cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
KAJIAN KEAMANAN ANTIHIPERTENSI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK LANJUT USIA DI UNIT HEMODIALISA RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Setyaningrum, Ndaru; Pramantara, I Dewa Putu
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT : The growth of elderly population increase fastest among the other age group. The elderly population been related to decrease renal function and other comorbidity as consequence of aging. The aim of this study is to know how about adverse drug reaction (ADR) and potential interaction of antihypertension drug in chronic kidney disease patient. This is a descriptive study about elderly patient with chronic kidney disease on period October 22th 2012 – January 22th 2013. This study use Naranjo scale to evaluate ADR and Tatro Drug Interactions Fact to evaluate potential drug interaction. There were 38 subjects analized, age < 70 years old (24 patients) and ≥ 70 years old (14 patients); gender men (26 patients) and women (12 patients); duration hemodialysis < 8 months (8 patients) and ≥ 8 months (30 patients); comorbidity DM (23 patients) and non DM (15 patients). There were probable ADR 4 events (10,8%) consist of nifedipine (2 events), lisinoprile (1 event) and captoprile (1 event). There were 14 events (37,8%) potential drug interactions consist of minor interaction (12 events) 32,4% and major interaction (2 events) 5,4%. This study show that there were actual probable ADR 10,8% and potential drug interaction 37,8%.  
Editorial Redaksi, Tim
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selamat bertemu lagi Teman Sejawat sekalian. Tak terasa Jurnal Farmasi Indonesia sudah sampai pada  Volume 4, berarti sudah melewati kurun waktu 6 tahun sejak pertama kali diterbitkan pada Januari 2002. Sudah berbagai topik penelitian ditampilkan dalam jurnal ilmiah kita ini. Kali ini topik yang ditampilkan adalah tentang pelayanan kefarmasian, tentang kualitas pelayanan keprofesian para apoteker Indonesia.   Dalam edisi ini kami sajikan 7 laporan penelitian tentang masalah-masalah terkait obat (MTO) yang dilakukan para Teman Sejawat Apoteker dari berbagai perguruan tinggi bekerja sama dengan berbagai rumah sakit, antara lain di Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Depok-Jabar.  Dari berbagai penelitian tersebut terungkap berbagai masalah terkait obat yang kerap muncul di rumah sakit, yang dengan prihatin harus diakui, persentasenya masih cukup tinggi.   Hasil penelitian yang dilakukan di salah satu rumah sakit umum di Malang barangkali dapat mewakili gambaran umum pelayanan kefarmasian di Indonesia. Peneltian yang dilakukan untuk mengidentifikasi masalah-masalah terkait obat yang terjadi dalam pelayanan kefarmasian ini mengungkapkan bahwa salah satu MTO yang paling kurang mendapat perhatian dan oleh karena itu paling sering terjadi adalah masalah interaksi obat. Dalam penelitian ini terungkap bahwa dalam 138 kasus dari 138 kasus yang dianalisis, berarti 100%, ditemukan masalah interaksi obat. Padahal, sebagai seorang profesional kefarmasian kita semua mengetahui bahwa interaksi obat merupakan masalah yang serius dan sangat mempengaruhi efektivitas terapi.   Dalam penelitian yang dilakukan di salah satu rumah sakit di Surakarta ditemukan kejadian medication error yang juga cukup tinggi, 49 dari 52 pasien (94%) kasus stroke mengalami kejadian medication error. Medication error yang ditemukan meliputi prescribing error, wrong administration technique, dan monitoring error.   Inilah cuplikan gambaran pelayanan kefarmasian di Indonesia, yang walaupun belum tentu merupakan gambaran umum pelayanan kefarmasian di seluruh Indonesia, namun merupakan hasil penelitian yang valid. Mudah-mudahan kita semua dapat mengambil hikmahnya, menjadikannya sebagai pelajaran yang sangat berharga dan pendorong semangat, untuk lebih meningkatkan keprofesional kita dalam memberikan pelayanan kefarmasian.   Selamat membaca, selamat menambah wawasan iptek kefarmasian Anda. Maju terus Farmasi Indonesia.   Salam Hangat   Redaksi
Editorial Redaksi, Tim
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selamat bertemu lagi Teman Sejawat sekalian. Menggali kekayaan tumbuhan obat bumi Pertiwi memang tak akan habis-habisnya. Penelitian tumbuhan obat yang dilakukan oleh Teman Sejawat para apoteker maupun saintis dari bidang ilmu terkait selalu berlimpah dari waktu ke waktu. Peminat yang haus akan informasi tentang tumbuhan obat ini pun tak kalah banyaknya. Mulai dari sesama saintis, para praktisi, para pebisnis, maupun masyarakat luas. Itu sebabnya kami pun sering menampilkan hasil-hasil penelitian tentang tumbuhan obat di jurnal kita tercinta ini. Dalam edisi ini kami sajikan 7 laporan penelitian tentang tumbuhan obat, mulai dari penelitian untuk membuktikan aktivitas biologis ekstrak tumbuhan obat sampai dengan penggalian informasi etnomedisin dari sebuah suku di Indonesia, yaitu suku Sasak di Lombok Barat. Penelitian etnomedisin merupakan salah satu cara untuk menggali potensi kekayaan tumbuhan obat di suatu daerah. Penelitian tentang hal ini banyak dilakukan tidak saja di Indonesia, namun juga di mancanegara. Penelitian etnomedisin diakui merupakan salah satu jalan pintas untuk menemukan obat baru. Dari informasi yang diperoleh dari para “pemangku” suku Sasak di Lombok Barat telah diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis tumbuhan obat. Beberapa hasil penelitian tentang bioaktivitas ekstrak tumbuhan obat yang disajikan dalam edisi ini mengkonfirmasi penggunaan tumbuhan obat dalam pengobatan tradisional. Misalnya herba ciplukan yang kerap digunakan secara tradisional sebagai obat diabetes melitus, ternyata memang terbukti mengandung senyawa-senyawa yang memiliki efek antidiabetik pada fraksi kloroformnya, yang setelah diidentifikasi ternyata merupakan asam-asam lemak tidak jenuh dan sebuah alkaloid Nordekstrometorfan. Laporan penelitian yang lain merupakan upaya untuk mengembangkan penggunaan tumbuhan obat tertentu, agar nilai gunanya menjadi bertambah, tidak hanya sebagaimana yang sudah dikenal selama ini. Tapak liman, misalnya, dalam pengobatan tradisional umumnya digunakan sebagai penurun panas, anti radang, peluruh seni, menghilangkan bengkak, menetralkan racun, serta mengatasi hepatitis dan sirosis. Dalam penelitian yang dilaporkan dalam jurnal edisi ini, akar tapak liman diteliti potensi  lainnya, yaitu potensinya sebagai hepatoprotektor. Inilah yang dapat kami sajikan kepada para pembaca sekalian dalam Jurnal Farmasi Indonesia Volume 4 Nomor 2 Juli 2008 ini. Selamat membaca, selamat menambah wawasan iptek kefarmasian Anda. Maju terus Farmasi Indonesia. Salam Hangat   Redaksi
Editorial Redaksi, Tim
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 3 (2009)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selamat bertemu lagi Teman Sejawat sekalian. Jurnal Farmasi Indonesia edisi ini menampilkan makalah yang menjadi pemenang  kompetisi makalah terbaik yang ditampilkan pada Kongres Ilmiah ISFI ke XVI yang diadakan pada tanggal 11-12 Agustus 2008 lalu di Yogyakarta. Dalam Kongres Ilmiah tersebut disajikan tidak kurang dari 200 makalah dari berbagai bidang kajian kefarmasian. Panitia penilai telah menetapkan 8 bidang kajian, yaitu Biologi Molekuler/Bioteknologi, Farmakologi, Fitokimia/ Farmakognosi, Farmakoterapi, Farmasetika, Kimia Medisinal, Teknologi Farmasi, dan Farmasi Pendidikan. Dari setiap bidang kajian ditetapkan satu makalah terbaik. Uniknya, walau dari bidang kajian yang berbeda, 5 dari 8 makalah terbaik tersebut melaporkan hasil penelitian yang ada kaitannya dengan tumbuhan obat atau bahan alam, mulai dari aspek biologi molekuler sampai dengan formulasi. Apakah ini merupakan indikasi bahwa penelitian bahan alam di Indonesia sudah melebar dan variatif, tidak hanya sekedar mengkonfirmasi khasiat dan penggunaan tradisionalnya? Mudah-mudahan. Salah satu penelitian the best tersebut melaporkan hasil studi molekuler tentang mekanisme efek anti kanker yang ditunjukkan oleh ekstrak jeruk keprok (Citrus reticulata). Studi ini dilakukan antara lain dengan teknik molecular docking. Dari hasil penelitian tersebut diperkirakan mekanisme kemopreventif ekstrak kulit jeruk keprok melalui penghambatan ekspresi onkogen N-Ras berlangsung melalui inhibisi CYP1A2, sebuah enzim sitokrom oksidase yang banyak terdapat di dalam sel-sel hepar. Tiga makalah the best yang lain melaporkan hasil studi tentang molekul bioaktif dalam Micromelum minutum yang memiliki aktivitas sitotoksik terhadap beberapa jenis sel kanker dan plasmodium, validasi metode penetapan kadar pentagamavunon-1, suatu analog kurkumin yang telah terbukti berkhasiat sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan mempunyai aktivitas antiproliferasi terhadap sel kanker payudara, serta optimasi formula tablet dari ekstrak etanol daun jamblang (Eugenia cumini Merr.). Satu makalah the best membahas aspek farmakoekonomi, yaitu perbandingan efektivitas biaya penggunaan insulin dan kombinasi insulin-metformin dalam pengobatan diabetes melitus. Karena keterbatasan ruang, maka pada jurnal edisi ini hanya ditampilkan 5 dari 8 makalah terbaik. Kami berjanji, makalah terbaik Kongres Ilmiah ISFI XVI yang belum ditampilkan pada edisi ini akan ditampilkan pada edisi mendatang sepanjang diizinkan oleh para penulisnya. Selamat membaca, selamat menambah wawasan iptek kefarmasian Anda. Maju terus Farmasi Indonesia. Salam Hangat   Redaksi
Editorial Redaksi, Tim
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 4 (2009)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selamat bertemu lagi Teman Sejawat sekalian. Penemuan dan pengembangan obat dari kekayaan bahan alam masih merupakan salah satu cara yang banyak digunakan di tengah-tengah kemajuan ilmu pengetahuan yang seakan berlari kencang mengejar waktu. Eksplorasi bahan alam hayati yang nota bene merupakan sumber daya tak terhabiskan memang merupakan bidang penelitian yang sangat menarik dan menantang. Apa lagi kita semua menyadari bahwa tanah air kita merupakan gudang bahan alam hayati terkaya di dunia. Sumber baru bahan bioaktif yang akhir-akhir ini banyak dieksplorasi adalah mikroba endofit, terutama jamur endofit. Jamur endofit adalah jamur yang hidup di dalam jaringan tumbuhan tanpa menimbulkan kerugian pada inangnya. Istimewanya, jamur-jamur endofit ini ternyata dapat menghasilkan berbagai senyawa bioaktif yang banyak diantaranya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi senyawa obat, antara lain sebagai anti kanker, anti virus, anti bakteri, antioksidan, immunomodulator, dan lain sebagainya. Dari berbagai hasil penelitian terungkap pula bahwa senyawa-senyawa bioaktif yang diproduksi oleh jamur-jamur endofit tersebut ternyata memiliki bioaktivitas yang sama atau mirip dengan senyawa bioaktif yang diproduksi inangnya, bahkan ada jamur endofit yang memproduksi senyawa bioaktif persis sama dengan inangnya. Tentu ini merupakan informasi ilmiah yang sangat menggairahkan untuk dieksplorasi lebih jauh. Dalam edisi ini kami menyajikan 3 laporan penelitian tentang jamur endofit, yaitu isolasi dan uji daya antibakteri jamur-jamur endofit dari lengkuas (Alpinia galanga) dan bengle hantu (Zingiber ottensii) yang keduanya merupakan tumbuhan suku Zingiberaceae, dan satu makalah tentang identifikasi molekuler jamur endofit yang diisolasi dari tumbuhan Garcinia. Di samping itu kami juga menyajikan laporan penelitian tentang uji aktivitas antibakteri secara in vivo dari rebusan kayu secang (Caesalpinia sappan), dan formulasi obat-obat dengan bahan aktif berasal dari ekstrak tumbuhan, yaitu dari daun sukun (Artocarpus altilis) dan daun Nerium oleander. Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan kabar gembira kepada Teman sejawat sekalian, bahwa Jurnal Farmasi Indonesia yang kita cintai ini telah mendapat akreditasi B dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Mudah-mudahan kabar ini akan menambah semangat dan kegairahan kita semua untuk mengisi jurnal ini dengan laporan-laporan penelitian yang berbobot. Selamat membaca, selamat menambah wawasan iptek kefarmasian Anda. Maju terus Farmasi Indonesia. Salam Hangat   Redaksi
Editorial Redaksi, Tim
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selamat bertemu lagi Teman Sejawat sekalian. Di tahun baru 2010 ini kami kembali mengunjungi Teman Sejawat dengan berbagai artikel yang merupakan hasil penelitian para peneliti kefarmasian di seluruh Indonesia. Berbeda dengan edisi-edisi yang lalu, kali ini kami menampilkan artikel-artikel kefarmasian dari bidang yang beragam, mulai dari Farmasi Rumah Sakit, Farmasi Komunitas, Farmasetika, sampai dengan Farmasi Bahan Alam. Perubahan ini dilakukan atas usul beberapa Teman Sejawat berdasarkan pertimbangan praktis agar hasil penelitian yang dikirimkan dapat dimuat secepatnya sebelum menjadi basi. Di samping itu, keragaman ini juga dimaksudkan agar setiap edisi dapat dinikmati oleh lebih banyak pembaca sesuai dengan bidang minat masing-masing. Ada satu lagi perubahan mendasar yang terjadi, yaitu sejak edisi ini, Volume 5 Nomor 1 Januari 2010, Jurnal Farmasi Indonesia diterbitkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) bukan lagi ISFI, sebab pada Kongres Nasional Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia XVIII yang diselenggarakan di Hotel Bumi Karsa Jakarta pada tanggal 7-9 Desember 2009 yang baru lalu telah diputuskan bahwa nama organisasi profesi yang menanungi seluruh apoteker di Indonesia ini berganti menjadi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Pada kongres tersebut juga telah dikukuhkan Ketua Umum IAI untuk periode 2009-2013, yaitu Bapak Drs. M. Dani Pratomo, MM. Selamat bekerja kita ucapkan untuk beliau dengan segenap jajaran pengurus PP IAI yang baru. Semoga dunia Farmasi Indonesia bertambah cerah dan maju pesat, baik dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi maupun dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit dan di komunitas. Pada Kongres Ilmiah ISFI ke XVII yang diselenggarakan bersamaan waktunya dengan Kongres Nasional ISFI ke XVIII tersebut, sebagaimana biasanya telah pula dipilih makalah-makalah yang dinilai oleh para juri sebagai the best untuk bidang masing-masing. Makalah yang dipresentasikan secara oral dibagi dalam tujuh bidang, dan makalah-makalah terbaik ketujuh bidang tersebut adalah: “Sintesis N-2-klorobenzoilamoksisilin dan uji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus ATCC” (Bidang Farmasi, Kimia Medisinal, dan Analisis Kimia) yang ditulis oleh TS Ika Trisharyanti, Dian Kusumowati, Siswandono, dan Marcellino Rudyanto, “Potensi antioksidan dan kandungan proantosianidin rempah-rempah daerah Sumatera Barat” (Bidang Fitokimia, Farmakognosi) yang ditulis oleh TS Deddi Prima Putra, H. Al-Fatra, dan N. Indrawati, “Pengaruh penggunaan sumber karbohidrat berbeda pada media fermentasi cair Monascus purpureus” (Bidang Mikrobiologi, Biologi molekuler, Bioteknologi) yang ditulis oleh TS Anna Yuliana, Dewi Astriany, Marlia S. Wibowo, dan Amir M. Miftah, “Physicochemical properties of hesperidin nanocrystals” (BidangTeknologi Farmasetika) yang ditulis oleh TS Rachmat Mauludin, Rainer H. Muller, dan Cornelia M. Keck, “Penggunaan natrium bikarbonat pada pasien penyakit ginjal kronik-komplikasi asidosis metabolik” (Bidang Farmasi Rumah Sakit, Farmasi Klinik) yang ditulis oleh TS Budi Suprapti, Chandra Irawadi, dan Novita Ika M, “Kompetensi apoteker dan profil pelayanan kefarmasian di apotik pasca PUKA di kota Medan” (Bidang Farmasi Komunitas, Farmasi Pendidikan) yang ditulis oleh TS Wiryanto, dan “Penghambatan secara in vitro senyawa 2,4-dinitrofenilhidrazon kalanon pada sel HeLa dan pengaruhnya terhadap ekspresi p53 dan p21” (Bidang Farmakologi, Toksikologi) yang ditulis oleh TS Heny Ekowati, Indwiani Astuti, dan Mustofa. Untuk presentasi dalam bentuk poster ditetapkan satu presentasi terbaik, yaitu poster tentang “Penambatan molekuler beberapa senyawa kurkuminoid pada siklooksigenase” yang ditulis oleh TS Rezi Riadhi Syahdi, Arry Yanuar, dan Hayun. Kami ucapkan selamat kepada para pemenang, semoga bertambah sukses di masa depan, dan semoga kemenangan Teman Sejawat akan memberi inspirasi dan menambah semangat Teman Sejawat yang lain untuk melakukan penelitian yang lebih bermutu dan lebih bermanfaat, baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun untuk kesejahteraan umat manusia pada umumnya. Hasil penelitian penggunaan obat di rumah sakit selalu menarik untuk dicermati, karena sedikit banyak dapat mengungkapkan dan meningkatkan peran para apoteker di rumah sakit.  Informasi yang diperoleh dari penelitian seperti ini tentu saja sangat berguna sebagai rujukan atau data pembanding untuk mengaplikasikan pelayanan kefarmasian yang lebih baik di tempat kita masing-masing bertugas. Dalam edisi ini kami menyajikan 2 laporan penelitian tentang Farmasi Rumah Sakit, yaitu tentang penggunaan obat pada pasien sirosis hepatik dengan komplikasi ensefalohepatik dan yang kedua tentang efek samping penggunaan antitrombotik pada pasien infark miokard akut. Di samping itu menarik juga untuk dicermati bagaimana perencanaan dan pengadaan obat di puskesmas sebagaimana yang dilaporkan oleh Teman Sejawat dari Surabaya. Dua penelitian bahan alam kami sajikan dalam edisi ini, yang pertama tentang uji sitotoksisitas buah merah, mahkota dewa, dan temu putih terhadap sel-sel kanker serviks, dan yang kedua tentang senyawa antioksidan yang berhasil diisolasi dari kelopak bunga Nusa indah. Nampaknya penelitian untuk menemukan senyawa-senyawa anti kanker dari bahan alam merupakan salah satu topik yang cukup banyak diminati, apa lagi saat ini pengujian menggunakan sel-sel kanker secara in vitro sudah cukup mudah dilakukan. Informasi yang diperoleh tentu saja sangat berharga untuk menemukan obat baru, asal saja penelitian tersebut tidak berhenti di tempat, tetapi dilanjutkan secara sistematis sampai berhasil menemukan senyawa yang benar-benar dapat digunakan sebagai obat. Harus diakui hal ini tentu tidak mudah, memerlukan energi yang tidak sedikit dan juga ketekunan dan kecermatan yang luar biasa. Tetapi mau tidak mau hal ini harus dilakukan agar suatu saat kita dapat berkontribusi nyata dalam penemuan obat baru. Selamat membaca, selamat menambah wawasan iptek kefarmasian Anda. Maju terus Farmasi Indonesia. Salam Hangat   Redaksi
Editorial Redaksi, Tim
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selamat bertemu lagi Teman Sejawat sekalian. Jurnal Farmasi Indonesia kali ini memuat topik makalah Farmasi di Apotek, Rumah Sakit dan hasil penelitian dari teman sejawat dalam bidang farmasi khususnya dalam menggali sumber bahan alam yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bidang farmasi dan penelitian dalam bidang teknologi farmasi Dalam edisi ini makalah akan dibahas prospek ke depan untuk menggali sumber bahan alam yang dapat digunakan dalam bidang farmasi dan pengaruh peningkatan pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan konsumen. Semoga apa yang kami sajikan dalam edisi ini dapat menjadi inspirasi baru dan menambah wawasan kita bersama. Selain itu juga mungkin dapat menyemangati kita untuk lebih banyak melakukan penelitian di bidang kefarmasian baik pada sarana produksi, distribusi, dan pelayanan kefarmasian. Kami berharap adanya lagi kiriman makalah dari Teman Teman Sejawat dalam bidang Farmasi Klinik, Farmasi Komunitas, pelayanan apoteker di Apotek dan di Rumah sakit, serta bidang-bidang farmasi lainnya dengan harapan dapat lebih membuka wawasan kita sebagai apoteker. Selamat membaca, selamat menambah wawasan iptek kefarmasian Anda. Maju terus Farmasi Indonesia.   Salam Hangat   Redaksi
Editorial Redaksi, Tim
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selamat bertemu lagi Teman Sejawat sekalian. Tahun baru, mudah-mudahan memberi semangat dan kegairahan baru bagi kita dalam menggali dan menyebar-luaskan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang kefarmasian, baik kepada sesama Teman Sejawat maupun kepada masyarakat luas. Di tahun baru 2011 ini kami kembali mengunjungi Teman Sejawat dengan berbagai artikel yang merupakan hasil penelitian para peneliti kefarmasian di seluruh Indonesia. Optimasi sediaan merupakan topik yang menarik dalam bidang kefarmasian karena merupakan penelitian yang cukup dekat ke ‘hilir”, ke arah produk, berupa sediaan farmasi. Dalam edisi ini kami menyajikan hasil penelitian tentang optimasi sediaan transdermal patch tipe matriks yang diisi dengan natrium diklofenak. Ini merupakan upaya mencari alternatif bentuk sediaan yang lebih aman dan lebih efektif untuk natrium diklofenak yang umumnya diberikan per oral, namun seringkali menimbulkan banyak kerugian, antara lain terjadinya first pass metabolism yang cepat dan efek samping obat seperti masalah pada gastrointestinal dan reaksi idiosynchratic. Dengan pemberian transdermal, tentu saja diharapkan efek-efek merugikan tersebut akan dapat dihindarkan. Penelitian tentang bahan alam juga merupakan topik yang banyak dilakukan, mengingat sumber daya alam Indonesia yang berlimpah dan tak akan pernah selesai diteliti. Kali ini kami menyajikan tiga penelitian bahan alam, yaitu tentang aktivitas peredaman radikal bebas yang dihubungkan dengan aktivitas antidiabetik dari kacang koro benguk atau velvet bean (Mucuna pruriens L.), aktivitas sitotoksik 3 jenis tumbuhan Zingiberaceae atau jahe-jahean, dan karakterisasi ekstrak daun dewa (Gynura pseudochina L.) dengan kromatografi cair kinerja tinggi. Karakterisasi ekstrak berbagai jenis tumbuhan obat memang sangat penting dilakukan untuk meningkatkan performa obat bahan alam. Karakterisasi ekstrak dengan menggunakan KCKT merupakan cara yang saat ini dianggap cukup mudah dilakukan. Dari hasil penelitian yang dilaporkan dalam jurnal edisi ini, pola KCKT ekstrak daun dewa yang ditemukan ternyata dapat dipakai sebagai salah satu parameter untuk standardisasi ekstrak daun dewa. Dalam edisi ini juga disajikan beberapa penelitan lain, antara lain tentang hubungan struktur dan aktivitas antibiotika, suatu bidang bahasan menarik yang lebih dikenal dengan istilah SAR (Structure-Activity Relationship) dan ketepatan penggunaan antibiotika di rumah sakit. Kami mengharapkan semua artikel yang kami sajikan dapat menambah wawasan kita bersama, sehingga semakin bersemangat dan semakin berkualitas dalam menjalankan profesi kita masing-masing. Selamat membaca, selamat menambah wawasan iptek kefarmasian Anda. Maju terus Farmasi Indonesia. Salam Hangat   Redaksi
Editorial Redaksi, Tim
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 4 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selamat bertemu lagi Teman Sejawat sekalian. Di pertengahan tahun ini kami kembali menyajikan beberapa artikel hasil penelitian para Teman Sejawat apoteker di seluruh Indonesia ke hadapan sidang pembaca sekalian. Topik-topik penelitian yang kami sajikan pada edisi ini antara lain tentang bahan alam, optimasi formula dan sifat bahan obat, serta farmasi komunitas. Topik bahan alam diisi oleh pembuktian efek antidiabetes dari herba ciplukan (Physalis angulata L.) yang memang sudah sejak lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional penurun kadar gula darah. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak air herba ciplukan dosis 10 mg/kgbb mempunyai efek antidiabetes yang sama dengan glibenklamid dosis 0,65mg/kgbb. Hasil ini juga mengkonfirmasi bahwa bahan aktif antidiabetes pada herba ciplukan memang berada di fasa airnya, sehingga praktik pengobatan tradisional selama ini yang menggunakan rebusan herba ciplukan untuk pengobatan terbukti benar. Penelitian lainnya merupakan upaya perbaikan formula repellent nyamuk dengan penambahan bahan alam. Dalam penelitian ini dapat dibuktikan bahwa penambahan ekstrak batang legundi (Vitex trifolia L.) pada formula repellent mengandung DEET (N,N-dietil-meta-toluamida) dapat mengurangi dosis penggunaan DEET, sehingga dapat mengurangi efek toksik DEET yang dalam dosis cukup besar dapat menyebabkan berbagai gangguan sensorik dan motorik. Pada edisi ini juga disajikan laporan penelitian tentang mekanisme kerja senyawa pentagamavunon-1, analog kurkumin yang menghambat proliferasi sel melalui mekanisme induksi apoptosis dan cell cycle arrest pada fase G2-M. Salah satu metode diagnosis penyakit yang banyak dikembangkan dewasa ini adalah teknik pencitraan (imaging) menggunakan sediaan bertanda radionuklida pemancar gamma. Sediaan ini akan bertindak sebagai perunut (tracer) dan menunjukkan lokasi kelainan yang terjadi di dalam tubuh seseorang untuk kemudian dapat dimonitor melalui kamera gamma. Untuk diagnosis tuberkulosis, telah dikembangkan penggunaan Etambutol bertanda teknesium-99m. Kali ini dilaporkan hasil penelitian profil farmakokinetik dari sediaan tersebut pada hewan coba. Di samping itu kami juga menyajikan beberapa penelitian lain, di antaranya laporan hasil penelitian optimasi formula tablet lepas lambat ibuprofen dan peningkatan sifat kelarutan trimetoprim melalui teknik ko-kristalisasi dengan bahan tambahan nikotinamida dengan metode pelarutan (menggunakan pelarut metanol) dan peleburan. Untuk bidang farmasi komunitas, silahkan menikmati laporan tentang profil penyimpanan obat di puskesmas wilayah Surabaya Timur dan Pusat. Semoga apa yang kami sajikan bermanfaat bagi pembaca sekalian. Selamat membaca, selamat menambah wawasan iptek kefarmasian Anda. Maju terus Farmasi Indonesia. Salam Hangat   Redaksi
Evaluasi Aktivitas Anti-Bakteri dan Anti-Oksidan Ekstrak n-Heksan, Etil Asetat dan Metanol Daun Pohpohan (Pilea melastomoides (Poir.) Weda.) Violeta, Violeta; Kumala, Shirly
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v9i2.574

Abstract

ABSTRACT: Infection desease still a problem in developing country. The researcher search for the plant that have antibacterial agent to cure infection deseases. One the plant that the layman use to cured the infection deseases is Pohpohan (Pilea melastomoides (Poir.) Wedd) that containe flavonoids compunds. This study used n-hexane, ethyl acetate, and methanol extract as non-polar, semi-polar, and polar. This study aims to test the antibacterial activity and also antioxidants by multilevel extraction methods. The method used is extraction, with maceration of each stratum, each extract is done by phytochemical screening test with result of flavonoid compound, tannin, and essential oil. Thereafter, an antimicrobial test with a Staphylococcus aureus, and Escherichia coli microorganisms using a solid dilution method (Diameter of Inhibition Diameter) was performed with an extract concentration of 12.519: 2519: 5046, chloramphenicol used as positive controls. The result of antimicrobial assay had activity on n-hexane extract to form inhibit zone of 24.6 - 25.4 mm, ethyl acetate extract formed inhibit zone of 16.8 - 25.1 mm, While methanol extract formed inhibit zone of 15.1 - 23.3 mm, then Pohpohan leaf extract from each solvent was tested antioxidant by DPPH method, Result of antioxidant test (1IC50) of n-hexane extract (113.60 bpj), ethyl acetate (9444 bpj), and methanol (73.14 bpj). In conclusion, it shows that Pohpohan leaf extract has activity as antibacterial, andantioxidant. ABSTRACT: Infection desease still a problem in developing country. The researcher search for the plant that have antibacterial agent to cure infection deseases. One the plant that the layman use to cured the infection deseases is Pohpohan (Pilea melastomoides (Poir.) Wedd) that containe flavonoids compunds. This study used n-hexane, ethyl acetate, and methanol extract as non-polar, semi-polar, and polar. This study aims to test the antibacterial activity and also antioxidants by multilevel extraction methods. The method used is extraction, with maceration of each stratum, each extract is done by phytochemical screening test with result of flavonoid compound, tannin, and essential oil. Thereafter, an antimicrobial test with a Staphylococcus aureus, and Escherichia coli microorganisms using a solid dilution method (Diameter of Inhibition Diameter) was performed with an extract concentration of 12.519: 2519: 5046, chloramphenicol used as positive controls. The result of antimicrobial assay had activity on n-hexane extract to form inhibit zone of 24.6 - 25.4 mm, ethyl acetate extract formed inhibit zone of 16.8 - 25.1 mm, While methanol extract formed inhibit zone of 15.1 - 23.3 mm, then Pohpohan leaf extract from each solvent was tested antioxidant by DPPH method, Result of antioxidant test (1IC50) of n-hexane extract (113.60 bpj), ethyl acetate (9444 bpj), and methanol (73.14 bpj). In conclusion, it shows that Pohpohan leaf extract has activity as antibacterial, andantioxidant. ABSTRACT: Infection desease still a problem in developing country. The researcher search for the plant that have antibacterial agent to cure infection deseases. One the plant that the layman use to cured the infection deseases is Pohpohan (Pilea melastomoides (Poir.) Wedd) that containe flavonoids compunds. This study used n-hexane, ethyl acetate, and methanol extract as non-polar, semi-polar, and polar. This study aims to test the antibacterial activity and also antioxidants by multilevel extraction methods. The method used is extraction, with maceration of each stratum, each extract is done by phytochemical screening test with result of flavonoid compound, tannin, and essential oil. Thereafter, an antimicrobial test with a Staphylococcus aureus, and Escherichia coli microorganisms using a solid dilution method (Diameter of Inhibition Diameter) was performed with an extract concentration of 12.519: 2519: 5046, chloramphenicol used as positive controls. The result of antimicrobial assay had activity on n-hexane extract to form inhibit zone of 24.6 - 25.4 mm, ethyl acetate extract formed inhibit zone of 16.8 - 25.1 mm, While methanol extract formed inhibit zone of 15.1 - 23.3 mm, then Pohpohan leaf extract from each solvent was tested antioxidant by DPPH method, Result of antioxidant test (1IC50) of n-hexane extract (113.60 bpj), ethyl acetate (9444 bpj), and methanol (73.14 bpj). In conclusion, it shows that Pohpohan leaf extract has activity as antibacterial, andantioxidant.