cover
Contact Name
Amin Fatoni
Contact Email
aminfatoni@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.molekul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Soeparno No.61 Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah 53
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Molekul: Jurnal Ilmiah Kimia
ISSN : 19079761     EISSN : 25030310     DOI : -
MOLEKUL is a peer-reviewed journal of chemistry published by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University, Indonesia. Publishing frequency 2 issues per year, on May and November. This Journal encompasses all branches of chemistry and its sub-disciplines including Pharmaceutical, Biological activities of Synthetic Drugs, Environmental Chemistry, Biochemistry, Polymer Chemistry, Petroleum Chemistry, and Agricultural Chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 331 Documents
POTENSI EKSTRAK DAN FRAKSI BUAH KEMLOKO (Phyllanthus emblica L.) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN Meiny Suzery; Citra Agustina Isnaning; Bambang Cahyono
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.504 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.138

Abstract

Tanaman KemLoko (Phyllanthus emblica L.) merupakan tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai bahan obat tradisional. Aktivitas biologis tanaman tersebut diduga disebabkan oleh keberadaan senyawa-senyawa kelompok fenolat, terutama golongan flavonoid. Riset mengenai analisis kandungan senyawa fenolat, flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak beserta fraksi-fraksi dari buah kemLoko dari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Indonesia, untuk pertama kalinya dilaporkan pada publikasi ini. Buah kemLoko kering dimaserasi dalam  metanol, diikuti partisi dengan gradien pelarut sehingga diperoleh fraksi n-heksana, fraksi diklorometana, fraksi etil asetat dan fraksi air. Analisis fenolat total, flavonoid total dan aktivitas peredaman radikal DPPH dilakukan terhadap ekstrak atau fraksi yang menunjukan test positif fenolat dan flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksin-heksana dan fraksi diklorometana negatif pada uji fenolat dan flavonoid. Kandungan fenolat total ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan  fraksi air berturut turut adalah 351, 436 dan 111 mg ekuaivalen asam galat/g ekstrak atau fraksi, sedangkan flavonoid total berturut-turut 200, 216  dan 70 mg ekuivalen quercetin/g ekstrak atau fraksi. Aktivitas antioksidan ketiga sampel uji tersebut memiliki IC50 berkisar 58,4 sampai 120,9. Fraksi etil asetat merupakan sampel uji yang paling aktif sebagai antioksidan, selain memiliki kadar  fenolat total dan flavonoid total tertinggi.
IDENTIFIKASI SENYAWA DAN AKTIVITAS ANTIMALARIA IN VIVO EKSTRAK ETIL ASETAT TANAMAN ANTING-ANTING (Acalypha indica L.) Elok Kamilah Hayati; Akyunul Jannah; Rachmawati Ningsih
Molekul Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.59 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.1.103

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi ekstrak etil asetat dari tanama Anting-anting (Acalypha indica Linn.) sebagai senyawa antimalaria dan aktivitasnya secara in vivo pada sel parasit malaria P. berghei.Penelitian ini meliputi ekstraksi tanaman anting-anting menggunakan metode ekstraksi maserasi selama 24 jam dengan variasi pelarut yaitu etil asetat, diklorometana, dan petroleum eter. Pengadukkan dibantu dengan shaker selama 3 jam. Ekstrak pekat diuji fitokimia didukung Kromatografi Lapis Tipis, Ekstrak pekat etil asetat dilakukan uji antimalaria in vivo terhadap hewan uji terhadap sel parasit P. berghei. Data derajat parasitemia mencit dianalisis menggunakan program SPSS dengan Uji OneWay ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Tukey.Hasil penelitian menunjukkan adanya senyawa aktif tanin, alkaloid dan steroid pada ekstrak etil asetat.Uji aktivitas antimalaria secara in vivo pada hewan coba didapatkan hasil penghambatan ekstrak etilasetat terhadap pertumbuhan Plasmodium berghei pada dosis 0,01 mg/g bb sebesar 87,19%; pada dosis 0,1mg/g bb sebesar 84,9% dan pada dosis 1mg/g bb sebesar 90,74%.
KAJIAN IKATAN HIDROGEN DAN KRISTALINITAS KITOSAN DALAM PROSES ADSORBSI ION LOGAM PERAK (Ag) C. Purnawan. C. Purnawan.; A.H. Wibowo A.H. Wibowo; Samiyatun Samiyatun
Molekul Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.508 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.2.114

Abstract

Telah dilakukan kajian tentang ikatan hidrogen inter dan intramolekuler kitosan yang dapat menyebabkan perubahan keteraturan dan tingkat kristalinitas polimer kitosan akibat masuknya ion logam Ag ke dalam polimer kitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya ion logam Ag ke dalam polimer kitosan dapat mempengaruhi mempengaruhi ikatan hidrogen inter dan intramolekuler sehingga menyebabkan perubahan keteraturan dan tingkat kristalinitas polimer kitosan. Kristalinitas kitosan meningkat hingga perbandingan Ag/kitosan = 0.25/100 (b/b). Setelah perbandingan Ag/kitosan lebih besar dari 0.25/100 (b/b), kristalinitas kitosan menurun.
AKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK METANOL BUAH PARE (Momordica charantia L.) TERHADAP LARVA Aedes aegypti Susilawati Susilawati; Hermansyah Hermansyah
Molekul Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.661 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.1.171

Abstract

Demam berdarah masih menjadi salah satu penyakit endemis dan masalah kesehatan utama di Indonesia. Buah pare(Momordica charantia L.) secara tradisional sering digunakan sebagai obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas larvasida ekstrak metanol buah pare (Momordica charantia L.) terhadap larva Aedes aegypti dan mengetahui nilai LC50.  Buah pare diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji efektifitas larvasida dilakukan dengan menghitung jumlah larva uji yang mati setelah terpapar ekstrak buah pare dalam waktu tertentu. Berdasarkan hasil pengujian, sampel ekstrak metanol buah pare memiliki aktivitas larvasida terhadap larvaAedes aegypti. Nilai LC50 ekstrak metanol buah pare untuk tiap waktu pajanan berbeda.
APLIKASI REGRESI KOMPONEN UTAMA UNTUK ANALISIS HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA TURUNAN NAFTOQUINON Andrian Saputra; Ricky Andi Syahputra; Iqmal Tahir
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.004 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.133

Abstract

KajianHubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA) senyawa antikanker turunan naftoquinon telah dilakukan dengan menggunakan analisis regresi komponen utama.Sebagai deskriptor digunakan muatan atom bersih dan beberapa deskriptor teoritik sebagai hasil perhitungan mekanika kuantum semiempirik PM3. Semua proses pemodelan molekul meliputi pembentukan struktur molekul, optimasi geometri dan perhitungan deskriptor molekul dilakukan menggunakan paket perangkat lunak Hyperchem 7.5. Data aktivitas biologis yang digunakan adalah data aktivitas antikanker senyawa melawan human cervical carcinoma dalam bentuk log IC50.Setiap deskriptor molekul ditransformasi menjadi beberapa komponen utama sebagai variabel bebas pada analisis regresi terhadap log IC50guna mendapatkan model persamaan HKSA. Dengan pendekatan regresi komponen utama diperoleh model persamaan HKSA sebagai berikut :log IC50 = 0.719 + 0.324 x1 + 0.018 x2 – 0.183 x3dengan n = 13, r = 0,893, r2 = 0,797, adjusted r2 = 0,757, SE = 0,228, Fhitung/Ftabel = 3,482, dan PRESS = 0,455 
HIDRORENGKAH METIL ESTER ASAM LEMAK (MEPO) MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI HYDROCRACKING OF FATTY ACID METIL ESTER (FAME) USING ACTIVATED NATURAL ZEOLITE Lina Mahardiani; Enggar Kurniawan; Wega Trisunaryanti; Triyono Triyono
Molekul Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2011.6.2.98

Abstract

Dalam upaya untuk menghasilkan rantai pendek hidrokarbon yang berasal dari minyak sawit, telah dilakukan hidrorengkah metil ester asam lemak (MEPO) menggunakan katalis nikel yang diembankan pada zeolit alam aktif (NZA). Zeolit alam (NZ) perlakuan asam dilanjutkan dengan kalsinasi selama 1 jam pada suhu 500 oC diperoleh katalis NZA. Impregnasi Ni menggunakan prekusor Ni(NO3)2.6H2O dilakukan dengan memvariasikan kandungan Ni sebesar 2,5 dan 8% dari berat NZA yang menghasilkan katalis Ni/NZA2, Ni/NZA5 dan Ni/NZA8. Hidrorengkah metil ester asam lemak dilakukan pada reaktor fixed-bed. Kondisi reaksi meliputi waktu retensi 30 menit, laju alir gas hidrogen 20 ml/min dan suhu reaksi 400, 450 dan 500 oC. Produk cair hasil reaksi hidrorengkah dianalisis menggunakan kromatografi gas (GC). Dari proses uji aktivitas katalis didapatkan persentase produk optimum pada jenis katalis Ni/NZA8, yaitu fraksi bensin 29,85% dan fraksi solar 18,03% pada temperatur 500 oC.
SINTESIS, PEMURNIAN DAN KARAKTERISASI METIL ESTER SULFONAT (MES) SEBAGAI BAHAN INTI DETERJEN DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L) Widyaningsih Widyaningsih; I.N. Budiasih I.N. Budiasih; W.A. Kurniawan W.A. Kurniawan; M. Chasani M. Chasani; V.H. Nursalim V.H. Nursalim
Molekul Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.127 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2014.9.1.151

Abstract

Metil ester sulfonat (MES) adalah salah satu jenis surfaktan yang dapat disintesis dari bahan baku minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L) yang potensial sebagai pengganti surfaktan dari minyak bumi. Proses sulfonasi dalam pembentukan MES diduga menghasilkan produk samping berupa di-salt yang dapat mengganggu kinerja MES dan memiliki daya deterjensi 50% lebih rendah dari MES. Oleh karena itu, perlu dilakukan proses pemurnian untuk mereduksi kandungan di-salt dalam produk MES sehingga dapat memperbaiki kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik MES tanpa pemurnian dan MES hasil pemurnian serta mengetahui kondisi pemurnian MES yang menghasilkan karakteristik terbaik. Proses pemurnian dilakukan dengan menambahkan metanol pada konsentrasi 10, 20, 30, 40% dan waktu reaksi  30, 60, 90,120 menit. Pengaruh konsentrasi metanol (K) dan waktu reaksi (t) dikaji dalam rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu konsentrasi dan waktu reaksi yang dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test DMRT. Karakterisasi dilakukan terhadap MES tanpa pemurnian dan MES hasil pemurnian meliputi nilai pH, stabilitas emulsi, stabilitas busa, dan daya deterjensi. MES tanpa pemurnian setelah netralisasi memiliki nilai pH 7,819, stabilitas emulsi 33,33%, stabilitas busa 19,765% dan daya deterjensi 68,80%. MES hasil pemurnian setelah netralisasi memiliki pH 7,795, stabilitasemulsi 90,455%, stabilitasbusa 15,00%, dan daya deterjensi 85,15%. 
PENURUNAN KONSENTRASI ZAT WARNA DALAM LIMBAH BATIK MENGGUNAKAN MEMBRAN DARI Sargassum sp. Senny Widyaningsih; Dian Windy Dwiasi; Dwi Hidayati
Molekul Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.226 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2014.9.2.164

Abstract

Pencemaran perairan merupakan masalah yang selalu dihadapi oleh industri batik, terutama akibat pemakaian pewarna tekstil. Teknologi membran merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk pengolahan limbah cair. Membran merupakan lapisan tipis yang berfungsi sebagai filtrasi. Salah satu bahan baku pembuat membran adalah selulosa bakteri. Selulosa bakteri adalah selulosa hasil fermentasi bakteriAcetobacter xylinum yang mengubah glukosa menjadi selulosa.. Penelitian ini memanfaatkan rumput laut jenis alga cokelat (Sargassum sp.) yang dianggap sebagai sampah di pantai sebagai sumber glukosa. Fermentasi alga cokelat dilakukan dengan 3 variasi waktu fermentasi yaitu 7, 10, dan 13 hari. Selulosa bakteri optimum yang dihasilkan adalah selulosa bakteri dengan waktu fermentasi 10 hari, berwarna putih dengan ketebalan 1 cm. Membran Sargassum sp. dihasilkan dengan cara pengepresan selulosa bakteri. Hasilnya membrane Sargassum sp. memiliki ketebalan sebesar 1,8 mm,  fluks sebesar 3,386 L. m-2.jam-1dan rejeksi sebesar 39,34%. Membran Sargassum sp. digunakan untuk menurunkan konsentrasi zat warna batik dengan cara filtrasi. Zat warna tersebut adalah rodamin B, metilen biru, dan metal jingga. Penurunan konsentrasi yang diperoleh untuk masing-masing zat warna rodamin B, metilen biru dan metil jingga berturut-turut adalah 80,04; 77,83 dan 75,84%. Penelitian ini menunjukkan bahwa membran Sargasuum sp. dapat digunakan dalam pengolahan limbah cair industri batik.
STUDI REAKSI KOPLING OKTADESILSILAN DENGAN ARIL IODIDA TERSUBSTITUSI PARA Aldes Lesbani; Risfidian Mohadi; Nurlisa Hidayati; Elfita Elfita
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.096 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.126

Abstract

Telah dilakukan reaksi kopling oktadesilsilan dengan 4-iodida tioanisol dan 4-iodida anisol pada posisi para menggunakan katalis paladium dalam kondisi atmosfir argon/nitrogen menghasilkan senyawa tris-(4-tioanisil)-oktadesilsilan (1) dan tris-(4-metoksifenil)-oktadesilsilan (2)Hasil penelitian ini diperoleh senyawa (1) berupa kristal putih dengan titik leleh 59,8-60,5 oC dan puncak ion molekul sebesar m/z 650 Sedangkan untuk senyawa (2) mempunyai titik leleh 53,5-54,0 oC dengan nilai m/z 602. Karakterisasi menggunakan 1H dan 13C NMR menghasilkan puncak-puncak pergeseran kimia yang menunjukkan senyawa (1) adalah tris-(4-tioanisil)-oktadesilsilan dan senyawa (2) adalah tris-(4-metoksifenil)-oktadesilsilan (2)
Antioxidant Potential Of Lansium Domesticum Corr. Seed Extract In White Male Rat (Rattus Novergicus) Induced By Alcohol Subandrate Subandrate; Sadakata Sinulingga; Sri Wahyuni; M Fakhri Altiyan; Fatmawati Fatmawati
Molekul Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.353 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2016.11.1.189

Abstract

Lansium domesticum Corr. is a typical plant of Indonesia. The seeds have a lot of useful compounds, such as flavonoids. Flavonoids are a natural compound that can act as antioxidants. The aim of this study was to determine the antioxidant potential of Lansiumdomesticum Corr. seed extract. This study was an experimental research with posttest control group design. The subjects were 32 white male rats. Rats were randomly divided into 4 groups: negative control group was given suspension of Na CMC 1%, dose group I, II and III were given Lansium domesticum Corr. seed extract with each dose of 100mg/kg, 200 mg/kg, and 300 mg/kg. Observation of the subject's response was done by measuring the levels of glutathione (GSH) and malondialdehyde (MDA). Analysis ANOVA test showed that there was a group that had an average difference both GSH levels (p=0.00) and MDA levels (p=0.00). Post hoc test analysis for GSH levels and MDA levels showed that only a dose of 100 mg/kg which have significant differences (p=0.00). Thus, Lansiumdomesticum Corr. seed extract has antioxidant potential and optimum dose of 100 mg/kg.