EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Fokus dan scope Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan baik yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti independent. Kajian tersebut meliputi, filsafat pendidikan, psikologi pndidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan.
Articles
50 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 3 (2021)"
:
50 Documents
clear
Peningkatan Kompetensi Menyusun Rencana Pembelajaran Melalui Model Project Based Learning Pada Mahasiswa PGSD
Manggu Ngguna Raji;
Felix Welu
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.588 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.488
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan masih kurangnya kemampuan mahasiswa PGSD Uniflor dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran IPS SD. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa PGSD Universitas Flores untuk menyusun perencanaan pembelajaran melalui model project based learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencaaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah mahasiswa PGSD Univeristas Flores yang mengikuti perkuliahan desain pembelajaran IPS dengan jumlah sebanyak 34 orang. Data diambil dengan teknik dokumentasi, observasi dan catatan lapangan. Data dianalisis dengan langkah pengumpulan data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkan model project based learning kompetensi mahasiswa dalam menyusun perencanaan pembelajaran IPS SD meningkat dari siklus I sebesar 68% menjadi 85% pada siklus II. Dengan demikian, model project based learning dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa PGSD Universitas Flores dalam menyusun perencanaan pembelajaran IPS SD
Potret Sikap Toleransi Mahasiswa Keguruan dalam Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil Alamin
Akhwani Akhwani;
Moh Wahyu Kurniawan
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.164 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.455
Mahasiswa keguruan memiliki posisi strategi dalam mempromosikan toleransi, karena pendidikan merupakan wadah untuk menumbuhkembangkan sikap toleransi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan memberikan gambaran sikap toleransi mahsaiswa keguruan untuk menyiapkan generasi Rahmatan lil Alamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan terdapat empat indikator sikap toleransi, yaitu menghargai orang lain, menerima perbedaan, menghormati orang lain yang kondisinya berbeda, serta tidak memaksakan orang lain untuk sama dengan dirinya atau membiarkan membiarkan orang lain untuk bertindak sesuatu. Toleransi memiliki batasan, tidak semua tindakan dapat ditoleransi. Mahasiswa keguruan Unusa menunjukan sikap toleransi pada setiap unsurnya. 51% mahasiswa keguruan Unusa sangat toleran, 39% toleran dan 8% cukup toleran dan sisanya hanya 2% yang kurang toleran. Toleransi perlu untuk dipupuk dan dikembangkan. Perbedaan selalu hadir di setiap kehidupan, namun perbedaan dapat menjadi indah seperti pelangi yang indah karena perbedaan warnanya
Pengembangan Profesionalisme Guru Dalam Mewujudkan Kualitas Pendidikan Di Indonesia
Hani Risdiany;
Yusuf Tri Herlambang
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.127 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.434
Upaya pemerintah untuk mengembangkan profesi guru sebagai profesi yang kuat dan dihormati sejajar dengan profesi lainnya terlihat dari lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang melakukan usaha profesi guru mengembangkan perlindungan hukum. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai pengembangan tingkat profesionalisme guru untuk mencapai mutu pendidikan di Indonesia. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan mengumpulkan dan menelusuri berbagai buku, jurnal, dan lainnya yang terkait dengan konsep pembahasan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian yang berusaha mengungkap fakta kejadian yang ditulis dalam pernyataan-pernyataan yang berasal dari sumber data yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam peningkatan profesionalisme guru dengan meningkatkan kualifikasi dan persyaratan jenjang pendidikan yang lebih tinggi bagi tenaga pengajar dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi. Guru profesional harus memiliki 4 kompetensi, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, serta yang penting dan perlu dilakukan oleh pemerintah adalah membangun kemandirian di kalangan guru, dimana kemandirian ini akan menumbuhkan sikap profesional dan inovatif terhadap guru dalam menjalankan perannya dan tugasnya adalah mendidik masyarakat menuju kehidupan dan kualitas yang lebih baik
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah, Penerapan Disiplin, Dan Pengawasan Terhadap Etos Kerja
Suyitno Suyitno
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.254 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.438
Etos kerja merupakan sifat mendasar dan cara individu memberikan ekspresi terhadap kerja yang dapat menjadi pendorong atau penggerak untuk meraih keberhasilan. Seorang guru yang mempunyai etos kerja yang tinggi cenderung mempunyai sikap positif terhadap pekerjaannya. Penelitian ini mengkaji tentang kepemimpinan kepala sekolah, penerapan disiplin, dan pengawasan terhadap etos kerja guru di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung. Data dikumpulkan dari 244 responden dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumen serta menggunakan SPSS 17.0 untuk analisis regresi berganda, uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara (1) kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap etos kerja guru (Y) r = 0,532; p = .000; (2) penerapan disiplin (X2) terhadap etos kerja guru (Y) r = 0,301; p = 0,013; (3) supervisi (X3) terhadap etos kerja guru (Y) r = 0,344; p = 0,005; dan (4) kepemimpinan kepala sekolah (X 1), penerapan disiplin (X2), dan supervisi (X3) terhadap etos kerja guru secara simultan pada Rsquare = 0,605; p = .000. Kepemimpinan kepala sekolah, pelaksanaan disiplin dan supervisi sangat berpengaruh signifikan terhadap etos kerja guru. Diantara ketiga variabel bebas tersebut, variabel kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh dominan terhadap etos kerja guru.
A Descriptive Study On Millennial Students’ Preferred Learning Strategies At Eesp Of Artha Wacana Christian University
Alfred Snae;
Yakob Metboki;
Nadya Foenale
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (487.47 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.486
EESP millennial students, based on the result of preliminary study, expecting preferred learning strategies to be applied by the EESP lecturers, especially in pandemic situation. Relating to this, a study conducted to find out the English Education Study Program millennial students’ preferred learning strategies by referring to learning preferences on millennial’s theory suggested by Krishnan (2020). A questionnaire distributed to 120 millennial students of EESP as the participants of this research, and then the descriptive qualitative method applied to analyze the data gotten. The result showed that the strategies mentioned in the theory that are customized content based on individual learning preferences, learn new concepts to practically apply to different scenarios, cross-functional learning with strong feedback loops, preference for non-structured learning environments, and group learning to explore, engage, enquire and achieve as the strategies to teach the millennial students, preferred by the EESP millennial students at Artha Wacana Christian University. Besides, they also prefer more chances to have inquiry-based learning, more activities that engage them in communicative learning, more group discussion, and more audio-visual materials. Therefore, EESP educators and non-EESP educators need to consider and apply those prefer strategies to meet the needs of the millennial students in learning
Koherensi Program Pertukaran Pelajar Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan General Education
Aiman Faiz;
Purwati Purwati
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.378
Tujuan artikel penelitian ini mengulas konsep Merdeka Belajar yang berkoherensi dengan kurikulum general education. Saat ini Indonesia memasuki era tatanan dan konsep kurikulum baru yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dalam kurikulum MB-KM terdapat program pertukaran pelajar yang memberikan kesempatan mahasiswa memperdalam bidang keilmuan yang tidak didapatkan di Program Studi-nya. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, untuk menyusun koherensi antara konsep MB-KM dengan general education, peneliti menggali berbagai literature dari artikel dan buku yang relevan. Hasil studi pustaka menjelaskan, untuk menghadapai kondisi zaman yang kompleks, maka diperlukan pembaharuan dalam kurikulum perguruan tinggi agar mahasiswa memiliki kemampuan yang memiliki kemampuan memecahkan permasalahan dengan berbagai disiplin keilmuan. Esensi dalam MB-KM program pertukaran pelajar dan general education adalah memfasilitasi mahasiswa untuk bisa mengambil ilmu dari bidang keilmuan lain yang belum pernah dipelajarinya sehingga mahasiswa dapat berpikir secara luwes dan komprehensif. Selain membekali dengan konsep multidisiplin atau transdisiplin keilmuan, program pertukaran pelajar juga memberikan bekal dan penanaman karakter untuk mengenal suku, bangsa, budaya, ras dan agama, sehingga memperkuat esensi nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian, lintas disiplin keilmuan merubah paradigma baru bahwa setiap bidang keilmuan memiliki kesempatan untuk bisa dikolaborasikan dengan ilmu lain melalui kurikulum MB-KM yang berkoherensi dengan kurikulum general education
Konseling Individual Mengunakan Teknik Parenting Untuk Membangun Karakter Siswa
Vanny Anggraini;
Yeni Karneli
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.456
Pendidikan berkarakter merupakan hal yang sangat penting, dimana karakter adalah nilai dan pemikiran yang menjadi sikap mental bentuk melalui tindakan bersifat tetap, natural dan reflex. Karakter terbentuk dari lingkungan keluarga orangtua di rumah mempunyai peran penting dalam membentuk karakter anak orangtua memerlukan perencanaan dan tindak lanjut dalam pengasuhan yang patut bagi anaknya, sehingga orangtua perlu belajar tentang pengasuhan yang mampu mengembangkan atau membentuk karakter anaknya dan di sekolah guru bisa memberikan contoh ataupun sikap yang baik yang bisa dijadikan bahan pendidikan bagi seorang siswa sehingga suksesnya pendidikan. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang dapat membuat keputusan dan siap mempertanggung jawabkan dan bebas dari kekerasan dan tindakan-tindakan tidak bermoral. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) berusaha memberikan gambaran solusi permasalahan peran orangtua dalam membentuk atau mengembangkan karakter anak di sekolah menengah pertama. Anak mampu untuk membangun karakter serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki melalui dukungan orangtua, dengan cara memenuhi kebutuhan anak, memberikan perlindungan kepada anak, dan memberikan pendidikan kepada anak baik pendidikan agama atau pun pendidikan umum. Pembelajaran di sekolah diharapkan tidak hanya menitikberatkan pada kecerdasan intelektual saja namun penting memperhatikan penanaman nilai-nilai karakter pada siswa dan pengembangan kultur (budaya) sekolah sebagai aspek pembentukan karakter
Apakah Penerapan Blended Learning Dapat Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh?
Lidya Angie Widyasari;
Mohamad Arief Rafsanjani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.453
Pelaksanaan penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa pengaruh penerapan blended learning berbasis sinkron dan asinkron pada materi inflasi, kebijakan moneter, dan kebijakan fiskal sebagai upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi peserta didik SMAN 1 Puri Mojokerto dalam pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan bentuk desainnya yaitu post-test only control group design. Penelitian ini melibatkan 30 siswa dengan kelas XI IPS 3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IPS 2 sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengetahui motivasi belajar dan soal posttest untuk mengukur hasil belajar ekonomi. Berdasarkan temuan analisis data yang diuji dengan independent sample t-test diperoleh hasil penelitian bahwa terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi dan hasil belajar ekonomi peserta didik dapat mengalami peningkatan dengan diterapkannya blended learning berbasis sinkron dan asinkron dalam pembelajaran jarak jauh
Kontribusi Profesionalisme Guru Kelas Dan Minat Baca Siswa dalam Meningkatkan Prestasi Hasil Pembelajaran Tematik Integratif
Ahmad Sholeh
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.425
Guru kelas yang profesional masih belum terealisasi secara merata di seluruh lembaga pendidikan dasar yang ada. Di sisi lain, kita juga menyaksikan minat baca siswa di Indonesia sangatlah rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi profesionalisme guru kelas dan minat baca siswa dalam meningkatkan prestasi hasil pembelajaran tematik integratif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey yang bersifat Ex Post Facto di MI Raden Fatah Pujon. Adapun teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis statistic inferensial dengan menggunakan analisis regresi ganda. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa prestasi hasil belajar pembelajaran tematik integratif dipengaruhi oleh kopetensi profesioanal guru kelas dan minat baca siswa secara bersama-sama dengan kontribusi 36,7%. Ini berarti prestasi hasil belajar pembelajaran tematik integratif selebihnya dipengaruhi oleh variabel lainnya Dengan mempertimbangkan hasil penelitian ini maka perbaikan profesionalisme guru kelas dan minat baca siswa dalam rangka meningkatkan kualitas mutu pembelajaran tematik integratif di Madrasah Ibtidaiyah harus terus dilakukan
Pengembangan Modul Berbasis Inquiri Terstruktur Pada Materi Larutan Penyangga pada SMA/MA
Diny Hazita Rahma;
Minda Azhar
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.512
Berdasarkan Bahan ajar larutan penyangga di mata pelajaran kimia SMA kelas XI semester dua. Proses belajar saat ini memakai metode saintifik yang mampu diganti melalui berbagai model proses belajar salah satunya yaitu inkuiri terstruktur. Penelitian ini memiliki tujuan yakni mengembangkan modul larutan penyangga berbasis inkuiri terstruktur dan menguji validitas dan praktikalitas modul yang dikembangkan. Macam-macam penelitian merupakan studi dan penyempurnaan atau Research & Development (R&D). Model pengembangan yaitu model Four-D (4-D) yang terdiri dari empat langkah: define (pendefenisisan),design (perancanangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Penelitian tersebut terbatas kepada langkah pengembangan. Instrumen penelitian yaitu lembar validasi dan praktikalitas. Modul tersebut sudah divalidasi melalui 5 validator. Praktikalitas modul telah dilakukan uji penelitian oleh 2 orang pengajar Kimia dan 16 murid kelas XI SMAN 1 Pangkalan. Data validitas dan praktikalitas dianalisa memakai formula Aiken’s V. Rata-rata Aiken’s V dari 5 orang validator adalah sejumlah 0,83 dengan kategori kevalidan tinggi dan uji praktikalitas guru dan siswa masing-masing 0,81 dan 0,82 dengan kategori kepraktisan tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa modul larutan penyangga berbasis inkuiri terstruktur telah valid dan praktis ketika dipakai terhadap proses belajar-mengajar mata pelajaran kimia.