EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Fokus dan scope Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan baik yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti independent. Kajian tersebut meliputi, filsafat pendidikan, psikologi pndidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan.
Articles
42 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2021)"
:
42 Documents
clear
Utilization of Information Technology during the Covid-19 pandemic: Student's Perception of Online Lectures
Ubaedillah Ubaedillah;
Damar Isti Pratiwi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.320
The Covid-19 pandemic has a significant impact on higher education in Indonesia, including Muhadi Setiabudi University. Implementing the physical distancing policy then becomes the basis for implementing online lectures by utilizing information technology. This research was conducted to determine students' perceptions of using information technology in online learning at Muhadi Setiabudi University during the Covid-19 pandemic. The sample used in this study were all students of the University of Muhadi Setiabudi second semester and fourth semester of the Primary School Teacher Education Study Program, totalling 145 students. Which then uses Semi-structured Interviews as an instrument in the form of interviews with 20 students. The most widely used media in online lectures at Muhadi Setiabudi University are Google Classroom and WhatsApp group because this application is effortless to use. However, based on the survey results, it turns out that the implementation of online lectures has triggered Indonesian education's digital transformation. Various discourses, endorsing policies, and socialization regarding education in era 4.0 had previously failed. Covid-19, on the other hand, has had a significant effect on the digital transformation of education towards the generation of education 4.0.
Meta Analisis Efektivitas Model Problem Based Learning dan Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Matematika Siswa Sekolah Dasar
Tika Evi;
Endang Indarini
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.314
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komparasi model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Meta Analisis. Data analisis didapatkan melalui jurnal online di google Cendekia dan Scholar. Kemudian dilanjutkan dengan menyeleksi beberapa artikel yang didapatkan, dan setelah dilakukan penyeleksian ditetapkan sampel sebanyak 20 artikel yang signifikan untuk dianalisis. Ada 5 langkah untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, yaitu sebagai berikut: (1) mengidentifikasi permasalahan, (2) menentukan permasalahan, (3) strategi, (4) mengumpulkan data, (5) menyimpulkan. Agar dapat diketahui perbedaan pengaruh antara model Problem Based Learning dan Problem Solving maka langkah selanjutnya yaitu melakukan uji Ancova. Hasil uji Effect Size dengan menggunakan model model Problem Based Learning dan Problem Solving terdapat hasil Sig. sebanyak 0,003 dengan nilai Partial Eta Squared sebesar 0,864. Hasil uji tesebut menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving tergolong sangat besar dalam memberikan pegaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematika. Jika dilihat dari hasil uji Ancova model pembelajaran Problem Based Learning dengan nilai rata-rata yaitu sebesar 64,9173 dan nilai rata-rata model pembelajaran Problem Solving sebesar 68.6220. Sehingga bisa disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Solving lebih efektif jika dibandingkan dengan model Problem Based Learning yang ditinjau dari kemampuan berpikir kritis matematika siswa Sekolah Dasar.
Analisis Kompetensi Pedagogi Dan Penguasaan Konsep Kimia Mahasiswa Calon Guru Kimia Yang Profesional
Debora Suryani Sitinjak
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.379
Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh tiga kemampuan dasar guru yaitu pengetahuan konten, pedagogi dan pengetahuan tentang belajar-mengajar konten (kimia). Studi ini ditujukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kemampuan mahasiswa guru kimia melalui penilaian kompetensi pedagogi dan penguasaan materi kimia selama microteaching dari 15 mahasiswa guru kimia. Studi ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pedagogi mahasiswa guru diantaranya keterampilan merancang pembelajaran, pemilihan strategi dan metode pembelajaran, penggunaan media dan pengetahuan tentang penilaian hasil belajar dalam kategori sangat baik. Temuan ini didukung dengan pengalaman praktik mengajar di lapangan yang sudah dilakukan sebelumnya. Hasil temuan lain penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan materi ajar mahasiswa guru kimia sudah baik dilihat dari hasil tes literasi kimianya. Namun pada proses mengajar mahasiswa guru cenderung tidak menekankan konsep-konsep penting dan masih terdapat miskonsepi. Kompetensi lain yang juga perlu ditingkatkan adalah mengelola kelas dan perilaku yang muncul. Jadi, memiliki kompetensi dan keterampilan dalam menggunakan semua pengetahuan pedagogi, konten dan pengetahuan lainnya untuk mengajarkan kimia dengan efektif di dalam kelas sangat penting. Diharapkan dengan strategi dan metode instruksional yang lebih variatif serta pendalaman materi konten yang kontekstual dapat membantu mahasiswa guru untuk mengajar kimia secara profesional dan berkualitas
Relevansi Pemikiran Pendidikan Ki Hajar Dewantara pada Abad ke 21
Nora Nurhalita;
Hudaidah Hudaidah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.299
Perkembangan pendidikan di Indonesia merupakan salah satu peran Ki Hajar Dewantara. Berbagai pemikiran yang beliau sumbangkan membawa kemajuan bagi pendidikan di Indonesia. Seiring dengan pemikiran manusia yang bermacam-macam dan dipandang cocok dengan pendidikan di suatu tempat dan waktu tertentu, hal ini membuat pemikiran Ki Hajar tentang pendidikan mulai terlupakan. Dengan adanya tulisan ini penulis bertujuan untuk menguraikan berbagai pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan di abad ke-21. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan mengumpulkan dan menelusuri berbagai buku, jurnal, dan lainnya yang terkait dengan konsep pembahasan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian yang berusaha mengungkap fakta kejadian yang ditulis dalam pernyataan-pernyataan yang berasal dari sumber data yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah berbagai pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara yang masih relevan hingga saat ini yaitu pendidikan dengan sistem among dan Tri Pusat Pendidikan yang memberikan suatu kebebasan berpikir kepada peserta didik untuk mengembangkan kreatifitas yang ada dalam dirinya sesuai dengan penerapan kurikulum 2013. Pemikiran Ki Hajar Dewantara yang berbasis pendidikan karakter seperti nilai keagamaan, kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab dapat dijadikan sebagai dasar dalam pembentukan moral pendidikan abad ke 21
Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan : Reaktualisasi Kapabilitas Berbangsa dan Bernegara Pada Siswa Sekolah Dasar
Amala Sundari;
Dini Anggraeni Dewi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.381
Kesadaran berbangsa dan berengara tentunya merupakan hal yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia agar terhindar dari perilaku menyimpang pada masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai kemampuan dan membangun kesadaran berbangsa dan bernegara warga negara dan masyarakat khususnya pada generasi pemuda Indonesia yaitu para siswa dan siswi di Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang berfokus pada pemahaman terhadap fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Peneliti menggunakan perspektif dari partisipan sebagai gambaran dalam memperoleh hasil penelitian. Informan penitian yaitu siswa Sekolah Dasar Negeri di Kota Bogor yang duduk dibangku kelas tinggi deengan teknik pengumpulan data berupa pengisian formulir quisioner secara online. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa Sekolah Dasar sudah mengetahui dan dapat memahami komponen-komponen dalam hidup berbangsa dan bernegara. Diantarannya menaati norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, melakukan sikap positif terhadap makna dan nilai proklamasi, uapaya perlindungan dan penegakan hak asasi manusia dan aktualisasi kemerdekaaan mengemukakan pendapat. Seluruh aspek mulai dari orang tua, masyarakat dan guru perlu ikut serta dalam membangun kesadaran berbangsa dan bernegara pada anak
Penerapan Project Based Learning Berbasis Keterampilan Sosial Mata Pelajaran Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas
Herpratiwi Herpratiwi;
Taufiqurrahman Taufiqurrahman;
Sugeng Widodo;
Refki Effendi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.313
Penelitian bertujuan untuk menghasilkan dan menguji produk pembelajaran Project Based Learning berbasis keterampilan sosial mata pelajaran PKN. Masalah yang ada adalah rendahnya keterampilan sosial siswa SMAN 1 Baradatu, Way Kanan Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan R&D (Research and Development) model 4-D (four D models) Thiagharajan. Subjek dalam proses pengembangan produk penelitian adalah 5 guru dan 10 siswa SMA Negeri 1 Baradatu, Way Kanan. Proses pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, tes dan pengamatan. Angket yang digunakan berupa angket terbuka skala likert dengan jumlah pernyataan 10 soal, wawancara dengan jumlah 13 pertanyaan Tes yang digunakan berupa tes essay sebanyak 15 soal. Analisis hasil belajar dengan uji-t. Keterampilan social siswa setelah diajarkan dengan Project Based Learning yang sebelumnya nilai signifikan 7,72 menjadi lebih tinggi dengan nilai signifikan 0,24.
Analisis Kompetensi Profesional dan Pedagogik Mahasiswa Pendidikan Matematika Dalam Implementasi Kurikulum 2013
Muhammad Turmuzi;
Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.301
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi profesional dan pedagogik mahasiswa Pendidikan Matematika dalam Implementasi Kurikulum 2013. Dimensi kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogis modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah yang dalam pembelajaran lebih fokus pada kegiatan mengamati, bertanya, menalar, mencoba, membentuk jaringan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar penilaian perancangan pembelajaran dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian ini diperoleh, kompetensi pedagogik mahasiswa adalah sebesar 85,11 dengan kategori baik. Nilai tertinggi untuk kompetensi pedagogik terletak pada indikator menentukan metode dan pendekatan pembelajaran. Sedangkan nilai kompetensi profesional mahasiswa adalah sebesar 88,94 dengan kategori baik. Nilai tertinggi untuk kompetensi professional terletak pada indikator pemilihan materi dan sumber belajar, dengan kategori amat baik. Kesimpulan penelitian ini adalah kompetensi profesional dan pedagogik mahasiswa dalam implementasi kurikulum 2013 tergolong dalam kategori baik.
Pendidikan Indonesia Di Era Awal Kemerdekaan Sampai Orde Lama
Salsabiil Rihhadatul Aisy;
Hudaidah Hudaidah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.327
Pada artikel ini membahas pendidikan Indonesia pada era awal kemerdekaan sampai orde lama pada periode 1945-1966. Penelitian ini akan membahas sistem pendidikan di Indonesia pada masa awal kemerdekaan, arah kebijakan pendidikan, dan berbagai hambatan serta masalah yang timbul dalam sistem pendidikan di Indonesia. Dan juga disini akan menyajikan bagaimana perkembangan kurikulum dan sitem persekolahan pada awal kemerdekaan sampai berakhirnya Orde Lama. Pada penelitian ini menggunakan metode sejarah (metode historis) proses tahapannya yaitu: Heuristik, kritik (intern dan ekstern),interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini yaitu membahas pendidikan di Indonesia pada era orde lama yang diminta bisa menentuka tujuan pada pendidikan Indonesia ke arah yang lebih maju dan juga jelas. Jika tujuan pendidikan di Indonesia sudah jelas maka pemerintah bisa mengarahkan kepada pencapaian strategi yang dibutuhkan .Setelah kemerdekaan pendidikan di Indonesia mengeluarkan kebijakan berasaskan pada pancasila dan UUD 1945,menurut pasal 31 UUD 1945 disini menjelaskan hal yang mengatur mengenai sistem pendidikan nasional. Dan diikuti oleh UU pada tahun-tahun selajutnya
Mengatasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia dengan Model Sekolah Ramah HAM (SR-HAM)
Jagad Aditya Dewantara;
T Heru Nurgiansah;
Fazli Rachman
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.277
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis literatur yang berhubungan dengan solusi menghapus pelanggaran Hak Asasi Manusia di lingkungan sekolah melalui Sekolah Ramah HAM (SR HAM). Metode yang digunkan dalam penulisan artikel ini adalah dengan studi literatur. Sekolah Ramah HAM (Human Rights Friendly School) adalah sebuah sekolah yang mengintegrasikan nilai-nilai HAM sebagai prinsip- prinsip inti dalam organisasi dan pengelolaan sekolah, di mana nilai atau prinsip HAM menjadi pusat atau ruh dari proses pembelajaran dan pengalaman serta hadir di semua Sisi kehidupan sekolah tersebut. Pendekatan konsep SRH yang dipadukan dengan konsep pendidikan dari Ki Hadjar Dewantara diharapkan mampu memberikan jawaban riil untuk menyelesaikan beragam persoalan HAM yang ada di sekolah. Secara konsep, ide tentang SRH yang Human Rights Friendly School yang dilahirkan Amnesty International dan Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara memang sangat bagus untuk mendukung upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. Tapi, konsep yang bagus itu akan menjadi sia-sia bila tak mampu diimplementasikan dengan tepat dan benar
Validitas Unit Kegiatan Belajar Mandiri Untuk Meningkatkan Higher Order Thinking Skill Peserta Didik
Nurul Afifah;
Dwikoranto Dwikoranto
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.352
Penerapan Kurikulum 2013 menitikberatkan proses belajar pada keaktifan serta kemandirian peserta didik dalam mengolah informasi dengan melaksanakan pembelajaran menggunakan media yang disusun secara inovatif sehingga dapat meningkatkan keahlian peserta didik untuk berpikir tingkatan tinggi dalam menuntaskan suatu permasalahan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai validitas media Unit Kegiatan Belajar Mandiri sebagai bahan ajar untuk dapat meningkatkan Higher Order Thinking Skill pada peserta didik kelas XI materi suhu dan kalor. Metode penelitian menggunakan model 4-D melalui tahapan define, design, develop serta disseminate tetapi tanpa menerapkan disseminate karena terhalang oleh situasi pandemi covid. Validasi dilakukan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Unit Kegiatan Belajar Mandiri yang diujikan kepada 3 validator terdiri dari 2 dosen fisika dan satu guru fisika dengan membagian angket evaluasi penilaian. Hasil penilaian validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran mendapat rata - rata skor 90,41% dengan kriteria sangat valid serta presentase rata - rata validasi Unit Kegiatan Belajar Mandiri memperoleh skor 90,00% dengan kategori sangat valid yang memuat kontruksi soal Higher Order Thinking Skill pada tingkatan menganalisis (C4) 41,55%; mengevaluasi (C5) 36,17% serta tingkatan mengkreasi (C6) 21,28% yang menunjukkan bahwa perangkat dan media yang sudah dikembangkan tergolong dalam kategori sangat valid dan dapat diterapkan untuk meningkatkan keahlian Higher Order Thinking Skill peserta didik