cover
Contact Name
Andi Ruhban, S.ST.,M.Kes
Contact Email
ruhbansaja@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ruhbansaja@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
ISSN : 0854624X     EISSN : 26226960     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Tulisan yang diterima melingkupi rumpun Ilmu Kesehatan Lingkungan dengan diberi kode 359 oleh Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi, yang dapat berupa Artikel Hasil Riset, Book Review, Literatur Review, Komentari/Opini, Berita Ilmiah (Scientific News), dan Letter to Editor. Tulisan tersebut menyangkut Sanitasi Dasar (penyehatan air, pengelolaan limbah cair, pembuangan tinja, penanganan sampah, penyehatan makanan minuman, pengendalian vektor), penyehatan udara, pengamanan pestisida, rumah sehat dan tata graha, perilaku hidup bersih dan sehat, higiene perorangan, sanitasi tempat umum-wisata-matra, sanitasi transportasi, sanitasi industri dan keselamatan kerja, sanitasi rumah sakit, sanitasi kawasan pesisir pantai dan laut, penyakit berbasis lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan, manajemen risiko lingkungan, epidemiologi kesehatan lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 257 Documents
HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KANDUNGAN BAKTERIOLOGIS PADA MINUMAN YANG DIJUAL DI SEPANJANG PANTAI LOSARI Mahmud, Inayah; Astuti, Sri Reski
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 19, No 1 (2019): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v19i1.953

Abstract

ABSTRACTFood and beverages trading by street vendors in the process of processing often less attention to sanitation hygiene factors who makes potentially the existence of biological contamination causing digestive infections.The purpose of this research is there is a correlation between the sanitation hygiene with the bacteriological contentin sold the beverages at Losari Beach.The type of this research is quantitative research using observational method withapproach cross sectional. The population is 150 traders,and samples used by 50 traders.The results of this research indicate that there is a correlation hygiene of the handler with bacteriological content(p = 0.011 CC = 0.41). There is a correlation of sanitary equipment with bacteriological content (p = 0,00 CC = 0.64). There is a correlation of sanitation beverage processing with existence bacteriological (p = 0,00 CC = 0,665) and a correlation of storage sanitation with bacteriological content (p = 0,00 CC = 0,687) TheThe conclusion in this research is there is a correlation between hygiene of handlers, sanitation equipment, beverage processing sanitation, and sanitary storage materials with existence bacteriological. Suggestion for traders is have to increase the food sanitation hygiene.Keywords: Hygiene Handkerchief, Sanitation Drink, Bacteriological Content. 
HUBUNGAN PERILAKU PENJAMAH DENGAN KEBARADAAN MPN COLIFORM PADA MINUMAN DI ANGKRINGAN KABUPATEN BARRU Rostina, Rostina; Mutiana, Rosita
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i2.1163

Abstract

Jus buah merupakan salah satu jenis minuman yang dijual di Angkringan dan  diolah tanpa proses pemanasan, pengolahan yang tidak saniter sangat berperan membuat minuman ini mengandung bakteri MPN Colform.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku penjamah dengan keberadaan MPN Coliform pada minuman di Angkringan Kabupaten Barru. Rancangan penelitian pada penelitian ini adalah cross-sectional. Jumlah sampel 20 sampel minuman dan 20 responden, sampel dipilih secara purposive sampling. Data perilaku penjamah diperoleh melalui pengamatan secara langsung berdasarkan kuesioner pengamatan, sedangkan data keberadaan coliform diperoleh menggunakan MPN coliform. Data dianalisis dengan korelasi Fisher.  Uji statistik menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p=1,000) dan variabel sikap (p=0,373) yang lebih besar nilainya dari p>0,05, sehingga H0 diterima. Sedangkan, variabel tindakan (p=0,000) yang lebih kecil dari p<0,05, sehingga Ha diterima. Hasil penelitian terdapat 18 sampel dari 20 sampel yang diteliti mengandung MPN Coliform dengan jumlah >20 koloni/ml. Hasil ini, melebihi batas maksimum yang ditentukan oleh SNI tahun 2009 bahwa batas maksimum MPN Coliform dalam sari buah sebanyak 2x101 koloni/ml. Hal ini dipengaruhi oleh lokasi penjualan, suhu, kelembaban, tindakan penjamah, bahan baku dan peralatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keberadaan MPN Coliform pada minuman tidak berhubungan dengan pengetahuan dan sikap, tetapi berhubungan dengan tindakan penjamah di Angkringan. Untuk itu diharapkan bagi penjual sebaiknya melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci :Perilaku Penjamah, MPN Coliform.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA DI PESANTREN IMMIM PUTRI KABUPATEN PANGKEP Fitrianti, Fitrianti; Arif, Muhammad Ikbal
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 1 (2020): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v20i1.1474

Abstract

Kualitas lingkungan hidup dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas lingkungan adalah adanya pencemaran dalam lingkungan. Pesantren IMMIM memiliki lingkungan yang cukup baik namun ada beberapa yang masih kurang seperti Kebersihan lingkungan yang banyak sampah berserakan di dalam Asrama dan keadaan pencahayaan yang masih butuh penerangan/pencahayaan alamiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian penyakit ISPA yang di Pesantren IMMIM Putri Kabupaten Pangkep. Metode penelitian adalah observasi analitik dengan pendekatan crossectional study, dimana data yang menyangkut variabel bebas dan variabel terikat akan dikumpulkan dan diukur dalam waktu yang bersamaan dengan jumlah sampel sebanyak 172 responden.Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ada hubungan antara pencahayaan dengan penyakit ISPA p=0.024< 0.05 dan kepadatan hunian p=0.041< 0.05. Sedangkan yang tidak berhubungan dengan penyakit ISPA yaitus uhu p=0.061, kelembaban p=0.068 dan kebersihan lingkungan p=0.296Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa dari lima variabel, terdapat dua variabel yang berhubungan dengan penyakit ISPA yaitu pencahayaan dan kepadatan hunian di Pesantren IMMIM. Olehkarena itu disarankan agar dilakukan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kondisi sanitasi lingkungan dengan baik. Kata Kunci :Sanitasi Lingkungan, Penyakit ISPA, Pesantren
KEMAMPUAN DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius) DALAM MENGUSIR KECOAK La taha, la taha; Nurawalia, Nurawalia
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i1.681

Abstract

ABSTRAK Kecoak merupakan serangga yang banyak menimbulkan kerugian bagi manusia selain menimbulkan bau tidak sedap, kecoak juga merupakan vektor beberapa penyakit, kecoak amerika adalah kecoak yang paling sering di temukan di pemukiman Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan daun pandan wangi dengan dosis, 3 gr, 6 gr, dan 9 gr, dalam mengusir kecoak priplaneta americana. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen untuk menguji  kemampuan daun pandan wangi sebagai pengusir kecoak, penelitian ini dilakukan dengan 3 dosis yaitu 3 gr, 6 gr, dan 9 gr kemudian dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali, setiap percobaan dilakukan pengamatan selama 12 jam, hasil diolah secara manual dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dosis 3 gr, 6 gr, dan 9 gr,  sudah mampu mengusir kecoak karena tidak ada kecoak yang mendekat pada botol uji bagian A2 yang terdapat umpan dan daun pandan wangi, dengan dosis 3 gr sudah mampu mengusir kecoak, dan semakin tinggi dosis yang digunakan maka semakin efektif mengusir kecoak, hal ini karena daun pandan wangi memiliki kandungan kimia seperti flavanoid, polifenol, tanin, alkaloid, dan saponin yang menyebabkan kecoak tidak mendekat pada daun pandan wangi. Kesimpulan bahwa daun pandan wangi mampu mengusir kecoak,dan disarankan kepada masyarakat untuk menggunakan daun pandan wangi sebagai media dalam mengusir kecoak, sebagai insektisida nabati karena aman bagi lingkungan dan manusia.   kata kunci           : Daun pandan wangi, Pengendalian kecoak
STUDI VOLUME JUMLAH KENDARAAN TERHADAP KANDUNGAN NO2 DI UDARA PADA BASEMENT TRANS STUDIO MAKASSAR La Taha, La Taha; Nur Hardiyanti, Nur Hardiyanti
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 2 (2020): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v2i20.1743

Abstract

            Nitrogen Dioksida (NO2) adalah salah satu komponen utama yang mempengaruhi kualitas udara, yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar pada mesin kendaraan. Basement merupakan tempat yang berisiko terhadap terjadinya pencemaran udara yang disebabkan emisi gas kendaraan sehingga berpotensi tercemar NO2.            Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah kendaraan terhadap kandungan NO2di udara pada basement Trans Studio Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian inii berupa deskriptif  dengan pengukuran di tujuh titik yaitu : (1). Jalan masuk basement. (2). Depan escalator. (3) Depan lift. (4). Depan tangga gajah (permainan anak-anak). (5). Depan Carrefur. (6). Depan Mushollah. (7). Jalan Keluar basement. Data yang diperoleh melalui pengukuran dii lapangan. Alat yang digunakan yaitu Hygrometer, Anemometer, counter, dan Odalog 7000. Hasil  penelitian disajikan dalam bentuk tabel.            Hasil penelitian diperoleh rata-rata kandungan NO2 di Area Basement Trans Studio Makassar pada waktu siang-sore hari yaitu 1,25-2.7 µg/Nm3 dengan rata-rata suhu 29oC-31,4oC, kelembaban 54,2%-62% dan kecepatan angin 0,3m/s-0,6m/s. Hasil tersebut masih di bawah kadar baku mutu udara ambient Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara yaitu 400 µg/Nm3 dalam waktu pengukuran 1 jam.            Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disimpulkan kadar NO2 di temukan kisaran 1,25-2,7 µg/Nm3 dari hasil pengukuran ini tidak melebihi standar baku mutu berdasarkan dengan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999. Disarankan agar pihak pengelolah parkir basement Trans Studio Makassar dapat menambah ventilasii agar sirkulasi udara bisa lebih baik.
KEMAMPUAN MEDIA PAPAN PAKIS SEBAGAI BIOFILTER DALAM MENURUNKAN KADAR BOD DAN COD PADA AIR LIMBAH PEMOTONGAN AYAM juherah, juherah; Mangiri, Sirma
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i2.863

Abstract

Limbah cair yang tidak memenuhi standart kualitas yang telah ditentukan dapat mempunyai pengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan (menimbulkan beberapa penyakit tertentu). Untuk mengukur kualitas pencemarannya adalah mengukur kadar parameter Biochemical Oksigen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang ada pada  suatu limbah cair.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui kemampuan media papan pakis dalam menurunkan kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan COD (Chemichal Oxygen Demand) pada air  limbah Pemotongan Ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan  biofilter media papan pakis dalam menurunkan kadar BOD dan COD pada Limbah Cair Rumah Pemotongan Ayam. Penelitian ini bersifat Eksperimen,untuk mengetahi kemampuan media saring papan pakis sebagai tempat perkembangbiakkan bakteri  dengan  waktu tinggal 11 jam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar BOD dan COD  limbah cair rumah pemotongan ayam setelah dilakukan pengolahan dengan biofilter anaerob dan aerob dengan tiga kali pemeriksaan dimana kadar BOD awal yaitu 226,59 mg/l setelah pengolahan menjadi 77,19 mg/l, dengan persentase penurunan sebesar 65,93 %. pada pemeriksaan 2 kadar awal 210,36 mg/l dan setelah perlakuan turun menjadi 73,60 mg/l dengan persentase penurunan sebesar 64,84 % dan pemeriksaan 3 kadar awalnya yaitu 207,18 mg/l dan turun menjadi 70,72 mg/l dengan persentase penurunan sebasar 65,69 %.  Sedangkan kadar COD pada pemeriksaan 1 kadar awal yaitu 680 mg/l turun menjadi 160 mg/l, dengan persentase penurunan sebesar 76,64 % pada pemeriksaan 2 kadar awal 640 mg/l turun menjadi 140 mg/l dengan persentase penurunan sebesar 78,13 % dan pemeriksaan 3 kadar awal 610 mg/l turun menjadi 100 mg/l dengan persentase penurunan sebesar 83,60 %.Dari hasil tersebut kadar BOD dan COD sudah memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 02 tahun 2006 dimana kadar BOD yaitu 100 mg/l dan COD 200 mg/l. Adapun disarankan kepada pihak industri pemotongan ayam agar melakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan badan air. Kata kunci : BOD, COD, Biofilter, Papan Pakis.
KEMAMPUAN SERBUK DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L) DALAM MENGUSIR KECOA Zaenab, Zaenab; Hatija, Hatija
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i2.1153

Abstract

Kecoa merupakan serangga yang tergolong sebagai hama perumahan. Kecoa disebut sebagai hama karena menjadi vektor bagi beberapa penyakit. Kecoa mempunyai peranan yang cukup penting dalam penularan penyakit. Dampak merugikan yang terjadi akibat penggunaan insektisida sintesis telah mendorong manusia untuk mencari pemecahannya, sehingga dilakukan usaha pengendalian insektisida nabati. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu, yaitu untuk menguji kemampuan serbuk daun sirsak dalam mengusir kecoa. Jumlah kecoa yang dijadikan sampel 120 ekor, setiap kotak percobaan 10 ekor dengan 3 kali replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan dosis 5 gr serbuk daun sirsak mengusir kecoa rata-rata mencapai 5 ekor pada dosis 10 gr rata-rata kecoa yang terusir mencapai 7 ekor sedangkan 15 gr mampu mengusir kecoa rata-rata mencapai 10 ekor. Serbuk daun sirsak dengan dosis 15 gr mampu dalam mengusir kecoa dengan masing-masing 3 kali pengulangan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa variasi dosis serbuk daun sirsak mampu mengusir kecoa. Serbuk daun sirsak dapat digunakan oleh masyarakat sebagai insektisida nabati yang ramah lingkungan, murah dan bahannya mudah didapatkan. Upaya pengendalian tersebut dilakukan pada tempat yang diperkirakan bersarangnya kecoa.Kata Kunci : Serbuk Daun Sirsak, Kecoa
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA JAJANAN GORENGAN DI KOTA MAKASSAR Kahar Bella, A.Nurul Fitrah Kahar Bella; Rappe, Erlani
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 1 (2020): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v20i1.1441

Abstract

ABSTRAKTimbal adalah partikel-partikel debu yang dihasilkan dari emisi kendaraan bermotor. Timbal (Pb) adalah logam yang mendapat perhatian karena bersifat toksik melalui makanan, minuma, udara, air, serta debu yang tercemar timbal. Inseksitas timbal bisa terjadi melalui jalur oral, lewat makanan, dan minuman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar timbal pada jajanan gorengan di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan observasional pendekatan deskriptif. Jumlah sampel yang digunakan adalah 24 sampel yakni sampel gorengan bakwan, sampel gorengan pisang dan sampel minyak goreng yang diambil pada delapan lokasi yang sama. Data yang diperoleh dari hasil observasi dilapangan dan pemeriksaan laboratorium dalam penelitian ini akan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan timbal pada jajanan gorengan di Kota Makassar untuk nilai kadar timbal tertinggi gorengan bakwan yaitu 6,3397 mg/kg, untuk sampel gorengan pisang nilai kadar timbal tertinggi yaitu 8,7637 mg/kg dan untuk sampel minyak goreng yang digunakan nilai kadar timbal yaitu < 0,10 mg/kg. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kandungan timbal pada jajanan gorengan di Kota Makassar sesuai dengan peraturan tidak memenuhi syarat untuk jajanan gorengan berdasarkan BPOM RI Nomor HK.00.06.1.52.4011 yaitu 0.25 mg/kg. dan pemeriksaan kandungan timbal pada minyak goreng memenuhi syarat sesuai dengan peraturan berdasarkan SNI 01-3741-2002 yaitu 0,1 mg/kg. Diharapkan bagi pedagang kaki lima yang menjual dipinggir jalan agar jajanan gorengan yang dijual dalam kondisi tetutup untuk meminimalir terpaparnya timbal. Kata Kunci : Timbal (Pb), Gorengan, Minyak Goreng
Studi Indeks Eritrosit Pada Pasien Diagnosis Positif Malaria Fitriani kahar; Djoko Priyatno; Beatrix Marta Meo
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 2 (2020): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v2i20.1735

Abstract

Malaria is a contagious disease caused by parasites (protozoa) of the genus Plasmodium, which can be transmitted through the bite of a female Anopheles mosquito. There are 4 species of Plasmodium that cause malaria in humans, namely Plasmodium Vivax, Plasmodium Falciparum, Plasmodium Malariae and Plasmodium Ovale. Malaria is an infectious disease that is found in many tropical and sub-tropical countries. This study aims to determine the description of the erythrocyte index in patients diagnosed with malaria positive at the Kotaratu Public Health Center, Ende Utara District. Erythrocyte index examination functions in determining the type of anemia. This research method is laboratory observation with a descriptive approach. The research sample was 20 patients with positive diagnosis of malaria in Kotaratu Public Health Center, Ende Utara District. The results of this study were 20 samples, for normal MCV values 10 samples (50%), 10 samples (50%) less than normal and 0 samples (0%) more than normal. The MCH value was less than normal for 7 samples (35%), 13 samples (65%) normal and 100% normal MCHC value. The conclusion is that in malaria parasite infection there is a low MCV is 50% and 50% normal, low MCH is 35%, and normal is 65, while normal MCHC is 100%. Keywords: Erythrocyte Index (MCV, MCH, MCHC), Malaria
HUBUNGAN CUACA MIKRO DENGAN PREVALENSI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN BONE TAHUN 2013-2015 Ashari Rasjid; Nasrianti Nasrianti
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i2.795

Abstract

Kejadian demam berdarah dengue dapat diakibatkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu faktor lingkungan seperti cuaca mikro (curah hujan, kecepatan angin, kelembaban, suhu) yang dapat mendukung bertambahnya pupulasi nyamuk terutama nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cuaca mikro dengan prevalensi penyakit demam berdarah dengue di Kabupaten Bone tahun 2013-2015. Jenis penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan retrospektif. Data cuaca dikumpulkan dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan dan data penyakit demam berdarah dengue dikumpulkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bone tahun 2013-2015. Data dianalisis dengan uji korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu udara (p=0,484) menunjukkan tidak ada hubungan dengan prevalensi demam berdarah dengue, dan kelembaban (p=0,009), curah hujan (p=0,033) dan kecepatan angin (p=0,004) menunjukkan ada hubungan bermakna dengan prevalensi penyakit demam berdarah dengue. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara suhu dengan prevalensi penyakit demam berdarah dengue dan ada hubungan antara kelembaban, curah hujan dan kecepatan angin dengan prevalensi penyakit demam berdarah dengue di kabupaten bone. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan indikator cuaca lainnya yang di duga mempunyai hubungan dengan kejadian demam berdarah dengue.Keyword: Demam berdarah dengue, suhu, kelembaban, curah hujan, kecepatan angin