cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
suhartini.ismail@fk.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Perawat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25487051     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Perawat Indonesia (e-ISSN 2548-7051) diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Perawat Indonesia atau disingkat JPI ini terbit 2 kali setahun. Jurnal ini mempublikasi artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal Perawat Indonesia menerima artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
hubungan tingkat stres dengan self management pada penderita diabetes mellitus tipe II Mutia Aulia; Ismonah Ismonah; Prita Adisty Handayani
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.223 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i3.1913

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Pengobatan Diabetes mellitus membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga membuat pasien tersebut stres. Stres itu sendiri merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kadar gula darah naik. Penyandang Diabetes mellitus harus memiliki manajemen stres yang baik agar self management dapat dilakukan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan self management Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II yang dilakukan di Puskesmas Pandanaran. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh pasien Diabetes Mellitus Tipe II yang berkunjung di kegiatan PROLANIS dengan jumlah sampel 34 responden. Teknik sampel yang digunakan yaitu accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan tingkat stress sedang sebesar 20 (58,8%) responden, dan tingkat self management dalam kategori cukup sebesar 17 (50,0%) responden. Hasil Analisa data menggunakan uji spearman rank didapatkan nilai p value 0,014 yang berarti terdapat hubungan antara tingkat stress dengan self management pada penderita Diabetes Mellitus dengan koefisien korelasi r=-0,417 yang artinya hubungan antara tingkat stress dengan self management berada pada kategori sedang dengan arah hubungan negative yang artinya semakin tinggi tingkat stress maka akan semakin rendah self management pada penderita DM tipe II. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan bagi pelayanan kesehatan untuk dapat meningkatkan kontrol stres dan tata laksana terhadap self management dengan baik. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Self management, Tingkat Stres
Hubungan Self Efficacy Dengan Self Care Management Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Binaan Puskesmas Karangayu Deni Irawan Deni; Ismonah Ismonah; Prita Adisty Handayani
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.604 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i3.1915

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang diakibatkan oleh tidak adekuatnya produksi insulin oleh pankreas. Salah satu faktor yang berperan dalam kejadian komplikasi diabetes mellitus adalah kurang nya keyakinan serta ketidakmampuan dalam melakukan pengelolaan penyakit melalui perawatan diri. Peningkatan keyakinan diri dan motivasi pasien akan mempengaruhi kepatuhan manajemen perawatan diri penderita Diabetes Mellitus, sehingga dapat berimplikasi pada peningkatan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan self care management penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Karangayu. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Karangayu yang sudah terdata di tahun 2021 sejumlah 124 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan tingkat self efficacy cukup baik, sebesar 88 responden (71%), dan tingkat self care management cukup baik sebesar 74 responden (59,7%). Hasil uji statistik menggunakan uji Spearman rank menunjukkan p value sebesar 0,000 (<0,05) yang mempunyai makna terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan self care management pada penderita diabetes mellitus di wilayah binaan Puskesmas Karangayu, dengan kekuatan hubungan 0,390 yaitu cukup kuat, serta memiliki arah korelasi positif, yang berarti apabila nilai self efficacy tinggi, maka akan diikuti dengan meningkatnya nilai self care management. Hasil penelitian ini, diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan self efficacy dengan cara memberikan motivasi pada penderita diabetes mellitus agar selalu konsisten dalam melaksanakan self care management, supaya pengendalian komplikasi penderita diabetes dapat dicegah. Kata Kunci : Diabates Mellitus, Self Care Management, Self Efficacy
HUBUNGAN ANTARA STRESS DI MASA PANDEMI DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA PERAWAT DI RSUD Dr. MOEWARDI: HUBUNGAN ANTARA STRESS DI MASA PANDEMI DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA PERAWAT DI RSUD Dr. MOEWARDI Titis Sensussiana; Endang Zulaicha Susilowati
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i1.1903

Abstract

Pandemi covid-19, membuat resah masyarakat, karena jatuhnya banyak korban serta belum ditemukan vaksin atau pengobatannya. Lonjakan korban mengakibatkan tenaga kesehatan bersiap untuk menyelamatkan sebanyak-banyaknya nyawa. Tenaga kesehatan termasuk perawat mempunyai beban berat terkait resiko penularan, stigma masyarakat serta tekanan dari diri sendiri ataupun lingkungan. Hal ini mengakibatkan perawat menjadi rawan terhadap kecemasan bahkan stress. Langkah pencegahan yang dilakukan adalah dengan mencuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh wajah, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari keramaian, tetap dirumah, cek kesehatan serta menggunakan masker. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara stress di masa pandemi Covid-19 dengan perilaku pencegahan Covid 19 pada perawat RS Dr. Moewardi, Surakarta. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, desain cross-sectional mengenai stress perawat dengan perilaku pencegahan Covid-19. Jumlah populasi adalah 100 perawat dan dengan jumlah sampel 81. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner melalui googleform. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara stress di masa pandemi dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada perawat di RS Dr. Moewardi Surakarta, dibuktikan dari uji statistik menunjukkan bahwa p value < 0.000.Dari hasil penelitian tersebut maka perawat seharusnya dapat mengelola stress dengan baik sehingga dapat memiliki perilaku positif dalam pencegahan penyebaran Covid-19 serta institusi pendidikan dapat menciptakan pedoman dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Kata kunci: stress; Covid-19; perawat
THE EFFECT OF PURSED LIP BREATHING (PLB) EXERCISE ON RESPIRATORY STATUS IN PATIENTS WITH CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE (COPD) Benny Arief Sulistyanto; Dwi Indri Rahmawati; Irnawati Irnawati; Dian Kartikasari
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i1.2180

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) terjadi karena obstruksi jalan napas. Obstruksi ini menyebabkan penderitaPPOK mengalami kesulitan untuk mengeluarkan napas. Dengan memberikan Pursed Lip Breathing akan membuatfase ekspirasi menjadi lebih lama sehingga lebih banyak udara yang dihembuskan dan mencegah udara terperangkapdi dalam alveoli. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experimen dengan menggunakan convenience sampling.Terdapat 20 responden yang terbagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Data dianalisis menggunakan pairedsample t-test untuk mengetahui perbedaan pre-test dan post-test pada masing-masing kelompok. Uji-t independendigunakan untuk mengidentifikasi perbedaan rata-rata dua variabel yang tidak berpasangan. Uji paired t-testmenunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kelompok intervensi pada variabel FEV1, SpO2, danrespiratory rate (p-value < .01). Independent t-test menunjukkan variabel SpO2 dan respiratory rate berbeda secarasignifikan (p-value 0,019, dan 0,028 berturut-turut), sedangkan FEV1 tidak ada perbedaan antara kelompokintervensi dan kontrol (p-value = 0,599). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pursed lips breathingberpengaruh signifikan terhadap status pernapasan. Independent t-test test menunjukkan perbedaan antara kelompokintervensi dan kontrol pada peningkatan SpO2 dan penurunan RR namun tidak menunjukkan hasil yang signifikandalam peningkatan FEV1. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pursed lips breathing dapat digunakan sebagai terapitambahan untuk penatalaksanaan sesak napas pada pasien PPOK. Penelitian lanjutan diperlukan dengan menambahjumlah sampel dan pengacakan/randomisasi untuk mengurangi bias penelitian.   Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) occurs due to airway obstruction. This obstruction causes COPDsufferers to have difficulty exhaling. By giving pursed lip breathing will make the expiration phase longer so thatmore air is exhaled and prevent air trapping in the alveoli. The study used Quasy Experiment design. Theconvenience sampling technique was used in the study. There were 20 respondents divided into intervention andcontrol groups. Data were analyzed using Paired sample t-test to determine the difference between pre-test and post-test in each group. In addition, an independent t-test was used to investigate the difference in the mean of twounpaired variables. The paired t-test showed that there were significantly different in the intervention group in thevariables FEV1, SpO2, and Respiratory rates (p-value < .01). The independent t-test revealed variables SpO2 andRespiratory Rate were significantly different (p-value of .019, and .028 respectively), whereas FEV1 was nodifference between intervention and control group (p-value was .599). This study concluded that pursed lipsbreathing shows a significant effect on respiratory status. The independent sample t-test test showed a differencebetween the intervention and control groups after pursed lips breathing was performed on an increase in SpO2 and adecrease in RR but did not show a significant result in an increase in FEV1. Pursed lips breathing can be used as anadditional therapy for managing shortness of breath in COPD patients. Further research is expected to have moresample size and randomization. Keywords: COPD, FEV1, pursed lips breathing, respiratory rate, SpO2
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI STIGMA MASYARAKAT PADA PENDERITA SKIZOFRENIA DI KALIMANTAN BARAT Triyana Harlia Putri; Fransiska Tania
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma masyarakat yang masih negatif memiliki dampak bagi penderita penyakit tertentu salah satunya Skizofrenia. Stigma masih menjadi permasalahan yang dirumuskan dalam pencegahannya.  Beberapa faktor yang memengaruhi stigma masyarakat terhadap penderita skizofrenia telah diidentifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi stigma masyarakat terhadap penderi skizofrenia. Desain penelitian ini menggunakan rancangan crosssectional-online, dengan teknik pengambilan sampel purposive serta snowball. Sampel yang digunakan sebanyak 400 orang. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner Community Attitude Towards the Mental Illness (CAMI). Analisa data bivariat menggunakan chi-square melihat korelasi sosiodemografi dengan stigma. Secara statistik untuk tidak ada korelasi antara karakteristik masyarakat seperti umur, jenis kelamin dan status pekerjaan di buktikan dari nilai p> 0.05. Namun terdapat korelasi yang signifikan antara suku, agama dan pendidikan p< 0.05. Sehingga, hanya faktor suku, agama dan pendidikan yang memengaruhi stigma pada masyarakat pada penderita skizofrenia. 
Hubungan Intensitas Bermain Video game Dengan Perkembangan Emosional Anak Usia Sekolah Dasar: The Relationship between Video Gaming Intensity and Emotional Development among Elementary School-Aged Children Banatus Sholihah; Elsa Naviati
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i2.1302

Abstract

Di masa pandemi virus corona, karantina diterapkan sebagai pedoman penting untuk pencegahan penyakit di berbagai negara. Terlepas dari manfaatnya, karantina juga menimbulkan komplikasi dan permasalahan. Dengan adanya pandemi COVID-19, terdapat kebijakan berupa penutupan sekolah dan penghentian sementara interaksi belajar tatap muka atau pembelajaran luring. Hal ini menyebabkan anak-anak dan remaja memiliki waktu senggang dalam jadwal pembelajaran dan kehidupan sosial mereka. Anak-anak dan remaja mengisi waktu senggang mereka dengan bermain video game. Situasi ini membuat intensitas dan waktu yang dihabiskan anak-anak di media sosial dan video game semakin meningkat. Namun, sedikit yang diketahui tentang hubungan antara perkembangan emosional dan waktu yang cenderung dihabiskan anak-anak untuk bermain video game. Oleh sebab itu, makalah ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain video game dengan perkembangan emosional pada anak usia sekolah dasar. Adapaun metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan studi korelasi serta menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4-6 yang bermain video game baik secara online maupun offline. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan 163 responden. Berdasarkan analisis data yang menggunakan uji Spearmen-rho didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara intensitas bermain video game dengan perkembangan emosional anak usia sekolah dasar. Di sisi lain, mayoritas anak yang bermain video game adalah anak laki-laki di kelas 5 yang umumnya berusia 11 tahun. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan orang tua dapat meningkatkan pengawasan dan kesadarannya terhadap anak-anak yang bermain video game terutama terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari video game Kata Kunci : Intensitas Bermain Video game, Perkembangan Emosional, Anak Usia Sekolah Dasar
LITERATURE REVIEW: PENGARUH SOCIAL SUPPORT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TBC) PARU Shelly Intania Haryanto; Sugiyarto Sugiyarto
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i2.1529

Abstract

Penanggulangan TBC secara nasional menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang diberikan kepada penderita dalam jangka 6-8 bulan pengobatan. Keberhasilan program pengobatan TBC sangat dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat yang lengkap sampai selesai. Tingginya angka kejadian TBC salah satunya dipengaruhi oleh ketidakpatuhan dalam pengobatan. Tujuan enelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh social support terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Metode literature review (LR) dimana data yang digunakan adalah database pencarian menggunakan MEDLINE (PubMed), Google Scholar, Science Direct, dan Wiley. Laporan yang diterbitkan dari 2012-2021 yang berfokus pada social support terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Hasil penelitian ini berdasarkan analisis jurnal, terdapat implikasi keperawatan yang dibandingkan dari 8 jurnal, ditemukan bahwa metode peningkatan kepatuhan minum obat anti tuberkulsois dengan teknik social support berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Kesimpulan yaitu metode social support terbukti berpengaruh dalam upaya peningkatan kepatuhan minum obat tuberkulosis karena dalam minum obat tuberkulosis dibutuhkan waktu 6-7 bulan secara continue. Peneliti menyarankan agar petugas kesehatan, keluarga dan penderita bekerja sama dalam mewujudkan kepatuhan minum obat anti tuberkuloasis dengan menggunakan metode Social Support. Kata Kunci: Kepatuhan Minum Obat, Social Support, Tuberkulosis.
The HUBUNGAN BODY SHAMING DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DI SMAN 1 PACITAN KABUPATEN PACITAN Linggar Rolis; Angga Sugiarto; Erna Erawati; Suharsono
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i2.1535

Abstract

Terdapat 966 kasus penghinaan citra tubuh (body shaming) yang ditangani oleh polisi dari seluruh Indonesia sepanjang tahun 2018, 347 kasus selesai, baik melalui penegakan hukum maupun mediasi. Salah satu efek yang ditimbulkan dari tindakan body shaming ini adalah turunya kepercayan diri yang dimiliki oleh remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body shaming dengan kepercayaan diri pada remaja di SMAN 1 Pacitan Kabupaten Pacitan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-April 2022 menggunakan desain penelitian kuantitatif metode korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. hasil karakteristik yang banyak menerima perilaku body shaming adalah jenis kelamin perempuan. Hasil uji kendall tau didapatkan nilai τ =0,003 (τ<0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar -0,351 artinya hubungan keeratan rendah dan arah korelasinya negatif yaitu semakin tinggi body shaming maka kepercayaan diri korban semakin rendah. Ada hubungan antara body shaming dengan kepercayaan diri pada remaja di SMAN 1 Pacitan Kabupaten Pacitan.
Hubungan Tipe Kepribadian Hippocrates-Galenus Dengan Tingkat Kepercayaan Diri Pada Remaja di SMA Negeri 5 Magelang: Hubungan Tipe Kepribadian Hippocrates-Galenus Dengan Tingkat Kepercayan Diri Pada Remaja di SMA Negeri 5 Magelang Sari Eka Pramesti; Suyanta Suyanta; Sunarmi Sunarmi; Bambang Sarwono
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa menuju dewasa dan sedang dalam proses pencarian identitas diri serta sering kali mengalami permasalahan terhadap kepercayaan dirinya. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang berupa keyakinan akan kemampuan diri sendiri sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain. Adanya perbedaan tingkat kepercayaan diri dapat dipengaruhi oleh tipe kepribadian. Untuk itu, remaja perlu memahami tipe kepribadiannya sehingga mampu beradaptasi dan mengoptimalkan kemampuannya sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian Hippocrates-Galenus dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di SMA Negeri 5 Magelang. Metode yang digunakan adalah korelasi cross sectional dengan teknik sampling purposive sampling dan jumlah sampel 277 orang. Pengumpulan data tipe kepribadian Hippocrates-Galenus menggunakan kuesioner yang terdapat dalam buku Personality Pluss, sedangkan kuesioner tingkat kepercayaan diri menggunakan kuesioner kepercayaan diri. Untuk menguji hubungan kedua variabel menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil Uji Chi Square menunjukkan nilai p < 0.05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian Hippocrates-Galenus dengan tingkat kepercayaan diri. Kesimpulan penelitian ini adalah Ada hubungan tipe kepribadian Hippocrates-Galenus dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di SMA Negeri 5 Magelang.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK UMUR, JENIS KELAMIN, PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN PERILAKU BERPACARAN PADA REMAJA DI PROVINSI JAWA BARAT Mia Listia Ali Basyah; Kusman Ibrahim; Maria Komariah
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi HIV/AIDS pada remaja di Indonesia semakin meningkat, dengan prevalensi sekitar 3,2-3,8% setiap tahunnya, mayoritas remaja terinfeksi karena hubungan seksual. Hubungan seksual pada remaja merupakan salah satu bentuk ekspresi akibat adanya perbedaan naluriah seks antara dua jenis kelamin yang disebabkan oleh kematangan seksual, yang diawali dari tindakan atau aktivitas dan kontak fisik pada perilaku berpacaran. Dalam beberapa tahun terakhir, karena perkembangan ekonomi dan media masa mempengaruhi perilaku dan persepsi remaja akan aktivitas seksual berisiko, terutama saat remaja berpacaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dari faktor pengetahuan tentang HIV, jenis kelamin dan usia yang paling berhubungan dengan perilaku berpacaran pada remaja di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang berasal dari Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (SKAP) 2018 Remaja. Sampel survei pada provinsi Jawa Barat dilakukan terhadap 4692 responden remaja perempuan dan pria dengan batas usia antara 15–24 tahun. Unit sampel yang digunakan dalam analisis semua perempuan dan pria belum menikah pada penelitian ini adalah 500 Responden. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan penelitian korelasional menggunakan analisis data sekunder. Waktu pengumpulan data dan penelitian dilakukan pada bulan Desember 2021. Analisis yang dilakukan adalah uji korelasi Chi-Square, kemudian dilakukan analisis multivariate menggunakan adalah uji statistik regresi logistik. Hasil analisis chi-square, menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sebagian kecil dari sub variabel perilaku berpacaran. Pengetahuan tentang HIV/AIDS adalah variabel yang paling erat hubungannya dengan variabel perilaku berpacaran. Pengetahuan mengenai HIV/AIDS dapat merubah persepsi seseorang terhadap seksualitas dan cara berpacaran. Saran perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku berpacaran berisiko pada remaja menggunakan data primer.