cover
Contact Name
Amin Fatoni
Contact Email
aminfatoni@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.molekul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Soeparno No.61 Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah 53
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Molekul: Jurnal Ilmiah Kimia
ISSN : 19079761     EISSN : 25030310     DOI : -
MOLEKUL is a peer-reviewed journal of chemistry published by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University, Indonesia. Publishing frequency 2 issues per year, on May and November. This Journal encompasses all branches of chemistry and its sub-disciplines including Pharmaceutical, Biological activities of Synthetic Drugs, Environmental Chemistry, Biochemistry, Polymer Chemistry, Petroleum Chemistry, and Agricultural Chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 331 Documents
PENGGUNAAN KATALIS PALADIUM DALAM REAKSI ARILASI n-OKTILSILAN DENGAN 2-IODIDA-5-METIL TIOFEN Aldes Lesbani; Addy Rachmat; Risfidian Mohadi; Eliza Eliza
Molekul Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.063 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2014.9.1.146

Abstract

Telah dilakukan proses arilasi n-oktilsilan dengan 2-iodida-5-metil tiofen mengunakan katalis palladium dengan teknik reaksi kopling untuk mendapatkan variasi senyawa hasil arilasi. Produk hasil arilasi yang terbentuk dimurnikan dengan metode kromatografi kolom silika dengan eluen etil asetat dan dikarakterisasi menggunakan spektroskopi massa, spektroskopi 1H NMR, 13C NMR, dan DEPT-135. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang terbentuk dari hasil arilasi yakni tris(5-metil-2-tiofen)oktilsilan yang berupa cairan tak berwarna dengan nilaim/z sebesar 432. Hasil pengukuran menggunakan spektroskopi 1H NMR menghasilkan tujuh proton ekivalen. Pengukuran menggunakan spektroskopi 13C NMR menghasilkan tiga belas karbon ekivalen yang kemudian dikonfirmasi dengan DEPT-135. Hasil karakterisasi menggunakan spektroskopi massa dan spektroskopi NMR (H dan C) menunjukkan senyawa hasil sintesis adalah tris(5-metil-2-tiofen)oktilsilan.
EFFECT OF TEMPERATURE AND pH OF MODIFICATION PROCESS ON THE PHYSICAL-MECHANICAL PROPERTIES OF MODIFIED CASSAVA STARCH Yudi Wicaksono; Nuri Nuri; Budipratiwi Wisudyaningsih
Molekul Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.588 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2016.11.2.217

Abstract

The use of cassava starch for excipient in the manufacturing of the tablet has some problems, especially on physical-mechanical properties. The purpose of this study was to determine the effect of the differentness of temperature and pH in the process of modification on the physical-mechanical properties of modified cassava starch. Modifications were performed by suspending cassava starch into a solution of 3 % (w/v) PVP K30. The effect of the difference of temperature was observed at temperatures of 25; 45 and 65 0C, while the effect of the difference of pH was observed at pH of 4.0; 7.0 and 12.0. The results showed that the temperature and pH did not affect the physical-mechanical properties of the modified cassava starch. Modification of cassava starch at pH and temperature of 7.0 and 45 0C was produced modified cassava starch with the most excellent solubility, while the best swelling power were formed by the modification process at pH and temperature of 7.0 and 25 0C. Overall, the most excellent compression properties of modified cassava starch resulted from the modification process at pH 12.
SEBARAN KANDUNGAN LOGAM BERAT Cd PADA SEDIMEN DI MUARA SUNGAI WAY KUALA BANDAR LAMPUNG Diky Hidayat; Ni Putu Inda Novita
Molekul Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.305 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.1.109

Abstract

Penelitian penentuan penyebaran konsentrasi logam berat Cd pada sedimen di muara sungai Way Kuala telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat penyebaran konsentrasi logam berat pada sedimen di muara tersebut. Konsentrasi Cd ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA), dengan menggunakan empat validasi metode yaitu batas deteksi, presisi, akurasi, dan linieritas. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat Cd dalam sampel sedimen di hulu, badan, dan hilir dari muara sungai Way Kuala berada dalam kisaran 20.73 ± 0.18 sampai 23.00 ± 0.81 ppm diatas kualitas standar sedimen (0.65 sampai 2.49 ppm) yang telah ditetapkan oleh National Sediment Quality Survey USEPA pada tahun 2004. Validasi metode pada penentuan logam berat Cd dalam sedimen menunjukkan presisi  dengan nilai simpangan baku relatif lebih kecil dari 5% (RSD <5%); akurasi 80-120%; batas deteksi dan koefisien korelasi pada logam Cd sebesar 0.01 dan 0.998.
PENENTUAN KADAR ETANOL HASIL FERMENTASI SECARA ENZIMATIS DETERMINATION OF ETHANOL CONTENT FROM ENZYMATIC FERMENTATION Hermansyah Hermansyah; Novia Novia
Molekul Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.621 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2014.9.2.159

Abstract

Pengembangan sumber energi terbarukan bioetanol membutuhkan metode analisis produk bioetanol secara cepat dan akurat.  Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran etanol produksi fermentasi hidrolisat dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS), ampas tebu, dan jerami padi. Reaksi didasarkan pada reaksi enzimatis.Etanol dioksidasi oleh nikotinamida-adenin dinukleotida (NAD+) menjadi asetaldehid dalam keberadaan enzim alkohol dehidrogenase (ADH), dan asetaldehid secara kuantitatif dioksidasi menjadi asam asetat dengan keberadaan aldehid dehidrogenase (Al-DH).  NADH yang terbentuk ditentukan absorbansinya dengan spektrofotometer 334 nm, 340 nm, atau 365 nm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi yang dlakukan selama dua hari sudah menghasilkan etanol dengan kadar masing-masing 0,1368% (v/v); 0,1317% (v/v); dan 0,1149% (v/v) dari hidrolisat TKKS, jerami padi, dan ampas tebu. 
STUDI KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI ENZIMATIS ASAM MIRISTAT DENGAN OLEIL ALKOHOL Emmy Yuanita; Erin Ryantin Gunawan; Lely kurniawati; Siti Raudhatul Kamali
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.537 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.121

Abstract

Studi kinetika reaksi esterifikasi enzimatisasam miristat dan oleil alkohol telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil sintesis yang optimal, sehingga meningkatkan konversi dan kecepatan reaksi pembentukan wax ester. Analisis kualitatif wax ester yang terbentuk dilakukan secara TLC dan GC, sedangkan analisis secara kuantitatif dilakukan secara titrasi asam-basa. Dari hasil penelitian diperoleh % konversi wax esterdengan menggunakan enzim tanpa perlakuan sebesar 94,44%. Nilai Km dan Vmax untuk asam miristat sebesar 2,5649 dan 14,3823 mmol x10-5 mmol/menit.mg katalis sedangkan untuk oleil alkohol sebesar 7,0345 dan 29,2292 mmol x10-mmol/menit.mg katalis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinetika reaksi esterifikasi asam miristat dengan oleil Alkohol yang dikatalisis oleh enzim lipase tanpa perlakuan mengikuti Model Michaelis-Menten sedangkan mekanisme reaksi esterifikasi mengikuti mekanisme Bi Bi Ping-Pong
SINTESIS DAN KARAKTERISASI FOTOKATALIS TiO2-Cu Kapti Riyani; Tien Setyaningtyas; Dian Windy Dwiasi
Molekul Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.212 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.2.178

Abstract

Penelitian ini diawali dengan pembuatan fotokatalis TiO2-Cu dengan  cara  impregnasi basah dan fotodeposisi, padaperbandingan mol  TiO2 : Cu2+ adalah 100:0  ;  99:1  ; 98:2  ;  97:3  dan 96:4.  Fotokatalis dikarakterisasi menggunakanSEM, UV-Vis DRS, FTIR dan XRD. Hasil karakterisasi menunjukkan telah berhasil dilakukan sintesis TiO2-Cu. Darikarakterisasi SEM terlihat bahwa penambahan logam  Cu akan merubah morfologi dari fotokatalis TiO2. Berdasarkan analisis UV-Vis DRS, penambahan dopan logam  Cu  menurunkan energi celah pita dari TiO2. Dari analisis XRD muncul nilai 2θ pada 29,607 dan 48,401 yang menunjukkan terbentuknya kristal monoclinic H2Ti3O7. Hasil analisis FTIR menunjukkan terjadinya perubahan serapan spesifik dari TiO2 yang menandakan terjadi perubahan struktur dari TiO2.
IDENTIFIKASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI TERAKTIF DAUN PACAR KUKU (Lawsonia inermis Linn.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherischia coli Nestri Handayani; Aprilia Fitriana; Desi Suci Handayani
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.542 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.139

Abstract

Telah dilakukan uji aktivitas antibakteri fraksi teraktif daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) terhadap bakteriStaphylococcus aureusdan  Escherichia coli. Fraksi teraktif diperoleh dari hasil pemisahan kromatografi vacum cair (KVC) ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) yang telah melalui tahap maserasi dengan pelarut etanol 70%. Proses KVC dilakukan dengan  menggunakan tiga eluen yaitu n-heksan, etil asetat, dan etanol. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Komponen kimia dalam fraksi teraktif diidentifikasi melalui skrining fitokimia dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan kromatografi gas-spektrometer massa (GC-MS).Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi-fraksi daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus danEscherichia coli. Fraksi etil asetat adalah fraksi teraktif anti bakteri.Identifikasi senyawa dalam fraksi teraktif melalui kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan adanya golongan senyawa flavonoid, terpenoid, antrakuinon, saponin, dan asam lemak. Analisis GC-MS menunjukkan adanya senyawa dominan 2-pentanone,4-hydroxy-4 methy, coumarin, hexadecanoic acid, methyl ester, dan 10-octadecanoic acid.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KALBA (Albizia falcataria) DENGAN METODE DPPH(1,1-Difenil-2-pikrilhidrazil) DAN IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDERNYA Undri Rastuti* dan Purwati Undri Rastuti; Purwati Purwati
Molekul Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.885 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.1.104

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak daun kalba pada pelarut n-heksana, etil asetat dan metanol serta mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekundernya. Hasil maserasi diperoleh ekstrak n-heksana (E1), etil asetat (E2) dan metanol (E3) daun kalba berbentuk pasta dengan rendemen masing-masing ekstrak adalah 2,49, 5,08 dan 5,32% (b/b). Uji aktivitas antioksidan E1, E2, E3 memiliki nilai ES50 masing-masing sebesar 1338,758, 473,756 dan 264,519 ppm. Ekstrak metanol daun kalba memilki aktivitas antioksidan paling tinggi. Uji senyawa metabolit sekunder pada ekstrak metanol daun kalba menunjukkan senyawa metabolit sekunder golongan terpenoid, flavonoid dan fenolat. Hasil analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya gugus kromofor C=C dan hasil analisis menggunakan spektrofotometer IR menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun kalba memiliki gugus fungsi O-H, C-H alifatik, C=C alkena dan C=C aromatic.
FRAKSINASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIKANKER EKSTRAK KULIT BATANG Rhizopora mucronata SERTA UJI TOKSISITASNYA TERHADAP LARVA UDANG (Artemia salina Leach) Hartiwi Diastuti; Suwandri Suwandri
Molekul Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.245 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2009.4.2.63

Abstract

Investigation the anticancer potency of R. mucronata has not been carried yet. This research were aimed to extract the bioactive compound of R. mucronata with various organic solvents, examine their toxicity againts A. salina Leach larv. and identify the toxic compounds from R. mucronata steam bark.The extraction of R. mucronata steam bark were peformed by maseration with n-hexane, chloroform, ethylacetate and methanol, repectively. The extracts were examined their toxicity againsts A. salina Leach larv. The highest activity extracts was fractionated performed by coloumn chromatography. The fractions respectively was examined their toxicity againts A. salina Leach larv. Identification of toxic compound was carry out using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS).The chloroform extracts of R. mucronata had toxic character. Toxicity test to A. salina Leach larv. The Result showed that the chloroform fraction 1 (C1) of R. mucronata steam bark had LC50 equal to 301.50 ppm. Phytochemical study showed that the active fractions contained terpenoid. Bioactive compound from R. mucronatasteam bark were dioctyl phthalate and cyclopropyle azulene decahydro-1,1,7-trimethyl-4-methylene.
UJI AKTIFITAS ANTIKANKER EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG Bruguiera gymnorhiza TERHADAP SEL MEYLOMA Warsinah Warsinah; Puji Lestari; Trisnowati Trisnowati
Molekul Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.832 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2007.2.1.29

Abstract

Mangrove vegetation especially tanjang (Bruguiera gymnorhiza) known as a kind of plant that used as an ingredients for traditional medicine. Bioactive compound in tanjang bark has potential medical. Although there is no previous experiment about tanjang bark, few compounds from Bruguiera genus has been experimented and has an activity as an anti-cancer and anti-tumor. The purpose of this experiment is to conduct sitotoxicity tanjang bark against Meyloma cell. Tanjang bark sample that used obtained from Tritih beach at Cilacap. Tanjang bark that has been cleaned and dried is cut and then crused until it obtain powder. The powder is been maceration with 96% ethanol and been evaporation. The extract that obtain is used in sitotoxicity test using MTT (3-(4,5-dimethylthiazoil-2-il)-2,5-diphenil tetrazolium bromide) method toward Meyloma cell after 24 hour of incubation using several concentration variation. Tanjang bark extract in ethanol has LC50 value 508.19 mg/ml. Morphology analyze and nuclear staining shows that there is apoptosis activity even in small amount. The result shows that tanjang bark extract has a potency as an anti-cancer toward Meyloma cell.