitarnya, terdiri dari 432 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok korban cyberbullying dan bukan korban cyberbullying. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = -0,135 dan nilai p = 0,047. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara cyberbullying pada platfom jejaring sosial dan konsep diri korban cyberbullying remaja usia 14-19 tahun, yaitu semakin tinggi tingkat cyberbullying maka semakin rendah tingkat konsep diri dan sebaliknya, rendahnya tingkat cyberbullying, diikuti dengan tingginya tingkat konsep diri.
PERAN ADIKSI INSTAGRAM FEED DAN ADIKSI INSTAGRAM STORY TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF MAHASISWA Rifa Khoirul Muqtafa; Whisnu Yudiana; Lucia Voni Pebriani
Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i1.4965

Abstract

Instagram adalah salah satu media sosial yang populer di kalangan mahasiswa saat ini. Penggunaan Instagram yang berlebihan dapat memunculkan perilaku adiksi. Adiksi Instagram memiliki dampak negatif terhadap kesejahteraan subjektif mahasiswa. Adiksi Instagram terdiri dari adiksi Instagram Feed dan adiksi Instagram Story. Belum banyak penelitian spesifik mengenai adiksi Instagram Feed dan adiksi Instagram Story serta hubungannya dengan kesejahteraan subjektif mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara adiksi Instagram Feed dan adiksi Instagram Story dengan kesejahteraan subjektif pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan metode korelasional. Populasi yang diambil adalah mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran tingkat dua hingga tingkat empat dan menggunakan teknik pengambilan sampel acak berstrata dengan jumlah responden 82 orang. Alat ukur yang digunakan adalah adiksi Instagram Feed Scale, Instagram Story Addiction Scale, Satisfaction with Life Scale, dan Scale of Positive and Negative Experience. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara adiksi Instagram Feed dengan kesejahteraan subjektif pada mahasiswa yang memiliki kecenderungan adiksi Instagram Feed.
PARENTAL CAREER-RELATED BEHAVIORS DAN KEMATANGAN KARIR REMAJA Nurhida Rahmalia Wibowo
Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i1.4656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parental career-related behaviors (mendukung, menganggu dan kurang terlibat) terhadap kematangan karir pada remaja. Subjek penelitian adalah siswa kelas 12 SMK Muhammadiyah Salatiga jurusan tehnik instalasi listrik dan permesinan yang berjumlah 63 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan modifikasi career maturity inventory form C dan parental career-related behaviors. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap orang tua merupakan prediktor kematangan karir remaja. Hasil uji parsial menunjukkan adanya hubungan yang positif antara parental career-related behaviors yang mendukung dengan kematangan karir dan adanya hubungan yang negatif antara parental career-related behaviors yang menganggu, kurang terlibat dengan kematangan karir.
APAKAH TIPE KEPRIBADIAN TERKAIT DENGAN NIAT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PADA DOSEN YANG MELAKUKAN PENGAJARAN DARING? Marcia Martha
Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i1.5383

Abstract

Teknologi menjadi sangat penting saat ini, tidak terkecuali bidang pendidikan. Permasalahan yang muncul adalah, tidak semua teknologi mudah untuk digunakan, teknologi yang dipersepsikan sulit, membuat pengguna tidak memiliki niat menggunakannya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan melihat pengaruh kepribadian terhadap niat dosen untuk menggunakan teknologi dalam kegiatan mengajar secara daring. Penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu skala niat menggunakan teknologi dan big five personality inventories. Peneliti menetapkan sejumlah karakteristik pada sampel penelitian ini, di antaranya dosen tetap suatu universitas di Jakarta, memberikan pengajaran secara synchronous dan asynchronous sejumlah 98 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasilnya menunjukan bahwa dari lima dimensi kepribadian yang dikemukakan McRae dan Costa tidak semuanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat menggunakan teknologi. Dimensi kepribadian conscientiousness, extravesion, openness to experience dan agreeableness ditemukan memiliki pengaruh tidak langsung terhadap niat menggunakan teknologi, berbeda hasilnya ditemukan pada dimensi neuroticism.
JOB EMBEDDEDNESS DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN BANK Fira Fudhla; Eka Dian Aprilia; Mirza Mirza; Santi Julita
Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i1.4358

Abstract

Organizational citizenship behavior (OCB) merupakan hal yang sangat penting dalam organisasi, khususnya bagi organisasi perbankan. OCB dapat muncul pada karyawan yang memiliki keinginan untuk terus bertahan dan menjadi bagian dari organisasi. Job embeddedness merupakan variabel yang menjelaskan keinginan karyawan untuk terus bertahan dalam suatu organisasi karena dipengaruhi oleh faktor-faktor penting, yaitu faktor organisasi dan faktor komunitas. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan job embeddedness dengan OCB pada karyawan bank. Sebanyak 100 orang karyawan tetap sebuah bank menjadi sampel dalam penelitian ini dan diambil dengan menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan skala job embeddedness yang disusun oleh peneliti mengacu kepada teori Mitchell, Holtom, Lee, dan Erez (2001) dan Organizational Citizenship Behavior Scale yang disusun oleh Smith, Organ, dan Near (1983). Analisis data dilakukan dengan menggunakan pearson correlation. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara job embeddedness dengan OCB pada karyawan bank. Hasil ini mengindikasikan, bahwa semakin tinggi job embeddedness dengan semakin tinggi pula OCB pada karyawan bank. 
Front Matter Jurnal Psikologi Vol. 15 No.1, Juni 2022 Editorial Jurnal Psikologi
Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EDITORIAL: ADAPTASI DAN BERTUMBUH MELEWATI MASA SULIT Wahyu Rahardjo
Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i1.6435

Abstract

Pada Jurnal Psikologi Edisi Juni 2022 ini, terdapat 15 naskah dari berbagai latar belakang tema tulisan dan juga asal penulis. Secara umum, terdapat dua perspektif besar dalam edisi Juni 2022 ini, yaitu naskah-naskah yang menggambarkan semangat positif dalam upaya melewati masa-masa sulit, termasuk tema-tema positif dalam berbagai latar psikologi sosial, cyberpsychology, psikologi pendidikan, dan juga psikologi industri dan organisasi. Sementara itu, sebagian kecil naskah mengusung tema yang berbeda dengan memotret beberapa permasalahan riil dalam masyarakat terutama di setting sosial, cyber, dan industri. Tidak bisa dipungkiri bahwa setelah dua setengah tahun pandemi COVID-19 berjalan ada banyak perubahan dalam berbagai sendi kehidupan, termasuk tema dan topik riset-riset di ilmu sosial seperti psikologi (Ward dkk., 2022). Namun jika diperhatikan, belakangan ini tema-tema pandemi tidak sebanyak ketika pandemi masih belum lama terjadi. Para peneliti telah mampu beranjak ke depan dan melihat permasalahan dan berbagai fenomena secara lebih global, termasuk dalam tema-tema riset yang dilakukan.