cover
Contact Name
Juliarni Siregar
Contact Email
juliarni.siregar@psy.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.annafs@uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
AN-NAFS : Jurnal Fakultas Psikologi
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 19073305     EISSN : 26222337     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal An-Nafs adalah jurnal Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau yang diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterima dalam jurnal ini hanya artikel hasil penelitian yang dilakukan dengan metode kuantitatif, kualitatif ataupun kombinasi. Adapun scope jurnal An-Nafs adalah hasil penelitian dalam bidang psikologi islam yang terkait dengan bidang-bidang keilmuan lainnya seperti psikologi klinis, psikologi pendidikan, psikologi industri dan organisasi, psikologi sosial, psikologi perkembangan, psikologi kesehatan, psikologi positif, psikologi politik, psikologi forensik, sosiologi, ekonomi, hukum, teologi dan sebagainya.
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
AKSIOLOGI PSIKOLOGI SOSIAL : PERILAKU KONFORMITAS JUDI ONLINE BERDAMPAK PADA KESEHATAN MENTAL KELUARGA ELFIA DESI; Ririn Elfia Yusmi; Ahmaddin Ahmad Tohar; Khairil Anwar
AN-NAFS Vol. 19 No. 1 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(1).19770

Abstract

Fenomena sosial yang berkembang pesat di era digital saat ini adalah judi online. Perilaku konformitas dalam judi online tidak hanya mempengaruhi individu, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak perilaku konformitas judi online terhadap kesehatan mental anggota keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan studi literatur dengan perspektif aksiologi psikologi sosial dalam menganalisis berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konformitas dalam judi online dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan masalah hubungan dalam keluarga. Oleh karena itu, penting untuk memahami dinamika ini agar dapat mengembangkan strategi pencegahan yang efektif.
PERENCANAAN KARIR DAN KESIAPAN KERJA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS ISLAM RIAU Sulastri; Binqalbi Ruzain, Raihanatu
AN-NAFS Vol. 19 No. 1 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(1).20570

Abstract

Meningkatnya kompetisi di dunia kerja saat ini menuntut kesiapan kerja yang baik. Ketika mahasiswa dipersiapkan dengan baik untuk memasuki dunia kerja, mereka dapat lebih mudah mengidentifikasi dan memahami kemampuan mereka, termasuk kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Perencanaan karier yang efektif diduga berkaitan dengan kesiapan alumni Perguruan Tinggi untuk memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan perencanaan karier dengan kesiapan mahasiswa tingkat akhir untuk bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 356 mahahsiswa tingkat akhir Universitas Islam Riau yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman's rho yang menghasilkan koefisien korelasi (r) = 0,371 serta nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara perencanaan karir dan kesiapan kerja mahasiswa. Artinya, semakin baik perencanaan karir akan diikuti oleh semakin tingginya kesiapan mahasiswa tingkat akhir untuk bekerja, begitu juga sebaliknya. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya menyusun kebijakan mengenai program-program yang dapat mematangkan perencanaan karir mahasiswa tingkat akhir oleh institusi terkait agar mahasiswa menjadi lebih siap dalam memasuki dunia kerja.
KONSEP DIRI DAN KEPERCAYAAN DIRI REMAJA SANGGAR TARI LEMBAGA KESENIAN BUNGA TANJUNG Nurfitri, Arisa; Khuzaimah, Ummu; Saragih, Emma Fauziah
AN-NAFS Vol. 19 No. 1 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(1).21337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan tingkat kepercayaan diri pada remaja yang terlibat di Sanggar Tari Lembaga Kesenian Bunga Tanjung (LKBT). Sampel penelitian terdiri dari 60 remaja perempuan yang berusia 12-14 tahun. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala konsep diri dan skala kepercayaan diri. Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai r = 0,675 dengan nilai sig. = 0,000 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan kepercayaan diri remaja sanggar tari LKBT, yang berarti bahwa penguatan dalam konsep diri akan diikuti oleh peningkatan dalam kepercayaan diri, dan sebaliknya. Konsep diri memberikan kontribusi sebesar 45,6% terhadap kepercayaan diri. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pembentukan konsep diri yang positif pada remaja perempuan yang terlibat pada sanggar tari LKBT agar percaya diri saat melakukan pertunjukan tari.
PEMAAFAN DAN KONFLIK KELUARGA PADA REMAJA AKHIR Doni Putra Hidayat; Puti Febrina Niko; Dwita Razkia
AN-NAFS Vol. 19 No. 1 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(1).19889

Abstract

Pemaafan memainkan peran penting bagi remaja yang menghadapi konflik dengan orang tua mereka, karena hal ini membantu memperkuat hubungan mereka dan memberikan manfaat bagi diri mereka dan anggota keluarga lainnya. Penelitian dilakukan di salah satu universitas yang ada di kota Pekanbaru dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik sampling acak sederhana dengan melibatkan 278 responden yang merupakan mahasiswa di salah satu Universitas di Pekanbaru. Skala pemaafan dikembangkan oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek pemaafan yang dikemukakan oleh McCullough (2000) yaitu motivasi menghindar, motivasi balas dendam, dan motivasi kebajikan. Adapun skala konflik keluarga dikembangkan berdasarkan aspek-aspek konflik keluarga yang dikemukakan oleh Lestari (2018) yaitu responsivitas dan tuntutan. Hasil analisis statistik dengan menggunakan korelasi Spearman Rho menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemaafan dan konflik keluarga pada remaja akhir, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,547 dan p-value 0,000 (< 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pemaafan, maka semakin tinggi pula konflik keluarga dan sebaliknya. Hasil penelitian ini mengindikasi bahwa individu yang mengalami konflik keluarga cenderung memiliki tingkat pemaafan yang lebih tinggi karena dalam situasi konflik, seseorang belajar untuk memaafkan sebagai bentuk mekanisme adaptasi untuk menjaga hubungan keluarga.
TERAPI SHALAT MENGURANGI ANXIETY PADA SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN Rahmadani, Rahmadani; Rajab, Khairunnas; Shofiah, Vivik
AN-NAFS Vol. 19 No. 2 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(2).22234

Abstract

Kesehatan mental siswa merupakan aspek krusial dalam proses pendidikan, terutama saat menghadapi tekanan akademik seperti ujian. Salah satu gangguan psikologis yang umum dialami siswa menjelang ujian adalah kecemasan berlebih, yang berdampak pada penurunan fokus, motivasi, dan performa akademik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas terapi Shalat dalam mengurangi kecemasan siswa sebelum menghadapi ujian, dengan menitikberatkan pada pendekatan psikoterapi Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji literatur dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa Shalat, sebagai ibadah wajib umat Islam, memiliki nilai terapeutik yang signifikan. Praktik Shalat dengan kekhusyukan dapat membantu menstabilkan emosi, meningkatkan konsentrasi, dan memberi rasa tenang serta aman, yang berkontribusi pada pengurangan gejala kecemasan. Terapi ini memadukan aspek spiritual, fisik, dan psikologis melalui rangkaian gerakan, zikir, dan doa. Implementasi terapi Shalat dalam konteks pendidikan dapat dilakukan melalui bimbingan konseling berbasis agama di sekolah, dengan menanamkan pemahaman makna Shalat secara mendalam dan melatih teknik Shalat khusyuk sebagai media relaksasi. Dengan demikian, terapi Shalat dapat menjadi pendekatan psikoterapeutik alternatif yang efektif, murah, dan sesuai dengan nilai-nilai spiritual siswa Muslim untuk mengatasi kecemasan menjelang ujian.
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS TENAGA KESEHATAN DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA Meiliza Aprina Habibah; Rizal, Irfani; Leni Armayati
AN-NAFS Vol. 19 No. 2 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(2).24635

Abstract

Tenaga kesehatan kerap menghadapi berbagai tekanan dalam pekerjaannya, seperti beban kerja yang berat, tuntutan emosional, serta risiko kesehatan yang bisa berdampak pada kesejahteraan psikologis mereka. Dukungan sosial keluarga ialah suatu komponen yang bisa meningkatkan kesejahteraan psikologis. Tujuan dari studi ini ialah guna mengetahui peran dukungan sosial keluarga pada kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di Rumah Sakit X Pekanbaru. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif melalui pendekatan sampling jenuh, melibatkan 100 tenaga kesehatan sebagai sampel. Pengukuran dilakukan menggunakan The Social Provision Scale untuk mengukur dukungan sosial keluarga serta Ryff's Psychological Well-Being Scale guna menghitung kesejahteraan psikologis. Hasil analisis statistik dengan menggunakan regresi linier sederhana memperlihatkan t sebesar 3,244 dan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p< 0,05). Artinya, ada peran dukungan sosial keluarga yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan. Dukungan sosial keluarga memberikan sumbangan sebesar 9,7% terhadap terbentuknya kesejahteraan psikologis, sementara sisanya disebabkan oleh faktor lainnya. Maka, penting bagi Rumah Sakit untuk mendukung tenaga kesehatan dalam memperoleh keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi guna untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.
POLA ASUH OTORITER DAN KRITIK DIRI PADA DEWASA AWAL Duwi Ayu Puspita; Amita, Nindy; Rachmayati Eka Safitri
AN-NAFS Vol. 19 No. 2 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(2).24661

Abstract

Masa dewasa awal merupakan masa penyesuaian diri terhadap lingkungan, dimana individu dewasa awal banyak dituntut untuk melakukan segala sesuatu secara mandiri sehingga individu yang dibesarkan dengan pola asuh yang terlalu mengontrol dapat menyebabkan masalah pada diri individu seperti kritik kepada diri sendiri. Pola asuh otoriter yang terlalu mengontrol dan memberikan hukuman jika individu tidak mematuhi aturan dapat menimbulkan kritik diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan kritik diri pada dewasa awal di Pekanbaru. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu individu dewasa awal yang berusia 20-24 tahun dan diasuh oleh kedua orang tua dengan jumlah responden sebanyak 385 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling yaitu purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari skala FSCRS (Form of self criticism reassuring self) dan skala pola asuh otoriter. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dengan kritik diri pada dewasa awal di Pekanbaru dengan nilai korelasi sebesar 0,283 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Artinya, semakin tinggi pola asuh otoriter maka semakin tinggi pula kritik diri, begitu juga sebaliknya, semakin sedikit pola asuh otoriter yang diterima, maka semakin rendah kritik diri. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan program pengasuhan yang diberikan kepada orangtua sebagai pencegahan berkembangnya masalah psikologis pada anak
HARGA DIRI DAN KEMALASAN SOSIAL PADA MAHASISWA Agus Prisandi; Yulia Herawaty; Ersaliya Arezah
AN-NAFS Vol. 19 No. 2 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(2).24666

Abstract

Kemalasan sosial yang dikenal sebagai ”social loafing” merupakan fenomena di mana individu dalam kelompok menunjukkan penurunan motivasi untuk mencapai tujuan bersama. Salah satu yang mempengaruhi kemalasan sosial dalam kerja kelompok adalah harga diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara harga diri dan kemalasan sosial pada mahasiswa Universitas Islam Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 395 mahasiswa sebagai sampel yang diperoleh dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian meliputi skala harga diri yang terdiri dari 27 aitem dan skala kemalasan sosial yang terdiri dari 31 aitem. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearmen’s rho menghasilkan koefisien korelasi (r) = -0,358 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Hal ini membuktikan terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara harga diri dan kemalasan sosial. Artinya bahwa semakin tinggi harga diri maka semakin rendah tingkat kemalasan sosial pada mahasiswa Universitas Islam Riau, begitu juga sebaliknya, semakin rendah harga diri maka semakin tinggi tingkat kemalasan sosial pada mahasiswa Universitas Islam Riau. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya membangun harga diri yang positif untuk meminimalisir perilaku kemalasan sosial.
SELF IMAGE PADA MAHASISWA DITINJAU DARI INTENSITAS PENGGUNAAN INSTAGRAM Rehan Angger Sesaria; Desvianti, Erika
AN-NAFS Vol. 19 No. 2 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(2).24830

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh intensitas penggunaan Instagram terhadap self-image mahasiswa. Intensitas penggunaan Instagram diartikan sebagai seberapa sering pengguna memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia di platform tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Self image dipahami sebagai gambaran umum mengenai diri atau persepsi yang dibentuk individu tentang dirinya sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui dua instrumen, yaitu skala Intensitas Penggunaan Instagram dan skala Self Image. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 390 mahasiswa, terdiri atas 326 perempuan dan 64 laki-laki. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat kontribusi negatif intensitas penggunaan Instagram terhadap self image, artinya semakin intens mahasiswa menggunakan Instagram, maka self image mereka akan semakin negatif, sebaliknya penurunan intensitas penggunaan Instagram menyebabkan semakin positif nya self image mahasiswa. Dengan demikian penting untuk memperhatikan faktor intensitas penggunaan instagram terhadap terbentuknya self-image pada mahasiswa.
KEPRIBADIAN BIG FIVE PEMAIN JUDI ONLINE Feni Aulia; Siregar, Juliarni
AN-NAFS Vol. 19 No. 1 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(1).27062

Abstract

Indonesia saat ini mengalami darurat judi online. Jumlah pemain judi online mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Belum banyak penelitian empiris yang secara khusus menyelidiki mengenai perilaku judi online di Indonesia dalam perspektif psikologi. Meskipun demikian, secara teoritis dapat dijelaskan bahwa munculnya perilaku dapat dipengaruhi oleh faktor kepribadian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepribadian Big Five pada pemain judi online. Penelitian ini melibatkan 384 orang pemain judi online yang dipilih dengan menggunakan teknik snowball sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu International Personality Item Pool - Big Five Markers (IPIP- BFM-25) yang terdiri dari 25 item. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima faktor kepribadian, yang paling dominan dimiliki oleh pemain judi online adalah faktor kepribadian agreeableness dengan nilai mean 19,94. Adapun faktor kepribadian yang paling rendah adalah faktor kepribadian emotional stability dengan nilai mean 11,46. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai sifat agreeableness dan faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat digunakan untuk menyusun program pencegahan sejak dini dari perilaku bermain judi online.

Page 4 of 4 | Total Record : 40