cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
EFEK MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI: STRATEGI, BUDAYA, DAN KINERJA ITO', AHMAD IZZUL
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i1.323

Abstract

Institusi pendidikan tinggi sebagai salah satu wahana dan media yang dapat dijadikan sebagai strategi pembangunan dan pengembangan pendidikan karakter bagi mahasiswa, agar menjadi mahasiswa yang memiliki etika dan moral akademik dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pancasila. Upaya yang dapat dilakukan institusi pendidikan tinggi dengan cara mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam mata kuliah. Pengintegrasian pendidikan karakter sebagaimana dimaksud mulai dari penyusunan profil dan capaian pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan sampai tahapan evaluasi hasil belajar yang memberikan kesimbangan pada tiga domain pendidikan yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Selain mengintegrasiakan pendidikan karakter pada  mata kuliah, dosen sebagai pengendali pembelajaran dapat melakukan dengan memberikan keteladan nilai karakter akademik dalam bentuk sikap dan perilaku disiplin dalam menegakkan norma, kritis dan kreatif dalam bentindak, rasional dalam berpikir, jujur dalam tutur kata, bertanggung jawab dalam mengemban kewajiban serta sikap anti plagiat dalam penyelesaian karya ilmiah. Bagaimana pembentukan karakter mahasiswa yang beretika dan bermoral akademis. Bagaimana proses integrasi pendidikan karakter melalui kegiatan ekstra mahasiswa yang dilaksanakan di luar kelas. Apa tindakan best practice institusi untuk menjalankan program integratif didalam kampus dengan luar kampus. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Tujuan penelian ini memberikan konsep dan strategi tentang pengembangan pendidikan karakter pada institusi pendidikan tinggi, dan diharapkan memberikan manfaat kepada pelaksana akademik dalam mendesain pendidikan karakter bagi mahasiswa.
INTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA BANGSA YANG BERBASIS PADA LINGKUNGAN SEKOLAH Asrori, Muhamad Abdul Roziq
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i1.334

Abstract

Dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa positif dan negatif, dampak negatif adalah adanya hidup dan kehidupan perilaku manusia yang menyimpang dari norma-norma agama, hukum, moral dan kesusilaan. Dalam konteks negara bangsa dan hegemoni kekuasaan negara akan sulit untuk berubah, tetapi dapat terjadi karena efek dari polarisasi di bidang hukum, politik, ekonomi, sosial budaya yang di seluruh dunia. Untuk visi masa depan bangsa yang berdaulat dan misi harus dirumuskan sedemikian rupa sehingga arah pembangunan, khususnya generasi muda lebih efektif dan arah yang jelas. Sebagai visi pembangunan nasional dari 2005-2025 adalah Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. Pada dasarnya, education adalah proses sistematis untuk meningkatkan martabat manusia di holisitk, dengan kemampuan untuk develop afektif, kognitif, dan psikomotorik secara optimal. Pembangunan pendidikan nasional di sinergi dan linearitas diarahkan membangun, memelihara, mengembangkan karakter dan wawasan kebangsaan, persatuan nasional, solidaritas nasional, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan karakter adalah usaha sadar untuk mendidik peserta didik untuk membuat keputusan by self dan memperhatikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan. Dalam pendidikan karakter ditentukan oleh tiga hal: mengetahui, perasaan moral yang moral, dan perilaku moral. Dengan tujuan untuk membangun bangsa yang kuat, kompetitif, moral, berbudi, akhlak mulia baik, toleransi, bekerja sama, semangat patriotik, berkembang dinamis, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berorientasi dengan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Melalui acculturation dan pendidikan pemberdayaan karakter bangsa dapat ditanamkan, disosialisasikan, ke dalam jiwa dan kepribadian siswa sehingga mereka dapat menumbuhkan nilai-nilai Pancasila dengan menekankan pendidikan sekolah, budaya dan komunitas masyarakat dengan kognitif, afektif, psikomotor, sosial.
PENDIDIKAN DI INDONESIA DALAM HUMAN DEVELOPMENT INDEX (HDI) Yuliani, Yuliani
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i2.342

Abstract

Human Development Index (HDI) merupakan ukuran ringkasan untuk menilai kemajuan jangka panjang dalam tiga dimensi dasar pembangunan manusia, antara lain harapan hidup dan kesehatan, akses terhadap pengetahuan atau pendidikan dan standar hidup yang layak. Dengan informasi angka dan peringkat HDI (Human Development Index) dapat diperoleh gambaran keadaan kesejahteraan masyarakat yang diukur diukur dari beberapa aspek, yaitu: 1) Life expectancy at birth (harapan hidup saat lahir) aspek ini digunakan sebagai tolok ukur kualitas kesehatan; 2) Expected years of schooling (Harapan Lama Sekolah) aspek ini sebagai tolok ukur pendidikan; 3) Mean years of schooling (Rerata Partisipasi Sekolah) aspek ini sebagai tolok ukur pemerataan pendidikan; dan 4) Gross National Income (Pendapatan Nasional Bruto) aspek ini jelas mengukur tentang taraf ekonomi masyarakat. Human Development Index (HDI) dapat mencerminkan bagaimana posisi sebuah negara dengan negara lain dalam tingkat kesejahteraan masyarakat yaitu pembangunan manusianya termasuk di dalamnya pembangunan di bidang pendidikan. Nilai Human Development Index (HDI) Indonesia 2014 adalah 0.684_yang menempatkan pembangunan manusia Indonesia pada posisi 110 dari 188 negara di dunia. Antara tahun 1980 dan 2014, nilai Human Development Index (HDI) Indonesia meningkat 0,474-0,684, meningkat 44,3% atau peningkatan tahunan rata-rata sekitar 1,08%
Peranan Lembaga Swadaya Masyarakat Dalam Menekan Tingginya Angka Perceraian Di Desa Sumberjo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Aprilian, Nadea Yoan
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i1.980

Abstract

Tujuan penelitian Menggambarkan Peranan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Menekan Tingginya Angka Perceraian di Desa Sumberjo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Mengetahui peranan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Menekan Tingginya Angka Perceraian di Desa Sumberjo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian ini adalah Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, Dengan tujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Dengan instrument adalah dokumen, wawancara. Peranan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Menekan Tingginya Angka Perceraian di Desa Sumberjo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung tercermin pada upaya LSM “Melati” mengontrol, mencegah, dan membendung dominasi dan manipulasi pemerintah terhadap masyarakat. Peranan ini umumnya dilakukan dengan advokasi kebijakan lewat lobi, pernyataan politik, petisi, dan aksi demonstrasi. Sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan lewat aksi pengembangan kapasitas kelembagaan, produktivitas, dan kemandirian kelompok-kelompok masyarakat, termasuk mengembangkan kesadaran masyarakat untuk membangun keswadayaan, kemandirian, dan partisipasi. Perlindungan lembaga swadaya masyarakat desa Sumberjo Kulon kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung dilakukan lebih banyak di fokuskan pada perlindungan terhadap perempuan dan anak. Lembaga Swadaya Masyarakat yang merupakan lembaga sosial yang terdapat di desa diharapkan mampu memberikan konseling dalam menekan tingginya perceraian yang terjadi dimasyarakat baik secara langsung ataupun menggunakan media yang terdapat di masyarakat.
Peran Himpunan Mahasiswa Prodi PPKn Dalam Meningkatkan Nilai Moral Pada Mahasiswa Program Studi PPKn Di STKIP PGRI TULUNGAGUNG Febriana, Sinta Karunia
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i2.985

Abstract

Krisis moral merupakan masalah besar yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Moral bangsa yang berada di titik nadi merupakan tantangan bagi dunia pendidikan. Dewasa ini generasi muda dan akademisi mengalami kemerosotan moral. Indikasinya dapat dilihat maraknya tawuran di kalangan mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan di STKIP PGRI Tulungagung khususnya pada Himpunan Mahasiswa Prodi PPKn. Dengan tujuan  Untuk mengetahui peran HMP PPkn dalam meningkatkan nilai moral pada Prodi  PKn STKIP PGRI Tulungagung dan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara peran HMP PPKn dengan nilai moral pada mahasiswa Prodi PPKn di STKIP PGRI Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, dokumentasi, observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran HMP PPKn dalam meningkatkan nilai moral mahasiswa prodi PPKn yaitu pengurus HMP akan membuat aturan-aturan khusus yang harus dipatuhi oleh semua mahasiswa khususnya prodi PPKn
Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Mengembangkan Bahan Ajar Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PKn Kelas VIII SMP Negeri 1 Boyolangu Tulungagung Tahun Pelajaran 2016/2017 Suryani, Lutfi Maylia
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i2.990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kompetensi pedagogik di SMP Negeri 1 Boyolangu, mengetahui prestasi belajar di SMP Negeri 1 Boyolangu, mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik dalam mngembangkan bahan ajar terhadap prestasi belajar peserta didik di SMP Negeri 1 Boyolangu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subyek penelitian berjumlah 70 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode angket berupa skala likert. Analisa data penelitian ini menggunakan teknik analisis uji validitas dan reliabilitas. Dengan bantuan Microsoft excel for windows. Berdasarkan hasil penelitian. didapatkan hasil dari uji validitas dan reliabilitas diketahui N=70 maka, menunjukkan besamya nilai rhitung = 0,894 sedangkan rtabel = 0,235 dengan taraf signifikan α = 5%, maka hasil ini diketahui rhitung yaitu sebesar 0,894 lebih besar dari rtabel yaitu 0,235 dalam taraf signifikansi 5% (0,894>0,235). Dari hasil pengaruh kompetensi pedagogik dalam mengembangkan bahan ajar dalam mempengaruhi prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PKN kelas VIII SMP Negeri 1 Boyolangu memiliki kategori yang cukup sebesar 79,20% dan lebihnya 20,80% dipengaruhi oleh faktor lain di luar kompetensi pedagogik, maka hasil ini menunjukkan adanya pengaruh positif signifikan kompetensi pedagogik dalam mengembangkan bahan ajar terhadap prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PKN kelas VIII SMP Negeri 1 Boyolangu
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Sejarah Menjelang Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Dengan Menggunakan Alat Bantu Gambar Pada Siswa Kelas V SDN Wedi Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo Liswarni, Liswarni
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i2.1000

Abstract

Di dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kelas V Sekolah Dasar Negeri Wedi , Kecamatan Gedangan , Kabupaten Sidoarjo  masih banyak mengalami kesulitan dan hambatan. Dari uraian tersebut, yang menjadi fokus penelitian pembelajaran adalah pembelajaran dalam upaya membantu siswa agar mereka dapat dengan mudah menjelaskan sejarah menjelang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Fokus penelitian pembelajaran dapat dirumuskan menjadi rumusan masalah sebagai berikut “bagaimana cara meningkatkan hasil belajar IPS materi sejarah menjelang detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggunakan alat bantu gambar pada siswa kelas V SDN Wedi , Kecamatan Gedangan , Kabupaten Sidoarjo?” Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Kedua siklus dilaksanakan di kelas V SDN Wedi , Kecamatan Gedangan , Kabupaten Sidoarjo . Kegiatan penelitian pembelajaran dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data dan refleksi. Masing-masing tahap dijelaskan sebagai berikut. Hasil penelitian pada siklus I ditemukan 61% jumlah siswa sudah dapat menjelaskan sejarah menjelang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada siklus II ditambah lagi selain cart juga gambar seri pahlawan. Ternyata hasilnya sangat memuaskan, ditemukan 84% dari jumlah siswa sudah dapat menjelaskannya
Efektifitas Metode Konseling Individu Dalam Mengendalikan Tingkat Kenakalan Remaja Di SMAN 1 Kauman Tahun Pelajaran 2017/2018 Wiratama, Reza
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i2.1005

Abstract

The purpose of this research is to know how effectiveness individual counseling services by counselor teachers in overcoming difficulties learning to study students SHS 1 Kauman Tulungagung regency. The type of this research is qualitative descriptive research. Research subject are the students who perform the act of mischief in mischief in SHS I Kauman. While the object of this study is an individual counseling service implemented by the tutor teacher to overcome the level of juvenile delinquency. To collect data in this research the researcher use observation and interview technique analyzed with qualitative and narrative concluded. From the results of this study the authors found that the level of Effectiveness of Individual Counseling Services in Controlling the Delinquency Level of Youth in SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung District is very effective to handle the problem of juvenile delinquency of students of SMA Negeri 1 Kauman, proved that after the students actors mischief adolescents in SHS 1 Kauman have the will to change their actions that violate the rules that have been determined by the school.
PENERAPAN METODE PROJECT CITIZEN DAN DICOVERY DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Tamalia, Indria -; Amirudin, Abdullah; Dewi, Azzahra Kesuma; Solaahuddin, Ihsaan; Andira, Sari Meli
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1033

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran PKn oleh tenaga pendidik dirasa kurang efektif dan menarik dalam proses belajar mengajar. Karena banyak siswa yang berpendapat bahwa guru atau tenaga pendidik dalam mengajarkan materi PKn terkesan monoton dan juga hanya sekedar menulis, menjelaskan atau mencata materi dan juga mengerjakan lks sehingga dalam hal ini pengajar justru leboh aktif dibandingkan dengan muridnya padahal seharusnya siswa dituntuk lebih lagi untuk berpartisipasi aktiv dalam proses belajar. Oleh karena itu haruslah ada metode yang efektif serta inovatif yang diperlukan para pengajar agar siswa atau peserta didik memilki minat yang tinggi dalam belajar PKn. Dalam hal ini kelompok kami meneliti tentang metode yang tepat dalam proses pembelajaran PKn. Ada dua metode yang kita terapkan yaitu metode Project Citizen dan metode Discovery. Metode project citizen sendiri yaitu metode dimana siswa dituntut untuk berperan aktif dalam menghadapi masalah-masalah yang ada dalam lingkungan masyarakat agar dapat mengasah kecerdasan intelektual siswa agar dapat memilki sikap yang demokratis dan bertanggung jawab. Selain itu juga terdapat metode discovery dimana dalam metode ini menekankan pada proses belajar dan mengajar guru memperkenanankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara mandiri  dan bukan lagi seorang guru yang hanya mendongen atau aktif.Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan dan MetodePembelajarannya
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENCEGAH DEGRADASI MORAL TERHADAP ISU SARA DAN HOAX Priyatna, Rahmat Kevin; Hidayat, Dewi Oktaviani; Eltariant, Inggi; Fernanda, Sindi Agustina
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1032

Abstract

ABSTRAK Pancasila adalah suatu dasar negara dan ideologi negara Indonesia sejak 18 Agustus 1945. Mulai sejak itu kita menjadi warga negara yang dimana segala penyelenggaraan negara didasarkan atas Pancasila. Dalam perumusan Pancasila terjadi berbagai perdebatan yang akhirnya diputuskan suatu dasar negara yaitu Pancasila. Dengan itu, kita sebagai warga negara Indonesia harus  menghargai segala jasa para pahlawan yang telah membentuk suatu falsafah yang dapat menyatukan Indonesia.Indonesia adalah negara yang berbentuk kepulauan yang terdiri dari  suku, agama, ras, adat istiadat yang  beragam. Hal ini membuat berbagai tantangan muncul didalam negara ini. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi juga merupakan bentuk berkembangnya peradaban dunia ini. Setiap perkembangan yang ada menimbulkan suatu dampak positif dan negatif . Degradasi moral bangsa Indonesia adalah dampak  dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyaknya pengaruh-pengaruh dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini salah satunya yaitu beredarnya isu SARA dan hoax. Dengan adanya kedua hal tersebut tentu dapat membuat persatuan yang dibentuk  dari awal dengan adanya Pancasila akan memudar dan perlahan jauh dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kata Kunci : Nilai-nilai Pancasila, Degradasi Moral, Isu SARA, dan Hoax. 

Page 5 of 19 | Total Record : 184