cover
Contact Name
faisal
Contact Email
jkesislam@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkesislam@unisma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
ISSN : 2303022X     EISSN : 26158345     DOI : -
Jurnal Riset Kedokteran Islam berisi informasi tentang hasil kegiatan penelitian, pemikiran konseptual dan kajian bidang ilmu kedokteran dan kedokteran. Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang. Jurnal ini diterbitkan dengan frekuensi 2 kali setahun, yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Kejadian Miopia Pada Anak Usia Sekolah (4-17 Tahun) Di Poli Mata Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya Nadia Nisaussholihah; R.A. Hani Faradis; Andi Roesbiantoro; David Sajid Muhammad; Hotimah Masdan Salim
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v9i2.8872

Abstract

Pendahuluan: Kelainan refraksi merupakan gangguan penglihatan terbanyak diseluruh dunia, diantara kelainan refraksi tersebut yang paling sering dijumpai adalah miopia. Miopia dapat disebabkan oleh faktor genetik maupun faktor lingkungan, salah satunya dengan melakukan aktivitas melihat dekat seperti menggunakan gadget. Penggunaan gadget dimasa sekarang ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia menggunakan media digital sebagai pilihan utama saluran komunikasi yang mereka gunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis adanya pengaruh penggunaan gadget meliputi posisi, jarak, lama penggunaan, dan pencahayaan ruang terhadap kejadian miopia pada anak usia sekolah (4-17 tahun). Metode Pelaksanaan: Penelitian yang dilakukan bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien anak usia sekolah (4-17 tahun) di Poli Mata Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya yang bersedia dilakukan penelitian dengan jumlah sampel 31 orang. Sampel diambil secara purposive sampling dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan rekam medis responden. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik ordinal. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar menggunakan posisi duduk (61,3 %), menggunakan jarak ≥30 cm (54,8 %), dengan durasi selama ≥2 jam (54,8 %), dan menggunakan pencahayaan ruang yang redup (51,6 %). Sebagian besar responden memiliki visus miopia ringan (54,8 %). Berdasarkan analisis uji regresi logistik ordinal ada pengaruh jarak saat menggunakan gadget terhadap kejadian miopia (p=0,049). Tidak terdapat pengaruh posisi tubuh, lama penggunaan, dan pencahanyaan ruang saat menggunakan gadget terhadap kejadian miopia yang signifikan secara statistik (p=0,339; p=0,239; p=0,301). Kesimpulan: Hanya variabel jarak yang memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap kejadian miopia, sedangan untuk variabel posisi tubuh, lama penggunaan, dan pencahayaan ruang tidak memiliki pengaruh yang signifikan.
Analisis Faktor Kepatuhan Obat ARV Saat Pandemi Covid-19 di Yayasan Cakap Peduli AIDS Turen Tri Nurhudi Sasono
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v10i1.10968

Abstract

HIV / AIDS is a disease caused by the Human Immunodeficiency Virus which lowers immunity by infecting and damaging the human immune system. Adherence to taking medication can increase the expectation and quality of life of PLWHA. The health condition of PLWHA is influenced by adherence to taking medication. The purpose of this study was to analyze the factors that influence medication adherence to people living with HIV / AIDS (PLWHA). The design of this research is analytic observational with aapproach cross sectional. The sample usedtechnique purposive sampling at NGO CAKAP AIDS Turen as many as 60 respondents. Retrieval of data using-based questionnaires. The statistical test is using multiple linear regression analysis. The results show that there is an influence of knowledge with a p-value of 0.017 <0.05 with a coefficient of 0.309, there is no influence on motivation with a p-value of 0.109> 0.05 with a coefficient of 0.107 and there is the effect of access to health services with a p-value of 0.012 <0.05 with a coefficient of 0.406. Based on these statistical results, it can be concluded that the factors that influence medication adherence are knowledge and access to health services.
Efek Saffron (Crocus Sativus) Terhadap TNF-Α Pada Model Artritis Reumatoid Karina Dwiyanti; Hotimah Masdan Salim
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v9i1.8867

Abstract

Artritis Reumatoid (AR) merupakan penyakit autoimun yang mempengaruhi sendi yang dapat menyebabkan kerusakan sendi yang progresif dan deformitas. Pada penyakit peradangan kronis ini terdapat banyak sitokin inflamasi yang salah satunya adalah TNF-α yang merupakan sitokin utama yang berlimpah dalam sinovium yang sedang meradang. Saffron dikenal karena sifat antioksidannya yang kuat dan sifat anti peradangan. Kemampuan pengambilan radikal pada saffron berhubungan dengan kemampuannya sebagai anti inflamasi yang dapat memblokir produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum peran saffron (Crocus sativus) dan konstituennya terhadap TNF-α pada model artritis reumatoid. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan database PubMed Central dengan hasil screening didapatkan empat jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Pada hasil analisis telaah jurnal pada penelitian ini didapatkan bahwa literatur ilmiah mengkonfirmasi peran saffron (Crocus sativus) dalam menurunkan kadar TNF-α pada model artritis reumatoid.
Potensi Toleransi Oral Glukosa Ekstrak Biji Kedelai (Glycine Max), Rimpang Jahe (Zingiber Officinale) Dan Kombinasinya Pada Tikus Model Diabetes yudi purnomo
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v7i2.8923

Abstract

 Diabetes Mellitus (DM) adalah sindrom metabolik yang ditandai peningkatan kadar glukosa darah kronik dan berkontribusi terhadap beberapa resiko komplikasi. Biji Kedelai(G.max) danrimpang Jahe (Z.officinale) digunakan sebagai terapi alternative DM tapi potensi untuk mengendalikan peningkatan kadar glukosa darah khususnya dalam bentuk kombinasinya belum pernah dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek anti-hiperglikemik biji kedelai, rimpang jahe dan kombinasinya Penelitian ini menggunakan tikus Sprague dawley (SD) jantan berusia 4 minggu berat badan 200 g dibagi menjadi 2 kelompok kontrol dan 3 kelompok uji (n=5 ekor). Tikus DM diinduksi dengan diet tinggi lemak-fruktosa (DTLF) dan streptozotocin 25 mg/kg BB (i.p)multiple dose. Setelah dinyatakan DM diberikan per oral ekstrak biji kedelai 5000 mg/kg BB,rimpang jahe500 mg/kg BB dan kombinasinya 5000 : 500 mg/kgBB   selama 4 minggu. Sampel darah dari vena ekor diambil pada menit ke 0, 30, 60 dan 120 setelah pemberian glucose oral kemudian kadar glukosa darah diukur dengan glucometer. Area Under Curve (AUC) integrasi dihitung dengan metode trapezoidal. Data dianalisa menggunakan one way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD (p<0.05).Pemberian ekstrak biji kedelai, rimpang jahe dan kombinasinya menurunkan AUC glukosa berturut-turut 30 %, 35 %dan 35 % dibandingkan kelompok diabetik (p<0.05). Sedangkan pada kelompok diabetik terjadi peningkatan kadar AUC 1.5 kali dibandingkan kelompok normal (p<0.05). Ekstrak rimpang jahe tunggal dan kombinasinya dengan biji kedelai lebih kuat menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan dengan ekstrak biji kedelai tunggal pasca stimulasi glukosa. 
Lepasnya Sel Endotel Dan Vascular Endothelial Cadherin (Ve-Cadherin) Pada Huvecs Dengan Glukosa Tinggi Dan Fluid Shear Stress Yoyon Arif Martino; Erna Sulistyowati
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v8i2.8890

Abstract

Sel endotel melapisi lumen pembuluh darah sehingga menyebabkan paparan langsung aliran darah dan timbul gaya hemodinamik shear stress. Vascular Endothelial (VE) Cadherin merupakan salah satu struktur penghubung antar sel yang berperan mencegah terlepasnya sel endotel dari membran dasar. Paparan glukosa tinggi menyebabkan stress oksidatif sehingga sel endotel mengalami apoptosis dan nekrosis dan terlepas. Penelitian ini bertujuan mempelajari efek paparan glukosa tinggi dan fluid shear stress terhadap morfologi, struktur VE-Cadherin dan densitas sel endotel pada kultur sel endotel HUVECs (Human Vein Endothelial Cells Culture).Metode Penelitian eksperimental laboratorium dengan  metode HUVECs yang dipapar d-glukosa 22 mM selama 7 hari. Shear stress dibangkitkan dengan alat cone and plate 10 dyne/cm2 selama 5, 8, 12 dan 15 menit. Pulasan VE-Cadherin dengan imunohistokimia. Data dianalisis dengan metode statistik. Signifikan pada p<0,05.Hasil Shear stress selama 15 menit menyebabkan perubahan bentuk sel endotel  menjadi lebih panjang dan inti sel lebih pipih. Paparan glukosa tinggi dan fluid shear stress menyebabkan penurunan skor VE-Cadherin dan densitas sel endotel secara signifikan Penurunan skor VE-Cadherin berpengaruh langsung terhadap penurunan densitas sel endotel.Kesimpulan. Paparan glukosa tinggi dan fluid shear stress menyebabkan kerusakan struktur VE-Cadherin sehingga terjadi peningkatan apoptosis dan nekrosis sel endotel.
Analisis Faktor Regulasi Belajar Mandiri Terkait Efikasi Diri, Kesadaran Pengetahuan Metakognitif, Dan Pengalaman Pembelajaran Sebelumnya Terhadap Prestasi Akademik Dina Rahmi; Amelia Pramono; Marindra Firmansyah
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v9i1.8865

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa kedokteran memiliki permasalahan berupa sulitnya mendapatkan prestasi akademik yang baik sehingga dapat memperpanjang masa studi. Prestasi akademik  dipengaruhi oleh faktor internal salah satunya regulasi belajar mandiri dan eksternal yang dapat dipicu oleh adanya asesmen. Faktor yang membentuk regulasi belajar mandiri diantaranya adalah efikasi diri, kesadaran pengetahuan metakognitif dan pengalaman pembelajaran sebelumnya dan faktor lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor regulasi belajar mandiri terkait efikasi diri, kesadaran pengetahuan metakognitif dan pengalaman pembelajaran sebelumnya terhadap regulasi belajar mandiri dan pengaruhnya terhadap prestasi akademik.Metode: Penelitian ini merupakan observasi deskriptif analitik secara kuantitatif. Pengumpulan data primer menggunakan motivated strategies of learnings questionnaire kepada 175 responden. Data sekunder berupa nilai ujian mingguan dan ujian akhir blok responden dan dianalisis  menggunakan Partial Least Square. Penelitian ini dilakukan pada masa pandemi COVID-19.Hasil: Efikasi diri, kesadaran pengetahuan metakognitif dan pengalaman pembelajaran sebelumnya terhadap regulasi belajar R-square=67.4%. Kesadaran pengetahuan metakognitif dan pengalaman pembelajaran sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap regulasi belajar mandiri (T=4.122, p=0.000; T=6.855, p=0.000) sedangkan efikasi diri tidak signifikan (T=1.896, p=0.029). Regulasi belajar mandiri tidak signifikan terhadap prestasi akademik nilai R square 0.7% (T=0.991, p= 0.161). Nilai goodness of fit = 0.436 yang berarti model fit.Kesimpulan: Kesadaran pengetahuan metakognitif dan pengalaman pembelajaran sebelumnya berpengaruh positif secara signifikan membentuk regulasi belajar mandiri. Efikasi diri tidak signifikan membentuk regulasi belajar mandiri. Regulasi belajar mandiri berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap prestasi akademik
Perbedaan Tingkat Pengetahuan Dan Pola Perilaku Pencegahan Hiperkolesterolemia Setelah Penyuluhan Pola Makan Pada Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Di Malang Risna Bekty Karyani; Rizki Anisa; Erna Sulistyowati
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v8i2.8874

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung koroner menjadi 1/3 penyebab kematian di dunia pada 2001 dan diperkirakan akan terus meningkat. Penyakit jantung koroner disebabkan aterosklerosis, aterosklerosis dapat dipicu oleh hiperkolesterolemia. Salah satu faktor yang menyebabkan hiperkolesterolemia adalah pola makan yang buruk. Pola makan yang buruk muncul karena pegetahuan yang kurang tentang pola makan seimbang untuk menjaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang hiperkolesterolemia dan penceghannya dengan mengatur pola makan.Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental one group pre test post test. Responden adalah laki-laki dan perempuan berusia ≥40 tahun yang berkerja sebagai pendidik dan tenaga kependidikan perguruan tinggi di Malang. Data didapatkan dari menjawab soal pre test dan kuesioner diawal peneltian. Peneliti memberikan penyuluhan kesehatan, lalu responden menjawab soal post test dan kuesioner akhir. Analisa data dilakukan dengan uji Wilcoxon, hasil signifikan apabila p<0,05.Hasil: Hasil analisa statistik terhadap nilai pre test dan post test menunjukkan adanya perbedaan bermakna dengan nilai p<0,05. Uji analisis statistik kuesioner diawal-akhir menunjukkan adanya perubahan pola perilaku makan diet tinggi lemak menjadi pola perilaku makan seimbang yang signifikan dari keseluruhan responden dengan nilai p<0,05.Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan meningkatkan mengetahuan tentang hiperkolesterol dan pola perilaku makan diet tinggi lemak dan merubah pola perilaku makan
Bioavailabilitas Mineral Ca (in vitro) pada Jagung (Zea mays L), dengan Penambahan Asam Sitrat dan Fitase Bacilus subtilis HG Yulia Ratri Kurniawati
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v10i1.10975

Abstract

Abstract. Background & Aims: Mineral Ca is the most abundant mineral in the human body. Lack of mineral Ca in the human body in the long term will result in loss and calcification. Corn is food ingredient that contains vegetable calcium, it is widely consumed by Indonesians. The purpose of the research to obtain information on the bioavailability of the mineral Ca (in vitro) in corn (Zea mays L) with the addition of citric acid and phytase’s Basillus subtilis HG isolate.Methods: The research consists of two steps. The first step is to determine the best treatment in reducing phytate acid in corn with variations of the submersion duration and the citric acid concentrate, with the variation of phytase enzyme concentrations. The second step is to determine the bioavailability of mineral Ca through in vitro proses. The data analysis used two way anova and one away anova.Results: The results of the research: 1) the best treatment to reduce phytate acid in found in the immersion of corn with 9% citric acid for 12 hours in the amount of 32.45%, whereas in the variation of the concentration of phytase enzyme 250µL/50mL in the amount 50.09%. 2) The highest bioavailability of mineral Ca through in vitro is in amount of 56.880% with 9% citric acid for 12 hours and with the increment of phytase enzyme 250µL/50mL.Conclusion: The increase in bioavailability of mineral Ca in corn (Zea mays L) was influenced by the addition of citric acid concentration, submersion duration, and the concentration of phytase enzyme. Research on mineral bioavailability can be further developed by examining other foodstuffs containing phytate acid, and carried out by more sophisticated methods and analyzed, and the methods that have been done can be used to study the degradation of phytate to other bivalent minerals.
The Effect of Lemon Peel (Citrus limon) Aromatherapy Inhalation as Antidepressant on Rats using Diffuser Method Indra Setiawan; Iwan Sis Indrawanto; Abi Noerwahjono; Abdi Malik Rahardjo
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v10i2.13824

Abstract

Abstract. Background Depression is a mood disorder that affects a person’s quality of life. This condition is influenced by the levels of monoamine compounds such as serotonin, norepinephrine, and dopamine in the brain. The decrease in monoamine levels leads to depressive symptoms. Lemon peel essential oil has an antidepressant potential, that contains phytochemicals, d-Limonene, which increase monoamine levels in the brain. Aromatherapy diffuser inhalation method is one kind of treatment route in depression. The mechanism of action is by breaking down the smaller essential oil particles so they penetrate quicker to the brain. Objective: To determine the effect of lemon peel (Citrus limon) aromatherapy inhalation diffuser method on immobility time of white rats (Rattus norvegicus Wistar strain) on the tail suspension test. Method: True Experimental with Post Test Only Control Group Design. Fifteen white male rats Wistar strain were divided into 5 groups. The positive control group was given stressors and saline induction intraperitoneally. In addition to stressors, the treatment group was also given lemon peel aromatherapy inhalation at a dose of 1%, 2.5%, and 5%. Measurement of immobility time was carried out by hanging the rats' tails through the tail suspension test method and the time of animals stopped moving for at least 1 second was calculated using a timer. Data were analyzed using the ANOVA test, Post Hoc test, Pearson correlation test, and Linear Regression test. Results and Discussion: ANOVA test showed a significant difference between groups (p = 0.017). The post Hoc test showed a significant difference (p <0.05) between the positive control and the P3 group (5%). The linear regression test obtained Adjusted R2 = 0.598 (inhalation of lemon peel aromatherapy gives an effect of 59.8%). The decrease of immobility time was due to the reduction of depression that was caused by the increase of monoamine level induced by d-limonene in lemon peel essential oil. Conclusion: The inhalation of lemon peel (Citrus limon) aromatherapy with diffuser method has the antidepressant effect that reduces the immobility time of depressed white rats (Rattus norvegicus Wistar strain).
Hubungan Pengetahuan tentang Penggunaan OAD pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes Oral di Puskesmas Singosari Malang Niken Faramida Sari; Ika Ratna Hidayati; Rizka Novia Atmadani
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v10i2.13825

Abstract

Abstract. Background: Diabetes Mellitus is a chronic disease characterized by high blood sugar levels in the body and can be caused by the pancreas not being able to produce enough insulin or because the cells in the body cannot respond to the insulin that has been produced. Management includes diet, physical activity, and administration of insulin injections and oral antidiabetic drugs (OAD). The objective of this study is to determine the relationship between knowledge of Type 2 Diabetes Mellitus patients and adherence to oral antidiabetic drug use at Singosari Public Health Center, Malang Regency. Research Methods: This research is analytic observational with a cross-sectional approach. Conducted in July 2021 at the Singosari Public Health Center, Malang Regency, by distributing questionnaires to 66 Type 2 Diabetes patients who met the inclusion criteria. The analysis was carried out with the SPSS application using descriptive and analytic methods. The results of the validity and reliability tests have met the requirements Result and Discussion:. Patients who have good knowledge of 74.2%, 18.2% good knowledge, and 7.6% poor knowledge. Patients with good knowledge were found to have 73% adherence to the use of OAD. Based on the results of the correlation test with Chi-Square, obtained a significant value of p = 0.000. Conclusion iit can be stated that there is a relationship between the knowledge of type 2 DM patients and adherence to the use of OAD at the Singosari Public Health Center, Malang Regency.

Page 5 of 12 | Total Record : 113