cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding PESAT
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol 6 (2015)" : 47 Documents clear
E-LEARNING ENGLISH FOR CHILDREN APLIKASI MOBILE MENGENAL ALAT TRANSPORTASI BERBASIS ANDROID Yundatama, Yogi; Parno, Parno
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi belakangan ini tumbuh begitu pesat, penggunaan komputer sebagai alat bantu sangatlah dibutuhkan salah satunya dalam menunjang kegiatan belajar. Aplikasi E-Learning ini menjelaskan tentang perancangan aplikasi pembelajaran interaktif mengenal alat-alat transportasi untuk anak usia dini dalam Bahasa Inggris berbasis Android dengan menggunakan APP inventor. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu mengenalkan kepada peserta ajar (anak berusia 4 sampai dengan 7 tahun) menggunakan alternative media lain selain pembelajaran konvensional melalui buku, yaitu menggunakan konsep belajar elektronik (E-Learning) menggunakan perangkat multimedia, bagaimana memadukan gambar, teks, suara, animasi, dan video kedalam perangkat komputer untuk kemudian diproses dan diolah sehingga menjadi suatu bentuk informasi yang ditampilkan secara menarik dan bersifat edukatif berisikan fasilitas untuk latihan mengenal jenis-jenis alat transportasi dalam bahasa Inggris serta permainan untuk mengasah daya ingat dalam mengenal alat-alat transportasi dalam bahasa Inggris dengan perangkat mobile. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan aplikasi terdiri dari beberapa tahapan yaitu dengan pengumpulan data mengenai jenis-jenis alat transportasi,membuat struktur navigasi, membuat rancangan tampilan, pembuatan aplikasi, serta uji coba dan mengimplentasi menggunakan emulator hingga terbentuk sebuah aplikasi yang siap dijalankan. Untuk dapat menggunakan aplikasi ini pengguna hanya perlu menginstall aplikasi ini pada Android dengan minimum platform 2.2 (froyo).
HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN KESEPIAN (LONELINESS) PADA DEWASA MUDA LAJANG Sari, Indah Putri; Listiyandini, Ratih Arruum
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa dewasa muda merupakan proses untuk membentuk suatu keluarga, mendapatkan pekerjaan dan memilih teman. Tahap perkembangan yang akan dilalui dewasa muda yaitu intimacy vs isolation. Apabila individu belum dapat menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain, maka ia akan mengalami perasaan terisolasi. Oleh karena itu, dewasa muda lajang yang belum memiliki pasangan dianggap sudah memasuki usia kritis dan memiliki resiko mengalami depresi dan kesepian. Kesepian merupakan emosi negatif yang muncul karena adanya kesenjangan hubungan sosial antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada. Oleh karena itu, individu membutuhkan peran resiliensi. Resiliensi merupakan kualitas pribadi yang memungkinkan seseorang bangkit ketika menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan kesepian (loneliness) pada dewasa muda lajang serta tinjauannya dalam Islam. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberikan informasi terkait mengatasi kesepian pada dewasa muda lajang. Subjek penelitian berjumlah 200 orang di Jakarta dengan rentang usia 22-33 tahun. Pengukuran menggunakan adaptasi alat ukur CD-RISC dan UCLA Loneliness Scale. Berdasarkan uji korelasi ditemukan hasil r = -0,324 dan p = 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan bersifat negatif. Artinya apabila resiliensi pada individu dewasa muda lajang rendah maka kesepian (loneliness) yang dirasakan individu dewasa muda lajang tinggi dan sebaliknya apabila resiliensi tinggi maka kesepian (loneliness) rendah.Resiliensi memiliki kontribusi dalam menurunkan kesepian sebesar 10,5%. Dengan demikian, untuk mengatasi kesepian individu membutuhkan kemampuan resiliensi seperti percaya pada diri sendiri dan membangun interaksi sosial yang baik.
PENGGUNAAN BATU KARANG, TANAH SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT DALAM PEMBUATAN BETON K-175 UNTUK BANGUNAN SEDERHANA Pangaribuan, Mekar Ria; Narlis, Narlis
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Enggano adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara yang merupakan pulau terluar dan untuk menuju kesana diperlukan waktu 12 jam dari Pelabuhan Pulaubaai di Bengkulu dengan menggunakan kapal laut menyebrangi Samudera Indonesia yang luas. Selama ini material untuk membuat bangunan selalu dibawa dari Bengkulu, sehingga biaya untuk membangun sebuah rumah sangat tinggi. Pulau Enggano memiliki potensi alam yang berupa material batu karang sepanjang pantai, tanahnya yang berwarna kekuningan bercampur pasir, dan air payau, serta gunung kapur. Hal inilah yang menjadikan peneliti untuk membuat mix desain mendapatkan beton K.175 berdasarkan hasil pemeriksaan bahan dan pengujian untuk membuat beton dengan memanfaatkan material lokal sebagai pengganti agregat kasar dan agregat halus. Metode penelitian meliputi: uji air, pemeriksaan analisa gradasi (Sieve Analysis) agregat halus (Pasir Enggano), pemeriksaan kadar air, kadar lumpur, berat isi agregat, dan berat jenis, penyerapan agregat, dan perencanaan c ampuran beton (Mix Desain), melakukan pengujian kuat tekan kubus beton yang dihasilkannya. Penelitian dilakukan di dua tempat yaitu di Pulau Enggano untuk pengambilan sampel kemudian sampel di uji di BKB3 Provinsi Bengkulu dari bulan April sampai dengan Ag ustus 2015. Setelah dilakukan pemeriksaan di Balai Konstruksi Beton dan Bahan Bangunan Provinsi Bengkulu terhadap tanah Enggano dan split karang 2/3 ini memiliki karateristik sebagai berikut: a) hasil pemeriksaan gradasi , pasir/agregat halus tersebut mas uk ke dalam zone 3, dengan modulus kehalusan pasir 2,876, layak untuk dijadikan agregat halus pada pembuatan beton. Sedangkan split karang 2/3 sebagai agregat kasar tersebut masuk ke dalam zone kasar butiran 38.1 – 4.76 karena sebagian besar nilai gradasi yang diperoleh masuk ke dalam batasan zone ini, dengan modulus kehalusan split karang 2/3 adalah 3,39, artinya supaya split karang 2/3 dapat dijadikan pengganti koral, hasil desain pencampuran material pembentuknya ditingkatkan menjadi 45%, b) hasil uji kadar air agregat kasar (3,05 %) lebih besar nilainya daripada kadar air agregat halus (2,65 %) artinya bahwa agregat kasar yang berukuran lebih besar dan memiliki rongga-rongga pada permukaan yang lebih banyak, memiliki kemampuan untuk menyerap air lebih banyak dibandingkan agregat halus, c) hasil uji kadar lumpur pada tanah/pasir Enggano adalah 2,95 %. Artinya, kadar lumpur pada agregat halus yang digunakan memenuhi syarat karena kurang dari 5%, sehingga lumpur bisa menyatu dengan semen. Untuk kandungan lumpur batu karang split 2/3 didapatkan sebesar 0,2%, sedangkan syarat untuk campuran beton, kerikil memiliki kandungan lumpur maksimum 1%. Jadi, karang split 2/3 tersebut memenuhi syarat, untuk diperhatikan sebelum digunakan karang split 2/3 dicuci untuk mengurangi kadar lumpurnya dan dikeringkan dipanas matahari selama 2-3 hari, d) hasil pengujian berat isi agregat halus relatif lebih besar (1.346 kg/m3) untuk kondisi padat daripada berat volume agregat kasar (840,6 kg/m3). Hal ini terjadi karena sifat material agregat, yaitu bahwa untuk suatu volume yang sama, agregat halus memiliki berat yang lebih besar daripada agregat kasar, e) berat jenis kerikil SSD (Saturated Surface Dry) agregat kasar yang diperoleh adalah 1,806. Berat jenis Agregat ini mendekati berat jenis agregat ringan yang memiliki batasan kurang dari 2,5 gr/cm3, sedangkan berat jenis pasir SSD (Saturated Surface Dry) yang diperoleh adalah 2,647 gr/cm3 dengan penyerapan air sebesar 0,0273 %. Adapun proporsi/komposisi bahan untuk 1m3 beton didapatkan kebutuhan: semen: 303,57 kg, air: 170 liter, agregat halus/ tanah Enggano: 707,14 kg, agregat kasar/ split karang 2/3: 2,85 kg. Hasil pengujian kuat tekan beton terhadap kubus, tercapai kuat tekan yang diinginkan yaitu K.175 dengan sampel umur 28 hari (Benda Uji 1: 290,073 kg/cm2, Benda Uji 2: 203,17 kg/cm2, Benda Uji 3: 177,773 kg/cm2). Sedangkan hasil analisa teknis biaya pembuatan 1m3 beton mutu K.175 Slump (12 ± 2) Cm ada selisih 9.207.930,60 per m3 apabila menggunakan material setempat (semen tetap didatangkan dari Bengkulu).
SYMBOLS USED IN “LARUNGAN” AT NGEBEL LAKE PONOROGO REGENCY Widastuti, Rini; Wuryantoro, Aris
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is intended to reveal about symbols used in Larungan at Ngebel lake, Ponorogo Regency, East Java, Indonesia. The objectives of the research are: (1) describing the kinds of symbols used in Larungan at Ngebel lake, and (2) analyzing the meaning of symbols used in Larungan at Ngebel lake. The research uses descriptive qualitative research by using semiotic approach. Data of the research collected by using observation, interview, and content analysis from the informant and documentation. Results of the research reveal that: (1) there are thirteen symbols used in Larungan at Ngebel lake, Ponorogo, as follows Wedus Kendit (Stripped stomach goat), Tumpeng Abang (Red coned rice), Buceng Kuwat (Forcing coned white sticky rice). Buceng Tulak (Warding coned white sticky rice), Jenang (Rice pudding), Rasulan (attribute to Muhammad, the messenger of God), Leluwuran (Prayer for ancestors), Pala Pendem, Kupat lan Kupat Lepet (Buried corps plant, Rice boiled of plaited young coconut leaves, and Sticky rice of twisted young coconut leaves), Sego Golong Limo lan Sego Golong Pitu (Five piled rice and seven piled rice), Beras Sefitrah, Kambil Gundil, Pisang Ayu (One tithe rice, one skinless coconut, and good condition of banana), Kupat Luwar (Kind of rice boiled of plaited young coconut leaves), Gulo Gimbal Karuk Gringsing (Sticky sugar with fried dried rice), Tumpeng Agung (Big coned rice); and (2) every symbol used in the Larungan has each meaning depend on its purposes. It concludes that symbols used in Larungan contain some meaning which reflected in the form of foods. Every symbol has the relationship with macrocosm meaning that is the relationship between the Ngebel villagers and the God, and microcosm meaning has relationship with the process of Larungan itself.
PERANAN POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMPREDIKSI RESILIENSI MAHASISWA TAHUN PERTAMA YANG MERANTAU DI JAKARTA Permata, Devita Cahya; Listiyandini, Ratih Arruum
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena mahasiswa perantau umumnya bertujuan untuk meraih kesuksesan melalui kualitas pendidikan yang lebih baik pada bidang yang diinginkan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa masalah unik yang dialami mahasiswa perantau adalah masalah intrapersonal dan interpersonal yang disebabkan oleh proses penyesuaian diri. Untuk mengatasi berbagai tantangan atau permasalahan yang ada maka diperlukan peran orang tua dari setiap mahasiswa, supaya menjadi pribadi resilien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan pola asuh orang tua terhadap pembentukkan resiliensi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 150 orang mahasiswa tahun pertama yang merantau di Jakarta. Penelitian ini menggunakan skala PAQ untuk mengukur pola asuh orang tua dan skala CD-RISC untuk mengukur resiliensi. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa terdapat peranan pola asuh orang tua terhadap resiliensi mahasiswa tahun pertama yang merantau di Jakarta. Pola asuh yang paling berperan terhadap resiliensi adalah pola asuh ibu otoritatif, sedangkan pola asuh yang tidak berperan terhadap resiliensi adalah pola asuh ayah permisif. Kombinasi pola asuh orang tua yang paling berperan paling besar terhadap resiliensi adalah kombinasi pola asuh ibu otoritatif dan pola asuh ayah otoritatif, sedangkan kombinasi pola asuh orang tua yang berperan paling kecil terhadap resiliensi adalah kombinasi pola asuh ayah otoritarian dan pola asuh ibu permisif.
PROSES, STRATEGI DAN PENDEKATAN PENERJEMAHAN OLEH TUNA NETRA Nababan, M. R.; Marmanto, Sri
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus penerjemah tuna netra. Tujuannya adalah untuk 1) mengidentifikasikan dan mendeskripsikan proses, strategi dan pendekatan penerjemahan yang digunakan oleh para penerjemah tuna netra dan 2)untuk mengetahui dampak dari proses, strategi dan pendekatan penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah tuna netra terhadap kualitas terjemahan yang mereka hasilkan. Data penelitian ini bersumber pada informan (yang terdiri atas tiga orang penerjemah tuna netra dan tiga orang penilai kualitas terjemahan) dan dokumen, yang berupa teks sumber dalam bahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah penugasan, analisis dokumen, pengamatan langsung, wawancara mendalam dan pemanfaatan kuesioner. Data penelitian tersebut dianalisis dengan menerapkan teknik analisis data dari Spradley, yang terdiri atas analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial dan analisis tema budaya. Hasil penelitian ini me nunjukkan bahwa penerjemah tuna netra tidak menerapkan proses dan strategi penerjemahan yang lazim diterapkan oleh penerjemah normal. Di samping itu, pendekatan penerjemahan yang mereka terapkan cenderung merupakan pendekatan bawah -atas. Sebagai akibatnya, terjemahan yang mereka hasilkan mempunyai kualitas yang rendah, baik dari segi keakuratan dan keberterimaan maupun dari segi keterbacaan terjemahannya
TAK BISA PINDAH KE LAIN HATI: PERAN ORIENTASI PERSPEKTIF WAKTU MASA LALU NEGATIF PADA INDIVIDU YANG PERNAH TERLIBAT HUBUNGAN ROMANTIS Rahardjo, Wahyu; Nurshafitri, Desba; Atlanti, Fani; Karim, Indrajid; Afiatin, Mita; Desima, Nenda
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan romantis merupakan hal yang biasa ditemui dalam relasi pria-wanita. Hal yang menarik adalah fakta bahwa banyak individu mengalami gagal move on, meminjam istilah remaja saat ini, atau ketidakmampuan pindah ke lain hati, bahkan setelah putus atau b erpisah dari orang yang pernah dekat dengannya. Salah satu hal yang ditengarai menjadi penyebabnya adalah orientasi perspektif waktu masa lalu negatif, di mana individu lebih banyak mengingat hal-hal yang buruk di masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah orientasi perspektif masa lalu negatif berperan pada diri individu sehingga menjadi tidak mampu pindah ke lain hati. Riset ini adalah riset kuantitatif dengan melibatkan mahasiswa di Depok dan sekitarnya sejumlah 100 orang. Teknik pengambila n data menggunakan insidental sampling untuk mendapatkan karakteristik khusus yaitu partisipan yang pernah atau sedang mengalami ketidakmampuan pindah ke lain hati. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa orientasi perspektif waktu masa lalu negatif berkorelasi dan memiliki pengaruh negatif terhadap ketidakmampuan individu untuk pindah ke lain hati pada semua alasan yang dapat dikemukakan, mulai dari masih adanya perasaan sayang, adanya kenangan indah, lamanya hubungan romantis yang pernah dijalani, kemunculan kembali orang yang pernah dicintai, bayangan cita-cita bersama yang belum tercapai, janji pada diri sendiri, dan ketidakmampuan memaafkan orang yang pernah dicintai.
MODALITAS DALAM TEKS BERITA MEDIA ONLINE Prihantoro, Edy; Fitriani, Dinda Rakhma
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fairclough mengemukakan bahwa analisis teks merupakan analisis terhadap teks yang terdapat dalam wacana. Teks dinilai sebagai domain representasi dan signifikasi dunia dan pengalaman dan lain- lain. teks terbuka untuk berbagai interpretasi. Bentuk teks yang dapat dianalisis dalam membongkar makna melalui dimensi tekstual, diantaranya adalah Kohesi dan Koherensi dan analisis tata bahasa Analisis tata bahasa dalam analisis wacana kritis lebih ditekankan pada sudut klausa yang terdapat dalam wacana. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata bahasa dalam teks Warta berita online yang dianalisis dari sudut modalitasnya.Metode penelitian yang diguanakan adalah penjaringan data menggunakan tools korpus, data dianalisis menggunakan pendekatan AWK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah ditemukan jenis modalitas jenis modalitas Intensional, Epistemik, Deontik, Dinamik, Aletis.
PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP PENGENDALIAN INTERN AKTIVITAS PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN PADA PERUSAHAAN JASA Mercedes, Agnes Meggianti; Haryanti, Dwi Asih
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan memerlukan sistem Informasi Akuntansi guna meningkatkan pengawasan terhadap sistem yang sedang berjalan agar sesuai dengan sistem pengemdalian intern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem penggajian dan pengupahan serta menganalisis dan merancang sistem informasi pada PT. Timur Jaya Nusantara, sebuah perusahaan jasa vulkanisir ban, sering disebut retreading. Berdasarkan hasil penelitian, evaluasi dari sistem penggajian dan pengupahan yang diterapkan pada PT. Timur Jaya Nusantara masih memiliki kelemahan dan juga kekurangan, sistem penggajian dan pengupahan belum sesuai dengan sistem pengendalian intern, pembuatan daftar gaji dan upah serta fungsi pembayaran gaji dan upah masih dilakukan oleh satu bagian yang sama yaitu bagian keuangan. Sehingga adanya perangkapan tugas (double job). Untuk mengatasi masalah tersebut diusulkan adanya penambahan bagian akuntansi dan pembuatan sistem informasi akuntansi.
GAMBARAN ADOLESCENT BELIEF MENGENAI KARAKTERISTIK ORANGTUA: Suatu Penelitian Dengan Pendekatan Indigenous Psychology R, Missiliana; Handayani, Vida
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan sejak tahun 2014, yang bertujuan untuk menemukan gambaran tentang belief remaja terhadap orangtuanya (adolescent belief), sehingga dapat diperoleh pemahaman tentang karakteristik orangtua yang diyakini oleh remaja. Melalui pemahaman ini, diharapkan dapat dijadikan informasi tentang styerotipe remaja akan orangtuanya, yang dapat saja mempengaruhi pola komunikasi antara orangtua dan remaja. Penelitian awal dilakukan dengan memberikan pertanyaan terbuka, terhadap 1029 remaja. Subjek dapat memberikan jawaban lebih dari tiga respon, sehingga diperoleh respon sebanyak 4262 dari remaja. Melalui pengolahan data secara open koding dan kategorisasi, diperoleh 11 kategori besar, yaitu baik, peduli, disiplin, bertanggung jawab, hangat, bijaksana, religius, jujur, tegar, setia dan cerdas.Berdasarkan kategori tersebut, maka dikonstruksikan alat ukur dan dilakukan pengujian validitas terhadap alat ukur tersebut. Berdasarkan pengujian diperoleh nilai validasi untuk keduapuluhtiga aitem adalah 0.31-0.717, dan dengan nilai reliabilitas sebesar 0.89. Hal ini berarti alat ukur tersebut dapat digunakan untuk mengukur adolescent belief terhadap orangtua. Selanjutnya dilakukan penelitian terhadap 208 remaja, dan diperoleh hasil bahwa seluruh remaja memiliki nilai mean>3.0. Hal ini berarti remaja memiliki keyakinan bahwa orangtua memiliki karakteristik-karakteristik yang positif di dalam dirinya.

Filter by Year

2015 2015