cover
Contact Name
Jurnal Living Islam
Contact Email
living.islam@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
living.islam@uin-suka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Living Islam: Journal of Islamic Discourses
ISSN : 26216582     EISSN : 26216590     DOI : -
Living Islam: Journal of Islamic Discourses merupakan jurnal yang berada di bawah naungan Prodi Pascasarjana Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Living Islam: Journal of Islamic Discourses didesain untuk mewadahi dan mendialogkan karya ilmiah para peneliti, dosen, mahasiswa dan lain-lain dalam bidang studi: Filsafat Islam, al-Qur'an dan Hadis, dan Studi Agama dan Resolusi Konflik, baik dalam ranah perdebatan teoritis, maupun hasil penelitian (pustaka dan lapangan). Living Islam: Journal of Islamic Discourses terbit dua kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Mei dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
RESEPSI PENGALUNGAN JIMAT KALUNG BENANG PADA BAYI DALAM TRADISI MASYARAKAT LAMONGAN HIdayatus Sya'dyya, Dini Tri
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v5i1.2257

Abstract

Religious life that practiced and understood by each community is diverse. It implicates that the understanding of something good to do and what is not to do are still varies one with another. So that belief in sacred goods is still even practiced today. As for trust in sacred objects, there are still pros and cons to society, on the other hand, trust has been slightly eroded due to the rapid development of technology that is consumed by the community. However, there are also some areas that still believe in sacred objects, such as in the Lamongan area, there is a belief in necklace thread talismans worn by babies who are still developing today, so this behavior is feared to violate the Qur'an and Hadith.Keywords: Talisman Charm, Thread Necklace, Lamongan Community Tradition.Kehidupan beragama yang sering dipahami oleh setiap masyarakat ialah berbeda-beda, sehingga pemahaman terhadap seuatu yang baik untuk dilakukan dan tidak masih bervariasi. Sehingga kepercayaan terhadap barang barang keramat masih saja dilakukan sampai saat ini. Adapun kepercayaan terhadap benda kermat masih menjadi pro dan kontra terhadap masyarakat, disisi lain kepercayaan sudah sedikit terkikis dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi yang konsumi oleh masyarakat. Namun ada juga beberapa wilayah yang masih percaya dengan benda keramat, seperti diwilayah lamongan adanya kepercayaan terhadap jimat benang kalung yang dikenakan oleh bayi yang masih berkembang sampai saat ini, sehingga perilaku ini dikawatirkan menyalahi Al-Qur’an maupun Hadis.
TRADISI MALAM SATU MUHARAM DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QURAN AL HIKMAH PURWOASRI KEDIRI Husna, Nailyl Fida
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v5i1.3560

Abstract

AbstractThis article briefly describes one of the traditions of welcoming the arrival of the first night of Muharram. Indonesia is known for its diversity of traditions, customs and cultures, most of which were born before the arrival of Islam. This raises a big question mark about the validity of the tradition. Therefore, the ulama' are looking for a middle way between the two, which can be done but does not conflict with the religious law. One example is the tradition at the Tahfidzul Quran Al Hikmah Islamic Boarding School which has a tradition of reading the verse of the chair every night one Muharram. As for the procedure, it begins with prayer at the beginning and end of the year followed by prayer in congregation, tawassul, reading the verse of the chair 360 times (starting with basmalah in each verse and reading it in one seat) and ending with a prayer together. The method used in this paper is a descriptive qualitative approach with the type of field research and the living Quran theory approach. The results of the application of the theory show that the annual tradition at the Tahfidzul Quran Al Hikmah Islamic Boarding School is a practice obtained by KH. Abdun Nasir from his teacher Sheikh Maliki which is written in the book Kunuzu an-Najah Wa as-surur. Reading the verse of the chair is believed to bring many benefits including; protector from all dangers such as supernatural beings, clears the mind, amulets, tattoos and increases self-confidence etcKeywords: Muharram, Islamic bording school, ayat kursi Abstrak  Artikel ini menjelaskan secara singkat salah satu tradisi penyambutan datangnya malam satu Muharam. Indonesia dikenal dengan keanekaragaman tradisi, adat dan budayanya, sebagian besar tradisinya terlahir sebelum datangnya Islam. Hal ini, menimbulkan tanda tanya besar tentang keabsahan tradisi tersebut. Oleh karena itu, para ulama’ mencari jalan tengah antara keduanya, dapat dikerjakan namun tidak bertentangan dengan syariat agama.para ulama’ menegaskan, diperbolehkan melakukan semua tradisi asalkan tidak menyekutukan Allah. Salah satu contohnya tradisi di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Hikmah yang mempunyai tradisi membaca ayat kursi setiap malam satu Muharam. Adapun tata caranya, diawali dengan doa awal dan akhir tahun dilanjutkan sholat berjamaah, tawassul, membaca ayat kursi sebanyak 360 kali (diawali dengan basmalah di setiap ayatnya dan dibaca dalam satu dudukan) dan diakhiri dengan doa bersama. Metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan pendekatan teori living Quran. Adapun hasil penerapan teori tersebut menunjukkan, tradisi tahunan di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Hikmah merupakan amalan yang diperoleh KH. Abdun Nashir dari gurunya Syeikh Maliki yang tertulis dalam kitab Kunuzu an-Najah Wa as-surur. Membaca ayat kursi diyakini membawa banyak manfaaat diantaranya; pelindung dari segala mara bahaya seperti makhluk-makhluk ghaib, menjernihkan pikiran, jimat, rajah dan meningkatkan percaya diri dll. Kata Kunci: Muharam, pondok pesantren, ayat kursi
ETIKA POLITIK ARISTOTELES DAN RELEVANSINYA BAGI KEMAJEMUKAN RELIGIUS DI INDONESIA Anto, Puji
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v5i1.3217

Abstract

Aristotle's political philosophy is very important and relevant to discuss today, because it was the foundation of modern political theory. Aristotle provided the concept of the state with the best possibilities in reality, not on the basis of an abstract ideal order. From his studies Aristotle concluded that the most practicable state system is a constitutional government with the active participation of its citizens, or what he termed "Polity". A form of government which is a combination of constitutional democracy with certain aristocracy. The concept of constitutional democratic governance of Aristotelian ideas is currently widely used in the practice of state administration in the world, with a variety of variations and modifications. In his epistemology, Aristotle also classifies politics as a practical science, therefore politics requires the good and honest will of the politicians, more than merely perfect reason and knowledge. Filsafat politik Aristoteles sangat penting dan relevan untuk dibahas saat ini, karena merupakan landasan teori politik modern. Aristoteles memberikan konsep negara dengan kemungkinan terbaik dalam kenyataan, bukan berdasarkan tatanan ideal yang abstrak. Dari kajiannya Aristoteles menyimpulkan bahwa sistem negara yang paling praktis adalah pemerintahan konstitusional dengan partisipasi aktif warganya, atau yang disebutnya “Polity”. Suatu bentuk pemerintahan yang merupakan perpaduan antara demokrasi konstitusional dengan aristokrasi tertentu. Konsep pemerintahan demokrasi konstitusional gagasan Aristoteles saat ini banyak digunakan dalam praktik ketatanegaraan di dunia, dengan berbagai variasi dan modifikasi. Dalam epistemologinya, Aristoteles juga mengklasifikasikan politik sebagai ilmu praktis, oleh karena itu politik membutuhkan kehendak baik dan jujur para politisi, lebih dari sekedar akal dan pengetahuan yang sempurna.Kata Kunci: Pemikiran Politik, konsep Etika, Aritoteles.
RESEPSI KAJIAN SURAT AL-KAHFI DI DUSUN KUWARISAN, KEBUMEN (STUDI LIVING QUR’AN) Nugroho, Sapta Wahyu
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v5i1.2659

Abstract

AbstractHumans as diverse creatures are symbols that imply that every Muslim's reception of the text of the Qur’an and the hadith does not necessarily have to be the same at all times and places. This paper aims to reveal one of the receptions about the tradition of reading the Koran that developed in Indonesian society, namely the study of Al-Kahf in the Al-Kahf Majlis Kuwarisan Panjer Kebumen. Some forms of reception discussed in this paper will conical into two forms, namely exegesis and functional reception. In general there are several traditions that are popular in the community, including yasinan, tahlilan, kendurian, and so forth. While the Al-Kahfi letter itself, despite having authentic hadith authority, turned out to be one of the less popular in the community, and usually this tradition only has the scope of Islamic boarding schools. The reception of the tradition of reciting the Al-Kahfi letter in the midst of open society provides another interesting perspective because it is still something unique and minority. Keywords: Reception, The Qur’an, Tradition, Al-Kahfi AbstrakManusia sebagai makhluk yang beragam merupakan simbol yang mengisyaratkan bahwa resepsi setiap muslim terhadap teks Al-Quran dan hadis tidak mesti akan selalu sama di setiap waktu dan tempat. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan salah satu resepsi tentang tradisi pembacaan surat Al-Qur’an yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia, yakni kajian surat Al-Kahfi di Majlis Al-Kahfi Kuwarisan Panjer Kebumen. Beberapa bentuk resepsi yang didiskusikan dalam tulisan ini akan mengerucut ke dalam dua bentuk, yaitu resepsi eksegesis dan fungsional. Secara umum ada beberapa tradisi yang populer di masyarakat, diantaranya yasinan, tahlilan, kendurian, dan lain sebagainya. Sedangkan surat Al-Kahfi sendiri, walaupun memiliki otoritas hadis yang shahih, ternyata merupakan salah satu yang kurang populer di masyarakat, dan biasanya tradisi ini hanya ada lingkup pondok pesantren. Resepsi tradisi pembacaan surat Al-Kahfi di tengah masyarakat lepas memberikan sudut pandang lain yang menarik karena memang masih menjadi sesuatu yang unik dan minoritas. Kata Kunci: Resepsi, Al-Quran, Tradisi, Al-Kahfi
RELIGIOUS DISCRIMINATION PRAXIS IN PUBLIC SCHOOLS IN EAST LOMBOK Zuarnum, Linda Sari; Hamdi, Saipul
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v5i1.3668

Abstract

AbstractThis article is examining the practice of mono-religious teaching in public school and its influence on students' religious life which tends to mire on exclusive practice in East Lombok. The practice of mono-religious teaching in public schools not merely embark compulsion and religious exclusivity but also create discrimination towards other students for the tendency of applying only one religious practice at school. The impact of the religious praxis in public schools is the force and confinement on the students. Simultaneously, the government keeps producing sharia-based laws that stand for majority notwithstanding the laws fully beneficial for the majority group. Yet the disadvantages for minorities from the laws are obvious. The method used for this research is a qualitative method, the data are collected by interviewing some students from junior public school in East Lombok. There are 10 informants from 4 public schools at the central city of East Lombok, students interviewed are from different gender and religious backgrounds and questioned about their religious experiences at schools. This article comes up with the argument that religious education policy in Indonesia focuses on mono religious study with a vision to build students good morality through religion, however the result of this system is creating the tendency of exclusivity among majority students and restriction for minority students in public school. Mono-religious study and its practice at public schools somehow exceeds religious practice in religious schools and this creates school rules that force students to implement religious activity which is irrelevant with the principal of the public school. And generally, the facility for religious activities only accommodates students who are affiliated with majority belief. The problems that the mono-religious system causes discrimination towards minorities regarding the right for religious activities at public school. The conclusion will be served together with the critique towards the impact of mono-religious teaching in Public School. Keyword: Discrimination, mono-religious teaching, Islamization, public school, East Lombok AbstrakArtikel ini mengkaji praktik pengajaran mono-religious di sekolah umum dan pengaruhnya terhadap kehidupan beragama siswa yang cenderung eksklusif di Lombok Timur. Praktik pengajaran mono-agama di sekolah umum tidak hanya menimbulkan pemaksaan dan eksklusivitas agama, tetapi juga menimbulkan diskriminasi terhadap siswa lain karena adanya kecenderungan hanya menerapkan satu praktik agama di sekolah. Dampak dari praktek keagamaan di sekolah umum adalah timbulnya pemaksaan dan pembatasan terhadap siswa. Bersamaan dengan itu, pemerintah terus memproduksi undang-undang berbasis syariah yang berpihak pada mayoritas meskipun undang-undang tersebut sepenuhnya bermanfaat bagi kelompok mayoritas. Namun kerugian bagi minoritas dari sisi hukum sudah jelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, data dikumpulkan dengan cara mewawancarai beberapa siswa SMP Negeri di Lombok Timur. Dalam penelitian ini  wawancara dilakukan pada 10 orang informan dari 4 sekolah negeri di pusat kota Lombok Timur, siswa yang diwawancarai berasal dari latar belakang gender dan agama yang berbeda dan ditanyai tentang pengalaman keagamaan mereka di sekolah. Pembahasan dalam artikel ini antara lain: Kebijakan pendidikan agama di Indonesia yang menitikberatkan pada studi mono-religius dengan visi membangun akhlak siswa yang baik melalui praktek keagamaan menimbulkan kecenderungan eksklusivitas di kalangan siswa mayoritas dan pembatasan terhadap siswa minoritas di sekolah negeri. Pembelajaran mono-religious dan praktiknya di sekolah negeri melampaui praktik keagamaan di sekolah agama, dan ini menciptakan peraturan sekolah yang memaksa siswa untuk melaksanakan aktivitas keagamaan yang tidak relevan dengan prinsip sekolah negeri. Dan umumnya fasilitas yang disediakan untuk kegiatan keagamaan hanya menampung siswa yang berafiliasi dengan keyakinan mayoritas. Permasalahan bahwa sistem mono-religius menyebabkan diskriminasi terhadap minoritas mengenai hak kegiatan keagamaan di sekolah umum. Kesimpulan akan disajikan bersama dengan kritik terhadap dampak pengajaran mono-religius di sekolah negeri. Kata kunci: diskriminasi, mono-religius, Islamisasi, sekolah negeri, Lombok Timur
RITUAL KEMATIAN MA AYUN BAREH DI JORONG PETOK, PANTI SELATAN, PANTI, PASAMAN SUMATERA BARAT Ilhanifah, Annisa
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v5i1.3136

Abstract

ABSTRAKDi dalam masyarakat Jorong Petok terdapat suatu tradisi atau kebiasaan yang dilaksanakan ketika ada seseorang masyarakat yang meninggal dunia, yaitu Tradisi Ma Ayun Bareh. Tradisi ini biasanya dilaksanakan sebelum jenazah dimakamkan, akan tetapi boleh juga dilaksanakan ketika pada bilangan hari. Tidak ada ketetapan dalam waktu pelaksanaan, tergantung kepada ahli waris. Tradisi Ma Ayun Bareh ini diyakini oleh mayarakat sekitar sebagai sarana untuk membayar fidiyah orang yang maninggal dunia, baik itu fidiyah shalat maupun fidiyah puasa. Pada tahap pelaksanaan tidak semua masyarakat yang melaksanakan tradisi ini, dikarenkan tidak ada paksaan atau keharusan terhadap masyarakat setempat. Disebabkan tradisi ini hanya bersifat Sunnah.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara observasi, dan wawancara. Kemudian digunakan teknik analisis data seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama tradisi ini bisa dipercayai dan diyakini oleh masyarakat Jorong Petok karena ajaran ini yang diajarkan oleh guru-gurunya, yang mana tradisi ini dalah suatu amalan yang membantu si mayat di dalam kubur. Kedua dari proses pelaksanaan, ma ayun barehi pada umumnya dilaksankan sebelum si mayat dimakamkan. Akan tetapi ada juga yang melaksanakannnya pada pelaksanaan hari bilangan. Ma ayun bareh ini dilaksanakan oleh tiga orang pelaku, yang pertama adalah seorang pemimpim pelaksana yang dinamakan dengan mursyid, dan dua orang lagi dinamakan dengan pelaksana. Pelaksana akan mendorong bareh semabri melafadzkan kalimat yang diucapkan dalam pelaksanaan. Mursyid bertugas sebagai menghitung dorongan secara lahiriyah, sedangkan secara bathiniah mursyid, berdoa kepada Allah SWT untuk diampuni segala dosa-dosa si mayat dengan cara merabithahkannya. Setelah pelaksanaan ini selesai, mursyid akan melaksanakan sholat hajat, dengan tujuan Allah mengampuni dosa-dosa si mayat dan diterimanya amal-amal baik si mayat. Ketiga fungsi ma ayun bareh bagi masyarakat Jorong Petok adalah membayar fidiah puasa dan fidiyah sholat si mayat. Fidiyah disini diartikan dengan penambahan atau perbaikan amalan yang tertinggalkan, agar si mayat dikuburkan dengan amal-amalan yang cukup. Kemudian fungsi dari ma ayun bareh ini adalah menjalin hubungan sosial antara masyarakat. Masyarakat yang kurang bercukupan akan terbantu dengan adanya ma ayun bareh ini. Kata kunci: Tradisi, Kematian, Maayun bareh
KRITIK MU’TAZILAH TERHADAP SISTEM FILSAFAT IBN SINA: ANALISIS PEMIKIRAN TAKLIF IBN AL-MALAHIMI Rakhmat, Aulia
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v5i1.3495

Abstract

The Mu'tazilites were considered to have close relationship with Muslim philosophers and because of this, many thought that the two had share poin of vies. However, this is not always the case. There are philosophical teachings that contradict to concept of Mu'tazilite theology. This gave birth to a theological critique of the Mu'tazilite against philosophy. Therefore, this article attempts to analyze the Mu'tazilah criticism of Ibn Sina's philosophical system focusing on the study of Ibn al-Malahimi's analysis of taklif written in his book intended to criticize philosophy, Tuhfat al-Mutakallimin fi al-Radd 'ala al-Falasifa. There are two reasons for studying the issue of taklif: first, the concept of taklif is the central doctrine of the Mu'tazilah because it relates to important concepts such as rewards and punishments, prophetic purposes and human actions. Therefore, it is important to study the Mu'tazilite criticism leveled at Ibn Sina on the issue of taklif. Second, the discussion about taklif is not found in the 20 points of criticism raised by al-Ghazali in his Tahafut Falasifah and therefore it can provide valuable insight of the theologian's assessment of the philosopher. This paper argues that Ibn al-Malahimi's purpose to present Ibn Sina's thoughts in the realm of taklif is his strategy to expose Ibn Sina's thoughts that are contrary to the Mu'tazilah doctrine. Through the discussion of taklif, Ibn al-Malahimi can uncover several interrelated issues such as the purpose of prophethood, the concept of reward and punishment and most importantly, reveal the deterministic understanding of human action held by Ibn Sina and his followers.
KONSEP PEMERINTAHAN BAKRI SYAHID DALAM TAFSIR AL-HUDA TAFSIR QUR’AN BASA JAWI Zaelani, Thoriq Fadli
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v5i1.3122

Abstract

Abstract Government is important in carrying out a life in the nation and state, in order to achieve the welfare of the world and the hereafter, both materially and spiritually. This study aims to examine the concept of government according to Bakri Syahid in Al-Huda's interpretation and to reveal how Bakri Shahid interprets the government verses. The method used is the description method in which the researcher describes regularly the thought conception of the character, including the biography of the character and the theory of literary interpretation of the Qur'an (al-tafsîr al-adabî li al-Qur’an) as a knife of analysis initiated by Amîn al-khûlî. The results of this study prove that there are five main concepts of government according to Bakri syahid in Al-Huda's interpretation, these concepts are: the concept of divinity, the concept of humanity, the concept of unity, the concept of deliberation and the concept of justice. However, in interpreting the verses of Bakri Shahid's government, he was greatly influenced by his scientific and professional background, as well as the influence of the social and cultural background of his time. Keywords: government; interpretation; justiceAbstrak Pemerintahan merupakan hal yang penting dalam menjalankan suatu kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, demi tercapainnya kesejahteraan dunia maupun akhirat, baik dalam matrial maupun sepiritual. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji konsep pemerintahan menurrut Bakri Syahid dalam tafsir Al-Huda dan untuk mengungkap bagaimana penafsiran Bakri Syahid terhadap ayat-ayat pemerintahan. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi dimana peneliti menguraikan secara teratur konsepsi pemikiran dari tokoh, termasuk di dalamnya adalah biografi dari tokoh tersebut dan teori tafsir sastra terhadap al-Qur’an (al-tafsîr al-adabî li al-Qur’an) sebagai pisau analisanya yang digagas oleh Amîn al-khûlî. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa, ada lima pokok yang menjadi konsep pemerintahan menurut Bakri syahid dalam tafsir Al-Huda, konsep-konsep tersebut adalah: konsep ketuhanan, konsep kemanusiaan, konsep persatuan, konsep musyawarah dan konsep keadilan. Sedangkan dalam  menafsirkan ayat-ayat pemerintahan  Bakri Syahid sangat dipengaruhi oleh latar belakang keilmuan dan profesi yang ia jalani, serta pengaruh dari latar belakang kehidupan sosiaal dan budaya pada masa nya. Kata Kunci: pemerintah; tafsir; keadilan
KOMODIFIKASI NILAI ISLAM SEBAGAI ALAT PROMOSI BUSANA MUSLIM DI INSTAGRAM: (ANALISIS TAFSIR KONTEKSTUAL) Amalia, Irfa
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v5i2.3806

Abstract

Abstrak  Jumlah umat muslim yang besar dengan identitas budayanya di tengah kemajuan media sosial membuat nilai Islam menjelma menjadi ‘gejala pasar’ yang dapat dipertukarkan untuk meraih keuntungan. Maka nilai Islam mengalami komodifikasi, yaitu transformasinya mejadi komoditas yang bernilai komersial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana konten nilai islami dikomodifikasi oleh akun online shop busana muslim melalui media sosial Instagram dan bagaimana pemaknaan terhadap konten islami yang dikomodifikasi tersebut. Penelitian ini berjenis penelitian pustaka (library research), mendasarkan pada paradigma konstruktivisme, dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mendasarkan pada teori ytafsir kontekstual. Hasilnya: bahwa beberapa online shop busana muslim di instagram telah melakukan komodifikasi nilai-nilai islami dengan menvisualkan konten-konten islami pada promosi produk-produk brand mereka. Mereka ingin membangun kesan sebagai brand yang islami. Instagram dipilih karena media ini memiliki banyak kelebihan dan cocok untuk pengiklanan; bahwa dalam pandangan tafsir kontekstual, komodifikasi nilai islam ini tidak termasuk dalam larangan tindakan menjual ayat Allah dalam QS. 2: 41 dan QS. 5: 44, Sebab komodifikasinya tidak sampai menyembunyikan kebenaran Islam. Konten ini justru turut menjadi media penyebaran nilai islam di dunia digital secara cuma-cuma. Yang diperlukan adalah adanya pengawasan agar tetap dalam koridor islam. Keywords: komodifikasi nilai Islam, tafsir kontekstual, promosi di Instagram. Abstract The large number of Muslims with their cultural identity in the midst of the advancement of social media has made Islamic values become a 'market phenomenon' that can be exchanged for profit. So the value of Islam undergoes commodification, namely its transformation into a commodity of commercial value. The purpose of this study is to explore how Islamic value is commodified by Muslim fashion online shop accounts through Instagram and how the meaning of the commodified Islamic content is. This research is library research, based on the constructivism paradigm, with a qualitative descriptive approach, based on the teory of contextual tafsir. The result: that several online Muslim fashion shops on Instagram have commodified Islamic values by visualizing Islamic content in the promotion of their products.; they desire to identify their brands as Islamic brands. Instagram was chosen because this media has many advantages and is suitable for advertising; that based on contextual tafsir, this commodificatioan of Islamic values is not under the prohibition against selling the verses of Allah in QS. 2:41 and QS. 5:44, Because its commodification does not hide the truth of Islam. This content has actually become a medium for spreading Islamic values in the digital world for free. What is needed is supervision so that it remains in the corridor of Islam. Keywords: commodification of Islamic values, kontextual tafsir, promotion on Instagram.
PEMIKIRAN ETIKA IMAM AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA UNTUK METODE PENYUCIAN JIWA Purnama, Yulia; Santalia, Indo
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v5i2.3822

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi pemikiran etika Imam al-Ghazali dengan metode penyucian jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka, menelusuri referensi atau sumber-sumber baik berupa artikel maupun jurnal untuk memperoleh data tentang pemikiran etika dan metode penyucian jiwa Imam Al-Ghazali. Model penelitian ini bersifat historis faktual. Analisis metode yang digunakan ialah interpretasi, metode ini berusaha menguraikan isi buku dan sumber-sumber lainnya secara tepat. Metode kedua adalah induksi dan deduksi, dengan menganalisis seluruh bagian satu per satu dari referensi-referensi yang ditemukan dalam hubungannya dengan yang lain atau disebut induksi. Teknik pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan mengacuh kepada metode yang digunakan. Setelah melakukan analisis, kemudian dilakukan perbandingan dalam hal persamaan dari berbagai sumber sehingga menghasilkan kesimpulan tentang pemikiran etika Imam Al-Ghazali bersifat religius dan sufistik serta metode penyucian jiwa yang ditawarkan oleh Imam Al-Ghazali berupa mujahadah, riyadhah, bergaul dengan orang-orang dan lingkungan yang baik, mempelajari kisah-kisah nabi, mengenali aib diri sendiri, serta dapat mengambil hikmah dari orang-orang yang membenci kita.   Kata kunci: pemikiran etika; metode penyucian jiwa Abstract This research is aimed to find the relevance of Imam al-Ghazali thought on Ethics to a method of purifying the soul of Imam Al-Ghazali. This is a library research and its model is historically factual. The analysis of the method used is interpretation, this method seeks to decipher the contents of books and other sources precisely. The second method is induction and deduction, by analyzing the entire section one by one of those references found in conjunction with the other or called induction. Data collection and analysis techniques are carried out by referring to the methods used. After conducting the analysis, a comparison was then made in terms of similarities from various sources so as to produce conclusions about the ethical thinking of Imam Al-Ghazali being religious and sufistic and the method of purifying the soul offered by Imam Al-Ghazali in the form of mujahadah, riyadhah,  get along with good people and environments, learn the stories of prophets, recognize one's own disgrace, and be able to take wisdom from those who hate us. Keywords: ethical thinking; methods of purifying the soul

Page 8 of 14 | Total Record : 132