cover
Contact Name
Muh. Fatoni Rohman
Contact Email
muh_fatoni@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muh_fatoni@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Hasta Wiyata
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26151200     EISSN : -     DOI : -
Hasta Wiyata adalah nama jurnal yang diterbitkan oleh program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya. Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa Sanskerta, “hasta” berarti tangan dan “wiyata” berarti pengajaran. Jurnal ini bergerak dalam bidang bahasa, sastra, dan pendidikan. Jurnal Hasta Wiyata memuat hasil penelitian yang inovatif, tulisan ilmiah yang orisinil, refleksi kritis-teoretis, studi literatur, gagasan tertulis, dan artikel konseptual dari berbagai cabang ilmu yang fokus pada kajian bahasa, sastra, dan pendidikan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
Memori Kolektif Melalui Komunikasi Konteks Arsitektural Yusran, Yusfan Adeputera; Ineru, Bunga Pasadena
Hasta Wiyata Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Hasta Wiayata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2024.008.01.02

Abstract

The Rupiah banknotes are visual cultural objects with the ability to present visual narratives that evoke collective memory. The Rupiah banknotes issued between 2000 and 2005 maintain a consistent design pattern across all denominations, featuring national heroes on the front and local identities on the back, which represent the rich history and culture of Indonesia. Research on visual culture focusing on collective memory in the context of architectural communication is still limited. This study employs architectural criticism methods to examine and critique the role of visualizing local identity in revealing collective memory related to historical context and its implications for architectural communication, grounded in the concept of visual culture. The visualization of local identity elements depicted on the Rupiah banknotes from 2000 to 2005 in each denomination serves as an architectural representation that can shape communication in the form of collective memory, narrating cultural identity and leading to architectural context. The results of this study, through the analysis of architectural object representation, can enrich understanding related to visual culture and its connection to the presence of collective memory concerning local identity.
Pengembangan Media Ajar Flashcard sebagai Pendamping Bahan Ajar BIPA 2 "Sahabatku Indonesia" Materi Pekerjaan rendy setiawan; Kusuma, Emy Rizta
Hasta Wiyata Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Hasta Wiayata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2024.008.01.12

Abstract

Penelitian dan pengembangan media ajar flashcard merupakan penelitian yang menghasilkan media ajar yang dapat digunakan pada proses pembelajaran BIPA 2 dengan materi Pekerjaan. Penelitian pengembangan media ajar flashcard ini bertujuan untuk mengetahui hasil akhir media ajar flashcard serta untuk mengetahui kelayakan dari media ajar flashcard. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model pengembangan 4D (Four D) dari Thiagarajan. Adapun langkah pengembangan dalam penelitian ini yaitu (1) tahap pendefinisian (define), (2) tahap perencanaan (design), dan (3) tahap pengembangan (development). Validasi dilakukan oleh dosen ahli media, dosen ahli materi, dan dosen ahli bahasa untuk memperoleh nilai kelayakan dari media yang dikembangkan. Media ajar Flashcard pada penelitian ini merupakan media ajar berbasis teknologi yang digunakan untuk pemebelajaran BIPA pada materi Pekerjaan. Media ajar flashcard berisikan video animasi terkait enam pekerjaan yang ada di Indonesia, yaitu Guru, Dokter, Petani, Tentara, Polisi, dan Pemadam Kebakaran. Hasil penelitian media ajar flashcard ditinjau dari aspek tampilan media, aspek materi, serta aspek bahasa menunjukkan kategori “Sangat Layak” yang diperoleh dari validasi tahap kedua. Hasil validasi akhir tampilan media memperoleh persentase kelayakan 90% dengan kategori “Sangat Layak”. Validasi materi tahap akhir memperoleh persentase kelayakan 90% dengan kategori “Sangat Layak”. Validasi bahasa tahap akhir memperoleh persentase kelayakan 81% dengan kategori “Sangat Layak”.
Konstruksi Relasi Gender pada Cerita Rakyat Jawa Barat Sugiarti, Sugiarti
Hasta Wiyata Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Hasta Wiayata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2024.008.01.04

Abstract

Cerita rakyat memiliki ciri khas kebudayaan yang digambarkan melalui interaksi antar tokoh dan  karakter tokoh dalam cerita. Penggambaran kultur budaya masyarakat Jawa Barat juga dapat dilihat melalui cerita rakyatnya. Berbagai cerita rakyat Jawa Barat direproduksi dan dikonsumsi dalam bentuk buku bacaan di sekolah saat ini ditengarai bias gender. Hal tersebut terlihat dari tidak seimbangnya proporsi dalam penggambaran dan pembagian peran antara tokoh laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk relasi gender  dan faktor penyebab konstruksi relasi gender cerita rakyat Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif pendekatan sosiologi sastra dengan objek penelitian cerita rakyat Jawa Barat.. Data penelitian berupa sekuen cerita yang berupa dialog, kalimat yang memiliki keterkaitan dengan kontruksi relasi gender dan faktor penyebab relasi gender. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara pembacaan kritis dan kreatif. Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan cara (a) menafsirkan data yang ada dalam teks secara mendalam,  (b) mengekplorasi pesan (isi ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konstruksi relasi gender dalam cerita rakyat Jawa Barat bahwa bentuk relasi gender laki-laki masih memiliki peran penting dalam kehidupan sosial. Adapun faktor-faktor penyebab konstruksi relasi gender yang disebabkan tiga hal, yaitu  budaya patriarkhi, pandangan masyarakat, dan posisi tawar. Secara keseluruhan bahwa konstruksi relasi gender  laki-laki lebih dominan dalam berbagai kegiatan dibandingkan dengan perempuan karena konstruk yang dibangun sebagian besar masih bias gender.
Desain Pembelajaran Digital Materi Hikayat Berbasis Literasi Kearifan Lokal di Era Merdeka Belajar Yoga Rifqi Azizan; Yonita Shelly Anggraeni; Moh. Ahsan Shohifur Rizal; Abdul Kholiq
Hasta Wiyata Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Hasta Wiayata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2024.008.01.03

Abstract

Distance learning (PJJ) is a learning that is widely applied in the era of the industrial revolution 4.0. PJJ which is based on technology media requires an appropriate and acceptable learning design. This learning also includes the concept of independent learning in it. The concept of Independent Learning contains the concept of freedom and is correlated with the learning process that involves aspects of culture, local wisdom literacy, socio-economics and infrastructure. The learning design used uses the ASSURE model (analyze, state, select media, utilize, requires, evaluate and revise). The purpose of developing a local wisdom literacy-based story learning design is to provide an alternative learning design that is adjusted to the preservation of cultural values in the environment around students digitally. Development begins with a needs test then a design trial. The result is that learning goes well and 100 percent of student scores are above the KKM, which is 75. The scores are divided into knowledge scores and skills scores. The average student knowledge score is 86. The average student skill score based on the results of student short stories is 83. This local wisdom literacy-based learning design has also received a positive response from teachers and students.
Ideologi Patriotisme dalam "Battle of Surabaya": Representasi dan Relevansinya untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia Hila Lisa Riskiawati; Babul Bahrudin; Ahmad Ilzamul Hikam
Hasta Wiyata Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Hasta Wiayata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2024.008.01.05

Abstract

This study aims to analyze the representation of the ideology of patriotism in the animated film Battle Of Surabaya is depicted and analyze the relevance of the animated film Battle Of Surabaya in learning Indonesian in high school. This research uses a qualitative approach with a descriptive research type Likewise, the analytical tool in this study uses Jhon Fiske's semiotics. The research instrument is the researcher himself. The data and data sources in this study are research informants, observed phenomena, and documentation. Data collection techniques are observation, interviews, documentation, and notes. Data analysis techniques in this study are data collection, data coding, data presentation, and drawing conclusions. checking the validity of the data used is triangulation of sources, methods, and theories. The results that have been found are four attitudes of patriotism, courage, three are willing to sacrifice, and one is love for the nation and state. In addition, this study also found the results of observations, interviews, documentation, and notes about the relevance of the animated film Battle Of Surabaya in learning Indonesian at SMA Negeri 1 Maron. The relevance of this animated film from the explanation of the teacher and several students of class XI D can be used as effective teaching material and learning media for Indonesian, especially drama text material because this film can make it easier for students to understand the material.
Naskah Layang Anbiya dalam Studi Perbandingan Wijayanti, M.Pd, Jamila; Sulistyorini, Dwi
Hasta Wiyata Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Hasta Wiayata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2024.008.01.01

Abstract

Filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra, sastra dalam arti yang luas mencakup bidang kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan. Sasaran kajian filologi meliputi naskah dan teks dengan tujuan untuk mengungkapkan nilai dan fungsi naskah maupun teks pada masyarakat penciptanya. Selain itu, filologi juga bertujuan untuk menggali warisan budaya atau nilai budaya sebagai alternatif pengemban kebudayaan lama. Sastra yang dipelajari filologi merupakan karya sastra lama, dalam penelitian ini mengkaji naskah Layang Anbiya. Naskah Layang Anbiya merupakan naskah kesusastraan Jawa-Islami yang berbentuk tembang macapat dan isinya menceritakan kisah para Nabi. Kisah para nabi tersebut dimulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad. Naskah Layang Anbiya, memiliki banyak versi sehingga perlu untuk dilakukan studi perbandingan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa teks tembang macapat yang terdapat dalam naskah Layang Anbiya. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan inventarisasi dan menggali informasi naskah Layang Anbiya. Naskah Layang Anbiya selanjutnya ditranskripsi dan ditransliterasi.  Analisis data dilakukan dengan membuat abstraksi setiap bait tembang yang kemudian diinterpretasikan sesuai dengan tujuan penelitian. Untuk menjaga kesahihan data dilakukan teknik kecukupan referensial, ketekunan pengamatan, dan trianggulasi. Naskah Layang Anbiya memiliki beberapa versi jika dilihat dari isinya, di antaranya versi keraton, versi pesantren, versi pesisiran, dan versi pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam naskah Layang Anbiya yang penulis teliti, berupa naskah versi pesantren dan versi pedesaan. Baik naskah Layang Anbiya versi pedesaan maupun pesantren masih memiliki keragaman yang menonjol, yakni menggunakan gaya penulisan huruf Arab-Jawi (Pegon). Setiap Naskah Layang Anbiya ini bait-bait pertamanya dimulai dengan mukadimah “ingsun amimiti muji” atau “ingsung amimiti nulis” dengan menggunakan pupuh Asmaradhana.
Implementasi Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Literasi di Tingkat Sekolah Menengah Pertama: Studi Korelasional pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Muhammad Faisol; Quthny, Abu Yazid Adnan; Susetya, Hemas Haryas Harja
Hasta Wiyata Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Hasta Wiayata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2024.008.01.15

Abstract

This study aims to identify the relationship between thematic learning and literacy strategies in Indonesian language learning at SMP Raudlatul Muta'allimin Dawuhan in the 2024/2025 academic year. Data were collected through tests and questionnaires. This study uses a quantitative method with Pearson correlation analysis, and is supported by data from questionnaires distributed to students. The results of the study showed a Pearson correlation value of r = -0.08, which is included in the category of a very weak and negative relationship, and only around 23.75% of students stated that they strongly agreed that thematic learning helps improve their literacy. These findings indicate that although thematic learning has been proven effective at the elementary school level, this approach does not necessarily have a positive effect at the junior high school level without appropriate adjustments. Therefore, this study recommends that teachers and schools develop a thematic learning model that is more relevant to the needs and characteristics of junior high school students and integrate literacy strategies in a more targeted manner.