cover
Contact Name
Muhammad Najib Habibie
Contact Email
najib.habibie@gmail.com
Phone
+6285693191211
Journal Mail Official
jurnal.mg@gmail.com
Editorial Address
Jl. Angkasa 1 No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat 10720
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL METEOROLOGI DAN GEOFISIKA
ISSN : 14113082     EISSN : 25275372     DOI : https://www.doi.org/10.31172/jmg
Core Subject : Science,
Jurnal Meteorologi dan Geofisika (JMG) is a scientific research journal published by the Research and Development Center of the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) as a means to publish research and development achievements in Meteorology, Climatology, Air Quality and Geophysics.
Articles 310 Documents
PENENTUAN TINGKAT SEISMISITAS WILAYAH PROPINSI ACEH DENGAN METODE GUTENBERG RICHTER (NILAI A DAN NILAI B) Erni Lusiani; Samsul Anwar; Muhammad Fahmi Nugraha
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v19i2.536

Abstract

Provinsi Aceh merupakan salah satu wilayah yang berlokasi di zona subduksi aktif sehingga menyebabkan wilayah tersebut sering mengalami gempabumi. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat seismisitas wilayah Aceh menggunakan metode Gutenberg Richter. Nilai parameter dari hubungan antara frekuensi dengan magnitude gempabumi (Log N = a - bM) diestimasi dengan metode statistik least square, yang kemudian digunakan untuk menghitung indeks seismisitas, periode ulang gempabumi, dan tingkat resiko gempabumi di wilayah Aceh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dataset kejadian gempabumi di wilayah Aceh dari bulan Januari 1929 sampai dengan bulan Desember 2017 yang secara geografis terletak pada 2,0°–6,0°LU dan 98,0°–92,0°BT dengan magnitude > 1 dan kedalaman ≤ 60 km. Wilayah penelitian dibagi menjadi 24 grid dengan ukuran 1°×1°. Hasil analisis data menunjukkan bahwa wilayah Aceh memiliki tingkat seismisitas yang tinggi, diindikasikan dengan nilai a yang bervariasi dari 2,07 sampai dengan 7,31 dan nilai b yang bervariasi dari 0,40 sampai dengan 1,22. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Aceh Singkil merupakan wilayah yang memiliki tingkat resiko terjadinya gempabumi yang paling besar untuk magnitude M ≥ 7, M ≥ 8, dan M ≥ 9 dengan lama waktu ulang masing-masing 23,6; 65,6; dan 182,6 tahun. Aceh Province is one of the regions located in active subduction zones, causing the region to experience frequent earthquakes. This study focuses to determine the seismicity level for the Aceh region using the Gutenberg Richter method. The parameter values of the relationship between frequency and magnitude of earthquakes (Log N = a - bM) were estimated using the statistical least square method, which was then used to calculate seismicity index, recurrence interval of earthquakes, and earthquake risk level for the Aceh Region. The data used in this study is the earthquake dataset collected from January 1929 to December 2017 that located at 2.0° – 6.0° LU and 98.0° – 92.0° BT with magnitudes > 1 and depth ≤ 60 km. The research area was divided into 24 grids with a size of 1°×1°. The analysis results show that the Aceh region has a high seismicity level, indicated by a-value that varies from 2.07 to 7.31 and b-value that varies from 0.40 to 1.22. The study also shows that Aceh Singkil has the largest earthquake risk level for M ≥ 7, M ≥ 8, and M ≥ 9 with a recurrence interval of 23.6, 65.6, and 182.6 years respectively.
PREDIKSI CURAH HUJAN BULANAN MENGGUNAKAN METODE KALMAN FILTER DENGAN PREDIKTOR SST NINO 3.4 DIPREDIKSI Restu Tresnawati; Tri Astuti Nuraini; Wido Hanggoro
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v11i2.70

Abstract

Prediksi Curah Hujan Bulanan di daerah Purbalingga telah dilakukan menggunakan metode Kalman Filter dengan Prediktor SST 3.4. Validasi terhadap prediksi tiga tahun kebelakang (hindcast) 2006, 2007, 2008 menunjukkan nilai koefisien korelasi mencapai 75%. Untuk memperoleh nilai prediktor SST Nino 3.4 diprediksi menggunakan metode ARIMA. Validasi prediksi SST Nino 3.4 selama tiga tahun periode pengujian menunjukkan pada tahun 2006 r=0.91, 2007 r=0.64 dan 2008 r=0.82. Monthly Rainfall Prediction in the area Purbalingga been performed using the method of Kalman Filter with SST Predictor 3.4. Validation of predictions three years before (hindcast) 2006, 2007, 2008 showing the correlation coefficient reached 75%. To obtain Nino 3.4 SST predictor values predicted using ARIMA method. Validation of Nino 3.4 SST predictions for three-year testing period in 2006 showed r = 0.91, 2007 and 2008, r = 0.64 r = 0.82
SIMULASI KESEIMBANGAN ENERGI PERMUKAAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN MODEL NUMERIK MM5 Yopi Ilhamsyah; Kurnia Endah Komalasari; Rima Novianti; Ahmad Bey; Rahmat Hidayat
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v16i2.271

Abstract

Studi simulasi keseimbangan energi permukaan di Jakarta dan daerah sekitarnya menggunakan model numerik Fifth-Generation Penn State/NCAR Mesoscale Model (MM5) telah dilakukan. Empat domain dengan resolusi spasial 9 km yang menggambarkan daerah Jakarta dan sekitarnya disimulasikan selama 5 hari pada tanggal 04-08 Agustus 2004 untuk memperoleh hubungan radiasi dan keseimbangan energi di wilayah tersebut. Hasil menunjukkan bahwa keseimbangan energi lebih tinggi pada siang hari terjadi di perkotaan dibandingkan daerah lainnya. Sementara itu, komponen energi seperti fluks bahang terindera dan laten di permukaan masing-masing menunjukkan bahwa wilayah laut dan perkotaan lebih tinggi daripada daerah lainnya. Sebaliknya, fluks bahang tanah menunjukkan daerah rural di bagian timur Jakarta lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. Secara umum, keseimbangan radiasi dan energi pada siang hari lebih tinggi daripada malam hari di seluruh daerah. Rasio Bowen di wilayah kota yang mencerminkan kawasan bangunan dan perkotaan lebih tinggi daripada di daerah rural yang didominasi oleh lahan pertanian beririgasi. Hal ini sesuai dengan perubahan sifat fisik tutupan lahan seperti albedo, kelembaban tanah dan karakteristik bahang. A study of surface energy balance simulation in Jakarta and surrounding areas by using Fifth-Generation Penn State/NCAR Mesoscale Model (MM5) numerical model was done. Four domains that presented the outermost and the innermost of Jakarta and surrounding areas were utilized. All domains have spatial resolutions of 9 km. The model was simulated for 5 days on August 4-8, 2004. The relation of radiation and energy balance at the surface was derived from the model output. The result showed that the energy balance was higher in the city during the daytime. Meanwhile, the energy component, i.e., surface sensible and latent heat flux showed that sea and city were higher than others, respectively. Moreover, ground flux showed the eastern rural area was higher than others. In general, radiation and energy balance was higher during daytime and lower in the nighttime for all areas. The calculation of the Bowen ratio was also higher in the city that reflected the urban and built-upland. Meanwhile, the Bowen ratio in the rural area dominated by irrigated cropland was lower than the city. It is consistent with changes in land cover properties, i.e., albedo, soil moisture, and thermal characteristics.
IDENTIFICATION OF TROPICAL SQUALL LINE USING INFRARED CHANNEL HIMAWARI-8 SATELLITE IMAGERY (CASE STUDY OF 6-7 DECEMBER 2020 IN THE INDIAN OCEAN) Nurul Izzah Fitria; Novvria Sagita; Arnelia Indah Cahyani
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 23, No 3 (2022): Special Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v23i3.808

Abstract

Tropical squall line is a linear type of Mesoscale Convective Systems (MCS) phenomenon. On December 6-7, 2020, the Infrared (IR1) Himawari-8 satellite image in the Indian Ocean of Indonesian region, shows a cloud line identified as the tropical squall line. This study aims to identify the characteristics of the tropical squall line phenomenon that occurs in the Indian Ocean south of West Java using Himawari-8 Infrared (IR1) satellite imagery. Satellite image data is processed using an algorithm adapted to the MCC Maddox 1980 criteria. Furthermore, an objective analysis is carried out on the data based on the criteria from previous studies. The result shows that the tropical squall occurred for 19 hours with the initial type of tropical squall formation as intersecting convective band. In the mature stage, the trailing stratiform region and convective line develops an asymmetric pattern and shows a vortex (Mesoscale Convective Vortices) that forms inside the stratiform region. The result of rainfall distribution using the GSMaP model shows a category of heavy rain with rainfall in tropical squall areas exceeding 10 mm per hour.
Pengantar dan Daftar Isi JMG BMKG
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengantar dan Daftar Isi Jurnal Meteorologi dan Geofisika
PREDIKSI SEBARAN ASAP KEBAKARAN HUTAN/LAHAN MENGGUNAKAN WRF/CHEM (Studi Kasus: Tanggal 14 dan 20 Juni 2012, Pekanbaru-Riau) Eko Heriyanto; Danang Eko Nuryanto
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v15i1.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan prediksi sebaran asap kebakaran hutan/lahan di wilayah Indonesia. Simulasi prediksi sebaran  asap (hindcast) menggunakan model Weather Research and Forecasting with CHEMistry (WRF/CHEM) pada kasus kebakaran hutan/lahan tanggal 14 dan 20 Juni 2012 di wilayah Pekanbaru-Riau. Dalam penelitian ini digunakan data luaran WRF resolusi 25 km dan emisi global . Hasil simulasi  konsentrasi Carbon Monoxide (CO) luaran WRF/CHEM menggambarkan pola yang identik dengan hasil luaran Monitoring Atmospheric Composition and Climate (MACC-Reanalysis 1.10). Dilakukan juga analisis kualitatif terhadap hasil simulasi kedua model dengan citra satelit Aqua-Terra MODIS, NOAA-18, dan total column CO Atmospheric Infrared Sounder (AIRS) dari NASA. Korelasi simulasi kedua model menunjukkan nilai yang baik antara 0.55 – 0.83. Secara umum dapat disimpulkan bahwa WRF/CHEM mampu mensimulasikan sebaran asap kebakaran hutan/lahan secara akurat. Hasil penelitian ini bisa menjadi salah satu langkah awal dalam pengembangan sistem peringatan dini sebaran asap kebakaran hutan/lahan di wilayah Indonesia. This study aims to develop a predictive distribution of forest fire smoke/land in the territory of Indonesia. The simulation of smoke spread prediction (hindcast) is using the Weather Research and Forecasting Model with CHEMistry (WRF/CHEM) in the case of forest fires/land dated June 14, 2012, in Pekanbaru-Riau region. This study uses the WRF data output resolution 25 km and global emissions. Carbon Monoxide concentration simulation results (CO) which is the WRF/CHEM output describes patterns that are identical to the results of Monitoring Atmospheric Composition and Climate (MACC-Reanalysis 1.1250) outcomes. a qualitative analysis of the results of both simulation models with satellite imagery MODIS Aqua-Terra, NOAA-18 and the Total column CO Atmospheric Infrared Sounder (Airs) from NASA has been conducted as well. Both simulation models show a correlation value between 0.55 - 0.83. In general, it can be concluded that the WRF/CHEM can simulate the spread of forest fire smoke/land accurately. The results of this study could be one of the first steps in the development of an early warning system of forest fire spread smoke/land in the territory of Indonesia.
VERIFIKASI PREDIKSI CURAH HUJAN ENSEMBLE MENGGUNAKAN METODE ROC Elza Surmaini; Tri Wahyu Hadi
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v21i1.618

Abstract

Prediksi musim dibutuhkan untuk merencanakan waktu tanam adalah 1-2 musim ke depan. Informasi jumlah curah hujan dan deret hari kering merupakan parameter yang diperlukan dalam perencanaan pertanian. Penelitian bertujuan untuk menguji kemampuan model prediksi curah hujan musim ensemble, menentukan peluang optimal pengambilan keputusan, dan menentukan akurasi prediksi berdasarkan peluang optimal. Verifikasi model dilakukan untuk musim kemarau (MK) I (Februari-Mei) dan MK 2 (Mei-Agustus) pada daerah dengan pola hujan monsunal (Kabupaten Indramayu) dan MK 1 (Mei-Agustus) untuk pola hujan lokal (Kabupaten Bone). Keluaran prediksi musim dari Climate Forecast System (CFS) v2 digunakan untuk men-downscale jumlah curah hujan (CH) dan deret hari kering ≥15 hari (DHK15) di wilayah penelitian. Downscaling menggunakan metode Constructed Analogue dengan prediktor angin pada paras 850 hPa pada lima wilayah monsun. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi keandalan prediksi probabilistik adalah Relative Operating Characteristics. Peluang optimal berdasarkan cut point ditentukan menggunakan Youden Indeks, dan akurasi prediksi pada peluang optimal ditentukan dengan metode Proportion of Correct. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan menggunakan peluang optimal berdasarkan cut point untuk pengambilan keputusan dapat meningkatkan keandalan prediksi jumlah curah hujan sebesar 5-17% pada MK1 dan 3-24% pada MK2, dan frekuensi DHK15 sebesar 2-10%. The seasonal predictions are needed to adjust planting time for the following 1-2 seasons. Information on the amount of rainfall and dry spell is an appropriate parameter in agricultural planning. The research aimed to examine the skill of ensemble seasonal rainfall prediction models, to determine an optimal probability for making decisions, and to determines the skill of seasonal prediction based on optimal probability. Model verifications were assessed in Dry Season Planting (DSP)1 (February-May) and DSP2 (May-August in Monsoonal (Indramayu District) dan DSP1 (Mei-August) in Local (Bone District) Rainfall Pattern. We used Relative Operating Characteristics to evaluate the skill of probabilistic predictions. The optimal cut-point was assessed using the Youden Index, and the skill of prediction at an optimal cut point was determined using the Proportion of Correct method. In conclusion, the results show that the use of the optimal probability at the cut point in decision-making increase the skill of rainfall prediction 5-17% in DSP1 and 3-24% in DSP2. As for the frequency of DHK15, the skill increases by 2-10%.
MODEL SISTEM PREDIKSI ENSEMBLE TOTAL HUJAN BULANAN DENGAN NILAI PEMBOBOT (KASUS WILAYAH KABUPATEN INDRAMAYU) Yunus Subagyo Swarinoto; Yonny Koesmaryono; Edvin Aldrian; Aji Hamim Wigena
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 13, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.947 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v13i3.134

Abstract

Manajemen air menjadi sangat penting khususnya di wilayah yang rentan terhadap ketersediaan air. Mengingat hujan di atas normal dapat mengakibatkan banjir, sedangkan hujan di bawah normal mengakibatkan kekeringan. Untuk itu prediksi unsur iklim hujan ini menjadi penting. Model sistem prediksi ensemble berbasis model sistem prediksi tunggal ANFIS, Wavelet-ANFIS, Wavelet ARIMA, dan ARIMA total hujan bulanan telah disimulasikan di wilayah Kabupaten Indramayu. Model sistem prediksi ensemble total hujan bulanan ini dibentuk dengan teknik pembobotan. Nilai pembobot didasarkan pada nilai koefisien korelasi Pearson (r) yang diperoleh selama masa pelatihan dengan series data 1991-2000. Hasil pengolahan data 2001-2009 menunjukkan kisaran nilai r didapat 0,45-0,83 untuk ANFIS; 0,20-0,53 untuk Wavelet-ANFIS; 0,50-0,95 untuk Wavelet-ARIMA; 0,14-0,66 untuk ARIMA; dan 0,58-0,94 untuk Ensemble. Secara spasial, luaran model sistem prediksi ensemble total hujan bulanan di wilayah Kabupaten Indramayu menunjukkan hasil yang konsisten lebih baik daripada luaran model sistem prediksi tunggal pembentuknya.  Water management is very important especially for region which is vulnarable to the water availability. Above normal rainfal condition causes flood, meanwhile below normal one triggers to the drought occurences. Coping with this situation, the rainfall prediction output is needed. The ensemble prediction system model (EPSM) based on several single prediction system models (SPSMs) such as ANFIS, Wavelet-ANFIS, Wavelet ARIMA, and ARIMA on monthly rainfall total, has been simulated within Indramayu district. The EPSM was developed and based on the weighting technique. This weighting is computed based on the value of Pearson correlation coefficient (r) which has been gained during the training period of 1991-2000. Results of 2001-2009 model running show the value of r are 0,45-0,83 for ANFIS; 0,20-0,53 for Wavelet- ANFIS;  0,50-0,95 for Wavelet-ARIMA; 0,14-0,66 for ARIMA; and 0,58-0,94 for the Ensemble. Spatially, the output of EPSM of rainfall total within Indramayu district show consistently better results comparing to the output of origin SPSMs.
Validasi Perangkat Lunak Gravity Tide Correction persamaan Longman (1959) berdasarkan Gravity Tide Observed, Instrument Based dan Software Based Test Accep Handyarso
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v17i3.314

Abstract

Telah dibuat perangkat lunak gravity tide correction berdasarkan persamaan Longman (1959). Perangkat lunak tersebut dikembangkan dengan menggunakan sistem operasi berbasis windows. Dalam paper ini dibahas mengenai algoritma perangkat lunak dan metode validasinya. Validasi yang dilakukan meliputi validasi fasa dan validasi amplitudo sinyal pasang surut. Mekanisme validasi menggunakan perbandingan antara data gravity tide observed hasil pengukuran secara langsung dengan data keluaran perangkat lunak yang dikembangkan. Validasi fasa memberikan hasil berupa nilai pergeseran static (StaticShift) yang berasosiasi dengan nilai gravitasi di lokasi pengukuran, sedangkan validasi amplitudo dilakukan dengan melibatkan tiga metode yaitu: (1) Menggunakan data gravity tide observed di antara dua titik pangkal gayaberat yang sudah diketahui nilainya, (2) Validasi amplitudo berdasarkan alat ukur CG–5 (instrument based), dan (3) Menggunakan perangkat lunak lain berbasis komputer seperti QuickTidePro sebagai pembanding. Hasil pengujian menunjukkan akurasi perangkat lunak gravity tide correction yang dikembangkan mencapai kurang dari ± 50 µGal.
SAMPUL JURNAL MG JMG BMKG
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampul Jurnal MG Volume 12 No. 2 Tahun 2011