cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
PENGARUH KONSELING FAKTOR RISIKO KEHAMILAN TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI DINI DAN PERSIAPAN PERSALINAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA Gantini, Dede; Pertiwi, Sinar
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.72 KB)

Abstract

Upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu berfokus pada deteksi dini, penanganan dan rujukan kehamilan. Pendekatan risiko pada ibu hamil merupakan strategi operasional dalam upaya pencegahan terhadap kemungkinan kesakitan atau kematian melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi dengan memberikan pelayanan yang lebih intensif kepada risiko ibu hamil dengan cepat serta tepat, agar keadaan gawat ibu maupun bayi dapat dicegah. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan juga ditentukan oleh keterampilan bidan untuk berkomunikasi secara efektif dan melakukan konseling yang baik kepada klien. Melalui konseling diharapkan ibu hamil memahami kondisinya dan dapat menentukan tempat persalinan sehingga dapat melakukan persiapan persalinan dan upaya pencegahan komplikasi dengan tepat.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konseling faktor risiko kehamilan terhadap kemampuan Ibu hamil dalam melakukan deteksi dini dan persiapan persalinan di Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018. Desain penelitian analitik korelatif 2 kelompok berpasangan. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Cikatomas dan Puskesmas Cisayong pada bulan Juni-Juli 2018. Sampel penelitian adalah ibu hamil berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan datamenggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji t dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian terdapat pengaruh yang signifikan konseling faktor risiko kehamilan terhadap kemampuan deteksi dini kehamilan berisiko dan persiapan persalinan Ibu hamil di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Saran agar kebijakan penapisan risiko kehamilan dilaksanakan dilapangan dan menjadi prosedur tetap karena sangat membantu proses pelaksanaan kegiatan rujukan terencana
ANALISIS SENTIMEN PADA TWITTER TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI INDONESIA DENGAN NAIVE BAYES CLASSIFIER Dwiraswati, Oke; Siregar, Kemal Nazaruddin
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.74 KB)

Abstract

 Saat ini, masih ditemukan perilaku yang salah dalam penggunaan antibiotik sehingga menjadi risiko terjadinya resistensi. WHO mencatat angka kematian akibat resistensi antibiotik sampai tahun 2014 sekitar 700.000 orang/tahun dan pada 2050 diperkirakan 10 juta jiwa/tahun. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang tepat.  Untuk mengetahui opini masyarakat tentang penggunaan antibiotik dengan cepat dapat dilakukan analisis sentimen dari media sosial. Melalui media sosial salah satunya Twitter, masyarakat memberikan beragam opini, sehingga dapat dibuat analisis sentimen terhadap penggunaan antibiotik di Indonesia yang diklasifikasikan menjadi 2 kelas yaitu positif dan negatif. Tujuan penelitian ini merancang sistem untuk analisis sentimen terhadap penggunaan antibiotik dari Twitter menggunakan metode pengklasifikasian berbasis machine learning, yaitu Naive Bayes Classifier. Dilakukan serangkaian tahapan yaitu pengumpulan data dari Twitter, preprocessing, proses klasifikasi dengan algoritma Naive Bayes Classifier, dan evaluasi performa. Dari hasil uji dengan 10-fold cross validation diperoleh nilai rata-rata akurasi 84% dengan rincian precission 88%, recall 81% dan f-measure 84%  dengan jumlah 200 tweet (100 negatif,100 positif) dibagi ke dalam data latih:data uji = 9:1. Disimpulkan bahwa metode Naive Bayes Classifier dapat diterapkan untuk melakukan analisis sentimen terhadap penggunaan antibiotik di Indonesia. Hasil analisis digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan strategi kampanye penggunaan antibiotik yang tepat.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN KEREHAU (Callicarpa longifolia Lamk.) PADA KADAR MALONDIALDEHID HEWAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN Susilawati, elis; Idar, Idar; Aritonang, Meiadi Putra Utama
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerehau (Callicarpa longifolia Lamk.) memiliki aktivitas antioksidan. Salah satu fungsi antioksidan adalah untuk menurunkan stress oksidatif. Stress oksidatif ini dialami sel pada kondisi dimana jumlah radikal bebas melebihi kapasitas (contohnya pada kondisi diabetes mellitus) yang ditandai dengan adanya kadar malondialdehid diatas normal. Antioksidan dapat menurunkan stress oksidatif pada diabetes mellitus dan menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efek antidiabetes ekstrak etanol daun kerehau dalam mempengaruhi kadar malondialdehid. Metode yang digunakan adalah defisiensi insulin menggunakan mencit Swiss Webster yang dikelompokkan menjadi 6 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, kontrol pembanding (glibenklamid 0,65 mg/KgBB), dosis uji I (75 mg/KgBB), dosis uji II (150 mg/KgBB), dan dosis uji III (300 mg/KgBB). Pada metode defisiensi insulin diinduksi dengan aloksan dosis 55-60 mg/KgBB. Pemberian ekstrak etanol daun kerehau diberikan selama 14 hari. Selama pemberian terapi, kadar gula darah diukur pada hari ke-7, 11 dan 14. Setelah itu mencit diambil darah nya lewat vena ekor dan dilakukan pengukuran kadar malondialdehid menggunakan spektrofotometer. Hasilnya semua dosis uji dapat menurunkan kadar gula darah pada hari ke-7 dan mempengaruhi kadar malondialdehid karena terdapat perbedaan bermakna dengan mencit yang tidak diberi terapi. Kesimpulannya yaitu ekstrak etanol daun kerehau dapat mempengaruhi kadar malondialdehid
Masalah Plasenta Serta Kehamilan Multiple Terhadap Kejadian BBLR Di RSUD Kota Tasikmalaya Herliana, Lia; Purnama, Mamat
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.901 KB)

Abstract

Bayi BBLR yang seringkali menjadikan beresiko tidak saja karena komplikasi neonatal yang dialami tetapi juga oleh faktor resiko lainnya (misal anomali bawaan yang dikaitkan dengan BBLR).  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian BBLR di RSUD Kota Tasikmalaya pada setiap tahunnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara masalah plasenta dan kehamilan multiple dengan kejadian BBLR. Hipotesis penelitian ada hubungan antara masalah plasenta dan kehamilan multiple dengan kejadian BBLR. Manfaat penelitian memberikan dasar praktek berbasis bukti ilmiah (evidences based practice) kepada praktisi keperawatan, bahwa ada hubungan antara masalah plasenta dan kehamilan multiple dengan kejadian BBLR. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian tidak ada hubungan yang signifikan antara masalah plasenta serta kehamilan multiple dengan kejadian BBLR di RSUD Kota Tasikmalaya dengan p value>0,05 untuk semua variable.. Saran hendaknya perawat lebih meningkatkan pendidikan kesehatan pada masyarakat agar masyarakat lebih memahami tentang resiko terjadinya BBLR.
DIARE DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN Listianasari, Yanita
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.608 KB)

Abstract

Diare adalah suatu keadaan yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari tiga kali sehari yang disertai dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair dengan/tanpa darah dan /tanpa lendir. Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di Negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0?6 bulan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian ini adalah adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berusia 0-6 bulan yang terdaftar dan hadir pada saat posyandu di poskesdes wilayah kerja Puskesmas Cilimus Kabupaten Kuningan. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 70 responden. Uji analisis pada penelitian ini adalah dengan uji chi square. Hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar responden adalah ibu dengan kelompok umur 19-30 tahun, tingkat pendidikan SMA, pekerjaan ibu rumah tangga dan pengetahuan tentang diare baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang diare dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6.  Penyuluhan tentang ASI sebaiknya dilakukan secara berkala agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian ASI eksklusif kepada bayinya.
PENGARUH THERAPI PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT LANSIA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA Kustiawan, Ridwan
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2007) menunjukkan penderita Diabetes Militus di Indonesia usia 65 sampai usia 74 tahun berjumlah 2,4 % dan  usia 75 tahun keatas berjumlah 2,2%. Sementara itu di Kota Tasikmalaya dalam satu tahun terakhir ini terdapat 547 orang lansia usia 60 tahun keatas yang teridentifikasi mempunyai penyakit  DM atau sekitar 0,7%. Tujuan penelitin ini untuk membuat penilaian terhadap gambaran kemampuan keluarga dalam merawat lansia diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah therapi psikoedukasi keluargaJenis penelitian yang  dilakukan adalah penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperiman,. Teknik Sampling yang digunakan adalah konsekutif sampling, yang terdiri dari 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor pada kelompok intervensi yang mendapatkan terapi Psikoedukasi keluargayaitu kemampuan kognitif sebelum perlakukan 7,90 setelah perlakukan menjadi 10,70 sedangkan kemampuan psikomotor sebelum perlakuan 11,20 menjadi 15,75. Sementara kelompok yang tidak dilakukan terapi psikoedukasi keluarga tidak terdapat peningkatan kemampuan dalam merawat lansia dengan DM tipe 2. Berdasarkan hasil tersebutmaka terapi psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien lansia dengan Diabetes militus tipe 2.
Sensitivitas dan Spesifisitas IMT dan Rasio Lingkar Pinggang-Tinggi Badan (WHtR) dalam Mengklasifikasikan Obesitas abidin, habibah
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengukuran kegemukan menjadi hal yang krusial karena prevalensi obesitas pada orang dewasa semakin meningkat. Pengukuran dengan metode hitung Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan pengukuran yang paling direkomendasikan sebagai evaluasi obesitas dan overweight pada anak serta orang dewasa. Walaupun IMT dapat digunakan sebagai indikator kegemukan terkait dengan risiko suatu penyakit namun distribusi lemak lebih baik dalam penentuan risiko penyakit. Menentukan sensitivitas (Se) dan spesifisitas (Sp)  IMT dan WHtR terhadap risiko obesitas  pada orang dewasa. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Subjek penelitian adalah Mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Diponegoro yang berjumlah 53 orang dengan rentang usia 20-41 tahun.Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive random sampling.Tinggi badan diukur menggunakan microtoise,berat badan menggunakan timbangan berat badan digital, dan lingkar pinggang menggunakan metline. Data yang telah didapatkan kemudian diuji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov yang kemudian dilanjutkan dengan Uji sensitifitas dan spesifisitas dengan menggunakan Receiver Operator Characteristic Curve (ROC). Hasil analisis sensitivitas dan spesifisitas dengan pengukuran rasio Lingkar Pinggang-Tinggi Badan (WHtR) dalam mendeteksi obesitas didapatkan hasil sensitivitas sebesar 100% dan spesitivitas 47,6%. Nilai AUC pada WHtR ini menunjukkan hasil bahwa pengukuran WHtR sangat baik (0,95) untuk mendeteksi risiko obesitas. Berdasarkan hasil koordinat kurva ROC nilai cutt-off point  metode WHtR yang memiliki nilai sensitifitas (0,909-0,818) dan spesitifitas (0,81-0,786) yang disarankan adalah 0,53-0,54. WHtR memiliki kemampuan yang sangat baik dan sama baiknya dengan IMT dalam mendeteksi obesitas. Metode WHtR dapat digunakan sebagai metode alternatif yang digunakan dalam mengkasifikasi obesitas terutama obesitas sentral.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI SMK MANDIRI CIREBON Sriyatin Sriyatin
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.252 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.10

Abstract

Beberapa survey di Indonesia menyimpulkan pengetahuan remaja tentang IMS masih rendah. Setelah dilakukan wawancara terhadap 10 responden didapatkan 2 siswa (20%) dengan pengetahuan baik dan 8 siswa (80%) dengan pengetahuan kurang tentang IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) di SMK Mandiri Cirebon dalam tingkat baik, cukup dan kurang berdasarkan usia dan sumber informasi. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian di lakukan di SMK Mandiri Cirebon pada tanggal 07 April 2014. Populasi sejumlah 209 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Variabel penelitian adalah variabel tunggal yaitu tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Metode pengolahan dan analisa data menggunakan analisa univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual di SMK Mandiri Cirebon sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 104 responden (55,0%). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual di SMK Mandiri Cirebon dapat dikategorikan tingkat kurang (55%).
KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI BEDAH MAYOR Ridwan Kustiawan; Angga Hilmansyah
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.69 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i1.83

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pasien pre operatif yang meliputi jenis kelamin, umur, pendidikan, dan pekerjaan. Cemas sedang adalah lapang persepsi klien sudah terfokos pada suatu hal yang dipikirkannya. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan populasi yaitu seluruh pasien pre operasi dengan bedah mayor  di Ruang Bedah 3a, 3b, dan 4 RSU Kota Tasikmalaya Tahun 2013, dari tanggal 13 Juni - 17 Juli 2013, pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidental sampling dengan jumlah 21 responden, hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas tingkat kecemasan pada pasien pre operasi adalah cemas sedang (81%). Rumah sakit diharapkan meningkatkan lagi dalam memperhatikan faktor–faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan meliputi jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan serta usia dan tingkat kecemasan pasien pre operasi untuk pengembangan asuhan keperawatan.
PENINGKATAN KADAR HB PADA KEJADIAN ANEMIA DENGAN PEMBERIAN SIRUP KALAKAI Sofia Mawaddah
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.811 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i1.224

Abstract

ABSTRAKSebagian besar remaja puteri menderita anemia karena meningkatnya kebutuhan Fe selama masa pertumbuhan. Akibat jangka panjang anemia pada remaja puteri adalah apabila remaja puteri nantinya hamil, maka ia tidak akan mampu memenuhi zat-zat gizi bagi dirinya dan juga janin dalam kandungannya pada masa kehamilannya. Faktor penyerapan zat besi juga menjadi perhatian penting. AKG besi untuk remaja dan dewasa muda perempuan 19-26 mg setiap hari.Kalakai merupakan salah satu dari beberapa tanaman tradisional khas Kalimantan Tengah yang mengandung Fe.Berdasarkan studi empirik, Kalakai digunakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah untuk mengobati anemia, pereda demam, mengobati sakit kulit dan sebagai obat diare. Tetapi, bukti empirik tersebut belum pernah dibuktikan secara ilmiah. Kandungan  metabolit sekunder tanaman Kalakai dari hasil pengukuran sampel kandungan Fe tertinggi pada daun sebesar 291,32 mg/100 g. pemanfaatan Kalakai yaitu mengolah Kalakai menjadi sirup.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan  kadar Hb pada kejadian anemia dengan pemberian sirup kalakai. Metode penelitian yang digunakan Quasy eksperiment. Jumlah sampel sebanyak 10 mahasiswa kebidanan. Analisa data yang digunakan adalah Paired T Test. Hasil statistik uji t sebesar -6.859 dengan probabilitas sebesar 0.000. Sehingga, disimpulkan bahwa kadar Hb mahasiswa yang mengalami anemia sesudah pemberian sirup kalakai lebih tinggi dibandingkan kadar Hb sebelum pemberian sirup kalakai.      Kata Kunci : Anemia, Kadar Hb, Remaja putri, Sirup kalakai