cover
Contact Name
Brilliant Asmit
Contact Email
brilliant.asmit@lecturer.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnallppmur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : 26563568     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security is an open-access series of conference proceedings. The series is published periodically by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau twice a year. This open-access proceeding platform publishes the articles in the discipline of agriculture.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Faktor Produksi Usahatani Kelapa Dalam (Cocos nucifera Linn) pada Lahan Gambut di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir Khairizal Khairizal; Sisca Vaulin; Hajry Arief Wahyudy
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.951 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a19

Abstract

Pada Kecamatan Kempas, kelapa tumbuh pada lahan gambut. Keadaan lahan tentunya akan menentukan jumlah produksi dan pendapatan yang akan diterima petani. Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) sarana produksi, biaya, pendapatan dan efisiensi petani kelapa dalam pada lahan gambut di Kecamatan Kempas; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kelapa dalam pada lahan gambut di Kecamatan Kempas. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penelitian dilakukan pada bulan april 2018–mei 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) produksi kelapa 4.008 butir/panen; sarana produksi yang digunakan oleh petani yaitu NPK, terusi, garam, herbisida; total biaya Rp 3.796.030; pendapatan bersih Rp 1.237.698 dan RCR 1,34. (2) Fungsi produksi Cocos nucifera kelapa dalam terhadap tenaga kerja dan terusi merupakan faktor yang tidak mempengaruhi produksi kelapa pada lahan gambut. Sedangkan luas lahan dan jumlah tanaman produktif mampu mempengaruhi produksi kelapa pada lahan gambut. Nilai koefisien determinasi 95%.
Uji Potensi Cendawan Endofit Beauveria bassiana terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Bibit Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Magdalena Saragih; Trizelia Trizelia; Nurbailis Nurbailis; Yusniwati Yusniwati
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.111 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a20

Abstract

Peranan cendawan endofit dalam bidang pertanian banyak mendapat perhatian karena selain dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama maupun penyakit tanaman, juga mempunyai kemampuan dalam memacu perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Salah satu cendawan endofit yang diuji dalam penelitian ini adalah Beauveria bassiana berasal dari isolat tanaman gandum, tanaman kopi, tanaman kakao dan cendawan Beauveria bassiana dari serangga walang sangit (Leptocorisa acuta). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kolonisasi cendawan endofit Beauveria bassiana dari isolat gandum, kakao, kopi dan serangga walang sangit terhadap benih dan bibit cabai, untuk mendapatkan waktu yang terbaik dalam memacu perkecambahan dan pertumbuhan bibit cabai melalui metode perendaman benih dengan suspensi Beauveria bassiana selama 2, 6 dan 10 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua isolat Beauveria bassiana mampu mengkolonisasi benih maupun bibit tanaman cabai dan Bb dari isolat gandum merupakan isolat yang terbaik memacu perkecambahan dan pertumbuhan bibit cabai dengan perendaman benih selama 6 jam.
Peranan Pemuka Pendapat dalam Pengendalian Kebakaran Lahan di Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Yulia Andriani; Roza Yulida; Rosnita Rosnita
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.389 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a21

Abstract

Kebakaran lahan merupakan bencana tahunan yang dialami Indonesia. Telah banyak upaya swadaya maupun pemerintah untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Upaya pendekatan baru yang dilakukan pemerintah dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan mengedepankan sinergi antar lembaga dan masyarakat tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi pemuka pendapat yang ada untuk mengendalikan kebakaran lahan di Desa Tanjung Peranap, (2) menganalisis peranan pemuka pendapat dalam pengendalian kebakaran lahan di Desa Tanjung Peranap. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan wawancara mendalam. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam pengendalian kebakaran lahan, pemuka pendapat yang berpartisipasi adalah kepala desa, sekretaris desa, ketua badan permusyawaratan desa, penyuluh pertanian lapangan, pemuka adat dan ketua pemuda. Dalam pelaksanaan program tersebut pemuka pendapat sangat berperan. Peranan pemuka pendapat di Desa Tanjung Peranap mulai dari menginisiasi rembuk desa untuk pembentukan MPA, bersinergi dengan pemerintah untuk mensosialisasikan program penanggulangan kebakaran lahan, mengajak masyarakat berpartisipasi aktif untuk mendukung program pemerintah dan bersama melakukan pengolahan lahan tanpa bakar
Sikap Petani terhadap Bantuan Benih Padi Unggul di Desa Sukaping Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi Resmiati Resmiati; Mashadi Mashadi; Haris Susanto
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.446 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a22

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik petani, sikap petani terhadap benih padi unggul, mengukur hubungan karateristik petani dengan sikap petani terhadap bantuan pemerintah dan untuk mengetahui kepuasann petani padi di Desa Sukaping Kecamatan Pangean. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif, skala likert, metode analisis Importance and Performance Analysis dan Consumers Satisfaction Index atau Indeks Kepuasan Konsumen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sikap Petani Terhadap bantuan benih padi unggul dari pemerintah berada pada kategori cukup puas dengan jumlah ketegori 2.161 - 3.024 dengan 31 jiwa dari 36 responden yaitu 86,11%. Dimana karakteristik petani terhadap umur, pendidikan, jumlah tanggungan dan lama berusahatani tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap petani. Sedangkan tingkat kepentingan atribut dan kepuasan petani terhadap atribut produk termasuk dalam rentan skala kategori puas dengan nilai skala 0,66%.
Analisis Tingkat Kemampuan Literasi Media Petani Perkebunan di Provinsi Riau Roza Yulida; Rosnita Rosnita; Eri Sayamar; Yulia Andriani
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.747 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a23

Abstract

Provinsi Riau memiliki potensi besar pada sektor perkebunan. Dua komoditi yang menjadi andalan adalah kelapa sawit dan keret, dengan pelaku utama dan paling banyak adalah petani swadaya. Salah satu kemampuan petani yang diperlukan saat ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah kemampuan literasi media. Literasi media merupakan kemampuan petani memanfaatkan teknologi informasi untuk mencari atau mengakses melalui internet, memahami, memanfaatkan informasi dalam usahatani dan mengkomunikasikan informasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat literasi petani pekebun di Provinisi Riau. Penelitian dilakukan di empat kabupaten di Provinisi Riau, dengan jumlah petani responden 240 orang petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi petani berada pada level basic (skor 2,61), yang dikaji dari tiga aspek yaitu (1) aspek technical skill dengan skor 1,64 pada kategori basic; (2) Aspek critical understanding dengan skor 1,66 masuk pada kategori medium; dan (3) Aspek communication abilities pada kategori basic dengan skor 1,54. Hal ini menggambarkan bahwa masih rendahnya kemampuan petani baik petani kelapa sawit maupun karet dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti handphone (HP) atau smartphone yang mereka miliki untuk kebutuhan usahataninya. Peran penyuluh sangat diperlukan untuk meningkatkan litersi media petani pekebun, sehingga petani dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam mengembangkan usahataninya.
Pembangunan Ekonomi Wilayah Perbatasan Antar-Negara di Provinsi Riau Djaimi Bakce; Almasdi Syahza; Brilliant Asmit
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.999 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a24

Abstract

Bagian dari Provinsi Riau terletak di Jalur Perdagangan Internasional Selat Malaka yang berdekatan dengan negara tetangga Malaysia, namun lokasi strategis tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan model dan strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah perbatasan antara negara-negara di Provinsi Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi pembangunan ekonomi daerah saat ini di daerah perbatasan antara negara-negara di Provinsi Riau. Data sekunder yang dikumpulkan dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis isi digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi strategis tidak membuat lokasi prioritas pembangunan daerah perbatasan antar negara menjadi lebih maju dari daratan Riau. Kepadatan penduduk di kabupaten/ kota di daerah perbatasan relatif lebih rendah dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Riau. Sementara rasio jumlah penduduk produktif dan tidak produktif ideal dan dapat bonus demografi sebagai modal dasar pembangunan. Kabupaten/ kota yang terletak di daerah perbatasan antar negara pada wilayah pesisir dan laut dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Dalam rangka untuk membuat daerah-daerah perbatasan antara negara-negara di sejumlah kabupaten / kota di Provinsi Riau sebagai beranda depan perlu mempercepat pembangunan dan penataan sarana dan prasarana maritim. Pendekatan pembangunan daerah perbatasan yang berfokus pada pertahanan dan keamanan harus bergeser ke pendekatan pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia. Selain itu, pemanfaatan potensi sumber daya alam perlu dilakukan dengan pendekatan hulu-hilir, khususnya pengembangan industri pengolahan yang dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Marginal Kering untuk Budidaya Padi Gogo di Riau Idwar Idwar; Anthony Hamzah; Besri Nasrul
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.306 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a25

Abstract

Ketersediaan lahan untuk usaha pertanian merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan swasembada, ketahanan, mandirian, dan kedaulatan pangan nasional. Lahan marginal kering berpotensi mendukung peningkatan produksi padi nasional. Keberadaannya menjadi solusi optimalisasi lahan kering sebagai pengganti lahan sawah yang terkonversi. Upaya menggalakkan budidaya padi gogo berpeluang besar dalam peningkatan produksi padi di Riau karena telah dibudidayakan masyarakat secara turun temurun. Budidaya padi gogo di Provinsi Riau umumnya diusahakan pada lahan marginal kering (Inceptisol, Ultisol), yang kendala utamanya adalah ketersedian air yang terbatas, kesuburan tanah rendah (terutama P terikat kuat oleh aluminium sehingga tidak tersedia), dan bahan organik rendah. Berbagai penelitian yang andal pada beberapa kondisi ketersedian air, penggunaan varietas ungggul dan dengan menerapkan teknologi tepat guna berupa pemberian bahan amelioran telah dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan marginal kering dan meningkatkan produktifitasnya. Selanjutnya untuk keberlangsungan budidaya padi gogo di lahan marginal kering tergantung pada konsistennya pemerintah pusat maupun daerah dalam menerapkan UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
Analisis Pemasaran Agroindustri Kerupuk Ubi Kayu di Desa Pulau Aro Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Jamalludin Jamalludin; Chezy WM Vermila; Andi Alatas
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.959 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a26

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis jumlah produksi, harga jual pengusaha kerupuk ubi kayu, dan pemasaran dari aspek saluran pemasaran. Pengambilan sampel untuk pengusaha agroindustri kerupuk ubi kayau diambil secara Proposif sebanyak 30. Sedangnkan pedagang pengumpul, yang diambil masih aktif melakukan kegiatan pemasaran kerupuk ubi kayu selama 6 tahun terakhir. Hasil penelitian jumlah produksi pengusaha kerupuk ubi kayu berkisar 145/Kg/bulan. Dengan pendapatan rata-rata per bulan sebesar Rp. 3.195.133,- dengan harga Rp.20.000,- sampai Rp.22.000,- Saluran pemasaran I kerupuk ubi kayu dipasarkan lasung dirumah, konsumen yang langsung datang kerumah membeli kerupuk ubi kayu dalam bentuk mentah. Saluran Pemasaran II kerupuk ubi kayu dalam bentuk mentah di pasarkan langsung dari rumah maupun ke tempat pasar-pasar tradisional yang terdekat ke pedagang pengumpul yang ada di pasar. Dalam memasarkan kerupuk ubi kayu, pengusaha hanya mengeluarkan biaya transportasi dari rumah kepasar sebesar Rp. 2000,- adapun jarak rumah dengan pasar berkisar 3 km dan ada juga kerupuk ubi kayu dijemput langsung oleh pedagang pengumpul ke rumah, pedagang pengumpul mengeluarkan biaya operasional, rata-rata Rp. 23.000,-/bulan atau sebesar Rp. 260,-/kg. Margin pemasaran kerupuk ubi kayu di peroleh sebesar Rp. 2.400,-/kg. Margin pemasaran saluran pemasaran II yang dikelaurkan oleh pedagang pengumpul sebesar Rp. 3.000,-/kg. dengan harga jual 24.400,-/kg. Efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran I adalah 0 %, lebih kecil nilai efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran II adalah 1,07%. Hal ini berarti saluran pemasaran I lebih efisien dari pada saluran pemasaran II. Pada saluran pemasaran I marjin pemasarannya adalah Rp. 0,-.
Pemberian Pupuk Kompos Solid Plus (Kos Plus) dan Pupuk NPK Mutiara 16:16:16 terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah (Capsicum annum L.) Frikles Gultom; Chairil Ezward; Seprido Seprido
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.823 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Kosplus dan Pupuk NPK Mutiara 16:16:16 terhadap pertumbuhan dan produksi Cabai Merah (Capsicum annum. L), baik secara tunggal maupun interaksi. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu S (Pupuk Kosplus) terdiri dari S0 (kontrol), S1 (Pupuk Kosplus 1,68 kg/plot), S2 (Pupuk Kosplus 3,36 kg/plot), S3 (Pupuk Kosplus 5,04 kg/tanaman). Faktor kedua terdiri dari P0 (kontrol), P1 (pupuk NPK 16:16:16 5,25 g/tanaman), P2 (pupuk NPK Mutiara 16:16:16 10,50 g/tanaman), P3 (pupuk NPK Mutiara 16:16:16 15,75 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan Pupuk Kosplus secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, berat buah. Berdasarkan kesimpulan perlakuan terbaik pada tinggi tanaman adalah S1 (92,86), jumlah buah S2 (351,76) dan berat buah S2 (125,56). Sedangkan pupuk NPK Mutiara 16:16:16 secara tunggal memberikan pengaruh nyata pada jumlah buah dengan perlakuan terbaik pada P3 (126,61). Secara interaksi pemberian pupuk kosplus dan pupuk NPK Mutiara 16:16:16 tidak memberikan pengaruh nyata.
Pemanfaatan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Plus (KOTAKPLUS) terhadap Produksi Kedelai (Glycine max L.) pada Tanah Ultisol A Haitami; Wahyudi Wahyudi
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.8 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penggunaan pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit plus (KOTAKPLUS) pada produksi tanaman kedelai. Penelitian ini dilakukan di BBI Sungai Rumbio Desa Koto Kari Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 3 kelompok sehingga terdapat 18 unit satuan percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah: A = Tanpa masukan apapun (kontrol). B = KOTAKPLUS 10 ton/ha + 100% pupuk anorganik, C = KOTAKPLUS 20 ton/ha + 100% pupuk anorganik, D = KOTAKPLUS 30 ton/ha + 100% pupuk anorganik, E = Kompos tandan kosong kelapa sawit saja 20 ton/ha + 100 % pupuk anorganik, F = 100% pupuk anorganik. Hasil pengamatan pada masing-masing perlakuan dianalisis secara statistic dengan analisis sidik ragam (ANSIRA), kemudian dilanjutkan dengan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5 %. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa perlakuan D merupakan perlakuan terbaik terhadap parameter tinggi tanaman umur 14, 28, 42 HST, (cm), Jumlah Polong pertanaman (buah), Berat Biji pertanaman (gram), dan Berat 100 Biji (gram).

Page 3 of 3 | Total Record : 30