cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
RANCANGAN PEMBUATAN ALAT STAND REDUCTION GEARBOX PT-6A Endaleota Andhika Sembiring; Sujud Prajitno; Dewi Ratna Sari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.211 KB)

Abstract

Engine PT-6A merupakan salah satu dari sekian banyak Engine yang digunakan sebagai sarana dalam pembelajaran praktek taruna di Hangar Politeknik Penerbangan Surabaya, dimana dalam proses pembelajaran tersebut yaitu proses Overhaul Engine atau bongkar pasang Engine yaitu salah satunya adalah melepas Reduction Gearbox dari Engine PT-6A. setelah dilepas maka akan diletakkan di tempat atau alat yang akan dibuat nantinya yaitu Stand Reduction Gearbox. Rancangan Stand Reduction Gearbox ini dibuat untuk memudahkan taruna dalam proses pembelajaran praktek Overhaul Engine pada pembelajaran praktek taruna. Ide pembuatan Stand Reduction Gearbox sendiri muncul setelah melihat secara langsung kondisi di Hangar Politeknik Penerbangan Surabaya, dimana saat Overhaul Engine PT-6A saat sesudah melepas bagian Reduction Gearbox hanya diletakkan pada sebuah ban bekas pesawat dan triplek yang sudah tidak terpakai. Hasil pembuatan alat mempertimbangkan berat Reduction Gearbox dan ukuran kepresisian untuk tempat ke Reduction Gearbox agar tidak goyah dan dapat berfungsi secara maksimal untuk tempat peletakan atau penyimpanan Reduction Gearbox yang dilepas saat proses pembelajaran praktek Overhaul Engine PT-6A di Hangar Politeknik Penerbangan Surabaya.
RANCANG BANGUN ALAT V-BLOCK SHRINKING AND STRETCHING SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM SHEET METAL SHOP POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Ilham Febriansyah Arzaqy; Sudjut Prajitno; Rifdian Indrianto Sudjoko
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.659 KB)

Abstract

Kondisi saat ini pada sheet metal shop di hangar Politeknik Penerbangan Surabaya terdapat tools yang digunakan untuk melakukan kegiatan praktikum taruna. Sebagai salah satu contoh dari tools yaitu shrinking dan stretching. Penggunaan v-block shrinking and stretching yang digunakan untuk melakukan kegiatan praktikum shrinking dan stretching dalam bentuk yang lain. Dalam proses pembuatanya sendiri akan menggunakan bahan dasar berupa kayu ulin dengan pertimbangan yakni kayu ulin memiliki sifat fisik kayunya yang keras dan juga tahan terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut. Sehingga nantinya akan mampu membentuk sheet metal untuk proses stretching dan shrinking dengan baik menggunakan teknik hammering. Rancangan v-block ini dapat digunakan untuk praktik shrinking dan stretching pada sheet metal dengan teknik hammering sehingga dapat menambah bentuk lain dari shrinking dan stretching.
RANCANG BANGUN PROTOTYPE SISTEM MONITORING WIND DIRECTION INDICATOR (WDI) DENGAN SENSOR ARAH MATA ANGIN DAN KECEPATAN WINDSOCK BERBASIS MICROCONTROLLER Vio Figurandi; Kustori Kustori; Suhanto Suhanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.913 KB)

Abstract

Angin adalah gerak udara yang sejajar dengan permukaan bumi, dimana angin memiliki arah dan kecepatan. Tujuan alat ini untuk memantau arah angin dan kecepatan angin menggunakan mikrokontroler ESP8266. Selain itu juga digunakan anemometer berjenis mangkok 3 cup dan jenis sensor windvane. Pengambilan data menggunakan 1 kipas angin, jarak dan posisi tidak diatur karena diasumsikan angin pada ruang terbuka. Data yang diproses mikrokontroler ESP8266 untuk mengolah data yang akan dikirim secara nirkabel dengan menggunakan router. Kemudian akan diolah pada web browser serta hasil pengukurannya berupa grafik kecepatan angin, dimana akan ditampilkan secara real time di pc. Alat monitoring kecepatan dan arah angin menghasilkan kecepatan sebesar 0 m/s – 5,98 m/s, dan menghasilkan arah angin dari 00 - 3600. Dilakukan pengukuran perbandingan dengan anemometer digital. Dari hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa pengiriman di luar ruangan dapat mencapai 14 meter berhasil ditampilkan pada web browser.
PERBANDINGAN KONSUMSI BAHAN BAKAR (TOTAL BURN-OFF) ENGINE CFM56-7B PADA PESAWAT BOEING 737-800NG DAN ENGINE CFM LEAP-1B PADA PESAWAT BOEING 737 MAX 8 Ardi Putra Indhana; Sujanto Sujanto; Setiyo Setiyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.178 KB)

Abstract

Engine CFM56-7B pada pesawat Boeing 737-800NG adalah engine yang paling banyak digunakan oleh maskapai Indonesia. Semakin tumbuhnya industri penerbangan membuat pabrikan pesawat Boeing mengembangkan Boeing 737-800NG menjadi Boeing 737 MAX 8 dengan mengganti engine yang diklaim paling irit yaitu CFM LEAP-1B yang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 15% dari engine sebelumnya. Penulis ingin mengetahui konsumsi rata-rata bahan bakar kedua engine CFM56-7B dan CFM LEAP-1B pada penerbangan seperti tujuan dari bandara Soekarno-Hatta Cengkareng (CGK) menuju bandara Juanda Surabaya (SUB) untuk mengetahui berapa persen pengurangan sesungguhnya dari rata-rata konsumsi bahan bakar berdasarkan Aircraft Flight Log. Dengan melakukan penelitian untuk konsumsi bahan bakar engine CFM56-7B dan CFM LEAP-1B pada pesawat Boeing 737-800NG dan Boeing 737 MAX 8 menunjukan bahwa rata-rata konsumsi serta biaya yang harus dikeluarkan pihak maskapai terhadap bahan bakar yang digunakan pada kedua jenis pesawat tersebut lebih irit dengan menggunakan Boeing 737 MAX 8 dengan perbedaan 12,8% dari jenis Boeing 737-800NG.
RANCANGAN BANGUN RECORDING DAN MONITORING OUTPUT GENSET BERBASIS INTERNET OF THINGS Kiki Rahmawati; Slamet Hariyadi; Wiwid Suryono
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.913 KB)

Abstract

Genset saat ini banyak digunakan pada masyarakat secara luas seperti pada perhotelan, perbankan, rumah sakit, maupun industri. Genset biasanya digunakan sebagai back-up suplai utama PLN pada saat terjadi pemadaman listrik. Penggunaan genset membutuhkan sistem monitoring yang dapat bekerja secara otomatis dan direcord dari jarak jauh,. Untuk memudahkan operator/pengguna mengetahui kondisi genset seperti tegangan, suhu, dan kecepatan putaran maka dibuatlah sebuah sistem monitoring dan recording genset yang terdiri dari arduino sebagai pusat sistem monitoring dan pengolahan data yang terintegrasi dengan database. RFID tag akan diinput pada RFID reader untuk emengaktifkan sistem monitoring dan recording pada genset kemudian arduino ini mendapat input dari sensor suhu DHT11, sensor tegangan ZMPT101B, dan sensor keceptan putaran (rpm) data akan diolah oleh arduino sesuai pemrograman yang telah diinput ke sistem tersebut. Hasil pembacaan sensor ditampilkan pada layar LCD, selanjutnya akan dikirim oleh wemos dan ditampilkan melalui halaman WEB. Untuk tampilan WEB IP address dimana semua instruksi terpusat pada arduino ini.
RANCANG BANGUNG WIND TUNNEL UNTUK SIMULASI DRAG LOAD TEST Muhammad Rosyid Khanifan; Tony Wahyu Adyanto; Imam Sonhaji
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.809 KB)

Abstract

Aerodinamis merupakan salah satu pelajaran dasar yang diajarkan di AMTO 147D/0100 di Politeknik Penerbangan Surabaya, yang mempelajari gaya aerodinamis seperti thrust, lift, drag, dan gravity tentu diperlukan adanya praktik sebagai penunjang belajar agar lebih mudah dalam memahami dari teori yang sudah dijelaskan, praktik aerodinamis dilaksanakan di aerodynamic shop di hanggar AMTO 147D/0100, terdapat mock up yang mensimulasikan aerodinamis dengan media asap dan satu mock up digital yang dilengkapi sesor kecepatan udara. Namun, untuk mock up drag load test belum tersedia, oleh karena itu peneliti ingin membuat rancang bangun wind tunnel yang mensimulasikan drag load test dengan media dynamometer (neraca pegas), dengan tujuan mengetahui bentuk yang mana memiliki nilai drag yang besar atau kecil dari benda yang diujikan seperti airfoil, box, ball, bullet, bowl. Dan dari pengukuran melalui dynamometer yang dilakukan ternyata bentuk airfoil adalah bentuk yang sempurna karena memiliki nilai drag yang kecil dibanding dengan bentuk yang lain dengan nilai 0 Newton.
PENGEMBANGAN ALAT WINDSOCK DENGAN BERBASIS WIRELESS SEBAGAI ALAT PENUNJANG RUN UP Abdiel Farhan Diba Putra; Sujanto Sujanto; Bayu Dwi Cahyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.729 KB)

Abstract

Windsock berbasis Wireless adalah alat yang berfungsi sebagai penunjuk arah angin. Alat ini sangat berfungsi di dunia penerbangan. Setiap bandara wajib memiliki windsock sebagai penunjang penentu arah angin. Politeknik penerbangan surabaya belum memiliki windsock yang berbasis wireless, jadi untuk menentukan arah angin dilakukan dengan cara manual yang kurang efektif dan efisien. Pengembangan alat ini dilatar belakangi dikarenakan kurang efektif dan efisiennya saat penggunaan windsock yang sudah tersedia di hangar Polteknik Penerbangan Surabaya. Hasil akhir yang dicapai dari Pengembangan windsock ini adalah dengan tujuan untuk menunjang taruna dalam kegiatan run up agar tidak mencari arah angin secara manual, dengan dikembangkan nya alat ini, alat ini dapat mencari arah angin secara otomatis. Windsock ini juga dilengkapi anemometer wireless dan termometer sebagai pengukur kecepatan angin dan suhu disekitar alat tersebut.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI DAN MONITORING TARUNA BERBASIS RASBERRY PI DI ASRAMA F POLITEKNIK PENERBANGAN SUARABAYA Prasetiyo Prasetiyo; Slamet Hariyadi; Wiwid Suryono
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.975 KB)

Abstract

Information (informasi) adalah pesan atau data dalam bentuk tulisan atau lisan yang dikirim atau direkam untuk diketahui banyak orang. Tujuan Information adalah menyampaikan suatu pesan atau pemberitahuan terhadap orang lain. Dalam kegiatan sehari-hari di asrama Politeknik Penerbangan Surabaya, informasi atau penyampaian pesan antara taruna, pengasuh taruna dan sivitas akademika masih belum efektif, sehingga penulis ingin merancang alat yang berfungsi untuk memberi kemudahan dalam menyampaikan informasi. Rancangan alat ini menggunakan Raspberry Pi yang berfungsi sebagai penerima data yang di akses melalui personal computer pengasuh dan mengirimkan tampilan gambar dari webcam yang terhubung dengan Raspberry Pi ke personal computer pengasuh. Data yang di akses melalui personal computer pengasuh merupakan jadwal kegiatan rutin taruna, informasi khusus dan media hiburan video yang akan diteruskan ke Raspberry Pi. Pada Raspberry Pi data akan diteruskan ke layar monitor taruna yang berfungsi sebagai display jadwal kegiatan rutin, informasi khusus dan media hiburan video taruna yang akan ditampilkan oleh layar monitor taruna setelah diproses oleh Raspberry Pi. Terdapat speaker yang mengeluarkan suara apabila jadwal kegiatan rutin dan informasi khusus taruna yang telah diubah, dihapus dan ditambahkan serta mengeluarkan suara apabila media hiburan video diputar. Terdapat webcam yang terhubung dengan Raspberry Pi yang berfungsi untuk memantau kegiatan taruna. Gambar dari webcam akan ditampilkan pada personal computer pengasuh dengan cara memanggil alamat IP Address dari Raspberry Pi yang terhubung dengan webcam tersebut. Pada rancangan alat ini saat menampilkan media hiburan video pada layar monitor taruna dapat berjalan dengan baik. Tetapi, tampilan video akan sedikit patah-patah pada tampilan personal computer pengasuh apabila kapasitas video yang diputar terlalu besar. Pada webcam untuk tampilan objek pada personal computer pengasuh memiliki jarak optimal 1 meter untuk tampilan objek lebih jelas. Pada jarak 5 meter tampilan webcam pada personal computer pengasuh akan terlihat buram. Pada rancangan alat ini dapat memberikan kemudahan dalam menyampaikan informasi di Asrama foxtrot Politeknik Penerbangan Surabaya.
RANCANGAN ALAT PERAGA PEMBANGKIT LISTRIK PADA BOEING 737 – SERIES MENGGUNAKAN PERMANENT MAGNET Muhammad Haryo Bangun Nuswantoro; Totok Warsito; Ahmad Musadek
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.267 KB)

Abstract

Kemajuan teknologi pesawat terbang sudah sangat maju. Salah satu sarana yang dibutuhkan oleh setiap instansi yang terdapat pada dunia penerbangan, semakin tinggi kemampuan teknologi pesawat terbang suatu instansi, maka akan semakin tinggi pula tingkat keberhasilan Salah satu contoh komponen yang terpasang pada pesawat Boeing 737-800 adalah Generator, pembangkit listrik yang di gunakan adalah generator sinkron. Generator adalah suatu alat yang dapat mengubah tenaga mekanik menjadi energi listrik.Tenaga mekanik bisa berasal dari panas, air, uap, dll. Energi listrik yang dihasilkan oleh generator bisa berupa Listrik AC (listrik bolak-balik) maupun DC (listrik searah). Hal tersebut tegantung dari konstruksi generator yang dipakai oleh pembangkit tenaga listrik. Generator berhubungan erat dengan hukum faraday. Berikut hasil dari hukum faraday “ bahwa apabila sepotong kawat penghantar listrik berada dalam medan magnet berubah - ubah, maka dalam kawat tersebut akan terbentuk Gaya Gerak Listrik ” . Disebut mesin sinkron, karena bekerja pada kecepatan dan frekuensi konstan di bawah kondisi ”Steady state”. Mesin sinkron bisa dioperasikan baik sebagai generator maupun motor. Mesin sinkron bila difungsikan sebagai motor berputar dalam kecepatan konstan. Apabila dikehendaki kecepatan yang bersifat variabel, maka motor sinkron dilengkapi dengan pengubah frekuensi seperti Inverter atau Cyclo-converter. Pengujian dilakukan menggunalan kawat atau tembaga dengan ukuran 0.36 mm. pengujian tanpa beban di dapat tegangan sebesar 10 V untuk diameter kawat 0,36
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL DAN MONITORING PROTEKSI MCCB MOTORIZED BERBASIS SUPERVISOR CONTROL AND DATA ACQUISTION (SCADA) Fazar Bahari Dwi Nurhakim; Suhanto Suhanto; Sunaryo Sunaryo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.444 KB)

Abstract

Menurut data yang diterima dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) di Sidoarjo bahwa kebakaran pemukiman di sidoarjo pada tahun 2016 sebanyak 38 dari 126 kejadian kebakaranan disebabkan oleh konsleting listrik. Hal ini dikarenakan beberapa faktor salah satunya adalah performa MCCB yang tidak sesuai standar yang membuat sistem proteksi distribusi listrik tidak bagus. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu adanya pengujian sistem proteksi MCCB untuk mengetahui performa MCCB tersebut. MCCB yang digunakan pada percobaan ini adalah MCCB Motorized merek Scheneider sebesar 100A katagori A yang menggunakan standar IEC/EN 60947-2 dan untuk bebannya menggunakan beban Load Banking. Untuk mendukung pengujian MCCB perlu adanya alat sistem kontrol dan monitoring MCCB motorized berbasis SCADA (Supervisor Control And Data Acquistion). Berdasarkan hasil pengujian arus tegangan pada MCCB motorized dengan seri TM-100 merek Schenider diketahui bahwa sistem proteksi MCCB ini sudah sesuai dengan standar IEC/EN 60947-2. MCCB dapat trip dalam waktu kurang dari 1 detik ketika diberikan beban 120% dari maksimal arus yang diatur. Namun untuk proteksi tegangan masih kurang bagus dikarenakan MCCB baru dapat melakukan trip ketika tegangan di bawah 115 volt AC. Hal ini dikarenakan UVT masih dapat energized ketika tegangan diatas 116 volt AC.