cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
suhartini.ismail@fk.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Perawat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25487051     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Perawat Indonesia (e-ISSN 2548-7051) diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Perawat Indonesia atau disingkat JPI ini terbit 2 kali setahun. Jurnal ini mempublikasi artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal Perawat Indonesia menerima artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
The Correlation Cardiorespiratory Cycling Sport With Physical Endurance wearing personal protective equipment level 3 Tri Widodo; Fatma Risda Hidayanti; Yunifah Yunifah; Aji Saputra; Anis Laela Megasari
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i1.1548

Abstract

Latar belakang: Penggunaan APD level 3 dapat mempengaruhi ketahanan fisik perawat yang terlibat dalam tindakan operasi pasien Covid-19. Peningkatan kesehatan dan ketahanan fisik dapat diupayakan salah satunya dengan melakukan olahraga kardiorespiratori. Tujuan: penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan olahraga kardiorespirasi bersepeda dengan ketahanan fisik perawat yang menggunakan APD level 3 yang melakukan tindakan operasi pasien Covid-19. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan rancangan penelitian cross Sectional. Jumlah sampel 30 orang perawat yang terlibat pada operasi di kamar operasi Covid-19 RSUD DR. Moewardi pada periode bulan Juli – September 2021 yang memenuhi syarat sebagai subyek penelitian. Hasil: Hasil analisis dengan uji korelasi Spearman Rank didapatkan nilai koefisien korelasi, r=0.472 dan nilai signifikansi, p value= 0.008 < 0.01. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua variabel pada penelitian ini memiliki hubungan yang cukup dan memiliki hubungan yang positif/searah. Nilai signifikansi dapat diinterpretasikan bahwa kedua variable memiliki hubungan yang signifikan. Kesimpulan: berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara olahraga kardiorespirasi bersepeda dengan ketahanan fisik saat mengenakan APD level 3 pada perawat di kamar operasi Covid-19 RSUD DR. Moewardi
THEORY OF PLANNED BEHAVIOR APPLI THEORY OF PLANNED BEHAVIOR APPLICATION TO IDENTIFY PATIENT BEHAVIOR IN PERFORMING HEALTH EXAMINATIONS IN PRIMARY HEALTH CARE FACILITIES: A CASE STUDY IN PUSKESMAS: THEORY OF PLANNED BEHAVIOR APPLICATION TO IDENTIFY PATIENT BEHAVIOR IN PERFORMING HEALTH EXAMINATIONS IN PRIMARY HEALTH CARE FACILITIES: A CASE STUDY IN PUSKESMAS Ady Irawan; Anggie Pradana Putri; Eric Santosa; Muzaroah Ermawati Ulkhasanah
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i2.1550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh sikap, norma subjektif, kontrol perilaku terhadap niat berobat serta dampaknya terhadap perilaku pasien berobat di Puskesmas Klaten Selatan dengan menggunakan Theory Of Planned Behaviour. Kerangka teori ini diuji serta dibangun untuk menguji pengaruh positif antar konstruk penelitian, pemahaman pengaruh sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, niat berobat dan perilaku berobat. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan quesioner kepada 105 responden yang berobat ke Puskesmas Klaten Selatan, Jawa Tengah, Indonesia; tetapihanya 100 kuesioner dinyatakan valid. Data dianalisis dengan menggunakan uji T kemudian variabel-variabel yang ditetapakan dianalisis dengan Uji Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap (sig. 0,006), norma subjektif (sig 0,002), kontrol perilaku(0,012); berpengaruh positif terhadap niat berobat (0,00) serta dampaknya (0,00) positif terhadap perilaku pasien yang berobat di Puskemas Klaten Selatan. Hasil penelitian ini sejalan dengan Theory Of Planned Behaviour.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-CONCEPT AND ACADEMIC PROCRASTINATION IN NURSING STUDENTS OF POLYTECHNIC KEMENKES SEMARANG Rikka Nur Anggraeni; Erna Erawati; Yeni Yulistanti; Suyanta Suyanta
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i1.1554

Abstract

Mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademik memiliki tanggung jawab utama terhadap tugas akademiknya. Banyak ditemukan mahasiswa yang melakukan penundaan mengerjakan tugas akademik atau disebut dengan prokrastinasi akademik. Berbagai faktor yang menjadi penyebab mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang melakukan penundaan, salah satunya adalah faktor dalam individu itu sendiri atau disebut sebagai konsep diri. Penelitian ini disusun untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang. Jenis penelitian ini penelitian menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk mencari hubungan antara konsep diri dengan prokrastinasi akademik. Responden penelitian ini menggunakan sampel berjumlah 150 mahasiswa dengan teknik multistage random sampling yang memadukan teknik cluster sampling dan proportionate stratified random sampling . Variabel konsep diri diukur dengan kuesioner skala konsep diri yang berjumlah 25 item dan variabel prokrastinasi akademik diukur dengan kuesioner prokrastinasi akademik yang berjumlah 30 item. Kedua variabel dianalisis dengan uji korelasi Kendall Tau. Hasil analisis korelasi kedua variabel diperoleh hasil r= (-0,187) dengan Sig. (2-tailed) 0,002 (p<0,05), sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan prokrastinasi akademik mahasiswa. Artinya, apabila konsep diri mahasiswa meningkat, maka akan diikuti dengan perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa yang menurun. Begitu pula sebaliknya, apabila konsep diri mahasiswa menurun, maka berpotensi terjadi peningkatan perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa.
Hubungan Quality of Nursing Work Life dengan Komitmen Organisasi Perawat dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember sihqina ramadhani; Anisah Ardiana; Dicky Endrian Kurniawan; Retno Purwandari; Kholid Rosyidi Muhammad Nur
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i2.1671

Abstract

Komitmen organisasi perawat adalah keyakinan perawat terhadap tujuan organisasi dan tekad untuk tetap menjadi bagian dari organisasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi perawat adalah quality of nursing work life. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara quality of nursing work life dengan komitmen organisasi perawat di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, dengan jumlah sampel 81 perawat menggunakan total sampling. Data diambil dengan kuesioner Quality of Nursing Work Life (QNWL) dan Organizational Commitment Questionnaire (OCQ). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara quality of nursing work life dengan komitmen organisasi perawat di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember (p<0,001; τ= 0,434). Semakin baik quality of nursing work life, maka semakin baik komitmen organisasi perawat. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan quality of nursing work life untuk meningkatkan komitmen organisasi perawat. Kata kunci: perawat, quality of nursing work life, komitmen organisasi.
APPLICATION OF COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY (CBT) AND FAMILY PSUCHOEDUCATION (FPE) IN PATIENTS AT RISK OF SUICIDE: PENERAPAN COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY (CBT) DAN PSIKOEDUKASI KELUARGA PADA PASIEN DENGAN RISIKO PERILAKU BUNUH DIRI wahyu Dini Candra susila; Yossie Susanti Eka Putri; Ice Yulia Wardani
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i2.1835

Abstract

Schizophrenia is a severe mental illness that causes disturbances in cognitive function, emotion, language, behavior and movement. One of the effects of severe mental disorders is suicide. Data shows that every 40 seconds, someone loses their life by suicide. The negative state of mind of patients at risk of suicide is usually a cognitive distortion. The purpose of this scientific paper is to provide an overview of the application of cognitive behavior therapy (CBT) and family psychoeducation to patients at risk of suicide using the Tidal model approach. Nursing actions were performed on 6 patients at risk of suicide. The method used is case series. The results show that giving cognitive behavior therapy (CBT) and family psychoeducation with the Tidal model approach can reduce suicide scores, reduce signs and symptoms and increase the ability of families and patients at risk of suicide with schizophrenia. Cognitive behavior therapy (CBT) and family psychoeducation are recommended to be carried out by psychiatric nurses to overcome the risk of suicide
PENGARUH TERAPI PSIKOEDUKASI DENGAN MENGGUNAKAN VIDEO TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEODIALISIS Ana Ikhsan Hidayatullloh; Heni Aguspita Dewi; Gita Lia Lestari; Silvia Sri Apriliani
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i1.1910

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan kelainan fungsi ginjal yang progresif dan ireversibel dimana kemampuan tubuh gagal mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga menyebabkan uremia, gagal ginjal kronik yang tidak dapat disembuhkan dan memerlukan terapi pengganti seumur hidup yaitu hemodialisis. Hemodialisis seringkali memberikan dampak terhadap permasalahan fisik dan psikis, 46% pasien yang menjalani hemodialisis mengalami permasalahan psikologis yaitu sebagian besar mengalami kecemasan. Mengenali dan mengobati gejala kecemasan akan membantu meningkatkan kualitas hidup dari sudut pandang psikologis. Intervensi untuk menurunkan tingkat kecemasan sudah banyak dilakukan, namun perlu adanya intervensi dengan pendekatan psikologis yang mendidik secara mudah dengan menggunakan teknologi saat ini yaitu video, sehingga peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian tentang bagaimana psikoedukasi menggunakan video terhadap tingkat kecemasan pada suatu penyakit. pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi psikoedukasi menggunakan video terhadap kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan desain pre-post test with control group design. Untuk mengetahui pengaruh terapi psikoedukasi menggunakan video pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis yaitu menggunakan perhitungan Wilcoxon dengan hasil perhitungan uji beda sebelum dan sesudah intervensi dengan (Z- Score = -3.3704, P-Value = 0.00), yang berarti hasil uji Wilcoxon < 0.05 maka dapat disimpulkan ada pengaruh terapi psikoedukasi menggunakan video terhadap tingkat kecemasan pada pasien kronis. pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Psikoedukasi, Penyakit Ginjal Kronik, Tingkat Kecemasan. Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive and irreversible kidney function disorder in which the body's ability fails to maintain metabolism and fluid and electrolyte balance, causing uremia, chronic kidney failure which cannot be cured and requires lifelong replacement therapy, namely hemodialysis. Hemodialysis often has an impact on physical and psychological problems, 46% of patients undergoing hemodialysis experience psychological problems, namely most of them experience anxiety. Recognizing and treating anxiety symptoms will help improve quality of life from a psychological perspective. There have been many interventions to reduce anxiety levels, but there is a need for interventions with a psychological approach that educates easily by using current technology, namely video, so researchers feel the need to conduct research on how psychoeducation using videos on anxiety levels in disease patients. The purpose of this study the effect of psychoeducational therapy using video on anxiety in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. This research method uses a quasi-experimental design with apre-post test with control group design.. To find out the effect of psychoeducational therapy using video in patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis, namely using the Wilcoxon calculation with the results of the difference test before and after the intervention with (Z-Score = -3.3704, P-Value = 0.00), which means that the Wilcoxon test results < 0.05, it can be concluded is an effect of psychoeducational therapy using video on anxiety levels in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. Keywords: Psychoeducation, Chronic Kidney Disease, Anxiety Level.
Tinjauan Sistematis: Peningkatan Akurasi Hasil Triage Menggunakan Aplikasi Triage Digital: Tinjauan Sistematis: Peningkatan Akurasi Hasil Triage Menggunakan Aplikasi Triage Digital Umar Akhsani; Saryono
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i1.1954

Abstract

Triage di IGD merupakan mekanisme penting dalam proses penanganan krisis dan bencana. Ketidaktepatan dalam menentukan hasil triage berdampak pada prospek harapan hidup dan morbiditas pasien. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat algoritma yang disusun melalui sistem komputer dan diwujudkan dalam bentuk aplikasi berbasis desktop, web service dan aplikasi mobile pada smartphone. Bukti klinis terkait penggunaan aplikasi triage digital masih sangat terbatas..Untuk memberikan gambaran keefektifan aplikasi triage digital terhadap peningkatan akurasi hasil triage berdasarkan evidence based research. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan pendekatan PRISMA. Tinjauan sistematis menggunakan PICO. Penelusuran database menggunakan Google Schoolar, PubMed, Cochrane dan Wiley Online Library dengan kata kunci triage, digital, dekstop, apllication dan accuracy. Penilaian kritis jurnal menggunakan The Joanna Briggh Institute (JBI). Berdasarkan 7 artikel penelitian yang review, didapatkan bahwa penggunaan aplikasi triage digital cukup mudah diimplementasikan, sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini dan terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi hasil triage. Kelemahannya adalah tidak semua rumah sakit menggunakan database yang sama dalam sistem informasi rumah sakitnya sehingga beberapa aplikasi tidak dapat terintegrasi. Beberapa literatur juga melaporkan bahwa responden membutuhkan waktu lebih lama untuk menggunakan aplikasi triage digital dibandingkan dengan versi manual. Aplikasi triage digital seperti TRIAGIST, Major Trauma Triage Tool dan ESI Triage secara signifikan meningkatkan akurasi hasil triage bagi petugas triage.
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Perawat Terhadap Perawatan Menjelang Ajal Pada Pasien Paliatif di Ruang ICU: Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Perawat Terhadap Perawatan Menjelang Ajal Pada Pasien Paliatif di Ruang ICU Kinarsanti Marwa; Sutrisno Sutrisno; Widiyono Widiyono
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i3.2050

Abstract

Perawatan menjelang ajal merupakan bagian dari konsep perawatan paliatif yangbertujuan membantu setiap penderita penyakit kronis untuk hidup sebaik mungkinsampai mereka mati dalam keadaan yang baik dan damai. Diperlukan pengetahuan dansikap yang baik dari perawat dalam memberikan perawatan menjelang ajal pada pasienpaliatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengansikap perawat terhadap perawatan menjelang ajal pada pasien paliatif di ruang ICURSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Jenis penelitian deskripsi kolerasi danpendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 40 perawat ICU. Teknikpengambilan sampel menggunakan total sampel. Instrumen penelitian menggunakankuesioner pengetahuan dari Palliative Care quiz for Nurses (PCQN) dan kuesioner sikapmenggunakan Frommelt Attitude Toward Care of the Daying Form B (FATCOD-B.Analisis data dengan uji Chi Square. Didapatkan hasil bahwa 13 responden (32,5%)dengan pengetahuan baik, 17 responden (42,5%) pengetahuan cukup dan 10responden (25%) pengetahuan kurang. Terdapat 21 responden mempunyai sikappositif (52,5%) dan 19 responden (47,5%) mempunyai sikap negatif. Hasil uji ChiSquare diperoleh nilai 2= 10,625 dengan signifikansi p = 0,005. Ada hubunganpengetahuan dengan sikap perawat terhadap perawatan menjelang ajal pada pasienpaliatif di ruang ICU RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.Kata Kunci: pengetahuan, sikap, perawatan menjelang ajal, pasien paliatif, perawatAbstractDying care is a concept of palliative care that aims to help every patient with chronicillness to live as well as possible until they die in a good and peaceful way. Nurses'knowledge and a good attitude are needed in providing palliative patient of dying care.The research is to determine the correlation between knowledge and nurses' attitudestoward dying care for palliative patients in the ICU of RSUD Dr Soediran MangunSumarso Wonogiri. It was quantitative research with correlation description researchmethods and a cross-sectional approach. The research sample was 40 ICU nurses. Thesampling technique used was the total sample. The research instrument used aknowledge questionnaire from the Palliative Care Quiz for Nurses (PCQN) and anattitude questionnaire used the Frommelt Attitude Toward Care of the Daying Form B(FATCOD-B). Data analysis used the Chi-Square test. There were 13 respondents(32.5%) with good knowledge, 17 respondents (42.5%) with sufficient knowledge and10 respondents (25%) with less knowledge. 21 respondents had a positive attitude(52.5%) and 19 respondents (47.5%) had a negative attitude. The Chi-Square testresults obtained a value of 2 = 10.625 with a significance of p = 0.005. Conclusion:There is a correlation between nurses' knowledge and attitudes towards dying care forpalliative patients in the ICU room of RSUD Dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.Keywords: knowledge, attitude, care towards death, palliative patient, nurse
LATIHAN FISIK SEPUCHI MENINGKATKAN AKTIVITAS SEKSUAL LANJUT USIA Ni Made Dwi Ayu Martini; Ni Luh Putu Dian Yunita Sari; Ketut Darmaja
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i2.2131

Abstract

Seks dapat dijadikan indikator penuaan, oleh karena seks melibatkan kerja hormon dan sistem kardiovaskuler. Penuaan pada sistem kardiovaskular dan hormon menyebabkan penurunan ataupun disfungsi seksual pada lansia. Latihan fisik SEPUCHI merupakan rangkaian gerakan kombinasi tai chi dan kegel yang diharapkan mampu memberikan manfaat ganda kepada lansia. Gerakan kegel mampu meningkatkan gairah seksual serta gerakan tai chi mampu menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh latihan fisik SEPUCHI terhadap aktivitas seksual lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen one group pre test post test dengan teknik purposive sampling pada 50 responden yang sesuai dengan kriteria eligibilitas. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menemukan ada pengaruh latihan fisik SEPUCHI terhadap aktivitas seksual sebelum dan sesudah diberikan latihan fisik SEPUCHI (p= 0,001). Saran kepada lansia untuk dapat mengaplikasikan latihan fisik SEPUCHI secara rutin, serta kepada petugas kesehatan dapat menerapkan latihan fisik SEPUCHI ke dalam program layanan kesehatan lansia.
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN PENERAPAN TERAPI LATIHAN ASERTIF PADA PASIEN DENGAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Nur Uyuun I. Biahimo; Firmawaty Firmawaty; MOH APRIYANTO SAPUTRA DAI
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i2.2178

Abstract

Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi sehat emosional, psikologis, dan social yang terlihat dari hubungan interpersonalyang memuasakan, perilaku dan koping yang efektif, konsep diri yang positif, dan stabilan emosional. Salah satu diagnosagangguan jiwa yakni risiko perilaku kekerasan. Risiko perilaku kekerasan adalah masalah keperawatan dengan tanda dangejala satu atau lebih yaitu wajah memerah dan tegang, pandangan tajam, mengatupkan rahang dengan kuat,mengepalkan tangan, dan bicara kasar yang didapatkan dari hasil pengkajian melalui wawancara, observasi, dan studidokumentasi. Tujuan penelitian ini mampu menerapkan terapi latihan asertif pada pasien dengan risiko perilakukekerasan di wilayah kerja puskesmas Limboto. Metode penelitian yang di lakukan deskriptif analtik dengan pendekatanstudi kasus pada 3 orang pasien dengan diagnosa risiko perilaku kekerasan di wilayah kerja puskesmas limboto. Hasilpenelitian ini menunjukan bahwa penerapan terapi latihan asertif dapat berpengaruh terhadap pasien dengan risikoperilaku kekerasan.