cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
RANCANGAN ALAT PERAGA PISTON ENGINE MODEL RADIAL ENGINE DI HANGGAR POLITENIK PENERBANGAN SURABAYA Dedy Akbar Wahyudi; Cholik Setijono; Gunawan Sakti
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.365 KB)

Abstract

Alat peraga piston engine model radial engine adalah alat peraga yang digunakan untuk pembelajaran mengenal sistem dan model piston engine dipesawat terbang yang menggunakan piston engine. Pada rancangan ini adalah memberikan cara cara kerja piston engine dan perbedaan type radial engine dan juga menunjukan sistem kerja ignition dan valve timing tanpa harus masuk kehanggar untuk pengenalan. Rancangan ini akan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran serta media edukasi oleh Program Diploma III Teknik Pesawat Udara di Politeknik Penerbangan Surabaya untuk mempermudah praktikum di Hangar AMTO 147/01000.
RANCANGAN KONTROL DAN MONITORING RUNWAY THRESHOLD IDENTIFIER LIGHT MENGGUNAKAN RADIO LINK BERBASIS MIKROKONTROLER DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI Wiratama Oryza Tito Fernando; Kustori Kustori; Setiyo Setiyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.556 KB)

Abstract

RTIL atau Runway Threshold Identifier Lights merupakan lampu yang dipasang untuk memberikan petunjuk kepada penerbang posisi ambang batas landas pacu. Di bandara I Gusti Ngurah Rai, RTIL dikendalikan melalui Human Machine Interface (HMI) di Main Power House 2 (MPH 2). Koneksi antara unit RTIL dengan MPH 2 menggunakan kabel LAN STP Outdoor. Untuk menyalakan RTIL dari MPH 2 dapat diatur dari HMI namun tidak dapat menampilkan status lampu RTIL. Dari permasalahan tersebut maka dalam penelitian ini akan dibuat sistem kontrol dan monitoring RTIL dari jarak jauh menggunakan komunikasi wireless. Modul wireless yang akan digunakan adalah HC-12. Unit pengendali yang digunakan adalah arduino yang masing-masing berada di MPH 2 dan RTIL. Untuk mengamati nyala RTIL digunakan sebuah sensor arus ACS712. Sebuah relay juga terpasang di unit arduino RTIL untuk menyalakan atau mematikan RTIL. Metode untuk tampilan hasil monitoring menggunakan visual basic yang akan ditampilkan di komputer atau personal computer. Dengan penerapan sistem kontrol dan monitoring ini diharapan gangguan bisa dihindari, sehingga dengan metode ini kinerja teknisi menjadi lebih cepat dan efisien.
RANCANGAN ALAT PRAKTIK AIRCRAFT PROPELLER BLADE TRACKING CHECK SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Riski Dwilana; Ajeng Wulansari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.474 KB)

Abstract

Hanggar harus memiliki alat penunjang pembelajaran praktik untuk menguji kebenaran suatu teori yang telah didapat. Maka diperlukan alat praktik untuk melengkapi sarana pembelajaran di hanggar Politeknik Penerbangan Surabaya. Pada kenyataanya haggar di Politeknik Penerbangan Surabaya tidak memiliki alat penunjang praktik aircraft propeller blade tracking check. Dengan alat praktik aircraft propeller blade tracking check taruna dapat menerapkan teori yang sudah dapat pada mata kuliah aircraft propeller. Alat ini juga dilengkapi dengan cutting mat yang digunakan sebagai penanda goresan tracking blade pada propeller yang selanjutnya jarak antar tracking blade pada propeller diukur menggunakan vernier caliper dan selisih dari jarak masing – masing blade pada propeller digunakan untuk mengetahui blade pada propeller keluar dari batas toleransi yang ditentukan atau tidak. Hasil pengujian rancangan aircraft propeller blade tracking check terhadap inspeksi yang dilakukan pada blade propeller pesawat cessna 150 yang terdapat pada hangar Politeknik Penerbangan Surabaya didapatkan hasil bahwa blade is out of track atau bisa dikatakan bahwa blade tracking pesawat cessna 150 tersebut sudah melebihi batas toleransi yang sudah diatur yaitu sebesar 0.0625 inch atau 1.5875 mm.
RANCANGAN KONTROL DAN MONITORING KADAR GAS BERBAHAYA DI UDARA SECARA WIRELESS BERBASIS X-BEE DI UPBU JUWATA TARAKAN M. Shon Haji; Fiqqih Faizah; Hartono Hartono
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.458 KB)

Abstract

Banyak kerugian dan kecelakaan yang ditimbulkan oleh karena tidak terdeteksinya gas yang berada pada suatu ruangan, sehingga menimbulkan kebakaran. Kebanyakan orang pada umumnya hanya menggunakan panca indranya dalam menyikapi gas atau asap yang berada di sekelilingnya, hal ini tentu sangat berpengaruh besar pada kesehatan. Untuk dapat meminimalisir kerugian dan kecelakaan tersebut, maka salah satu alternatif yang direncanakan adalah dengan membuat suatu rancangan pendeteksi kadar gas berbahaya dengan menggunakan Mikrokontroler dan sensor gas MQ-6 untuk mendeteksi gas butana dan MQ-7 untuk mendeteksi gas karbon monoksida, rancangan ini juga menggunakan alarm sebagai peringatan dini jika kadar gas pada ruangan melebihi set point. Dari hasil pengujian rancangan alat bekerja dengan baik, maka rancangan dapat memantau dan mengontrol kadar gas di ruangan melalui WEB yang ditampilkan sesuai berdasarkan nilai dari keluaran sensor gas.
RANCANGAN SISTEM KONTROL LAMPU CENTERLINE HIGH SPEED TAXIWAY BERBASIS MIKROKONTROLER DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA TANGERANG Mohammad Aqif Alfatih; Hartono Hartono; Bambang Junipitoyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.241 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu membantu pesawat dalam pergerakan setelah landing, sehingga dapat mengoptimalisasi pergerakan pesawat di runway dengan bantuan centerline high speed taxiway di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Alat akan dikontrol oleh ATC sebagai pemandu dan akan otomatis mati ketika pesawat telah melewati High Speed Taxiway (HST). Sistem kontrol pada alat ini juga dapat membantu pilot ketika Taxi Guidance Sign (TGS) pada exit taxi dalam keadaan mati dan mempersulit pilot menentukan pergerakan pesawat. Dalam penelitian ini, penulis merancang sebuah simulasi kontrol menggunakan Arduino Mega 2560 sebagai media kontrol, dan beberapa alat lain seperti sensor inframerah dan LED. Sistem ini menggunakan PC (Personal Computer) sebagai interface dengan user. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu cara untuk mengurangi runway occupation time (ROT) dan mengoptimalisasi pergerakan pesawat di runway adalah penggunaan HST dengan sistem kontrol pada centerline. Tetapi masih perlu banyak pengembangan agar alat ini dapat bekerja lebih baik lagi.
RANCANGAN SISTEM MONITORING TAXI GUIDANCE SIGN BERBASIS MIKROKONTROLER DI BANDAR UDARA DEPATI AMIR PANGKALPINANG Adella Alfriany; Kustori; Hery Ismianto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Depati Amir adalah Bandar udara dengan fasilitas yang cukup berkembang, salah satu diantaranya adalah fasilitas Airfield Lighting System (AFL) yang berfungsi memberikan informasi kepada pilot mengenai petunjuk arah dan lain sebagainya. Oleh karena kegunaan fasilitas AFL yang sangat penting, maka dibutuhkan sebuah alat monitoring jarak jauh untuk memastikan bahwa AFL selalu dalam keadaan normal tanpa membutuhkan tenaga teknisi lebih. Dalam Tugas Akhir ini akan dibuat sebuah alat monitoring berbasis mikrokontroller yang berguna untuk mengetahui kondisi AFL (dalam hal ini berupa prototype dari sebuah lampu taxi guidance sign). Rancangan ini berguna untuk membantu teknisi dalam memonitor kondisi fasilitas AFL dari jarak jauh, mengingat luasnya wilayah airfield di bandar udara dan jarak AFL yang cukup jauh dari power house. Sehingga dengan rancangan ini akan mempermudah teknisi dalam memonitor AFL dan juga semakin efisien waktu dan tenaga dalam proses maintenance fasilitas AFL.
ANALISIS SEPARASI DEPARTURE ARRIVAL BERDASARKAN SPEED DAN DISTANCE TERKAIT ROTT ROTL DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA Alditya Bagus Laksono; Dimas Arya; Dewi Ratna Sari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) 6-15
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Juanda Surabaya merupakan salah satu bandar udara internasional di Indonesia yang melayani penerbangan sipil, domestik, militer maupun Internasional. Dengan meningkatnya volume traffic saat peak hours, hal ini menimbulkan konsekuensi logis bagaimana pihak Air Traffic Controller meningkatkan pelayanan. Salah satu upaya tersebut adalah memperbarui standar operasional prosedur yang ada sesuai dengan kebutuhan serta aturan yang berlakuuntuk menjaga kelancaran pelayanan lalu lintas penerbangan sesuai Five Objective of Air Traffic Services. Analisis deskriptif kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menafsirkan data yang diperoleh yaitu data yang ada menggambarkan atau melukiskan kondisi umum tentang hasil observasi dalam analisis separasi departure arrival berdasarkan speed dan distance di bandar udara International Juanda Surabaya Hasil dari penelitian tersebut diketahui tujuanya adalah menganalisis separasi terkait speed dan distance di bandar udara Internasional Juanda Surabaya dan berfungsi untuk media pembelajaran bagi peneliti sendiri maupun Taruna Politeknik Penerbangan Surabaya. mengatur lalu lintas udara agar lebih lancar dan aman. Analisis ini sangat berpengaruh terutama saat peak hour dalam hal pengaturan traffic yang semakin kompleks. Untuk itu penulis melakukan analisis dan saran dengan cara analisis separasi departure arrival berdasarkan speed dan distance sehingga tercipta pelayanan lalu lintas penerbangan yang lancardan efesien di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya.
ANALISIS PEMBERIAN SEPARASI STANDART INSTRUMENT DEPARTURE (SID) DAN STANDART INSTRUMENT ARRIVAL (STAR) RUTE W12 TERHADAP KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA SULTAN THAHA JAMBI ANDRIYAN JULIYADI; Dimas Arya; Dewi Ratna Sari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standard Instrument Departure (SID) dan Standard Instrument Arrival (STAR) adalah sebuah rute khusus untuk pesawat berangkat dan pesawat datang pada sebuah bandar udara yang dirancang untuk memfasilitasi arus lalu lintas penerbangan sebagaimana yang diperlukan dalam pemberian pelayanan pemanduan lalu lintas penerbangan. Dengan adanya Standard Instrument Departure (SID) dan Standard Instrument Arrival (STAR) kelancaran lalu lintas pesawat berangkat dan pesawat datang akan lebih teratur dan lebih mudah untuk diatur. Penulisan ini bertujuan untuk meneliti perlunya optimalisasi serta kajian ulang mengenai Standard Instrument Departure (SID) dan Standard Instrument Arrival (STAR) runway 31 dalam kelancaran pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengetahui nilai variabel agar dapat menjawab pertanyaan menggunakan data yang ada. Hasil dari penelitian ini memperoleh hasil nilai sebanyak 60% responden dari 10 pemandu lalu lintas udara di Perum LPPNPI sangat setuju bahwa separasi Standart instrument departure (SID) dan standart instrument arrival (STAR) rute W12 berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan. Hasil tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif pemecahan masalah seperti melakukan optimalisasi ataupun penambahan PBN procedure. Sehingga masalah-masalah yang terjadi terkait pelayanan lalu lintas penerbangan yang terganggu dikarenakan tidak optimalnya Standard Instrument Departure (SID) dan Standard Instrument Arrival (STAR) rute W12 ketika digunakan pada waktu yang bersamaan/berdekatan dapat diminimalisir, terutama saat jam sibuk. Penulis juga berharap agar hasil dari penelitian ini bisa dikaji ulang dan bermanfaat guna meningkatkan pelayanan lalu lintas penerbangan yang aman, nyaman, teratur, dan efisien di Perum LPPNPI Kantor Cabang Jambi.
ANALISIS EXERCISE AERODROME CONTROL TOWER LABORATORY TERHADAP PEMBELAJARAN MATA KULIAH AERODROME CONTROL TOWER (ACT) DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Anggun Resya Widianingrum; Dimas Arya; Dewi Ratna Sari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketidaksesuaian aplikasi dilapangan dengan exercise aerodrome control tower laboratory terhadap pembelajaran mata kuliah aerodrome control tower (ACT) di Politeknik Penerbangan Surabaya. Proses penelitian ini menggunakan metode sensus mengambil seluruh populasi untuk dijadikan sampel yang terdiri dari 44 taruna/i program studi lalu lintas udara angkatan XI alpha dan bravo serta 5 dosen/instruktur Aerodrome Control Tower (ACT) program studi lalu lintas udara di Politeknik Penerbangan Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner dan studi pustaka Dihadapkan dengan perkembangan teknologi dan kondisi dunia penerbangan saat ini, Masih banyak kondisi nyata di lapangan yang belum bisa direpresentasikan di dalam lab. Seperti adanya prosedur baru dan ICAO yang selalu diperbaharui mengikuti perkembangan dunia penerbangan serta ketidakseimbangan laju teknologi yang ada di lapangan kerja dengan yang ada di lab. Perlu di lakukan upaya pengkajian exercise aerodrome control tower laboratory yang ada di Politeknik Penerbangan Surabaya disesuaikan dengan kondisi di lapangkan kerja dikarenakan di lapangan kerja selalu terdapat perubahan dari waktu ke waktu dengan lakukan sosialisasi bersama dosen luar atau dosen juanda untuk merevisi dan mengevaluasi terhadap pengkajian Exercise Aerodrome Control Tower Laboratory, point mana yang akan diubah atau point apa yang perlu dirubah, bagaimana penyesuaiannya, sampai level mana harus disesuaikan hingga didapatkan kesepakatan bersama.
STUDI KASUS FINAL APPROACH AND TAKE OFF AREA HELIKOPTER TERHADAP KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA SULTAN THAHA JAMBI Bima Purnomo Sandi; Yuni Saptandari; Laila Rochmawati
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Sultan Thaha Jambi Sesuai dengan data movement yang didapatkan pada bulan Oktober 2019, rata rata per hari ada 11 pergerakan helikopter di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi baik departure maupun arrival. Dengan jumlah traffic helikopter yang cukup tinggi, Bandar Udara Sultan Thaha Jambi memiliki 3 helipad yang sekaligus sebagai Final Approach and Take Off Area helikopter. Namun karena letaknya terlalu dekat dengan bangunan bandar udara, sehingga dalam pengaplikasiannya sering menimbulkan hazard. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah ICAO: Annex 14 Volume 2 Heliports, Doc. 9261 Heliport Manual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Selain itu, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, survey, studi pustaka dan wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pemecahan masalah sehingga masalah-masalah yang terjadi terkait pemberian pelayanan lalu lintas udara yang terganggu karena letak Final Approach and Take Off Area yang kurang sesuai bisa di minimalisir. Penulis juga berharap agar hasil dari penelitian ini bisa bermanfaat guna meningkatkan pelayanan lalu lintas udara yang aman, nyaman, teratur, dan efisien di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi.