Abstract Standard precautions are the fundamental principles of infection prevention and control that must be applied by healthcare workers, including medical interns during clinical practice. Although included in the medical curriculum, compliance levels remain varied. This study aimed to analyze factors influencing medical interns’ adherence to standard precautions. An observational analytic study with a quantitative cross-sectional design was conducted on 102 medical interns in a teaching hospital. The dependent variable was compliance with standard precautions, while the independent variables included individual factors (knowledge, attitude, risk perception), organizational factors (safety climate, availability of PPE and facilities, infection prevention and control training during clerkship), and occupational factors (workload, implementation barriers). Data were collected through questionnaires and observations, then analyzed using logistic regression. The results revealed significant associations between compliance and knowledge (p=0.007), attitude (p=0.043), safety climate (p=0.010), availability of PPE and facilities (p=0.008), as well as infection prevention and control training during clerkship (p=0.018), while risk perception, workload, and barriers showed no significant effect (p>0.05). Knowledge emerged as the most dominant factor with Exp(B)=17.590. In conclusion, knowledge is the key determinant of medical interns’ compliance with standard precautions. Therefore, continuous education, structured training, and organizational support are essential to strengthen the culture of safety and improve adherence to infection prevention and control. Keywords: Standard precautions, clinical clerks, medical students, teaching hospital, individual factors, organizational factors, occupational factor, compliance. Abstract Standard precautions merupakan prinsip dasar pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) yang wajib diterapkan oleh tenaga kesehatan, termasuk dokter muda selama praktik klinik. Meskipun telah tercakup dalam kurikulum pendidikan kedokteran, tingkat kepatuhan penerapannya masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan dokter muda terhadap standard precautions. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif cross-sectional, melibatkan 102 dokter muda di rumah sakit pendidikan. Variabel dependen adalah kepatuhan terhadap standard precautions, sedangkan variabel independen mencakup faktor individu (pengetahuan, sikap, persepsi risiko), faktor organisasi (iklim keselamatan, ketersediaan APD dan fasilitas, pelatihan PPI saat clerkship), serta faktor pekerjaan (beban kerja, hambatan penerapan). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kepatuhan dengan pengetahuan (p=0,007), sikap (p=0,043), iklim keselamatan (p=0,010), ketersediaan APD dan fasilitas (p=0,008), serta pelatihan PPI saat clerkship (p=0,018), sedangkan persepsi risiko, beban kerja, dan hambatan tidak berpengaruh signifikan (p>0,05). Pengetahuan terbukti sebagai faktor dominan dengan Exp(B)=17,590. Disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan penentu utama kepatuhan dokter muda dalam menerapkan standard precautions. Oleh karena itu, edukasi berkesinambungan, pelatihan PPI terstruktur, dan dukungan organisasi diperlukan untuk memperkuat budaya keselamatan serta meningkatkan kepatuhan terhadap pencegahan dan pengendalian infeksi. Kata Kunci: Standard precautions, dokter muda, coass, profesi, rumah sakit pendidikan, faktor individu, faktor pekerjaan, faktor organisasi, kepatuhan.