cover
Contact Name
Jurnal Living Islam
Contact Email
living.islam@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
living.islam@uin-suka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Living Islam: Journal of Islamic Discourses
ISSN : 26216582     EISSN : 26216590     DOI : -
Living Islam: Journal of Islamic Discourses merupakan jurnal yang berada di bawah naungan Prodi Pascasarjana Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Living Islam: Journal of Islamic Discourses didesain untuk mewadahi dan mendialogkan karya ilmiah para peneliti, dosen, mahasiswa dan lain-lain dalam bidang studi: Filsafat Islam, al-Qur'an dan Hadis, dan Studi Agama dan Resolusi Konflik, baik dalam ranah perdebatan teoritis, maupun hasil penelitian (pustaka dan lapangan). Living Islam: Journal of Islamic Discourses terbit dua kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Mei dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
THE AMBIGUITY OF PEACE NARRATIVES IN RELIGIOUS COMMUNITIES OF WEST KALIMANTAN Hidayat, Samsul; Sulaiman
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i1.4394

Abstract

Abstract A lot of conflicts have occurred in West Kalimantan, and the latest was the anarchic treatment of the Ahmadiyya and the Gafatar. This study seeks to explain the ambiguity of peace narratives in a plural society in West Kalimantan, and to find out the community's response to such conflicts. This study is qualitative-descriptive research which was conducted through collecting observational data, making documentation, and doing literature studies, analyzing data using data display, reducing data and drawing conclusions. The results of this study showed that West Kalimantan is known for its plural society and for voicing for peace, but there are still various conflicts in the form of anarchy in religious communities. This study concluded that the response of the people of West Kalimantan is relatively different; some see conflict positively especially those who have interests in it, and negatively especially those who feel disadvantaged. The ambiguity of peace narratives can be seen when individual or group interests are the main consideration in peace-building. The advocated peace is merely an empty discourse in a plural society that is unable to manage conflict. The ambiguity of peace narratives, which is still rife with conflicts from religious anarchy, is caused by the religious leaders, the government and the religious communities not working together to build peace. Keywords: Ambiguity, Peace, Religion. Abstrak Berbagai konflik yang terjadi di Kalimantan Barat yang terakhir bentuk perlakukan yang anarkis terhadap kelompok Ahmadiyah dan Gafatar. Penelitian ini menjelaskan tentang keambiguan narasi perdamaian di tengah masyarakat majemuk di Kalimantan Barat. Serta melihat respon masyarakat terhadap konflik-konflik yang terjadi pada masyarakat majemuk di Kalimantan Barat. Penelitian ini termasuk ke dalam klister kualitatif-diskriptif dengan cara pengumpulan data observasi, dokumentasi, serta kajian-kajian pustaka, analisis data menggunakan display data, reduksi data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kalimantan Barat terkenal dengan mayarakat yang majemuk dan mensuarakan perdamaian akan tetapi masih ada berbagai konflik yang berbentuk keanarkisan masyarakat beragama. Kesimpulan penelitian ini bahwa respon masyarakat Kalimantan Barat sangat relatif, ada yang melihat konflik secara positif bagi yang mempunyai kepentingan dan berbentuk negatif bagi yang merasa dirugikan. Keambiguan narasi perdamaian nampak ketika kepentingan individu atau kelompok menjadi pertimbangan utama dalam merajut perdamaian. Perdamaian yang dijunjung tinggi hanya isu belaka dalam masyarakat majemuk yang tidak mampu mengelola konflik. Kembiguan narasi perdamain yang masih maraknya terjadi konflik dari keanarkisan umat beragama, hal ini disebabkan oleh para tokoh agama, pemerintah dan umat beragama tidak bergandengan untuk merajut perdamaian. Kata Kunci: Ambiguitas, Perdamaian, Agama.
TEORI KAUSALITAS ARISTOTELIAN Widiadharma, Novian; Lasiyo; Tjahjadi, Sindung
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i1.4397

Abstract

Abstract Causality is a fundamental concept in philosophy because it is important for understanding how things work in the world. The concept of four causes in Aristotle's philosophy, namely material, formal, efficient, and final causes, has an important role in the development of Islamic philosophy. This article will only focus on Aristotle's view as a starting point in the Physics and Metaphysics, especially those that explicitly discuss the problems of the four causes. The results are as follows: material cause (causa materialis) is the matter or physical substance from which an object or things are made. It is an important component of the nature of things, but is not sufficient on its own to explain the full nature of an object or phenomenon. Formal cause (causa formalis) is the special patterns, designs, or arrangements that give something an identity and determine its characteristic properties and behavior. It is a cause that helps us understand the intent or purpose of an object or phenomenon. Efficient cause (causa efficient) is agent or process that produce changes or movements in an object or phenomenon. It is the causes that help us understand the behavior and development of objects and phenomena. The final cause (causa finalis) is the purpose, end or purpose of an object or phenomenon, which gives it direction and meaning. It is cause that helps us understand the nature of things, and is important for understanding the purpose or inherent purpose of objects and phenomena.   Keyword: Aristotelian cause; material causes; formal cause; cause efficient; final cause   Abstrak Kausalitas adalah konsep fundamental dalam filsafat karena penting untuk memahami bagaimana sesuatu bekerja di dunia. Konsep empat sebab dalam filsafat Aristoteles, yaitu sebab material, formal, efisien, dan final, memiliki peran penting dalam perkembangan filsafat Islam. Tulisan hanya akan memfokuskan diri pada pandangan Aristoteles sebagai titik pijakan dalam teks Physics dan Metaphysics terutama yang secara eksplisit membahas masalah empat kausa tersebut. Hasilnya adalah sebagai berikut: penyebab material (causa materialis) adalah materi atau substansi fisik yang darinya suatu objek atau benda dibuat. Ini adalah komponen penting dari sifat benda, tetapi tidak cukup dengan sendirinya untuk menjelaskan sifat penuh dari suatu objek atau fenomena. Penyebab formal (causa formalis) adalah pola, desain, atau pengaturan khusus yang memberikan identitas pada sesuatu dan menentukan sifat dan perilaku karakteristiknya. Ini adalah penyebab yang membantu kita memahami maksud atau tujuan dari suatu objek atau fenomena. Penyebab efisien (causa efficient) adalah agen atau proses yang menghasilkan perubahan atau pergerakan pada suatu objek atau fenomena. Ini adalah penyebab yang membantu kita memahami perilaku dan perkembangan objek dan fenomena. Penyebab final (causa finalis) adalah maksud, akhir atau tujuan dari suatu objek atau fenomena, yang memberinya arah dan makna. Ini adalah penyebab yang membantu kita memahami sifat benda, dan penting untuk memahami tujuan atau tujuan inheren dari objek dan fenomena.   Kata kunci: Kausa Aristotelian; sebab material; sebab formal; sebab efisien; sebab final
RELIGIOUS LIFE OF THE KUTA TRADITIONAL VILLAGE COMMUNITY IN THE INFLUENCE MODERNIZATION ERA Miharja, Deni
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i1.4451

Abstract

Abstract: So far, the influence of modernization has always been identified with urban communities because of the ease of accessing modernization products. However, the impact of modernization can also be felt by traditional and rural communities, and the influence of modernization thought by the people of Kampung Kuta Ciamis, West Java. This paper aims to reveal the understanding of the people of Kampung Kuta towards religion and modernization and how modernization influences the religious life of the people of Kampung Kuta. This study uses a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. The research findings show that the people of Kampung Kuta have a firm understanding of Islam combined with traditional ceremonies going on for generations, such as the ceremony to build a new house, the presentation ceremony, the commemoration ceremony for Earth Day, and the babarit ceremony. The various traditions are essentially a form of gratitude, gain the benefit, and keep away harm. In understanding modernization, the people of Kampung Kuta Sudan can become players of modernization through the use of modernization products in the form of modern communication and transportation tools. They also welcomed the use of Kampung Kuta as one of the leading tourist destinations in Ciamis. The positive response of the indigenous people of Kampung Kuta to modernization shows that the theory of rejection of modernization by traditional communities is very relative, meaning that not all people with conventional (ancient) styles reject modernization. Keywords: Kampung Kuta, modernization, traditional tourism, traditional ceremonies Abstrak: Sejauh ini pengaruh modernisasi selalu didentikkan kepada masyarakat kota karena kemudahan dalam mengakses produk-produk modernisasinya. Namun, pengaruh modernisasi juga bisa dirasakan oleh masyarakat tradisional dan pedalaman, seperti halnya pengaruh modernisasi yang dirasakan oleh masyarakat Kampung Kuta Ciamis, Jawa Barat. Tulisan ini bertujuan mengungkap bagaimana pemahaman masyarakat Kampung Kuta terhadap agama dan modernisasi, serta bagaimana pengaruh modernisasi terhadap kehidupan keberagamaan masyarakat Kampung Kuta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Kuta memiliki pemahaman agama Islam sangat kuat yang dipadukan dengan upacara-upacara adat yang sudah berlangsung turun temurun seperti upacara mendirikan rumah baru, upacara penyajian, upacara peringatan hari bumi, dan upacara babarit. Berbagai upacara yang dilaksanakan esensinya adalah bentuk rasa syukur, memperoleh kemaslahatan, dan menjauhkan marabahaya. Dalam pemahaman soal modernisasi, masyarakat Kampung Kuta sudah mampu menjaid pemain dari modernisasi melalui penggunaan produk-produk modernisasi berupa alat komunikasi dan transportasi modern. Mereka juga menyambut baik penggunaan Kampung Kuta sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Ciamis. Respon positif masyarakat adat Kampung Kuta terhadap modernisasi menunjukkan bahwa teori penolakan modernisasi oleh masyarakat tradisional sangat relative adanya, artinya tidak semua masyarakat dengan corak tradisonal (kuno) menolak modernisasi. Kata Kunci: Kampung Kuta, modernisasi, pariwisata adat, upacara adat.
KEHIDUPAN DAN STRATEGI SURVIVE ISTRI JAMAAH TABLIGH SELAMA DITINGGAL KHURUJ DI SURALAGA, LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT Hamdi, Saipul; Nurul Haromain; Indri Wahyuni
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i1.4455

Abstract

The purpose of this study is to outline the opinions of women of Jamaah Tabligh members regarding their husbands' khuruj activities, the effects of khuruj on the family, and the ways they cope while participating in khuruj. According to the study's findings, Tablighi Jamaat women primarily view their husbands' khuruj da'wah efforts as a means of engaging in jihad in Allah's cause, developing spiritually, and fortifying links with other Muslims around the world. Additionally, the results of this study indicate that khuruj activities have both positive and negative effects on families, leading wives to employ survival strategies like turning to Allah (tawakal), managing the assets left by their husbands, fortifying bonds with other Tablighi Jamaat wives, forging ties with the local community, and taking over their husband's responsibilities. A qualitative research method with a phenomenological perspective was used in this study. Using the snowball sampling technique, informants were located in the East Lombok village of Suralaga. In-depth interviews, documentation, and observation were employed as the data collection methods. Data gathering, data reduction, data presentation, and conclusion drafting are some of the data analysis approaches employed in this study. Keywords: Tablighi Jamaat, family, khuruj, strategy, survival, Suralaga. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pandangan istri anggota Jamaah Tabligh terhadap aktivitas khuruj suaminya, dampak khuruj terhadap keluarga dan strategi survive mereka selama ditinggal khuruj. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa istri-istri Jamaah Tabligh sebagian besar melihatnya aktivitas khuruj dakwah suaminya sebagai sarana dakwah dan jihad di jalan Allah, sarana dakwah untuk meperbaiki diri sendiri dan sarana mempererat tali silaturahmi kepada sesama Muslim di berbagai tempat. Selain itu, temuan riset ini menunjukkan adanya dampak positif dan negatif aktivitas khuruj terhadap keluarga sehingga istri menggunakan strategi untuk survide seperti berserah diri kepada Allah (tawakal), mengelola bekal (uang dan barang) yang ditinggalkan oleh suami, memperkuat relasi dengan istri anggota Jamaah Tabligh, menjalin hubungan dengan masyarakat dan bekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan menggunakan teknik Snowball Sampling di desa Suralaga Lombok Timur. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, peyajian data dan penarikan kesimpulan. Kata Kunci: Jamaah Tabligh, keluarga, khuruj, strategi, survive, Suralaga.    
PEMIKIRAN ETIKA IBNU MISKAWAIH Awal; Santalia, Indo
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i1.3863

Abstract

Abstract Ibn Miskawaih is known as the father of Islamic ethics. He has been able to formulate the basics of ethics in his book Tahdzib al Akhlaq wa Thathir al A'raq (Education Budi and Cleansing Morals). The source of Ibn Miskawaih's ethical philosophy comes from Greek philosophy, Persian civilization, Islamic teachings and personal experience. In His thoughts on ethics, he started by exploring the human soul. He views that psychology has its own virtues compared to other other psychology. Ibn Miskawaih's ethical teachings stem from the bitch theory middle. The point is to say that moral virtue is generally defined as as a middle position, extreme advantages and extreme disadvantages of each human soul. Thus, according to Ibn Miskawaih that morality is a a state of mind that invites someone to act without thinking and calculated beforehand. So that morality can be made into human nature by doing continuous exercises until it becomes a good self give birth to good morals. Keywords: Ibn Miskawaih, Ethics, morality   Abstrak Ibnu Miskawaih dikenal sebagai bapak etika Islam. Dia mampu merumuskan dasar-dasar etika dalam bukunya Tahdzib al Akhlaq wa Thathir al A'raq (Pendidikan Budi dan pembersihan budi pekerti) . Sumber filsafat etika Ibnu Miskawaih berasal dari Filsafat Yunani, peradaban Persia, ajaran Islam dan pengalaman pribadi. Di Pemikirannya tentang etika, ia mulai dengan menjelajahi jiwa manusia. Dia bahwa psikologi memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan dengan yang lain psikologi lainnya. Ajaran etika Ibn Miskawaih berasal dari teori anjing betina lingkungan. Ini untuk mengatakan bahwa kebajikan moral secara umum didefinisikan sebagai sebagai posisi tengah, keuntungan ekstrim dan kerugian ekstrim masing-masing jiwa manusia. Jadi, menurut Ibnu Miskawaih, akhlak adalah keadaan pikiran yang mengajak seseorang untuk bertindak tanpa berpikir dan dihitung sebelumnya. Sehingga moralitas dapat menjelma menjadi fitrah manusia dengan melakukan latihan terus menerus sampai ia menjadi diri yang baik melahirkan akhlak yang baik. Kata Kunci: Ibnu Miskawaih, Etika, akhlak.
KONSEP PLURALISME DALAM TASAWUF FALSAFI Daud, Amiril Mueminin; Muhammad Amri; Muhaemin Latif
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i1.3891

Abstract

Uniting Allah swt is one of the obligatory foundations in Islam. Therefore, Islamic scholars flocked to look for a valid concept of the oneness of Allah when faced with the plurality of things that can be sensed by humans, be it the sun, moon, mountains, trees, animals, to the plurality of humans themselves. As one of the colors of Islam, Sufism was also present to develop the concept of monotheism. Which is filled with debates between the pros and cons to this day. His understanding that looks eccentric/anti-mainstream is often in the spotlight. So that not a few Sufi figures were excommunicated, imprisoned, tortured and killed. Concepts such as fana', baqa', ittihad, Hulul, Wihdat al-Manifest, Nur Muhammad to the limits of the Ahlu Sunnah wal Jama'ah madhhab in Sufism are intellectual and cultural properties that were inherited by the previous Sufis to the generations of Islam after them. Therefore, this research is a library research, which tries to answer questions about the Sufism concept of the plurality of beings and the oneness of The Creator.
RESEPSI AL-QURˋAN DALAM ANIMASI RIKO THE SERIES DI YOU TOBE: KAJIAN LIVING QURˋAN DI MEDIA SOSIAL Siregar, Haiva Satriana Zahrah; Subi Nur Isnaini; A. Muh. Azka Fazaka Rif’ah
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i1.4346

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian living Qur’an pada content Riko the Series, animasi Qur’ani yang diproduksi oleh Garis Sepuluh Corporation. Secara literal dalam kontennya menampilkan langsung persinggungan antara ayat dengan cerita yang termuat, story Islami dengan pesan-pesan religi dan edukasi ilmiah dengan gaya sederhana yang mudah dipahami anak-anak. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk meninjau penjelasan Al-Qurˋan yang ditampilkan dalam konten animasi Riko the Series dan mendeskripsikan resepsi Al-Qurˋan oleh pihak produksi Riko the Series. Penelitian ini merupakan studi kualitatif berupa studi lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan etnografi secara virtual dengan teori resepsi Al-Qurˋan yang dikembangkan Ahmad Rafiq, yakni; resepsi eksegesis, resepsi estetis, dan resepsi fungsional. Hasil penelitian ini ialah setiap penjelasan Al-Qurˋan yang ditampilkan selalu dihubungkan dengan pendekatan saintis untuk memudahkan anak-anak dalam memahami kegiatan sehari-harinya. Tim produksi telah melakukan resepsi Al-Qurˋan secara eksegesis (penjelasan Al-Qurˋan dengan pendekatan saintis), estetis (sajian Al-Qurˋan yang dikemas dalam bentuk cerita animasi), dan fungsional (landasan Al-Qurˋan dalam proyek Riko the Series yang terinspirasi dari surah an-Nashr). Kata kunci: Riko the Series, Animasi Qurˋani, Pendekatan Saintis,   This article discusses the study of the living Qur'an through the content of Riko the Series, a Qur'anic animation produced by Garis Ten Corporation. Literally in its content, it displays direct contact between verses and the stories it contains: Islamic stories with religious messages and scientific education in a simple style that is easy for children to understand. The purpose of this study is to review the Al-Qur'an explanation displayed in the animated content of Riko the Series and to describe the reception of the Al-Qur'an by the production team of Riko the Series. This research is a qualitative study in the form of field research using a virtual ethnographic approach with the Al-Qur'an reception theory developed by Ahmad Rafiq, namely, exegesis reception, aesthetic reception, and functional reception. The result of this research is that every Al-Qur'an explanation displayed is always associated with a scientific approach to make it easier for children to understand their daily activities. The production team has carried out a reception of the Qur'an in an ethical manner (explanation of the Qur'an with a scientific approach), aesthetically (presentation of the Qur'an packaged in the form of animated stories), and functionally (the foundation of the Qur'an in the Riko the Series project inspired by Surah an-Nashr). Keywords: Riko the Series, Qurˋani Animation, Scientific Approach
MODERASI BERAGAMA MENURUT YUSUF Al-QARDHAWI, QURAISH SHIHAB, DAN SALMAN AL-FARISI Khalida An Nadhrah, Nabila; Casram; Hernawan, Wawan
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i1.4365

Abstract

Abstract This study describes the concept of religious moderation according to Yusuf Al-Qardhawi, Quraish Shihab, and Salman al-Farisi. This research is caused by the current reality that religious moderation is considered a new understanding in Islam, even though religious moderation has existed since the time of the Prophet Muhammad SAW. So this is first step to examine the concept of religious moderation. The type of research used is qualitative with method of library research (library research) through the stages of observation, and library documentation. The results and discussion of this study is that the Prophet Muhammad SAW., has taught the concept of religious moderation through the Koran and his Sunnah. The results of this study indicate that both Yusuf Al-Qardhawi, Quraish Shihab, and Salman al-Farisi agree that: first, religious moderation mediates between religious understandings without losing track of the ash-shalah. Second, religious moderation can mediate differences in understanding of religion, avoiding the occurrence of radicalism and excessive fanaticism in religion for adherents. This research is important as a basic reference in practicing the essence of religious teachings which place more emphasis on human values and spreading the common good. Keywords: Religious Moderation, Yusuf al-Qardhawi, Quraish Shihab, Salman Al-Farisi   Abstrak Penelitian ini menjabarkan tentang konsep moderasi beragama menurut Yusuf Al-Qardhawi, Quraish Shihab, dan Salman al-Farisi. Penelitian ini disebabkan oleh realitas yang ada saat ini moderasi beragama justru dianggap sebagai paham baru dalam Islam, padahal moderasi beragama sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Maka hal tersebut menjadi langkah awal untuk mengkaji konsep moderasi beragama. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui tahapan observasi, dan dokumentasi pustaka. Hasil dan pembahasan penelitian ini adalah Nabi Muhammad SAW., sudah mengajarkan konsep moderasi beragama melalui Alquran dan Sunnah-nya. Hasil penelitian ini menunjukkan, baik Yusuf Al-Qardhawi, Quraish Shihab, maupun Salman al-Farisi sepaham, bahwa: pertama, moderasi beragama menjadi penengah di antara pemahaman keagamaan tanpa kehilangan jejak ash-shalahnya. Kedua, moderasi beragama dapat menengahi perbedaan pemahaman dalam beragama, menghindari terjadinya radikalisme dan fanatisme berlebihan dalam beragama bagi penganutnya. Penelitian ini menjadi penting sebagai rujukan dasar dalam mengamalkan esensi ajaran agama yang lebih menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan menebarkan kebaikan bersama. Kata kunci: Moderasi Beragama, Yusuf al-Qardhawi, Quraish Shihab, Salman Al-Farisi
EKSPRESI KONVERSI AGAMA SANTRIWATI PONDOK PESANTREN ULUL ALBAB BALIREJO, UMBULHARJO, YOGYAKARTA Purwaningtyas, Wika Fitriana; Ismail, Roni
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i1.4452

Abstract

Abstract Islamic boarding schools are one of the educational institution for the development of one's noble character. As an Islamic Education Institutions, it continuously strives to instill moral education in students and to form a noble human person. Based on the understanding of religious dogmas obtained from Islamic boarding schools it leads to the practices or consequences of a female student in doing good deeds according to religious teachings. From environmental reasons and the habits of a female student in participating in daily activities at the Ulul Albab Islamic boarding school, there are those whose lives have experienced a religious conversion. The indicators seen from the characteristics themselves are adherence to religion and the behavior that is displayed from habits, emotions, traditional contacts, suggestions, willingness related to the Islamic boarding school environment. This study uses the theory of Dzakiyah Daradjat and Glock & Stack, this type of research is qualitative, namely research conducted by collecting data from field survey results. Data collection was carried out by direct observation, interviews with the parties concerned and documentation. This study aims to provide an overview of the religious conversion expressions of female students at the Ulul Albab Balirejo Islamic boarding school, Yogyakarta. The results showed that the female students of the Ulul Albab Balirejo Islamic Boarding School experienced religious conversions which were influenced by several factors, namely the mental conflict factor, the relationship factor with religious traditions, the invitation factor, the emotional factor, the adolescent factor, the theology factor and the willingness factor. And experiencing the process of the stages of religious conversion itself, namely, in the process of religious conversion felt by the students of the Ulul Albab Balirejo Islamic boarding school including periods of anxiety, periods of conversion crisis, periods of calm, and periods of expression of conversion. So that the female students of the Ulul Albab Balirejo Islamic boarding school experienced religious changes in a better direction, giving rise to differences in the expression of religious dimensions before and after experiencing religious conversion which included the dimensions of belief, dimensions of religious rituals, experiential dimensions, intellectual dimensions, and consequential dimensions. Keywords: Religious Conversion, Santriwati, Islamic Boarding School Abstrak Pondok pesantren adalah salah satu wadah pengembangan akhlak mulia seseorang. Lembaga Pendidikan Islam yang secara terus – menerus berusaha untuk menanamkan pendidikan akhlak kepada para santri. Untuk membentuk pribadi manusia yang mulia, pendidikan akhlak memiliki peran yang sangat penting. Dari pemahaman dan dogma agama yang didapatkan dari pondok pesantren membawa kepada pengamalan atau konsekuensi seorang santriwati dalam melakukan perbuatan baik sesuai ajaran agama. Dari sebab lingkungan dan kebiasaan seorang santriwati dalam mengikuti kegiatan sehari-hari di pondok pesantren Ulul Albab ada yang kehidupannya mengalami konversi agama. Indikator yang dilihat dari karakteristik itu sendiri yaitu ketaatan terhadap agama dan perilaku yang ditampilkannya dari kebiasaan, emosional, kontak tradisi, sugesti, kemauan yang bekaitan dengan lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan teori Dzakiyah Daradjat dan Glock & Stack, jenis penelitian ini kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dari hasil survei lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi secara langsung, wawancara kepada pihak yang bersangkutan dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai ekspresi konversi agama santriwati pondok pesantren Ulul Albab Balirejo Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santriwati Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo mengalami konversi agama yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor konflik jiwa, faktor hubungan dengan tradisi agama, faktor ajakan, faktor emosi, faktor adolesen, faktor teologi dan faktor kemauan. Dan mengalami proses tahapan dari konversi agama itu sendiri yaitu, dalam proses konversi agama yang dirasakan oleh santriwati pondok pesantren Ulul Albab Balirejo meliputi periode masa kegelisahan, periode masa krisis konversi, periode masa ketenangan, dan periode masa ekspresi konversi. Sehingga santriwati pondok pesantren Ulul Albab Balirejo mengalami perubahan keagamaan kearah yang lebih baik sehingga menimbulkan perbedaan ekspresi dimensi keagamaan sebelum dan sesudah mengalami konversi agama yang meliputi, dimensi keyakinan, dimensi ritual keagamaan, dimensi eksperiensial, dimensi intelektual, dan dimensi konsekuensi. Kata Kunci: Konversi Agama, Santriwati, Pondok Pesantren
PEMIKIRAN FILSAFAT IBNU SINA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN Aman, Abu; Mulisi, Ali Sibro
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i2.4318

Abstract

Abstract This study aims to examine the correlation of education according to Ibn Sina's thought and education according to the Qur'an. This research is a literacy study, tracing references or sources in the form of articles and journals to obtain data and references related to Ibn Sina's thought. This research model is historical factual. The method used is interpretation, this method tries to describe the contents of the book and other sources accurately. The second method is induction and deduction, by analyzing all parts one by one from the references found in relation to the others or called induction. Data collection and analysis techniques were carried out with reference to the method used. After doing the analysis, then comparisons are made in terms of similarities from various sources so as to produce conclusions about Ibn Sina's educational thinking which is directed at developing all the potential that a person has towards perfect development and efforts to prepare a person to be able to live in society together by doing work or the expertise he chooses according to his talent, readiness, inclination and potential as well as comparisons of education according to the Qur'an which include al-Tarbiyah, al-Ta'lim, al-Tazkiyah, al-Tadris, al-Tafaquh, al -Ta'aqul, al-Tadabbur, al-Tadzkirah, al-Tafakkur, al-Mau'idzah. Keyword: education; ibnu sini; Al-qur’an Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji korelasi pendidikan menurut pemikiran ibnu sina dan pendidikan menurut Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian studi literasi, menelusuri referensi atau sumber-sumber baik berupa artikel maupun jurnal untuk memperoleh data dan referensi yang berkaitan pemikiran ibnu sina. Model penelitian ini bersifat historis faktual. Metode yang digunakan ialah interpretasi, metode ini berusaha menguraikan isi buku dan sumber-sumber lainnya secara tepat. Metode kedua adalah induksi dan deduksi, dengan menganalisis seluruh bagian satu per satu dari referensi-referensi yang ditemukan dalam hubungannya dengan yang lain atau disebut induksi. Teknik pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan mengacuh kepada metode yang digunakan. Setelah melakukan analisis, kemudian dilakukan perbandingan dalam hal persamaan dari berbagai sumber sehingga menghasilkan kesimpulan tentang pemikiran pendidikan ibnu sina yang bersifat arahan pada pengembangan seluruh potensi yang dimiliki seseorang ke arah perkembangannya yang sempurna dan upaya mempersiapkan seseorang agar dapat hidup di masyarakat secara bersama dengan melakukan pekerjaan atau keahlian yang dipilihnya sesuai dengan bakat, kesiapan, kecenderugan dan potensi yang dimilikinya serta perbandingan mendidikan menurut Al-Qur’an yang diantaranya adalah al-Tarbiyah, al-Ta’lim, al-Tazkiyah, al-Tadris, al-Tafaquh, al-Ta’aqul, al-Tadabbur, al-Tadzkirah, al- Tafakkur, al-Mau’idzah. Kata kunci: pendidikan; ibnu sini; Al-qur’an

Page 10 of 14 | Total Record : 132