MEDIA INFORMASI
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Articles
285 Documents
PENGARUH TEKNIK NAFAS DALAM TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU BERSALIN KALA I FASE AKTIF
Sri Gustini
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (95.551 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v12i2.45
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik nafas dalam terhadap perubahan tingkat kecemasan pada ibu bersalin Kala I di Ruang VK RSUD dr. Slamet Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pre-eksperimental design dengan metode pendekatan one group pretest-postest design. Teknik pengambilan sampel secara accidental dari jumlah populasi ibu bersalin primi sebanyak 93 orang. Hasil uji statistik menunjukan sebelum dilakukan teknik nafas dalam sebagian besar responden mempunyai tingkat kecemasan berat, yaitu sebanyak 18 orang (60,0%), dan setelah dilakukan teknik nafas dalam sebagian responden berubah kepada tingkat kecemasan rendah, yaitu sebanyak 17 orang (56,7%). Hasil uji-T diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara teknik nafas dalam terhadap perubahan tingkat kecemasan ibu bersalin kala I fase aktif di Ruang VK RSUD dr. Slamet Garut. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan RSUD dr. Slamet Garut menerapkan asuhan tehnik nafas dalam pada setiap ibu bersalin yang bertujuan untuk mengurangi ketakutan dan kecemasan.
TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA LAKI – LAKI
Iceu Amira D.A;
Hendrawati Hendrawati
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.465 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v14i1.166
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kejadian stres yang bisa dialami oleh siapa saja termasuk pada masa remaja, salah satunya adalah mahasiswa, baik di perguruan tinggi, institut atau akademi. Salah satu dampak stres pada remaja adalah perilaku merokok. Berdasarkan studi pendahuluan di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Garut didapatkan data dari 20 orang remaja laki-laki yaitu 17 orang perokok (85%) dan alasan terbanyak karena stres ada 12 orang (60%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Garut. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian dengan total sampling pada 131 remaja laki-laki. Analisa data dengan uji chi-squar dengan hasil hampir seluruh remaja laki-laki mengalami stres ringan, dan sebagian besar remaja laki-laki perokok ringan. Analisis uji chi-square diperoleh nilai p (p-value) = 0.040, artinya terdapat proporsi yang signifikan diantara kedua kelompok tersebut atau terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan perilaku merokok (p value dari 0,05). Nilai Odds Ratio (OR) diperoleh sebesar 3,1 artinya remaja laki- laki yang mengalami stres sedang memiliki risiko untuk merokok sedang sebesar 3,1 kali dibandingkan dengan stres ringan. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan perilaku merokok.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP DEPRESI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CITEUREUP KOTA CIMAHI 2015
Nadirawati Nadirawati
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (506.943 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v12i1.5
Gangguan mental yang paling sering ditemukan pada lansia adalah depresi. Prevalensi depresi pada lansia ditingkat pelayanan primer sekitar 5–17%. Depresi yang dialami oleh pasien bisa berupa menurunnya minat dan kemampuan dalam melakukan aktifitas sehari-sehari. Salah satu upaya non farmakologis yang dipercaya dapat mengatasi depresi adalah aromaterapi. Aromaterapi merupakan salah satu metode non farmakologis relaksasi yang dapat memberikan efek relaksasi, salah satunya adalah lavender. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap depresi pada Lansia. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan bentuk rancangan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 orang dengan teknik purposive sampling dan analisa data dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata skor depresi sebelum diberikan Aromaterapi Lavender adalah 10.69 sedangkan rata-rata skor depresi setelah Aromaterapi Lavender adalah 5,54. Setelah dilakukan uji statistic didapatkan ada pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap lansia yang mengalami depresi di Wilayah Kerja Puskesmas Citeureup KotaCimahi, (ρvalue 0,000; α 0,05). Dari hasil penelitian tersebut disarankan bagi Perawat Pukesmas untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan penanganan pasien depresi baik bersifat farmakologis maupun dengan non farmakologis dan juga melakukan sosialisasi tentang Aromaterapi Lavender pada masyarakat, sebagai salah satu tindakan untuk mengatasi masalah lansia yang mengalami depresi.
HUBUNGAN KONSUMSI FE DENGAN PANJANG BADAN PADA ANAK USIA 12-24 BULAN
Eline Charla Sabatina Bingan
Media Informasi Vol 15, No 2 (2019): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (696.689 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v15i2.415
Stunting (tubuh pendek) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang harus ditangani secara serius. Hasil pemantau Status Gizi (PSG) pada Tahun 2016 Laporan Tahun 2017, sebesar 29% balita Indonesia mengalami tubuh pendek yaitu 18,9% (pendek) dan 10,1% (sangat pendek). Hasil studi membuktikan bahwa pengaruh faktor keturunan hanya berkontribusi sebesar 15%, sementara unsur terbesar adalah terkait masalah asupan gizi, hormon pertumbuhan dan terjadinya penyakit infeksi berulang. Salah satu penyebab BBLR yaitu ibu yang anemia. Penyebab terjadinya anemia pada ibu hamil adalah kekurangan zat besi (Fe). Sehingga anak yang kekurangan energi protein dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak di usianya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan konsumsi Fe dengan kejadian panjang badan pada anak usia 12-24 bulan. Metode penelitian observasional analitik yaitu untuk mengetahui hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat. Desain penelitian menggunakan Case Contol. Hasil analisis statistik bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan panjang badan anak pada ibu yang patuh dan tidak patuh konsumsi Tablet Fe dengan nilai P Value 0,002 (α 0,05).
PENGARUH RELAKSASI OTOT TERHADAP INSOMNIA PASIEN HEMODIALISIS
Ida Rosdiana;
Ai Cahyati
Media Informasi Vol 14, No 2 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.69 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v14i2.208
Insomnia merupakan salah satu masalah yang sering dikeluhkan oleh pasien hemodialisis. Hal tersebut dapat menyebabkan pasien mengalami beberapa konsekuensi, diantaranya: 1) rasa kantuk di siang hari; 2) perasaan depresi; 3) kurang energi; 4) gangguan kognitif; 5) gangguan memori; 6) lekas marah; 7) disfungsi psikomotor dan 8) penurunan kewaspadaan serta konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh relaksasi otot terhadap insomnia pasien hemodialisis. Desain penelitian quasi experiment, dengan rancangan pretest and posttest group. Teknik pengambilan sampel consecutive sampling, berjumlah 25 orang. Analisis statistik yang dipergunakan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t dependen (paired t-test) untuk menguji perbedaan skor insomnia sebelum dan sesudah latihan relaksasi otot. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata skor insomnia antara sebelum dan setelah dilakukan intervensi pada kelompok intervensi (p value=0.001). Dapat disimpulkan bahwa latihan relaksasi otot dapat menurunkan insomnia pada pasien hemodialisis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pemakaian terapi relaksasi otot sebagai intervensi keperawatan untuk mengatasi insomnia pada pasien hemodialisis.
SIKAP MENJAGA KEBERSIHAN ORGAN GENITALIA EKSTERNA DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA MAHASISWI POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA
Mella Qurrotul Aini;
Sofia Februanti;
Yudi Triguna
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.285 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v12i1.17
Semua wanita dengan segala umur dapat mengalami keputihan berdasarkan data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita keputihan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sikap menjaga keputihan dengan kejadian keputihan pada Mahasiswi Program Studi D III Keperawatan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Leucorhea (fluor albus) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genital yang tidak berupa darah. Sikap menjaga kebersihan organ genitalia eksterna berpengaruh terhadap kesehatan organ reproduksi dan menjadi faktor timbulnya keputihan. Penelitian ini bersifat observasional analitik menggunakan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan Maret–Juni 2015 di Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dengan 68 responden. Hasil dianalisa dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian diperoleh yaitu sebagian kecil responden mengalami kejadian keputihan yaitu 21 responden (30,9%). Sikap responden dalam menjaga kebersihan organ genitalia eksterna sebagian besar mempunyai sikap positif sebanyak 43 responden (63,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap menjaga kebersihan organ genitalia eksterna dengan kejadian keputihan pada Mahasiswi Program Studi D III Keperawatan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dengan p-Value 0,000. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada Mahasiswi untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan sikap menjaga kebersihan organ genitalia.
PENGARUH INFUSA DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL MENCIT JANTAN (Mus musculus) GALUR SWISS WEBSTER
Rheima Indriani Iskandar;
Nuri Handayani;
Tovani Sri
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.257 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v13i1.89
Kolesterol bemanfaat bagi tubuh pada kadar normal tetapi jika berlebihan dapat mengancam kesehatan. Sirsak merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun sirsak untuk menurunkan kadar kolesterol mencit putih jantan galur swiss webster dan dosis infusa daun sirsak yang paling efektif dalam menurunkan kadar kolesterol.Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan menggunakan 15 ekor mencit jantan galur swiss webster yang dibagi tiga kelompok secara acak, dosis I 520 mg/kg BB, dosis II 910 mg/kg BB, dan dosis III 1.690 mg/kg BB. Kadar kolesterol mencit diukur setelah perlakuan selama 7 hari.Hasil dari penelitian menunjukkan infusa daun sirsak dosis 520 mg/kg BB , 910 mg/kg BB , 1.690 mg/kgBB menurunkan kolesterol sebesar 125 mg/dL , 93 mg/dL dan 92,33 mg/dL . berdasarkan uji T didapatkan adanya perbedaan signifikan penurunan kolesterol pada dosis 910 mg/kg BB dan 1.690 mg/kgBB. Sedangkan pada dosis 520 mg/kgBB tidak ada perbedaan signifikan. Namun, jika dilihat dari penurunan rata-rata dosis 520 mg/kgBB menunjukan penurunan terbaik. Perlu penelitian lanjut mengenai kolesterol mana (HDL,LDL,atau VLDL) yang paling berpengaruh terhadap pemberian infusa daun sirsak dengan dosis yang lebih bervariasi.
PENGARUH KONSELING FAKTOR RISIKO KEHAMILAN TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI DINI DAN PERSIAPAN PERSALINAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA
Dede Gantini;
Sinar Pertiwi
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.72 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v15i1.241
Upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu berfokus pada deteksi dini, penanganan dan rujukan kehamilan. Pendekatan risiko pada ibu hamil merupakan strategi operasional dalam upaya pencegahan terhadap kemungkinan kesakitan atau kematian melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi dengan memberikan pelayanan yang lebih intensif kepada risiko ibu hamil dengan cepat serta tepat, agar keadaan gawat ibu maupun bayi dapat dicegah. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan juga ditentukan oleh keterampilan bidan untuk berkomunikasi secara efektif dan melakukan konseling yang baik kepada klien. Melalui konseling diharapkan ibu hamil memahami kondisinya dan dapat menentukan tempat persalinan sehingga dapat melakukan persiapan persalinan dan upaya pencegahan komplikasi dengan tepat.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konseling faktor risiko kehamilan terhadap kemampuan Ibu hamil dalam melakukan deteksi dini dan persiapan persalinan di Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018. Desain penelitian analitik korelatif 2 kelompok berpasangan. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Cikatomas dan Puskesmas Cisayong pada bulan Juni-Juli 2018. Sampel penelitian adalah ibu hamil berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan datamenggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji t dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian terdapat pengaruh yang signifikan konseling faktor risiko kehamilan terhadap kemampuan deteksi dini kehamilan berisiko dan persiapan persalinan Ibu hamil di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Saran agar kebijakan penapisan risiko kehamilan dilaksanakan dilapangan dan menjadi prosedur tetap karena sangat membantu proses pelaksanaan kegiatan rujukan terencana
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT), LINGKAR LEHER DAN LINGKAR PERUT DENGAN RESIKO TERJADINYA OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) PADA PASIEN CORONARY ARTERY DISEASE (CAD) DI RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG
Ai Cahyati
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.282 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v11i1.34
Obstructive Sleep Apnea (OSA) can give complicated burdens on Coronary Artery Disease (CAD). This research aimed at indentifying factors which relate to risks of the occurrence of OSA on patients with CAD. This research employed Cross Sectional Design. The total of respondents were 161 respondents. The measurement of OSA risks was conducted using questionnaires. The result of data analyse identified that there is a significant correlation among IMT, circle of neck and belly with the risks of OSA occurrence. Recommendation reveals that screening on the risks of OSA occurrence is needed for CAD patients.
PENDIDIKAN KESEHATAN TEMAN SEBAYA, PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KEHAMILAN YANG TIDAK DIINGINKAN
Auliatika Mugnia;
Dede Gantini;
Uly Artha Silalahi
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.241 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v14i1.161
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui kelompok teman sebaya terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang kehamilan tidak diinginkan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis penelitian pra eksperimen denganrancangan one group pretest-posstest. Populasi penelitian adalah seluruh remaja awal usia 10-14 tahun dan remaja tengah usia 15-16 tahun yang berjumlah 186 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dan diperoleh 65 orang. Hasil penelitian menunjukan rerata pengetahuan -19,41 dan rerata sikap -10,75. Perhitungan uji t menunjukan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui kelompok teman sebaya terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang kehamilan tidak diinginkan dengan nilai t hitung sebesar 14,909 t tabel 2,000. Sedangkan untuk variabel sikap nilai Z yang diperoleh dari hasil perhitungan dengan uji wilxocon sebesar -7,026 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 signifikan ρ0,05 artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui kelompok teman sebaya terhadap peningkatan sikap remaja tentang kehamilan tidak diinginkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan melalui kelompok teman sebaya dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang kehamilan tidak diinginkan.