cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
RANCANG BANGUN “AUTOMATIC TRANSFER SWITCH” DAN “AUTOMATIC MAINS FAILURE” (ATS DAN AMF) BERBASIS PLC DSE 4520 DENGAN TAMPILAN HUMAN MACHINE INTERFACE (HMI) Efindra Rizqi Teguh Wianto; Suhanto Suhanto; Suwito Suwito
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.732 KB)

Abstract

Automatic Transfer Switch/Automatic Main Failure adalah alat yang dapat memindahkan catu daya utama menuju catu daya cadangan secara otomatis menggunakan DSE 4520, saat catu daya utama mengalami gangguan ataupun terjadi pemutusan suplai ke beban. ATS/AMF ini di kendalikan oleh DSE 4520 kemudian dikontrol oleh mikrokontroler ATMEGA 2560 dengan tampilan Human Machine Interface (HMI). DSE 4520 dan mikrokontroller ATMEGA 2560 dapat dikontrol dengan mode manual dan otomatis. Start genset diatur selama 5 detik apabila genset tetap tidak menyala maka proses akan diulang 3x. Mikrokontroller ATMEGA 2560 memonitoring tegangan dan arus lebih akurat dengan tampilan Human Machine Interface (HMI) dibandingkan dengan modul DSE 4520.
RANCANGAN PROTOTIPE ANTI-ICING WINDSHIELD PESAWAT DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM-35 BERBASIS MICROCONTROLLER ARDUINO UNO DI DAERAH TROPIS Faisal Wira Irawan; Margono Margono; Wasito Utomo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.83 KB)

Abstract

Sistem anti es di pesawat berfungsi untuk mencegah terjadinya es pada bagian pesawat saat berada pada suhu rendah. Sistem anti es pada pesawat mempunyai dua macam, yaitu anti-icing dan de-icing. Anti-icing system adalah sistem anti es yang bekerja supaya es tidak terjadi pada bagian pesawat tertentu, sedangkan de-icing system adalah sistem yang bekerja pada saat terjadi es di bagian tertentu. Hanggar Politeknik Penerbangan Surabaya memiliki laboratorium Aircraft System yang menunjang pembelajaran praktik untuk menguji kebenaran dari suatu teori yang di pelajari di kelas. Hanggar di Politeknik Penerbangan Surabaya sudah memiliki alat penunjang praktik. Pada perancangan prototipe anti-icing kali ini menggunakan sensor suhu dimana sensor tersebut akan mendeteksi suhu es dan akan mengirim sinyal pada microcontroller yang akan mengaktifkan serangkaian sistem pemanas untuk memanaskan windshield sehingga windshield terjaga dari pembentukan es. Dengan adanya rancangan prototipe ini diharapkan dapat mempermudah taruna dalam menjalani proses pemahaman tentang bagaimana sistem anti-icing bekerja pada bagian windshield pesawat terbang, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih efisien.
RANCANGAN BANGUN ALAT DOMING BLOCK UNTUK PEMBELAJARAN SHEET METAL DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Tri Oktavia Ningsih; Ajeng Wulansari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.543 KB)

Abstract

Taruna Non Diploma BAS (Basic Aircraft Structure) terdapat silabus atau materi dome, sesuai dengan permintaan PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. diharapkan tersedianya alat praktek dan keahlian dalam membuat dome. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses sheet metal dibidang doming dan sebagai penunjang guna alat praktek.Metode penelitian rancangan alat ini menggunakan material kayu ulin atau kayu besi yang dibentuk tidak sesuai dengan bentuk aslinya dikarenakan hanya sebagai penunjang alat praktek, dalam pembuatannya menggunakan ukuran 160X160X80mm dengan alat hacksaw, steel rule, sand paper, dan marking, dalam penggunaanya dengan ditekan pada bagian yang akan dibentuk.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model rancangan alat doming block ini dapat membentuk doming sesuai dengan ukurannya dan dalam pengerjaan dengan alat doming block ini lebih mudah dan praktis tanpa harus melakukan penekanan pada bagian yang akan dibentuk dengan berkali kali yang dapat merusak bagian yang akan dibentuk serta mempersingkat waktu dalam pengerjaannya.
DETEKTOR GAS MENGGUNAKAN SENSOR MQ-9 BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO dDI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Dewantoro Gunawan; Margono Margono; Sudrajat Sudrajat
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.653 KB)

Abstract

Pengelasan dengan menggunakan gas oksi – asetilin sangat banyak digunakan pada saat ini. Gas tersebut ditempatkan pada tabung. Tidak menutup kemungkinan bahwa kebocoran dapat terjadi pada tabung gas tersebut. Ketika tabung gas tersebut bocor dan terjadi percikan api maka ledakan akan terjadi. Dari ledakan tersebut akan mengakibatkan kerusakan. Maka perlu adanya alat yang bisa memonitoring untuk dapat mendeteksi kebocoran gas. Prototipe monitoring kadar gas dalam mendeteksi kebocoran ini bekerja dengan menggunakan sensor gas. Sensor MQ-9 akan digunakan untuk mendeteksi apakah kebocoran gas yang terjadi dalam batas aman atau tidak. Sistem monitoring ini akan dibantu Arduino Uno sebagai mikrokontroler. Arduino Uno akan mengirim perintah ke buzzer dan LED apabila kadar gas melebihi batas aman. Hasil dari penelitian alat ini bisa digunakan sebagai pengaman dan pendeteksi dini pada kebocoran tabung gas asetilin. Rancangan ini juga akan dimanfaatkan sebagai monitoring di hangar Politeknik Penerbangan Surabaya untuk mempermudah kerja staff dalam mendeteksi kadar gas berbahaya yang terdeteksi.
ANALISIS SKILL PADA PENGGUNAAN TOOLS TERHADAP KESELAMATAN KERJA AIRCRAFT MAINTENANCE TECHNICIAN Ishak Herwandi Cahyono; Bayu Dwi Cahyo; Meita Maharani Sukma
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.564 KB)

Abstract

Beberapa kejadian mengenai jatuhnya pesawat terbang di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini membuat kita prihatin dan bertanya-tanya tentang mengapa hal tersebut terjadi. Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebagai penanggung jawab atas keselamatan penerbangan sipil di Indonesia menjadi sasaran kritik bahkan cercaan dari berbagai pihak. Berbagai kalangan memberikan pendapat serta analisa mengenai penyebab terjadinya musibah beruntun tersebut. Faktor cuaca dan manusia (human factor) sering dijadikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai penyebab musibah. Disini penulis mencoba memberikan pengetahuan yang dimiliki mengenai kecelakaan atau musibah dalam dunia transportasi udara yang disebabkan oleh kesalahan manusia (human error) dalam melaksanakan perawatan dan pengoperasian pesawat terbang. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pemecahan masalah human factor menggunakan konsep hubungan antar komponen pada Shell Model untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi akibat penggunaan tools terhadap keselamatan kerja Aircraft Maintenance Technician, khususnya dalam melaksanakan perawatan dan pengoperasian pesawat terbang. Hasil analisis dari penelitian human factors mengenai kesalahan dan kecelakaan akibat penggunaan tools terhadap keselamatan kerja Aircraft Maintenance Technician menggunakan metode Shell Model pada human factors adalah bahwa 81% kesalahan yang dilakukan oleh teknisi pesawat udara disebabkan oleh hubungan antara manusia dengan perangkat keras (Liveware dengan Hardware) yang kurang baik. 19% sisanya adalah pengaruh dari lingkungan (Environment), hubungan antar manusia (Liveware), dan hubungan manusia dengan perangkat pendukung pekerjaan (Software). Kemudian 67.6% responden menyatakan Setuju terhadap pengaruh Skill pada penggunaan tools terhadap keselamatan kerja Aircraft Maintenance Technician.
SISTEM PENGISIAN BATERAI SEKUNDER SECARA OTOMATIS BERBASIS MICROCONTROLLER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DILABORATORIUM POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Zhorif Zhenjaya Zheptama Putra; Hartono Hartono; Kustori Kustori
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.252 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi bentuk sumber catuan kian beragam, salah satunya yang paling dominan digunakan yaitu baterai sekunder. Bateri NiMH merupakan baterai sekunder yang paling dominan digunakan karena dapat diisi ulang ratusan kali dan mudah didapat. Charger baterai sekunder yang ada dipasaran saat ini umumnya tidak memutus aliran arus saat baterai sudah penuh. Jika pemilik baterai lupa untuk melepas baterainya dan baterai tersebut diisi dalam waktu yang lama, maka suhu baterai akan meningkat dan bisa membahayakan.
RANCANGAN PEMBUATAN ALAT CHOCK TROLLEY UNTUK MELENGKAPI GROUND SUPPORT EQUIPMENT DI HANGAR (HEAVY MAINTENANCE) Faris Pradwianto Putro; Binsar Siahaan; Wasito Utomo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.45 KB)

Abstract

Aircraft Wheel Chock (AWC) digunakan untuk mencegah pesawat bergerak ketika parkir di apron atau di hangar. Aircraft Wheel Chock (AWC) diletakkan di depan dan di belakang roda pesawat. Rancangan chock trolley ini dibuat untuk memudahkan engineer atau mekanik pada saat bekerja di hangar. Ide pembuatan chock trolley muncul setelah dapat membawa dan menampung lebih dari satu chock saat proses perpindahan pesawat di hangar. Dalam proses pembuatan alat chock trolley, terlebih dahulu mengidentifikasi masalah tersebut, kemudian mengumpulkan referensi data baik untuk komponennya sampai cara penggunaanya dan fungsinya nanti kedepannya dan manfaat yang didapat dari sumber yang ada baik itu dari buku, internet, dan konsultasi dengan pihak yang terlibat dalam proses pembuatan tersebut. Dari data yang terkumpul tersebut kemudian melakukan pemilihan dan perhitungan komponen yang akan digunakan dalam pembuatan alat chock trolley.
RANCANG BANGUN MONITORING ENERGI MENGGUNAKAN ARDUINO BERBASIS WEB CLOUD DI GEDUNG LAB TERINTEGRASI LANTAI II POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Phiky Hafida Rahma; Hartono Hartono; Setyo Hariyadi Suranto Putro
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.052 KB)

Abstract

Politeknik Penerbangan Surabaya merupakan salah satu perguruan tinggi di Kota Surabaya dibawah naungan Kementrian Perhubungan Republik Indonesia yang memiliki beberapa gedung dengan fasilitas yang lengkap untuk menunjang kegiatan belajar mengajar maupun sarana dan prasana. Politeknik Penerbangan Surabaya belum terdapat alat untuk memonitoring penggunaan energi di setiap gedung. Sementara itu pengukuran energi listrik tiap gedung di Politeknik Penerbangan Surabaya masih bersifat konvensional, dimana pengukuran dan pengambilan data dilakukan secara manual dengan menggunakan pembacaan alat ukur. Pengukuran konvensional memiliki kelemahan dari sisi pengambilan data yang tidak bisa real time dan harus berada di lokasi pengukuran, Upaya dalam mengatasi hal tersebut diperlukan sebuah alat pengukuran yang mampu mengontrol atau memonitor energi listrik real time dalam jarak jauh di tiap gedung Politeknik Penerbangan Surabaya, salah satunya di Gedung Laboratorium Politeknik Penerbangan Surabaya Lantai II. Sistem monitoring ini dapat menjadi sarana untuk mempermudah pekerjaan dalam pengukuran dan pengambilan data kapanpun dan dimanapun.
RANCANGAN MODIFIKASI SERVICE INTERPHONE PADA BOEING 737-200 SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Mochamad Rizqi Najuan Alfan; Moch Rifa'i; Didi Hariyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.081 KB)

Abstract

Sistem komunikasi pada pesawat terbang berfungsi untuk melakukan komunikasi pada waktu operasional pesawat di udara dan di ground. Salah satu sistem komunikasi yang ada di pesawat, yaitu Interphone system. Interphone System adalah alat komunikasi yang digunakan untuk komunikasi internal antara pilot dengan co-pilot, pilot dengan attendant, pilot dengan ground crew. Fungsinya sangat penting untuk komunikasi internal pesawat terbang dalam menunjang misi penerbangan dari satu tempat ketempat lain. Perancangan alat ini dilata rbelakangi oleh terjadinya kesulitannya Taruna saat kegiatan praktik interphone karena kurang lengkapnya beberapa alat pada pesawat terbang. Pada tahap perancangan rangkaian, dilakukan percobaan rangkaian dengan menggunakan aplikasi rangkaian yaitu live wire. Sehingga dapat diketahui fungsi rangkaian dan bagaimana hasilnya dengan mudah. Setelah hasil percobaan pada aplikasi telah diketahui dan hasilnya sesuai dengan yang diinginkan, maka dapat dilakukan pembuatan alat. Dalam pengujian alat yang telah dibuat, alat dapat bekerja dengan baik dan dapat digunakan. Dengan adanya alat ini, maka akan mempermudah Taruna dalam pelaksanaan praktik Interphone, sehingga Taruna dapat dengan mudah memahami seperti apa itu Interphone.
RANCANG BANGUN PROTOTIP SISTEM PENGENDALIAN ENERGI LISTRIK BERBASIS WEB SERVER MENGGUNAKAN MINI RASPBERRY PI Aprielian Ivan Hartana; Prasetyo Iswahyudi; Sri Lestari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.628 KB)

Abstract

Konservasi energi listrik adalah salah satu bentuk dari penghematan energi listrik secara efisien tanpa mengurangi penggunaan energi listrik yang dibutuhkan. Di Politeknik Penerbangan Surabaya masih menjadi hal yang harus diperhatikan, khususnya penggunaan listrik di dalam asrama taruna Politeknik Penerbangan Surabaya. Untuk meminimalisir penggunaan listrik yang tidak terkendali, maka dibutuhkan sebuah sistem atau teknologi yang dapat mengendalikan penggunaan listrik di asrama taruna Politeknik Penerbangan Surabaya. Berdasarkan masalah tersebut, penulis merancang suatu sistem pengendalian energi listrik dengan mengacu perkembangan teknologi yang ada. Raspberry Pi penulis gunakan untuk membuat sistem pengendali perangkat listrik dengan relai sebagai penggerak. Penulis menggunakan sensor arus dan tegangan, sensor cahaya, dan sensor PIR sebagai input dalam sistem yang dirancang. Data yang terbaca akan ditampilkan dalam web server, penggunaan teknologi web server sangat membantu aktifitas dalam memonitoring sistem. Dengan mengaplikasikan sistem tersebut maka penggunaan listrik bisa terkendali sehingga efisiensi penggunaan energi listrik bisa diminimalisir.