cover
Contact Name
Firda Zulivia Abraham
Contact Email
fird007@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
fird007@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
ISSN : 14108283     EISSN : 2527693X     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Press Research and Development Communicatarion is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Communication and Informatics as well as related topics that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Refleksi Citra Universitas Dian Nuswantoro Melalui Unggahan di Akun @udinus_smg Mutia Rahmi Pratiwi; Swita Amalia Hapsari; Amida Yusriana
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 23 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.435 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v23i2.104

Abstract

Instagram has a role for the purpose of personal branding and company branding. Educational institutions use Instagram to inform the activities and achievements as a form of digital promotion. Dian Nuswantoro University is the third best private university in Indonesia and has been using Instagram with an account @udinus_smg since 2016. This research was conductedelv with the aim to describe the reflection of the image carried out by Dian Nuswantoro University through its upload on the Instagram account @udinus_smg during 2017 until 2018. The method used in this research is content analysis. The results showed that in 2017 there were 202 uploads and in 2018 there were 351 uploads. Based on the imaging dimension, content in 2017 contains more of it than in 2018. The dominance of the imaging dimension that appears on the @udinus_smg is at the relationship level, namely: 201 uploads in 2017 and 74 uploads in the year 2018.Keyword: instagram, image dimensions, relationship ABSTRAKInstagram memegang peranan penting di ranah tujuan personal branding dan company branding. Institusi pendidikan menggunakan instagram untuk menginformasikan kegiatan dan prestasi yang diperoleh sebagai bentuk promosi digital. Universitas Dian Nuswantoro merupakan Universitas Swasta terbaik nomot tiga se-Indonesia dan menggunakan instagram dengan nama akun @udinus_smg sejak tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan refleksi citra yang dilakukan Universitas Dian Nuswantoro melalui unggahan-nya di akun instagram @udinus_smg pada tahun 2017 dan 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahun 2017 terdapat 202 unggahan dan pada tahun 2018 terdapat 351 unggahan. Berbasis pada dimensi pencitraan, konten di tahun 2017 lebih banyak memuat dimensi pencitraan daripada tahun 2018. Dominasi dimensi pencitraan yang muncul dalam unggahan di akun @udinus_smg berada pada tataran relationship, yaitu: sebanyak 201 kali unggahan di tahun 2017 dan sebanyak 74 kali unggahan pada tahun 2018.Kata Kunci: instagram, dimensi citra, relationship
Grup WhatsApp Sebagai Wadah Komunikasi Ibu-Ibu di Era Digital Indah Wenerda
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 23 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.822 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v23i1.105

Abstract

Currently, a WhatsApp Group that can be used by mothers in the digital era as a forum for discussion when getting various information from the internet. Therefore, this research was conducted to examine how the themes, roles, and discussion patterns in Whatsapp Group when used by new parents. This study uses a type of qualitative research. Research which includes gathering a wide variety of empirical data from research subjects (forms of communication of young mothers in the group). Then the data is analyzed to get an understanding of the subject of the study at hand. The results of this study include: themes that often-become discussions in are about maternal and child health, immunization, advice and support from all members, family planning, breastfeeding, labor costs, and parenting.Keywords: Whatsapp, group, mother, internet, digital. ABSTRAK Saat ini grup WhatsApp yang dimanfaatkan bagi ibu-ibu di era digital sebagai wadah untuk diskusi ketika mendapatkan berbagai informasi dari internet. Oleh karenanya penelitian ini dilakukan untuk mencermati tema, peran, dan pola diskusi dalam Grup Whatsapp ketika digunakan oleh orang tua baru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian yang meliputi pengumpulan beraneka ragam data empiris dari subjek penelitian (bentuk komunikasi ibu-ibu muda dalam grup). Kemudian data tersebut dianalisis untuk mendapatkan pemahaman tentang subjek kajian yang dihadapi. Hasil dari penelitian ini di antaranya: tema yang sering jadi pembahasan adalah seputar kesehatan ibu dan anak, imunisasi, saran dan dukungan dari semua anggota, KB, ASI, biaya persalinan, dan pola asuh. Kata kunci: WhatsApp, grup, ibu, internet, digital.
Iklan Politik di TVRI Kalsel pada Pemilukada 2018 Achmad Bayu Chandrabuwono; Atika Rusli; Andika Sanjaya
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 23 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.994 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v23i1.106

Abstract

The Regional Head Candidates use advertisements on TVRI South Kalimantan to influence the public and get votes during the 2018 Regional Election campaign. The research uses a descriptive quantitative research type. Descriptive method aims to describe systematically the facts or characteristics of certain populations factually and accurately. This type of research uses quantitative content analysis. The findings state that effective advertising must contain creative and attached messages. According to our research, we conclude that political advertising in South Kalimantan is less effective. Prospective Regional Heads cannot rely on this type of advertising as the main campaign tool. They have to improvise with other media.Keywords: Political Communication, Political Advertisiement, Television. ABSTRAKPara Calon Kepala Daerah menggunakan iklan untuk mempengaruhi masyarakat dan memperoleh suara selama kampanye.Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif bertujuan melukiskan secara sistematis fakta atau karak-teristik populasi tertentu secara faktual dan cermat. Tipe penelitian menggunakan analisis isi kuantitatif.Hasil temuan menyatakan iklan yang efektif harus mengandung pesan-pesan kreatif dan melekat. Menurut riset kami, kami menyimpulkan bahwa iklan politik di Kalimantan Selatan kurang efektif., Para Calon Kepala Daerah tidak dapat bergantung pada jenis iklan ini sebagai alat kampanye utama. Mereka harus berimprovisasi dengan media lain..Kata kunci: Komunikasi politik, iklan politik, televisi
Representasi Ketidakadilan Gender Dalam Konstruksi Pemeberitaan Media Daring tribunnews.com Meryana Micselen Doko
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 23 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.207 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v23i2.107

Abstract

Violence against women is a very worrying phenomenon. Various treatments and forms of violence both physically and psychologically are often experienced by women. Not infrequently found, news about women adorns on online media news. But the sad thing is that there is a tendency of the media to commodify incidents of violence against women. What is highlighted is the sensation aspect, rather than the substance of the event. This can be seen from the use of language in writing news titles. As a result, example of using titles was seem sensational. Therefore, this article aims to map and uncover the representation of gender inequality in news coverage of online media “Trbunnewes.Com”. This article uses discourse analysis by Sara Mills's feminism model. Based on the results of the study, it found that online media have helped construct gender inequality in society. This can be seen from the media coverage that not only marginalizes women but can undermine the dignity of women as creatures of God. As an agent of social construction that defines reality, the online media “Tribunnews.Com” has built a false awareness in the community that various injustices relating to violence against women in society are a result of inattention and even "intentional" of the woman herself.Keywords: representation, gender inequality, online media, women. ABSTRAKKekerasan terhadap perempuan menjadi fenomena yang sangat menguatirkan. Berbagai perlakukan dan bentuk kekerasan baik fisik maupun psikis kerap dialami perempuan. Tidak jarang ditemukan, pemberitaan mengenai perempuan menghiasi halaman media online. Namun hal yang menyedihkan, ada kecenderungan media dalam melakukan komodifikasi peristiwa-peristiwa kekerasan terhadap perempuan. Yang ditonjolkan adalah aspek sensasinya, ketimbang substansi kejadiannya. Hal ini terlihat dari pemakaian bahasa dalam penulisan judul berita-beritanya. Contohnya menggunakan judul yang terkesan sensasional. Karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mengungkap dan membongkar representasi ketidakadilan gender dalam pemberitaan di media online “Tribunnews.Com”. Artikel ini menggunakan analisis wacana feminis menurut model Sara Mills. Berdasarkan hasil telaah ditemukan bahwa media online telah turut mengonstruksi ketidaksetaraan gender dalam masyarakat. Hal ini terlihat dari pemberitaan media yang tidak saja memarginalisasi kaum perempuan namun merendahkan harkat dan martabat perempuan sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai agen konstruksi sosial yang mendefiniskan realitas, media online “Tribunnews.Com” telah membangun kesadaran palsu dalam masyarakat bahwa berbagai ketidakadilan berkenaan dengan kekerasan terhadap perempuan dalam masyarakat merupakan akibat dari ketidakhati-hatian dan bahkan “kesengajaan” dari perempuan itu sendiri.Kata kunci: representasi, ketidakadilan gender, media online, perempuan.
Strategi Komunikasi Politik Calon Legislatif Perempuan Dalam Memperoleh Dukungan Publik Pada Pemilihan Legislatif Tahun 2019 di Kalimantan Selatan Novaria Maulia; Atika Atika; Nining Nadya Rukmana Sari
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 23 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.29 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v23i2.108

Abstract

This research aimed to find out communication strategy which was used by women politicians as legislative candidates in gathering people’s supports on South Kalimantan Legislative Elections 2019. The research used descriptive qualitative approach. Data was collected by depth interview to three types of informants, Regional House of Representatives Banjarmasin City candidates, Regional House of Representatives Banjarbaru City candidates, and voters side. The result of the research showed that some elements of political communications related to women legislative candidate’s communication strategies in getting votes. Women legislative candidates with their team as political communicators while in legislative elections campaign. Political messages, delivered to the people, were focusing on health welfare, women empowerment, and children educations. Besides personal and community communications, their use online media such as Whatsapp, Facebook, Instagram, and other social medias, furthermore they used outdoor media such as billboard. Legislative candidates Political targets are widely, because the targets were not only women. The targets college students, community members, and other community groups. Political communication strategy, used by women legislative candidates in gathering people’s supports, was horizontal political communication strategy. The strategy descripted as position of political communicators (legislative candidates) and communicans (people) relatively balance (give and take position).Keywords: communication strategy, political communication, women legislative candidates ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh Politisi Perempuan sebagai Calon Legislatif (Caleg) dalam memperoleh dukungan publik pada pemilihan legislatif Tahun 2019 di Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara kepada tiga pihak informan, yaitu Caleg DPRD Kota Banjarmasin, Caleg DPRD Kota Banjarbaru, dan dari pemilih. Hasil penelitian mengungkapkan sejumlah unsur-unsur komunikasi politik sehubungan dengan strategi komunikasi Caleg perempuan dalam memperoleh dukungan publik. Caleg perempuan bersama timnya bertindak sebagai komunikator politik selama proses kampanye pemilihan legislatif. Pesan politik yang disampaikan kepada masyarakat fokus pada bidang kesehatan, kesejahteraan, pemberdayaan perempuan, dan pendidikan anak. Adapun saluran yang digunakan, selain komunikasi personal dan kelompok, juga menggunakan media berbasis online seperti whatsapp, facebook, instagram, dan media sosial lainnya, serta menggunakan media luar ruang seperti baliho. Sasaran atau target politik para caleg terbilang cukup luas, karena tidak dibatasi oleh target dari kelompok perempuan saja, namun lebih umum mulai dari kelompok pelajar/mahasiswa, anggota komunitas, dan kelompok masyarakat lainnya. Strategi komunikasi politik yang digunakan para caleg perempuan dalam memperoleh dukungan publik adalah strategi komunikasi politik horizontal, posisi antara komunikator politik dalam hal ini Caleg dan komunikan (masyarakat) relatif seimbang (saling memberi dan menerima).Kata kunci: strategi komunikasi, komunikasi politik, caleg perempuan
Analisis Peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda dalam Meningkatkan Komunikasi Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilu 2019 Muhammad Noor; Hairunnisa Hairunnisa; Ghufron Ghufron
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 23 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.134 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v23i2.110

Abstract

April 17, 2019 has passed with every story, the election is a democratic process to elect the President and Vice President 2019-2024, this election is held simultaneously with the legislative general election. In this 2019 election. Are the steps and actions of the Samarinda City Election Commission team carrying out education and outreach to the public about the urgency of awareness of choosing a trustworthy central and regional leader for the next 5 years. Either through conventional media or social media that is currently being used by young people in the city of Samarinda, because it is undeniable that the number of beginner voters has a not small quota. Besides that, it also discusses how the communication of the political participation of the people of Samarinda City in following and enlivening the 2019 Election. Political participation is to take part or take part in state political activities or activities. In determining the selection of informants can use purposive sampling technique. Purposive sampling technique is to determine the sample with certain considerations that can provide maximum data and subjects / objects according to the purpose. Samarinda City KPU can be said to be trustworthy and attractive, so it is expected that as a source / communicator it can recognize well and have knowledge of the communicants it faces in its socialization activities to increase political participation in the 2019 elections Key Word : Role, Election Commission, Political Participation, Elections ABSTRAK Tanggal 17 April 2019 telah berlalu dengan setiap cerita, Pemilu merupakan sebuah proses demokrasi untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, pemilihan ini dilaksanakan serentak dengan pemilihan umum legislatif. Pada Pemilu tahun 2019 ini. Apakah langkah-langkah dan sepak terjang tim Komisi Pemilihan Umum Kota Samarinda telah melaksanakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang urgensi kesadaran memilih pemimpin pusat dan daerah yang amanah untuk 5 tahun ke depan. Baik melalui media konvensional ataupun media sosial yang marak saat ini dipergunakan oleh pemuda di kota Samarinda, karena tidak dipungkiri bahwa jumlah pemilih pemula memiliki kuota yang tidak sedikit. Selain itu membahas pula bagaimana komunikasi partisipasi politik masyarakat Kota Samarinda dalam mengikuti dan memeriahkan Pemilu 2019 ini. Partisipasi politik adalah mengambil bagian atau mengambil peranan dalam aktivitas atau kegiatan politik negara. Dalam penentuan pemilihan informan dapat menggunakan teknik Purposive Sampling.Teknik purposive sampling adalah menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dapat memberikan data secara maksimal serta subjek/objek sesuai tujuan. KPU Kota Samarinda bisa dikatakan, dapat dipercaya dan memiliki daya tarik, maka diharapkan sebagai sumber/komunikator dapat mengenali dengan baik dan memiliki pengetahuan akan komunikan yang dihadapinya dalam kegiatan sosialisasi yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi politik pada Pemilu 2019. Kata Kunci : Peran, KPU, Partisipasi Politik, Pemilu
Fenomena Ekonomi Politik Komunikasi di Indonesia: Komodifikasi Hijab pada dalam Iklan Hijab fresh Body & Lotion di Televisi Wasvita Sari
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 24 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.834 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v24i1.111

Abstract

Changes in hijab fashion trends have been developing rapidly in Indonesia until the end of 2017. Hijab women are now be the target market for producers in Indonesia. As an indication is the emergence of many special products for women who wear hijab that often appear on television screens. Fresh Hijab ad is a lotion ad that is one example of hijab commodification, which is shifting the value of hijab to be more commercial to get sales profits. This phenomenon is included in the study of the political economy theory of media communication written by Moscow with an indication of the entrance to capitalism by means of the commodification of content or content carried out by the media to gain high profits for producers and the media. This paper uses the observation method in the Hijab Fresh advertisement video and is analyzed using a semiotic analysis technique, Charles Sanders Pierce's Semiotic Theory which will explain the meaning of the sign contained in the Hijab Fresh Hand & Body Lotion advertisement. Keywords: commodification, economy communiation, political communication, hijab commodification, semiotic theory ABSTRAK Perubahan trend mode hijab telah berkembang pesat di Indonesia hingga akhir tahun 2017 ini. wanita berhijab kini dijadikan pasar yang menjadi target para produsen di Indonesia. Sebagai indikasinya adalah munculnya banyak produk-produk khusus untuk wanita berhijab yang sering muncul pada layar televisi. Iklan Hijab fresh merupakan iklan lotion yang menjadi salah satu contoh komodifikasi hijab yaitu menggeser nilai hijab menjadi lebih komersial untuk mendapatkan keuntungan penjualan. Fenomena ini termasuk dalam kajian teori ekonomi politik komunikasi media yang ditulis oleh Moscow dengan diindikasikan jalan masuk menuju kapitalisme dengan cara komodifikasi content atau isi yang dilakukan media untuk mendapatkan keuntungan tinggi bagi produsen dan media. tulisan ini menggunakan metode pengamatan pada video iklan Hijab Fresh dan dianalisa dengan menggunakan teknik analisa semiotic yaitu Teori Semiotika Charles Sanders Pierce yang akan menjelaskan makna tanda yang terkandung dalam iklan Hijab Fresh Hand&Body Lotion. Kata Kunci: ekonomi politik komunikasi, komodifikasi, komodifikasi hijab, semiotika.
Strategi Sosialisasi Politik Virtual Pasangan Calon pada Pemilihan Umum Raya Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri di Surabaya Riky Rakhmadani; Naha Navisa
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 24 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.114 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v24i1.112

Abstract

Political socialization is an important part of the candidate pair's important role in gaining support. The application of virtual media of candidate pairs also determines the direction of the votes in each candidate pair. This study used a qualitative-descriptive approach with interview and virtual observation data collection techniques. The results of research and analysis conducted, showed that the candidate pairs mapped students through virtual media to convey their political strategies, then used each virtual media of the candidate pairs to socialize their superior programs that were different from other candidate pairs. So, the candidate pair in this case made a political socialization strategy on every virtual media to increase the votes in the contestation of the student highway elections. Keywords: political socialization, general elections, state universities in Surabaya, virtual ABSTRAK Sosialisasi politik menjadi bagian yang tak terlewatkan sebagai peran penting pasa-ngan calon dalam meraih dukungan. Penerapan media virtual pasangan calon turut menentukan arah suara pada setiap pasangan calon, Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi virtual. Hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, menunjukkan bahwa pasangan calon memetakan mahasiswa melalui media virtual untuk menyampaikan strategi politiknya, kemudian menggunakan setiap media virtual pasangan calon untuk men-sosialisasikan program unggulannya yang berbeda dengan pasangan calon lain. Jadi, pasangan calon dalam hal ini membuat strategi sosialisasi politik pada setiap media virtual untuk meningkatkan suara dalam kontestasi pemilihan umum raya mahasiswa. Kata kunci: sosialisasi politik, pemilihan umum, universitas negeri di Surabaya, virtual
Difusi Inovasi Pengolahan Lahan Basah Tanpa Bakar di Kalimantan Tengah Rani Diah Anggraini
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 24 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.728 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v24i1.113

Abstract

The haze disaster that hit the Central Kalimantan and surrounding areas in 2015 had a broad impact on various fields of life, such as economics, health, and education. The government prohibits land clearing by burning and launching a peat restoration program to prevent the occurrence of the smog haze again while restoring degraded peat ecosystems. However, the diffusion of innovations in peat restoration programs carried out by BRG in which there is PLTB program must deal with the habit of burning land that has been carried out for generations. The study about the process of diffusion of innovations in PLTB program in Central Kalimantan used a qualitative descriptive approach with a case study method. The face-to-face interpersonal communication channel is the main communication channel of the BRG in the process of diffusion of innovation in PLTB program and is considered the most effective. BRG maximizes the role of opinion leaders and change agents as a source of information. BRG also improved the function of Fasdes and established intensive communication with peatland farmers through the WhatsApp group to overcome uneven internet network constraints. Keywords: Peat Restoration, Land Processing without Burning, Diffusion of Innovations ABSTRAK Bencana kabut asap yang melanda wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya pada tahun 2015 berdampak luas pada berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Pemerintah melarang pembukaan lahan dengan membakar dan mencanangkan program restorasi gambut untuk mencegah bencana kabut asap kembali terjadi sekaligus mengembalikan ekosistem gambut yang terdegradasi. Namun, difusi inovasi program restorasi gambut oleh BRG di mana terdapat program PLTB harus berhadapan dengan kebiasaan membakar lahan yang telah dilakukan masyarakat secara turun-temurun. Penelitian tentang proses difusi inovasi program PLTB di Kalimantan Tengah ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Saluran komunikasi interpersonal secara tatap muka menjadi saluran komunikasi utama BRG dalam proses difusi inovasi program PLTB dan dinilai paling efektif. BRG memaksimalkan peran pemuka pendapat dan agen-agen perubahan sebagai sumber informasi. BRG juga meningkatkan fungsi Fasdes dan menjalin komunikasi intensif dengan petani-petani lahan gambut melalui grup WhatsApp untuk mengatasi kendala jaringan internet yang belum merata. Kata kunci: Restorasi Gambut, Pengolahan Lahan Tanpa Bakar, Difusi Inovasi
Eksistensi Media Tradisional Pakkacaping Sebagai Media Penyampaian Informasi Publik di Kota Parepare Rukman Pala
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 24 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.321 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v24i1.117

Abstract

Pakkacaping traditional media in society is displaced by the development of digital media. This study aims to determine the existence, the role of the community as a medium for delivering public information. This research is a qualitative research which uses interview and observation as tools to collect the data. The results of this research show that the existence of the traditional media is now only accepted by limited certain communities, namely generations over 40 years and over. While among millennial generations it is still unpopular and difficult to develop. The role of the community in the development of traditional medals can be seen in the appearance of Pakkacaping's cultural arts at traditional parties which are only held at certain events. The role of the government is still quite good. It can be seen from the existence of coaching in the form of giving ample spaces to art galleries to open trainings for the community. Although from a financial perspective, the government has not provided full support since this is not yet a government priority. Keywords: tradisional media, pakkacaping, media public information ABSTRAK Media tradisional Pakkacaping dalam masyarakat mengalami pergeseran dengan adaya perkembangan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi, peran masyarakat sebagai media penyampai informasi publik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar observasi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahasa eksistensi media tradisional yang ada sekarang segmen peminatnya masih terbatas pada masyarakat tertentu saja, dalam hal ini mereka yang berusia 40 tahun keatas. Sedangkan di kalangan milenial media tradisional ini masih belum familiar dan cukup sulit dikembangkan. Peran masyarakat di dalam pengembangan medial tradisional dapat dilihat penampilan seni budaya Pakkacaping dalam pesta-pesta adat yang hanya dilaksanakan pada even-even tertentu. Peran pemerintah masih cukup baik, hal ini dapat dilihat dari adanya pembinaan dalam bentuk pemberian ruang yang cukup luas kepada sanggar-sanggar seni untuk membuka pelatihan-pelatihan kepada masyarakat. Meskipun dari segi finansial, pemerintah belum memberikan support penuh mengingat ini belum menjadi prioritas pemerintah. Kata kunci: media tradisional, pakkacaping, media informasi publik

Page 8 of 11 | Total Record : 108