cover
Contact Name
Muh. Fatoni Rohman
Contact Email
muh_fatoni@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muh_fatoni@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Hasta Wiyata
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26151200     EISSN : -     DOI : -
Hasta Wiyata adalah nama jurnal yang diterbitkan oleh program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya. Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa Sanskerta, “hasta” berarti tangan dan “wiyata” berarti pengajaran. Jurnal ini bergerak dalam bidang bahasa, sastra, dan pendidikan. Jurnal Hasta Wiyata memuat hasil penelitian yang inovatif, tulisan ilmiah yang orisinil, refleksi kritis-teoretis, studi literatur, gagasan tertulis, dan artikel konseptual dari berbagai cabang ilmu yang fokus pada kajian bahasa, sastra, dan pendidikan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
Analisis Campur Kode Dalam Kanal Youtube Tirta Pengpengpeng: Kajian Sosiolinguistik Dinan El Haq Rahimahullah; Izzuddin Musthafa; Ade Nandang
Hasta Wiyata Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This study aims to identify the use of code-mixing by dr. Tirta on his YouTube channel and the factors that influence its occurrence. The research employs a qualitative approach with a descriptive research type, which aims to describe and understand a phenomenon. In collecting the data, the researcher used observation and note-taking techniques. The data source observed consists of three videos from the Tirta PengPengPeng YouTube channel. After the data was collected, the next step was classifying it based on specific questions to align with the context, followed by analysis and presentation in tabular form. From the three videos observed and noted, there were 66 instances of code-mixing identified, consisting of (1) 15 instances in video 1, (2) 14 instances in video 2, and (3) 37 instances in video 3. The causes of code-mixing used by Dr. Tirta as the speaker fall into four categories: (1) the speaker, (2) the interlocutor, (3) the situation, and (4) habit. However, the primary influencing factor is the speaker himself, while the other three are merely supporting factors.
OPTIMALISASI KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE CERITA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Yuriananta, Renda
Hasta Wiyata Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode cerita dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas V sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan membaca siswa di tingkat dasar serta dominasi metode pembelajaran konvensional yang belum sepenuhnya mendorong keterlibatan dan pemahaman siswa dalam membaca. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain non-equivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok siswa, masing-masing berjumlah 30 orang, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran membaca menggunakan metode cerita, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan pembelajaran konvensional. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada skor membaca siswa di kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol, dengan selisih peningkatan sebesar 18,35 poin berbanding 7,45 poin. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode cerita tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan, tetapi juga terbukti efektif secara empiris dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Implementasi metode ini direkomendasikan sebagai pendekatan alternatif dalam penguatan literasi dasar pada jenjang pendidikan dasar.