cover
Contact Name
Juliarni Siregar
Contact Email
juliarni.siregar@psy.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.annafs@uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
AN-NAFS : Jurnal Fakultas Psikologi
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 19073305     EISSN : 26222337     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal An-Nafs adalah jurnal Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau yang diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterima dalam jurnal ini hanya artikel hasil penelitian yang dilakukan dengan metode kuantitatif, kualitatif ataupun kombinasi. Adapun scope jurnal An-Nafs adalah hasil penelitian dalam bidang psikologi islam yang terkait dengan bidang-bidang keilmuan lainnya seperti psikologi klinis, psikologi pendidikan, psikologi industri dan organisasi, psikologi sosial, psikologi perkembangan, psikologi kesehatan, psikologi positif, psikologi politik, psikologi forensik, sosiologi, ekonomi, hukum, teologi dan sebagainya.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
KESADARAN ESENSIAL MOTIVASI BELAJAR AGAMA ISLAM PADA KAUM MUALAF SUKU AKIT DESA PENYENGAT KECAMATAN SUNGAI APIT KABUPATEN SIAK Santoso Santoso; Ajeng Safitri
AN-NAFS Vol. 13 No. 01 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.577 KB)

Abstract

Abstract This study aims to reveal the essential awareness of the motivation to learn Islam, the converts of the Akit tribe. The research location was in Penyengat Village, Sungai Apit District, Siak Regency. Research respondents were converts to the Akit tribe, amounting to 30 people. This study used qualitative method with a phenomenological approach. From the results of this study, it was concluded that; (1) the Akit tribe is essentially a 'religious' society. There are various symbolic cultures that are identical to Islamic values. This shows that in essence culture has become a medium of learning Islam for converts for a long time. Spiritual beliefs about the mysteries possessed by traditional communities generally have relevance to official religious principles, especially Islam.; (2) Based on the limitations of the traditional mindset of society, the use of local symbols is an effective medium of communication in building the direction of transformation of beliefs in traditional communities. The style of communication with local symbols psychologically fosters an attitude of acceptance and a higher sense of belonging to the values ​​of new beliefs. Keywords: essential awareness, learning motivation, converts to akit tribes Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kesadaran esensial dari motivasi untuk belajar Islam, mualaf dari suku Akit. Lokasi penelitian di Desa Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Responden penelitian adalah kaum mualaf suku Akit, berjumlah 30 orang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa; (1) suku Akit pada dasarnya adalah masyarakat 'religius'. Terdapat berbagai simbol budaya yang identik dengan nilai-nilai religiusitas Islam pada masyarakat suku Akit. Ini menunjukkan bahwa pada dasarnya budaya telah menjadi media pembelajaran Islam bagi kaum mualaf suku Akit sejak lama; (2) keterbatasan pola pikir masyarakat suku Akit, memerlukan media simbol-simbol lokal sebagai alat komunikasi dalam membangun arah transformasi kepercayaan pada masyarakat tradisional suku Akit. Gaya komunikasi dengan simbol-simbol lokal secara psikologis menumbuhkan sikap penerimaan dan rasa memiliki yang lebih tinggi terhadap nilai-nilai keyakinan baru. Kata kunci: kesadaran esensial, motivasi belajar, mualaf suku akit
HUBUNGAN ANTARA KESABARAN DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA DI PEKANBARU Indah Indria; Juliarni Siregar; Yulia Herawaty
AN-NAFS Vol. 13 No. 01 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.311 KB)

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between patience and academic stress in the college student environment in Pekanbaru. This study involved 120 samples of college students of University X which selected by using cluster sampling technique. Data was collected by used patience scale that compiled by Rozi and El Hafizh, and academic stress scale compiled by Wicaksana (2017). Based on the results of Pearson Product Moment correlation analysis, the correlation coefficient (r) = -0,559 and significance value 0,000 (p <0.05). This data shows that there is a significant negative correlation between patience and academic stress in college students at the University X. The higher of patience is followed by the lower of academic stress on the college students and vice versa, lower of patience will be followed by the higher of academic stress experienced by college students. Keywords : patience, academic stress, religious coping Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesabaran dengan stres akademik pada mahasiswa Universitas X di Pekanbaru. Penelitian ini melibatkan 120 sampel mahasiswa Universitas X yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Alat pengumpulan data berupa skala sabar yang disusun oleh Rozi dan El Hafiz dan skala stres akademik yang disusun oleh Wicaksana (2017). Berdasarkan dari hasil analisis uji korelasi Pearson Product Moment, maka diperoleh nilai koefisien korelasi (r) = -0,559 dengan nilai signifikansi 0,000 (ρ <0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan antara sabar dengan stres akademik pada mahasiswa Universitas X di Pekanbaru. Semakin tinggi kesabaran mahasiswa maka akan semakin rendah stres akademik mahasiswa dan begitu juga sebaliknya, semakin rendah kesabaran maka akan semakin tinggi pula stres akademik mahasiswa. Kata kunci : sabar, stres akademik, koping religius
PENGARUH KECERDASAN EMOSI DAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KECENDERUNGAN BERPERILAKU DELINKUEN PADA REMAJA: PENGARUH KECERDASAN EMOSI DAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KECENDERUNGAN BERPERILAKU DELINKUEN PADA REMAJA Sonia Handayu Putri; Irma Kusuma Salim; Leni Armayati
AN-NAFS Vol. 13 No. 01 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.713 KB)

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the effect of emotional and spiritual intelligence on the tendency to behave delinquently in adolescents. The subjects in this study were 70 students of class XI Bengkalis Senior High School which were determined using simple random sampling technique. The instruments used were 64 items of delinquency behavior scale, 35 items of emotional intelligence scale, and 55 items of spiritual intelligence scale. The results of statistical analysis using multiple regression analysis show that emotional intelligence and spiritual intelligence together (simultaneously) significantly influence delinquent behavior with F = 59.317 and sig. = 0.000 (p <0.05). Partial regression analysis also showed that emotional intelligence has a significant effect on the tendency of delinquent behavior with a value of t = 8.122 with a sig. value. = 0.000 (p <0.05). Likewise, the spiritual intelligence variable has a significant influence on the tendency of delinquent behavior with the value of t = 5.504 with the value of sig. = 0.000 (p <0.05). The effective contribution of emotional and spiritual intelligence to the tendency of delinquent behavior is 34.1%, while 65.9% is the influence of other factors not examined. Keywords : emotional intelligence, spiritual intelligence, delinquency Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual terhadap kecenderungan berperilaku delinkuen pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah 70 orang siswa-siswi kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bengkalis yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah 64 aitem skala perilaku delinkuen, 35 aitem skala kecerdasan emosi, dan 55 aitem skala kecerdasan spiritual. Hasil analisis statistik dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual secara bersama-sama (simultan) berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku delinkuen dengan nilai F = 59,317 dan sig, = 0,000 (p<0,05). Analisis regresi secara parsial juga menunjukkan bahwa kecerdasan emosi berpengaruh secara sinifikan terhadap kecenderungan perilaku delinkuen dengan nilai t = 8,122 dengan nilai sig. = 0,000 (p<0,05). Begitu juga dengan variabel kecerdasan spiritual memberikan pengaruh signifikan terhadap kecenderungan perilaku delinkuen dengan nilai t = 5,504 dengan nilai sig. = 0,000 (p<0,05). Adapun sumbangan efektif kecerdasan emosi dan spiritual terhadap kecenderungan perilaku delinkuen sebesar 34,1%, sedangkan 65,9% adalah pengaruh dari faktor lain yang tidak diteliti. Kata kunci : kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual, perilaku delinkuensi
PEMAAFAN PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI PERSELINGKUHAN DALAM PERNIKAHAN: PEMAAFAN Maya Khairani; Dian Purnamasari
AN-NAFS Vol. 13 No. 01 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.137 KB)

Abstract

Abstract Marital infidelity is one of the problems that often caused the breakdown of a marriage, which can be done by husband or wife. Forgiveness is considered as one of the effective efforts to resolve problems in marriage, including infidelity. This study aims to analyze gender differences in forgiveness between individuals who experience marital infidelity. The samples of this study were 60 persons (30 females and 30 males) selected through quota sampling. Data were collected using Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18). Data analysis using Mann Whitney Test showed a significance value p = 0.000 (p<0.05), meaning there was a difference in forgiveness between females and males. Statistical analysis showed that females average score was lower compared to males, specifically 20,48 (females) < 40,52 (males), where the lower of the mean rank therefore the higher of the forgiveness level, and vice versa. It can be concluded that females tend to be more forgiving compared to males. Keywords : Forgiveness, Marital Infidelity, Gender Abstrak Perselingkuhan merupakan salah satu permasalahan yang kerap menjadi penyebab retaknya sebuah pernikahan yang dapat dilakukan baik oleh suami maupun istri. Pemaafan merupakan salah satu upaya efektif untuk menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga, termasuk masalah perselingkuhan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pemaafan pada individu yang mengalami perselingkuhan dalam pernikahan ditinjau dari jenis kelamin. Sampel dalam penelitian ini adalah suami istri yang mengalami perselingkuhan sebanyak 60 orang (30 perempuan dan 30 laki-laki), dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling kuota. Pengumpulan data menggunakan Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18). Analisis data dengan menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p<0,05), artinya terdapat perbedaan pemaafan secara signifikan antara laki-laki dan perempuan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu 20,48 (perempuan) ˂ 40,52 (laki-laki) dimana semakin rendah nilai mean rank maka semakin tinggi pemaafan, sebaliknya semakin tinggi nilai mean rank maka semakin rendah pemaafan. Hal tersebut dapat diartikan bahwa perempuan memiliki tingkat pemaafan yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Kata kunci : Pemaafan, Perselingkuhan, Jenis Kelamin
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN MELAKSANAKAN SHALAT WAJIB DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU Mela Amelia; Yanwar Arief; Ahmad Hidayat
AN-NAFS Vol. 13 No. 01 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.695 KB)

Abstract

Abstract This study aims to know whether there is a relationship between compulsory prayer in time and academic procratination in students of the Faculty of Psychology, Universitas Islam Riau. This is quantitative research that used the obligatory prayer and procrastination scale as an instrument for research data collection. The sample of this study was 89 psychology students in Universitas Islam Riau. The data was analyzed using Pearson product moment correlation analysis. The result of statistic analysis showed that the correlation coefficient value equal to -0.234 with a value of (p) 0.027 (p <0.05). These results indicated that there is a negative significant correlation between compulsory prayer and academic procrastination of psychology students of Universitas Islam Riau. The meaning is the higher obligatory prayer in time, the lower the academic procrastination. Keywords: Compulsory Prayer, Academic Procrastination, Religious Behavior Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kedisiplinan melaksanakan shalat wajib dengan prokratinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dimana alat ukur yang digunakan adalah skala kedisiplinan melaksanakan shalat wajib dan skala prokrastinasi. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau. Adapun sampel penelitian ini berjumlah 89 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson product moment. Diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,234 dengan nilai (p) 0,027 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan terdapat korelasi negatif yang signifikan antara shalat wajib dengan prokrastinasi akademik mahasiswa psikologi Universitas Islam Riau. Artinya, semakin tinggi kedisiplinan melaksanakan shalat wajib, maka semakin rendah prokratinasi akademik mahasiswa psikologi Universitas Islam Riau. Adapun sumbangan efektif kedisiplinan melaksanakan shalat wajib terhadap prokrastinasi akademik adalah sebesar 5,5%, sedangkan 94,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kata Kunci: Kedisiplinan Melaksanakan Shalat Wajib, Prokrastinasi, Perilaku Religius
GAMBARAN PREFERENSI PEMILIHAN PASANGAN HIDUP PADA MAHASISWA UNIVERSITI KEBANGSAAN MALAYSIA Puteri Amylia Binti Ulul Azmi; Suzana Mohd Hoesni
AN-NAFS Vol. 13 No. 2 (2019): Psikologi Islam dan Solusi dalam Berbagai Aspek kehidupan
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.972 KB)

Abstract

This study aims to determine the description of preference for life partner selection at students of Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). This research is descriptive quantitative research. A total of 160 UKM students were the subjects in this study which were determined by a purposive sampling technique. The instruments used in this study were 13 items Mate Preferences Questionnaire and 4 items questionnaire pairs characteristics. Based on the results of the descriptive statistical analysis shows that the choice of pair preference most students choose is the preference of religiosity of couples with a mean rank value of mean = 2.6813 and the lowest is the preference of pair selection based on the creativity of couples with a mean rank value of mean = 10.7125. The results of statistical analysis of the 4 item pairs questionnaire characteristics showed that male students were more likely to choose a partner who was younger and who had a physical attraction, while female students were more likely to choose an older partner and had good financial prospects. Students who are Muslim prefer religious partners compared to non-Muslim students. Keywords : Love, Intimacy, Mate References Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran preferensi pemilihan pasangan hidup pada mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Sejumlah 160 orang mahasiswa UKM menjadi subjek dalam penelitian ini yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah 13 aitem Mate Preferences Questionnaire dan 4 aitem angket karakteristik pasangan. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa preferensi pemilihan pasangan yang paling banyak dipilih mahasiswa adalah preferensi religiusitas pasangan dengan nilai mean rank sebesar 2,6813 dan yang paling rendah adalah preferensi pemilihan pasangan berdasarkan kreativitas pasangan dengan nilai mean rank sebesar 10,7125. Hasil analisis statistik dari 4 aitem angket karakteristik pasangan diperoleh hasil bahwa mahasiswa laki-laki lebih cenderung untuk memilih pasangan yang lebih muda dan yang memiliki daya tarik fisik, sedangkan mahasiswa perempuan lebih cenderung memilih pasangan yang lebih tua dan memiliki prospek keuangan yang baik. Mahasiswa yang beragama islam lebih memilih pasangan yang seagama dibandingkan dengan mahasiswa non-muslim. Kata kunci : Cinta, Keintiman, Pemilihan Pasangan Hidup
STRATEGI KOPING WANITA DEWASA AWAL DITINJAU DARI SPIRITUALITAS DAN RESILIENSI: Strategi Koping Ummul Aiman Sani
AN-NAFS Vol. 13 No. 2 (2019): Psikologi Islam dan Solusi dalam Berbagai Aspek kehidupan
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.521 KB)

Abstract

This study aimed to identify factors influencing coping strategies in early adult women in Penang. A total of 385 early adult women between the ages of 21 and 40 who lived and worked in Penang were respondents to this study. This study was a quantitative study using the Connor - Davidson Resilience Scale (CD-RISC), Daily Spiritual Experience Scale (DSES) and Coping Strategies Inventory Short-Form (CSI-SF) test tool. Pearson correlation and regression analyzes were performed to look at the relationship and influence between spirituality variables, resilience and coping strategies. The results also found that spirituality had a significant positive relationship with coping strategies Focused Engagement (PFE) (r = 0.394, p <0.01) and Emotion Focused Engagement (r = 0.105, p <0.01). However, spirituality was significantly but negatively correlated with Problem Focused Disengagement (PFD (r = -0.230, p <0.01) and Emotion Focused Disengagement (EFD) (r = -0.117, p <0.05). And while there was a significant and positive relationship between resilience and PFE coping strategy (r = 0.557, p <0.01) and EFE coping strategy (r = 0.194, p <0.01), there was a significant and negative relationship between resilience and PFD coping strategy (r = -0.297, p <0.01) and EFD coping strategies (r = -0.246, p <0.01). The results of the regression analysis found that spirituality and resilience gave contribution of 10.5% to early adult females coping strategies in Penang. Key words: Coping strategy, spirituality, resilience Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi strategi coping pada wanita dewasa awal di Penang. Sebanyak 385 wanita dewasa awal berusia antara 21 dan 40 tahun yang tinggal dan bekerja di Penang menjadi responden pada penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan skala Connor - Davidson Resilience Scale (CD-RISC), Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan Coping Strategies Inventory Short-Form (CSI-SF) test tool. Analisis korelasi Pearson dan regresi dilakukan untuk melihat hubungan dan pengaruh antara variabel spiritualitas, resiliensi dan strategi coping. Hasil penelitian juga menemukan bahwa spiritualitas memiliki hubungan positif yang signifikan dengan strategi coping Problem Focused Engagement (PFE) (r = 0,394, p < 0,01) dan Emotion Focused Engagement (r = 0,105, p < 0,01). Namun, spiritualitas memiliki hubungan yang signifikan tetapi negatif dengan strategi coping Problem Focused Disengagement (PFD) (r = -0,230, p < 0,01) dan Emotion Focused Disengagement (EFD) (r = -0,117, p < 0,05). Dan juga terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara resiliensi dengan strategi coping PFE (r = 0,557, p < 0,01) dan strategi coping EFE (r = 0,194, p < 0,01), terdapat hubungan yang signifikan dan negatif di antara resiliensi dengan strategi coping PFD (r = -0,297, p < 0,01) dan strategi coping EFD (r = -0,246, p < 0,01). Hasil analisis regresi menemukan bahwa spiritualitas dan resiliensi memberikan sumbangan efektif terhadap strategi coping wanita dewasa awal di Penang yaitu sebanyak 10,5%. Key words: Strategi coping, spiritualitas, resiliensi
RELIGIUSITAS DAN KECEMASAN KEMATIAN PADA DEWASA MADYA Liza Merizka; Maya Khairani; Dahlia Dahlia; Syarifah Faradina
AN-NAFS Vol. 13 No. 2 (2019): Psikologi Islam dan Solusi dalam Berbagai Aspek kehidupan
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.544 KB)

Abstract

Middle adulthood has age range between 40-60 years and characterized by physical caused by biological changes such as generativity and health problems. When health decreases, individuals tend to feel more concerned about death. Death anxiety increases at this age compared to other ages. One of the effective strategies in dealing with death anxiety is to increase religiosity. The sampling technique used was incidental sampling. The total sample consisted of 60 middle-aged individuals (35 men and 25 women). Data were collected using the MRPI scale and Templer's Death Anxiety Scale. The results of data analysis using Spearman correlation technique showed correlation coefficient (r) = -0.461 with a significance value (p) = 0.004 (p <0.05) thus meant that there was negative correlation between religiosity and death anxiety in middle adulthood. This indicated that the higher the religiosity score, the lower the death anxiety score, and vice versa. Therefore, it can be concluded that religiosity is significantly correlated to death anxiety in middle-aged individuals. Keywords : Religiosity, death anxiety, middle adulthood Abstrak Masa dewasa madya biasa disebut dengan masa paruh baya atau masa peralihan dari dewasa awal menuju dewasa akhir yang memiliki rentang usia antara 40–60 tahun. Masa ini ditandai oleh adanya perubahan-perubahan fisik dikarenakan terjadinya perubahan secara biologis seperti generativitas dan menurunnya kesehatan. Saat kesehatan menurun, maka individu merasa lebih memikirkan akan kematian. Kecemasan terhadap kematian menjadi lebih meningkat pada usia ini dibandingkan dengan usia lainnya. Salah satu strategi yang efektif untuk menghadapi kecemasan kematian adalah meningkatkan religiusitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kecemasan kematian pada dewasa madya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah insidental sampling. Sampel penelitian berjumlah 60 individu dewasa madya (35 laki-laki dan 25 perempuan). Pengumpulan data menggunakan skala MRPI dan DAS. Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman yang menunjukkan nilai (r) = -0,461 p = 0,004 (p < 0,05) sehingga dapat diartikan bahwa terdapat hubungan negatif antara religiusitas dengan kecemasan kematian pada dewasa madya. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi skor religiusitas maka semakin rendah skor kecemasan kematian, demikian juga sebaliknya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa religiusitas berkaitan dengan kecemasan kematian pada dewasa madya. Kata kunci : religiusitas, kecemasan kematian, dewasa madya
PELATIHAN SYUKUR AL-GHAZALI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT STRES PADA PEMBINA ASRAMA PESANTREN MAHASISWI YOGYAKARTA Rizqi Aulia Rahmah; Very Julianto
AN-NAFS Vol. 13 No. 2 (2019): Psikologi Islam dan Solusi dalam Berbagai Aspek kehidupan
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.292 KB)

Abstract

Being a coach in a boarding school student has its own challenges. There are many tasks and roles as a coach as well as final year students, making coaches vulnerable to stress. Individuals who experience stress tend to experience disorders in physical, emotional, cognitive, and behavioral functions. This study aims to reduce the stress level of coaches through Al-Ghazali’s gratitude training. Subjects in this study were women of early adulthood (18-40 years), were coaches of boarding schools for female students, had moderate or high stress levels, and were willing to take part in Al-Ghazali's gratitude training. This study used the quasi-experimental method with two group pre-test post-test design. The control and experimental groups each consisted of 15 coaches. Measurement of stress levels using the Perceive Stress Scale (PSS-10). Analysis of the data used is a comparative test using the independent t test to find out the differences in the average value between one group and the other groups. The results of this study indicated that Al-Ghazali’s gratitude training can reduce stress levels in female boarding school coaches, reinforced by the results of observations and interviews. Research showed that Al-Ghazali's gratitude training can change the subject's perception of problems in his life. Subjects begin to see what is happening to them both pleasant and unpleasant is God's will and by using a perspective of gratitude. Keywords : gratitude, stress, coaches of boarding school for college students Abstrak Menjadi seorang pembina asrama di pesantren mahasiswa memiliki tantangan tersendiri. Ada banyak tugas dan peran sebagai pembina asrama sekaligus mahasiswa menjadikan pembina asrama rentan mengalami stres. Individu yang mengalami stres cenderung mengalami gangguan dalam fungsi fisik, emosi, kognitif, dan tingkah laku. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat stres pembina asrama melalui pelatihan syukur Al-Ghazali. Subjek dalam penelitian ini adalah wanita usia dewasa awal (18-40 tahun), merupakan pembina asrama pesantren mahasiswi, memiliki tingkat stres sedang atau tinggi, dan bersedia mengikuti pelatihan syukur Al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan two group pre-test post-test design. Kelompok kontrol dan eksperimen masing-masing terdiri dari 15 orang pembina asrama. Pengukuran tingkat stres menggunakan Perceive Stress Scale (PSS-10). Analisa data yang digunakan adalah uji komparatif dengan menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan syukur Al-Ghazali dapat menurunkan tingkat stres pada pembina asrama pesantren mahasiswi, dimana hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai t = 5,326 dan sig. = 0,000 (p<0,005), diperkuat dengan hasil observasi dan wawancara. Penelitian menunjukkan bahwa pelatihan syukur Al-Ghazali dapat mengubah persepsi subjek terhadap permasalahan dalam hidupnya. Subjek mulai melihat apa yang sedang terjadi pada diri mereka baik itu menyenangkan dan tidak menyenangkan adalah atas kehendak Allah dan dengan menggunakan perspektif kebersyukuran. Kata kunci : syukur, stres, pembina asrama pesantren mahasiswi
MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA ETNIS MELAYU DAN TIONGHOA Syarifah Farradinna; Suci Anugrah
AN-NAFS Vol. 13 No. 2 (2019): Psikologi Islam dan Solusi dalam Berbagai Aspek kehidupan
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.615 KB)

Abstract

Education is the right of all people who aim to increase the learning potential of students to become better human beings because it requires high motivation and support from various parties as role in the learning process activities. Internal and external encouragement on students who learn to improve their behavior so raises some indicators or elements that support the process. This study aims to determine the difference between Chinese and Malays student motivation at SMAN 1 Bengkalis. The method of collecting data uses a questionnaire, the scale used in this study is a learning motivation scale containing of 44 items. This study involved 100 Chinese and Malay ethnic by using simple random techniques. The result of this study indicates that there are differences in learning motivation between Chinese and Malay ethnic groups as showed by the value t = 3,095 and significance value = 0.003 (p<0.005). The hypothesis is accepted and educators need to find ways to increase student learning motivation. Keywords : Learning motivation, Chinese and Malays ethnic Abstrak Pendidikan merupakan hak semua orang yang bertujuan untuk meningkatkan potensi belajar peserta didik agar menjadi manusia yang lebih baik karena itu diperlukan motivasi yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak sebagai bentuk peran dalam kegiatan proses belajar. Dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang melakukan proses belajar untuk meningkatkan tingkah laku siswa sehingga menimbulkan beberapa indikator atau unsur-unsur yang mendukung proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar etnis Tionghoa dan etnis melayu di SMAN 1 Bengkalis. Metode pengumpulan data dengan menggunakan skala motivasi belajar yang terdiri dari 44 aitem. Penelitian ini melibatkan masing-masing etnis Tionghoa dan etnis Melayu 100 orang dengan menggunakan teknik acak sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar antara etnis Tionghoa dan etnis Melayu yang ditunjukkan dengan nilai t = 3.095 dan nilai signifikansi = 0,003 (p <0,005). Dengan demikian hipotesis diterima dan tenaga pendidik perlu mencari jalan untukmeningkatkan motivasi belajar siswa. Kata kunci : Motivasi belajar, etnis Tionghoa dan etnis Melayu

Page 3 of 4 | Total Record : 33