cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Hubungan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA N 1 Pakel Tahun Pelajaran 2014/2015 Rahayu, Ferina Kikih
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v1i1.1037

Abstract

Ferina Kikih Rahayu. 2015, Hubungan Komunikasi Interpersonal Dengan Teman Sebaya Dengan Prestasi Belajar PKN Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pakel Tahun Pelajaran 2014/2015.Kata Kunci:Komunikasi interpersonal dengan teman sebaya, Prestasi Belajar PKn        Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan dengan adanya pendidikan manusia mampu bertahan hidup.Pendidikan di sekolah yang baik tercermin dari prestasi belajar.Prestasi belajar dipengaruhi oleh factor eksternal salah satunya yang dominan adalah komunikasi interpersonal dengan teman sebaya. Siswa usia remaja sangat tergantung dengan teman sebaya maka dari pada itu peneliti tertarik untuk meneliti masalah ini.Tujuan penelitiam ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal teman sebaya dengan prestasi belajar PKn siswa kelas XI IPS SMA N 1 Pakel Tahun pelajaran 2014/2015.       Metode pengambilan data utama yang digunakan adalah metode tes dan angket. Variabel penelitian ada dua macam yaitu komunikasi interpersonal dengan teman sebaya (X) dan variabel  prestasi belajarPKn (Y). Data penelitian yang diperoleh berupa skor komunikasi interpersonal dengan teman sebaya (X) dan skor prestasi belajarPKn (Y).selanjutnya untuk  mengetahui hubungan antara variabel komunikasi interpersonal dengan teman sebaya (X) dengan variabel prestasi belajar PKn (Y) digunakan teknik analisis statistik dengan rumus korelasi product moment dengan bantuan Microsoft excel dan SPSS 16 for Windows.         Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (rH) dengan r tabel (rt) dan dengan membandingkan p value.  Jika nilai r hitung (rH) lebih besar daripada r tabel (rt) maka hipotesis (Ha) diterima. Berdasarkan analisis data melalui rumus korelasi  product  moment   diperoleh nilai r hitung  sebesar = 0,876 ,  Nilai ini lebih besar daripada r tabel (rt) 1%sebesar 0,422 dan Ts 5% = 0,344, atau dapat dirumuskan rH= 0,876> rt = 0,304.  Dengan demikian hipotesis penelitian ini diterima, yang berarti Ada  hubungan  yang  positif dan signifikan  antara   komunikasi interpersonal dengan teman sebaya dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA N 1Pakel tahun pelajaran 2014/2015.       Kesimpulan dari penelitian ini yaitu “ada hubungan yang positif dan signifikan antara komunikasi interpersonal teman sebaya dengan prestasi belajar PKn kelas XI IPS SMA N 1 Pakel tahun pelajaran 2014/2015 diterima.Dari hasil analisis data dapat di interpretasikan bahwa semakin tinggi komunikasi interpersonal teman sebaya kelas XI IPS SMA N 1 Pakel tahun pelajaran 2014/2015 maka prestasi belajar PKn semakin tinggi pula, begitu pula sebaliknya.       Saran yang diajukan yaitu: 1.Bagi sekolah Dengan hasil penelitian ini sekolah, hendaknya memfasilitasi dan memberi contoh yang positif mengenai tata cara berkomunikasi interpersonal yang baik, sehingga iklim belajar menjadi nyaman dan prestasi belajar  PKn peserta didik menjadi baik pula. 2. Bagi guru Guru hendaknya lebih memperhatikan pola-pola komunikasi yang terjadi di kalangan peserta didik sehingga guru dapat berperan serta dalam penciptaan keharmonisan antara peserta didik sehingga prestasi belajar peserta didik baik. 3. Bagi siswa Dengan mengetahui hasil penelitian siswa diharapkan mampu memilih komunikasi secara efektif dengan teman sebayanya sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar PKn. 4. Bagi pembaca Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran bagi pembaca dan menambah ilmu pengetahuan. 5. Bagi peneliti Penelitian ini dijadikan sebagai pengalaman yang sangat berharga bagi perkembangan ilmu dan pengetahuan peneliti 6. Bagi perkembangan penelitian prodi PKn Penelitian ini dapat digunakan sebagai pijakan baru dalam perkembangan penelitian berikutnya sehingga khasanah ilmu PKn semakin bertambah.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PKn KD BUDAYA DAERAH INDONESIA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK BERPIKIR-BERPASANGAN-BEREMPAT SISWA KELAS IV SEMESTER 2 SDN I PODOREJO SUMBERGEMPOL TAHUN 2014/2015 Ropiah, Siti
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i1.331

Abstract

Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah dengan penerapan pembelajaran dengan metode kooperatif teknik berpikir-berpasangan-berempat dapat meningkatkan pemahaman PKn indikator budaya daerah Indonesia siswa kelas IV SD Negeri I Podorejo, Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung? Penelitian ini dilaksanakan dengn tujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman PKn indikator budaya daerah Indonesia setelah diterapkan pembelajaran dengan metode kooperatif teknik berpikir-berpasangan-berempat pada Siswa Kelas IV SD Negeri I Podorejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Lokasi penelitian ini di SDN I Podorejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Adapun obyek penelitiannya adalah peningkatan kemampuan memahami PKn kompetensi dasar budaya daerah Indonesia siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri I Podorejo Kecamatan Sumbergempol Tulungagung. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan tes. Dari hasil tersebut diperoleh nilai ketuntasan tes awal 59,26 %, tes siklus I 70,37 %, dan tes Siklus II 92,59 %. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif teknik berpikir-berpasangan-berempat dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran PKn indikator budaya daerah Indonesia bagi siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri I Podorejo Kec. Sumbergempol Kab. Tulungagung
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PKn MATERI GLOBALISASI SISWA KELAS IV SEMESTER II MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW SD NEGERI 09 NGUNUT KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG Puspitaningtyas, Ninik
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i2.339

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PKn materi globalisasi yang menyebabkan hasil belajar yang diperoleh siswa juga masih rendah. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran PKn. Guru sering memberikan pembelajaran PKn dalam bentuk ceramah, dan tanya jawab, sehingga siswa tidak terangsang untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya. Berdasarkan masalah yang peneliti hadapai didalam proses pembelajaran PKn yang tidak aktif, maka peneliti berusaha mencarikan model pembelajaran lain yang dapat mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun metode pembelajaran yang dianggap mampu untuk meningkatkan keaktifan siswa adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Jenis penelitian tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti adalah classroom action research (PTK). Penelitian ini dilakukan selama 2 siklus pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester II SD Negeri 09 Ngunut. Waktu yang digunakan dalam melakukan penelitian tindakan ini adalah pada semester genap tahun pelajaran 2014/ 2015. Setelah dilakukannya perbaikan pembelajaran selama 2 siklus dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran jingsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pada siklus I nilai rata- rata yang diperoleh siswa adalah 71 dengan tingkat ketuntasan belajar 68%. Hasil ini kemudian mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada siklus II. Pada siklus II nilai rata- rata yang diperoleh siswa adalah 81 dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 89%. Berdasarkan kesimpulan tersebut, disampikan saran untuk meningkatkan pemahaman siswa guru hendaknya selalu menginovasi dan mengembangkan kreativitas yang dimilikinya berkaitan dengan pemilihan metode dan alat peraga yang tepat. Sehingga pembelajaran yang diadakan dapat menyenangkan, tidak menoton, dan tidak membosankan bagi siswa sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dan tujuan pembelajaran dapat tercapai
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA (STUDI KASUS DI SMKN 1 REJOTANGAN TULUNGAGUNG) Rohmah, Siti Nur
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v2i2.874

Abstract

Dalam pembelajara yang dilakukan di SMK sudah seharusnya memasukkan materi tentang pendidikan karakter, pada dasarnya pendidikan karakter yang dilakukan di SMK menyangkut hal-hal Mempromosikan nilai-nilai etika inti. Mengajarkansiswa untuk memahami, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etika inti ini. Hambatan yang terdapat dalam observasi awal adalah terdapat Kritisnya karakter siswa SMKN 1 Rejotangan Tulungagung sehingga dapat dijadikan landasan bagi peneliti untuk dapat mengetahui lebih dalam pendidikan karakter yang diberikan oleh guru, dalam melakukan penilaian terkendala dengan banyak siswa yang mulai terlihat memudar dalam sopan santun, kurang disiplin dalam menaati peraturan. Fokus dari penelitian ini adalah: Bagaimana proses pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung? Bagaimana cara mengimplementasikan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung? Apa saja hambatan dalam proses pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung? Tujuan dari penelitian ini adalah: Mendiskripsikan proses pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung Menggambarkan cara mengimplementasikan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung. Mengetahui hambatan dalam proses pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, menyatakan bahwa penelitian deskriptif merupakan data yang berkenaan dengan fakta, keadaan, variabel dan fenomena yang terjadi saat penelitian berlangsung dan menyajikan apa adanya. Dalam penelitian ini yang diamati adalah kegiatan siswa dan guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter terhadap siswa kelas X SMK Negeri 1 Rejotangan Tulungagung tahun pembelajaran 2015/2016, khususnya yang dilakukan oleh guru PPKN. Proses pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan pendidikan karakterpada siswa, cara mengimplementasikan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 RejotanganTulungagung dengan menyediakan beberapa fasilitas yang dapat digunakan oleh para siswa dalam kegiatan pembelajaran baik yang menyangkut kearah religius maupun sosial. Hambatan dalam proses pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Kritisnya karakter siswa SMKN 1 Rejotangan Tulungagung adalah memudar dalam sopan santun, kurang disiplin dalam menaati peraturan yang diberlakukan oleh sekolah dan terkikisnya semangat kebersamaan karena siswa lebih aktif dengan alat komunikasinya sehingga mempengaruhi siswa yang lain untuk melakukan hal yang sama. Secara teoritis manfaat yang dapat diambil dalam hasil penelitian ini adalah dalam pelaksanaan pendidikan sudah menjadi keharusan untuk dapat memberikan serta memperkuat pendidikan karakter terhadap siswa agar dalam kesehariannya tidak terjadi kemerosotan moral dan hanya fokus pada hasil secara akademik. Meningkatkan materi pendidikan karakter memberikan kemungkinan siswa akan memiliki prestasi yang tidak hanya prestasi akademik juga memiliki perilaku yang baik dalam kehidupan di lingkungan sekolah.
Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Islam Gufron, Mohamad
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i1.982

Abstract

Dalam Islam, posisi manusia amat penting dan mulia. Hubungan antara Allah, alam semesta, dan manusia bahkan menjadi tema utama dalam keseluruhan pembicaraan Al-Qur'an. Ini menunjukkan bahwa trikotomi hubungan antara Allah, alam semesta, dan manusia menempatkan hubungan yang sinergis dan harmonis. Dilihat dari kacamata HAM, trikotomi hubungan itu menunjukan bahwa alam semesta dan manusia harus saling berkerjasama untuk memenuhi sunnatullah dan memperoleh ridha Allah. Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Secara umum hukum Islam berorientasi pada perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Artinya hukum Islam bertujuan pada pemeliharaan agama, menjamin, menjaga dan memelihara kehidupan dan jiwa, memelihara kemurnian akal sehat dan menjaga ketertiban keturunan manusia serta menjaga hak milik harta kekayaan untuk kemaslahatan hidup umat manusia. Hak Asasi Manusia menurut pemikiran barat semata-mata bersifat antroposentris, artinya segala sesuatu berpusat kepada manusia, sehingga manusia sangat dipentingkan. Sedangkan ditilik dari sudut pandang Islam bersifat teosentris, artinya, segala sesuatu berpusat kepada Tuhan, sehingga Tuhan sangat dipentingkan
Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dalam Legislasi Peraturan Di Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung Anggara, Dwi Bayu
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i2.987

Abstract

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan salah satu lembaga baru yang ada di desa, Lembaga tersebut mengantikan lembaga yang lama yaitu di kenal Badan Perwakilan Desa. Saat ini Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sangat di tunggu-tunggu peranya oleh masyarakat, selain sebagai penyalur aspirasi masyarakat, juga sebagai pengawas berjalanya pemerintahan desa,dan penyusun peraturan desa bersama pemerintah desa. maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Kepala Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Peraturan ini berlaku di wilayah desa tertentu, Peraturan Desa merupakan penjabaran lebih lanjut dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dengan memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat desa setempat
Pola Asuh Orang Tua Dalam Pengembangan Karakter Disiplin Anak Remaja Phrawito Suci, Ahmad Khobir
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i1.992

Abstract

Pola  asuh  adalah  suatu  gaya  mendidik yang dilakukan oleh orang tua untuk membimbing dan mendidik  anak-anaknya  dalam  proses  interaksi  yang    bertujuan  memperoleh  suatu  perilaku yang  diinginkan. Melalui penelitian kualitatifdengan pendekatan fenomenologi dapat diketahui bahwa proses pengembangan karakter disiplin pada anak usia remaja dilakukan melalui perhatian, pembiasaan, cerita dan kisah . Berdasarkan hal itu disarankan kepada orang tua, hendaknya orang tua  harus lebih memahami dan mengerti perkembangan jiwa anaknya baik dari segi fisik maupun psikis
Peran Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Membangun Karakter Siswa Sebagai Bentuk Implementasi Dari Revolusi Mental Pada Siswa Kelas X Di SMAN 1 Pakel Putri, Siwi Krisno
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i1.997

Abstract

Pendidikan Karakter adalah pendidikan yang menitik beratkan kepada perubahan atau peningkatan sikap dan mental siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan sebagai sarana untuk membangun karakter tersebut adalah ekstrakurikuler yang bersifat pembinaan karakter sikap dan mental. Kegiatan pramuka tidaklah asing bagi warga Negara Indonesia, terutama bagi mereka yang berada di lingkungan pendidikan. Pengimplementasian gerakan revolusi mental dengan pendidikan yang berbasis karakter hal pertama yang dilakukan dilakukan dalam dunia pendidikan yakni hal pertama yang perlu direvolusi atau dirubah yakni dari pendidik atau tenaga kependidikannya.
Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar PKn Melalui Metode Cooperative Learning Dengan Teknik Dua Tinggal Dua Tamu Pada Siswa Kelas IV-B SDN Pucang I Tahun Pelajaran 2016/2017 Sancoyo, Muji
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i2.1002

Abstract

Metode Cooperative Learning adalah pendekatan pembelaajran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Struktur Dua Tinggal Dua Tamu memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain. Tujaun penelitiann ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn melalui penerapan metode Cooperative Learning dengan  teknik Dua Tinggal Dua Tamu pada siswa kelas IV-B  SDN Pucang I  Kecamatan Sidoarjo  Kabupaten Sidoarj . Penelitian dilakukan pada semester II tahun pelajaran 2016/2017  yaitu pada bulan Januari – Juni 2017  di SDN Pucang I  Kecamatan Sidoarjo  Kabupaten Sidoarjo  dengan subjek siswa kelas IV-B  sejumlah 38 siswa terdiri dari 21 laki-laki dan 17 perempuan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan masing-masing siklus meliputi : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian dengan menggunakan metode Cooperative Learning dengan teknik Dua Tinggal Dua Tamu dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran PKn pada siswa kelas IV-B  SDN Pucang I Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini dapat dibuktikan pada masing-masing siklus., yaitu peningkatan nilai hasil belajar siswa pada post tes pada kategori sangat baik dan baik 18,4% pada siklus I dan pada siklus II menjadi 31,6% berarti ada peningkatan sebesar 13,2%. Demikian pula ketuntasan klasikal mengalami peningkatan dari 84,2% pada siklus I menjadi 92,1% pada siklus II. Ini berarti ada peningkatan sebesar 7,9%.
Penguatan Kecerdasan Moral Sebagai Upaya Preventif Kenakalan Anak (Studi kasus Pada Penguatan Kecerdasan Moral Anak Oleh Orang Tua di Desa Mojoagung Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung Tahun 2015 Arifin, Mohamad
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v1i1.1039

Abstract

Arifin, Mohamad. 2015. Penguatan Kecerdasan Moral Sebagai Upaya Preventif Kenakalan Anak (Studi kasus Pada Penguatan Kecerdasan Moral Anak Oleh Orang Tua di Desa Mojoagung Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung Tahun 2015).Kata Kunci: Kecerdasan Moral, Preventif, Kenakalan AnakAkhir-akhir ini, telah muncul gejala-gejala kurang baik yang menimbulkan masalah dalam kehidupan keluarga, salah satunya adalah kenakalan anak. Banyak ditemui masalah-masalah anak yang melenceng dari nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku bahkan mendekati tindakan kriminal, antara lain berupa pergaulan  bebas, maraknya kekerasan anak-anak, kejahatan terhadap teman, pencurian, tawuran, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pornografi, dan perusakan milik orang lain. Kemrosotan moral yang menerpa anak tersebut merupakan gejala umum yang berlaku dimana-mana, termasuk di desa Mojoagung kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung. Banyak anak yang mengalami krisis moral dan etika, maka sebagai orang tua kita harus mencari dan mengetahui sejauhmana mereka jatuh kedalam dunia kenakalan anak. Orang tua bertanggung jawab sepenuhnya terhadap diri anak. Perilaku anak merupakan implementasi dari moral yang dimiliki orang tua, baik-buruknya prilaku atau etika tersebut dipengaruhi faktor pemahaman moral juga karena faktor pengetahuan moral orang tua.Fokus dalam penelitian ini adalah Bagaimana penguatan kecerdasan moral yang dilakukan orang tua sebagai upaya preventif kenakalan anak usia sekolah di desa Mojoagung kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui presepsi dan upaya yang dilakukan orang tua terhadap penguatan kecerdasan moral anak usia sekolah di desa Mojoagung kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis model interaktif yang menggunakan tiga komponen utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memperoleh data dengan tingkat validitas yang tinggi digunakan metode triangulasi data dengan sumber. Sedangkan informan kunci dalam penelitian ini adalah orang tua di desa Mojoagung kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung.Secara ringkas hasil penelitian ini dapat disimpulkan persepsi orang tua berkaitan dengan penguatan kecerdasan moral anak usia sekolah sebagai berikut: bahwa penguatan kecerdasan moral sangat penting dan perlu dilakukan sejak usia dini. Karena moral merupakan fundasi awal dalam kehidupan sosial anak. Dengan penguatan kecerdasan moral, orang tua menganggap seorang anak akan memiliki keyakinan etika, budi pekerti, sopan santun, dan mampu memahami hal yang benar dan yang salah. Upaya yang dilakukan orang tua dalam menguatkan kecerdasan moral dalam mencegah kenakalan anak usia sekolah yaitu, melalui perhatian, melalui motivasi, dan melalui pembiasaan.Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa keluarga terutama orang tua sangat penting dalam proses pendidikan dan perkembangan moral anak. Melalui didikan yang diterapkan orang tua dirumah maka akan sangat mempengaruhi kecerdasan moral anaknya kelak.

Page 2 of 19 | Total Record : 184