cover
Contact Name
Juliarni Siregar
Contact Email
juliarni.siregar@psy.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.annafs@uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
AN-NAFS : Jurnal Fakultas Psikologi
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 19073305     EISSN : 26222337     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal An-Nafs adalah jurnal Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau yang diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterima dalam jurnal ini hanya artikel hasil penelitian yang dilakukan dengan metode kuantitatif, kualitatif ataupun kombinasi. Adapun scope jurnal An-Nafs adalah hasil penelitian dalam bidang psikologi islam yang terkait dengan bidang-bidang keilmuan lainnya seperti psikologi klinis, psikologi pendidikan, psikologi industri dan organisasi, psikologi sosial, psikologi perkembangan, psikologi kesehatan, psikologi positif, psikologi politik, psikologi forensik, sosiologi, ekonomi, hukum, teologi dan sebagainya.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
HUBUNGAN ANTARA KESABARAN DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA DI PEKANBARU Indria, Indah; Siregar, Juliarni; Herawaty, Yulia
AN-NAFS Vol 13 No 01 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between patience and academic stress in the college student environment in Pekanbaru. This study involved 120 samples of college students of University X  which selected by using cluster sampling technique. Data was collected by used patience scale that compiled by Rozi and El Hafizh, and academic stress scale compiled by Wicaksana (2017). Based on the results of  Pearson Product Moment correlation analysis, the correlation coefficient (r) = -0,559 and significance value 0,000 (p <0.05). This data shows that there is a significant negative correlation between patience and academic stress in college students at the University X. The higher of patience is followed by the lower of academic stress on the college students and vice versa, lower of patience will be followed by the higher of academic stress experienced by college students. Keywords : patience, academic stress, religious coping   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesabaran dengan stres akademik pada mahasiswa Universitas X di Pekanbaru. Penelitian ini melibatkan 120 sampel mahasiswa Universitas X yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Alat pengumpulan data berupa skala sabar yang disusun oleh Rozi dan El Hafiz dan skala stres akademik yang disusun oleh Wicaksana (2017). Berdasarkan dari hasil analisis uji korelasi Pearson Product Moment, maka diperoleh nilai koefisien korelasi (r) = -0,559 dengan nilai signifikansi 0,000 (ρ <0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan antara sabar dengan stres akademik pada mahasiswa Universitas X di Pekanbaru. Semakin tinggi kesabaran mahasiswa maka akan semakin rendah stres akademik mahasiswa dan begitu juga sebaliknya, semakin rendah kesabaran maka akan semakin tinggi pula stres akademik mahasiswa. Kata kunci : sabar, stres akademik, koping religius
PEMAAFAN PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI PERSELINGKUHAN DALAM PERNIKAHAN Khairani, Maya; Purnamasari, Dian
AN-NAFS Vol 13 No 01 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Marital infidelity is one of the problems that often caused the breakdown of a marriage, which can be done by husband or wife. Forgiveness is considered as one of the effective efforts to resolve problems in marriage, including infidelity. This study aims to analyze gender differences in forgiveness between individuals who experience marital infidelity. The samples of this study were 60 persons (30 females and 30 males) selected through quota sampling. Data were collected using Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18). Data analysis using Mann Whitney Test showed a significance value p = 0.000 (p<0.05), meaning there was a difference in forgiveness between females and males. Statistical analysis showed that females average score was lower compared to males, specifically 20,48 (females) < 40,52 (males), where the lower of the mean rank therefore the higher of the forgiveness level, and vice versa. It can be concluded that females tend to be more forgiving compared to males. Keywords : Forgiveness, Marital Infidelity, Gender   Abstrak Perselingkuhan merupakan salah satu permasalahan yang kerap menjadi penyebab retaknya sebuah pernikahan yang dapat dilakukan baik oleh suami maupun istri. Pemaafan merupakan salah satu upaya efektif untuk menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga, termasuk masalah perselingkuhan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pemaafan pada individu yang mengalami perselingkuhan dalam pernikahan ditinjau dari jenis kelamin. Sampel dalam penelitian ini adalah suami istri yang mengalami perselingkuhan sebanyak 60 orang (30 perempuan dan 30 laki-laki), dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling kuota. Pengumpulan data menggunakan Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18). Analisis data dengan menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p<0,05), artinya terdapat perbedaan pemaafan secara signifikan antara laki-laki dan perempuan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu 20,48 (perempuan) ˂ 40,52 (laki-laki) dimana semakin rendah nilai mean rank maka semakin tinggi pemaafan, sebaliknya semakin tinggi nilai mean rank maka semakin rendah pemaafan. Hal tersebut dapat diartikan bahwa perempuan memiliki tingkat pemaafan yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Kata kunci : Pemaafan, Perselingkuhan, Jenis Kelamin
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN MELAKSANAKAN SHALAT WAJIB DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU Amelia, Mela; Arief, Yanwar; Hidayat, Ahmad
AN-NAFS Vol 13 No 01 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to know whether there is a relationship between compulsory prayer in time and academic procratination in students of the Faculty of Psychology, Universitas Islam Riau. This is quantitative research that used the obligatory prayer and procrastination scale as an instrument for research data collection. The sample of this study was 89 psychology students in Universitas Islam Riau. The data was analyzed using Pearson product moment correlation analysis. The result of statistic analysis showed that the correlation coefficient value equal to -0.234 with a value of (p) 0.027 (p <0.05). These results indicated that there is a negative significant correlation between compulsory prayer and academic procrastination of psychology students of Universitas Islam Riau. The meaning is the higher obligatory prayer in time, the lower the academic procrastination. Keywords: Compulsory Prayer, Academic Procrastination, Religious Behavior            Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kedisiplinan melaksanakan shalat wajib dengan prokratinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dimana alat ukur yang digunakan adalah skala kedisiplinan melaksanakan shalat wajib dan skala prokrastinasi. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau. Adapun sampel penelitian ini berjumlah 89 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson product moment. Diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,234 dengan nilai (p) 0,027 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan terdapat korelasi negatif yang signifikan antara shalat wajib dengan prokrastinasi akademik mahasiswa psikologi Universitas Islam Riau. Artinya, semakin tinggi kedisiplinan melaksanakan shalat wajib, maka semakin rendah prokratinasi akademik mahasiswa psikologi Universitas Islam Riau. Adapun sumbangan efektif kedisiplinan melaksanakan shalat wajib terhadap prokrastinasi akademik adalah sebesar 5,5%, sedangkan 94,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kata Kunci: Kedisiplinan Melaksanakan Shalat Wajib, Prokrastinasi, Perilaku Religius
PENGARUH KECERDASAN EMOSI DAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KECENDERUNGAN BERPERILAKU DELINKUEN PADA REMAJA Putri, Sonia Handayu; Salim, Irma Kusuma; Armayati, Leni
AN-NAFS Vol 13 No 01 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the effect of emotional and spiritual intelligence on the tendency to behave delinquently in adolescents. The subjects in this study were 70 students of class XI Bengkalis Senior High School which were determined using simple random sampling technique. The instruments used were 64 items of delinquency behavior scale, 35 items of emotional intelligence scale, and 55 items of spiritual intelligence scale. The results of statistical analysis using multiple regression analysis show that emotional intelligence and spiritual intelligence together (simultaneously) significantly influence delinquent behavior with F = 59.317 and sig. = 0.000 (p <0.05). Partial regression analysis also showed that emotional intelligence has a significant effect on the tendency of delinquent behavior with a value of t = 8.122 with a sig. value. = 0.000 (p <0.05). Likewise, the spiritual intelligence variable has a significant influence on the tendency of delinquent behavior with the value of t = 5.504 with the value of sig. = 0.000 (p <0.05). The effective contribution of emotional and spiritual intelligence to the tendency of delinquent behavior is 34.1%, while 65.9% is the influence of other factors not examined. Keywords : emotional intelligence, spiritual intelligence, delinquency   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual terhadap kecenderungan berperilaku delinkuen pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah 70 orang siswa-siswi kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bengkalis yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah 64 aitem skala perilaku delinkuen, 35 aitem skala kecerdasan emosi, dan 55 aitem skala kecerdasan spiritual. Hasil analisis statistik dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual secara bersama-sama (simultan) berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku delinkuen dengan nilai F = 59,317 dan sig, = 0,000 (p<0,05). Analisis regresi secara parsial juga menunjukkan bahwa kecerdasan emosi berpengaruh secara sinifikan terhadap kecenderungan perilaku delinkuen dengan nilai t = 8,122 dengan nilai sig. = 0,000 (p<0,05). Begitu juga dengan variabel kecerdasan spiritual memberikan pengaruh signifikan terhadap kecenderungan perilaku delinkuen dengan nilai t = 5,504 dengan nilai sig. = 0,000 (p<0,05). Adapun sumbangan efektif kecerdasan emosi dan spiritual terhadap kecenderungan perilaku delinkuen sebesar 34,1%, sedangkan 65,9% adalah pengaruh dari faktor lain yang tidak diteliti.  Kata kunci : kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual, perilaku delinkuensi
Gambaran Perilaku Bullying pada Masa Kanak-Kanak Akhir di Kota Medan Juliani Siregar
AN-NAFS Vol. 10 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.947 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku bullying dari sisi pelaku dan korban yang mencakup frekuensi dari perilaku bullying yang spesifik, siapa pelaku dan korban bullying dan dimana tempat terjadinya perilaku bullying. Subjek dalam penelitian ini adalah anak–anak SD kelas VI di Kota Medan yang berjumlah 385 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah three stages cluster random sampling yaitu cluster random sampling 3 tahap. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket perilaku bullying yang disusun berdasarkan indikator perilaku bullying yang dikemukakan oleh Rigby (1996). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umur 44,6% anak-anak di Kota Medan pernah melakuan perilaku bullying, namun anak-anak paling banyak melaporkan bahwa mereka melakukan perilaku bullying dengan frekuensi 1 atau 2 kali saja selama jangka waktu 4 minggu (22,2%). Anak-anak yang menjadi pelaku bullying kebanyakan adalah anak-anak yang berjenis kelamin laki-laki saja (22%). Anak-anak yang menjadi korban dari pelaku kebanyakan adalah anak laki-laki dan perempuan sekaligus (23,22%). Perilaku bullying paling sering terjadi di kelas (83,9%).
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANTARA SISWA YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI PROGRAM MENGHAFAL AL-QURAN Romi Romi; Yanwar Arief; Juliarni Siregar
AN-NAFS Vol. 12 No. 1 (2018): Perilaku Religius
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti dan yang tidak mengikuti program menghafal Al-Quran. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi yang disusun oleh guru matematika dan telah divalidasi oleh ahli matematika dari Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Riau yang diberikan kepada 74 siswa-siswi yang mengikuti program menghafal Al-Quran dan 74 siswa-siswi yang tidak mengikuti program menghafal Al-Quran dimana sampel tersebut diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Independent Sample t-test. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar matematika yang signifikan antara siswa yang mengikuti program menghafal Al-Quran dengan siswa yang tidak mengikuti program menghafal Al-Quran, dengan nilai t hitung sebesar 12,708 dan nilai p = 0,000 (p<0,01). Prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti program menghafal Al-Quran lebih tinggi daripada siswa yang tidak mengikuti program menghafal Al-Quran dimana skor rata-rata sebesar 12,41 untuk siswa yang mengikuti program menghafal Al-Quran dan 10,45 untuk siswa yang tidak mengikuti program menghafal Al-Quran.
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN STRES KERJA PADA ANGGOTA BRIMOB POLDA RIAU Farhan Okta Yudra; Fikri Fikri; Ahmad Hidayat
AN-NAFS Vol. 12 No. 1 (2018): Perilaku Religius
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.486 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan minat peneliti terhadap besarnya risiko pekerjaan sebagai anggota Brigade Mobil Polisi yang memiliki sejumlah tuntutan dan cenderung menyebabkan stres pada pekerjaan dan bahkan menyebabkan banyak masalah internal. Banyaknya tuntutan pekerjaan mengharuskan anggota Brimob untuk lebih meningkatkan religiusitas seperti menyerah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yang menggunakan skala likert sebagai alat ukur pengumpulan data penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota Brigade Mobil Polda Riau, dengan sampel 100 anggota anggota Brimob ditentukan dengan teknik sampling acak. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan teknik analisis korelasi moment moment dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar (0,289) dengan signifikan (p) sebesar (0,003) (p <0,05). Jadi ditarik kesimpulan hipotesis dalam penelitian ini diterima, dengan arti ada hubungan positif dan signifikan antara religiusitas dengan stres kerja pada anggota Brimob Polda Riau
GAMBARAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MUALAF Syahri Ramadhan
AN-NAFS Vol. 12 No. 1 (2018): Perilaku Religius
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.453 KB)

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran Subjective Well-Being pada mualaf. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan model fenomenologi. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam (depth interview) dan observasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan data reduction, data display, dan verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi agama yang dialami oleh mualaf WB dan BAS berkaitan dengan Subjective Well-Being, yaitu informan melakukan evaluasi komponen kognitif dan afeksi terhadap sikap keberagamaan (religiousity) yang mereka miliki. Evaluasi kedua komponen tersebut terjadi pada fase kedua dari proses konversi (fase tidak tenang), karena agama yang diyakini tidak mampu mendatangkan kepuasan hidup serta perasaan dan emosi yang positif. Puncaknya adalah WB dan BAS konversi ke agama Islam, karena menilai Subjective Well-Being yang diperoleh dari agamanya rendah dan menilai agama Islam mampu meningkatkan Subjective Well-Being mereka. Hal ini seiring dengan munculnya fase keempat dari proses konversi, yaitu fase tenang dan tentram, dimana komitmen keislaman WB dan BAS yang semakin tinggi karena merasakan kualitas hidup yang lebih baik (good of life), seperti meningkatnya konsep diri yang positif, kebahagian, ketentraman jiwa dan raga, dan mengalami banyak pengalaman keberagamaan yang mendalam (religiousity inner-experience). Sebagai bentuk implementasi dari Subjective Well-Being yang positif dari WB dan BAS muncullah fase terakhir dari konversi, yaitu fase mengekspresikan konversi agama ke dalam kehidupan yang ditandai dengan semakin taat kepada ajaran Islam baik pada tataran kesalehan pribadinya (religious ritualistic) maupun pada tataran sosialnya (religious community).
HUBUNGAN KEBERFUNGSIAN KELUARGA DAN RELIGIUSITAS DENGAN KENAKALAN PADA REMAJA SMPN 2 KERINCI KANAN Yuliati Yuliati; Lisfarika Napitupulu; Yulia Herawaty
AN-NAFS Vol. 12 No. 1 (2018): Perilaku Religius
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.041 KB)

Abstract

Kenakalan remaja merupakan perilaku agresif dan menyimpang dari norma masyarakat dan norma hukum yang dilakukan oleh remaja serta berdampak kerugian pada remaja itu sendiri atau orang lain, dari segi fisik maupun psikologis. Religiusitas adalah keadaan diri seseorang yang membuat seseorang tersebut dapat berperilaku, bertindak dan bersikap baik terhadap aturan-aturan dan norma-norma yang sesuai ajaran agama. Keberfungsian keluarga terdiri dari enam dimensi diantaranya yaitu: pemecahan masalah, komunikasi, peran, kemampuan untuk bereaksi, keterlibatan efektif, serta kontrol perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keberfungsian keluarga dan religiusitas terhadap kenakalan pada remaja SMPN 2 Kerinci Kanan. Subjek penelitian ini adalah siswa remaja SMPN 2 Kerinci Kanan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 161 orang.Teknik pengambilan sampel random sampling dengan kesalahan 5%. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil dari analisis regresi diperoleh F sebesar 35.410 dengan p 0.000 (p < 0.01) yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara keberfungsian keluarga dan religiusitas dengan kenakalan remaja SMPN 2 Kerinci Kanan. Sumbangan efektif R2 (R Square) yang diberikan variabel keberfungsian keluarga dan religiusitas terhadap kenakalan remaja adalah 31.0%.
ADVERSITY QUOTIENT PADA PROFESOR Icha Herawati; sigit Nugroho; Yanwar Arief
AN-NAFS Vol. 12 No. 1 (2018): Perilaku Religius
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.993 KB)

Abstract

Profesor merupakan salah satu bentuk kesuksesan dalam bidang pendidikan. Banyak cerita kesuksesan yang berawal dari pengalaman hidup yang sulit. Adversity quotient merupakan suatu kemampuan individu untuk dapat bertahan dalam menghadapi segala macam kesulitan sampai menemukan jalan keluar, memecahkan berbagai macam permasalahan, menghadapi hambatan dan rintangan dengan mengubah cara berfikir dan sikap terhadap sebuah kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana adversity quotient pada profesor. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang profesor yang ada di Universitas Islam Riau (UIR). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling dan pendekatan biographical life history. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek dalam penelitian ini memiliki kontrol, tanggung jawab, jangkauan, dan daya tahan terhadap hambatan kehidupan dan pendidikan yang mereka hadapi.

Page 2 of 4 | Total Record : 33