cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Masyarakat dan Budaya
ISSN : 14104830     EISSN : 25021966     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) or Journal of Society and Culture is a peer-reviewed journal that aims to be an authoritative academic source on the study of society and culture. We publish original research papers, review articles, case studies, and book reviews focusing on Indonesian society, cultural phenomena, and other related topics. A manuscript describing society and culture outside Indonesia is expected to be analyzed comparatively with the issues and context in Indonesia. All papers will be reviewed rigorously at least by two referees. JMB is published three times a year, in April, August , and December.
Arjuna Subject : -
Articles 869 Documents
Hiou, Soja dan Tolugbalanga: Narasi Foto Penampilan Elitis pada Busana Tradisional Simalungun Damanik, Erond Litno
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.306 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.800

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami narasi foto penampilan elitis yang melekat pada busana tradisional Simalungun. Masalah kajian difokuskan pada asal usul dan dinamika busana yang diadaptasi sebagai busana tradisional. Acuan teoritis diadaptasi dari Kees van Dijk dan Jean Gelman Taylor bahwa busana menjadi penampilan yang menyuguhkan perbedaan. Kajian dilakukan secara kualitatif  dengan pendekatan interpretatif terhadap 11 foto arsip kolonial yang dipilih dari 36 foto penampilan elitis. State of the arts ditentukan berdasar perspektif antropologi yakni busana sebagai kulit sosial dan kebudayaan.Temuan kajian ini adalah bahwa arsip foto kolonial menjadi referensi perumusan busana tradisional yang mencerminkan penampilan elitis. Busana tradisional Simalungun adalah produk adaptasi  dan komodifikasi  dari unsur modernitas dan lokalitas. Novelty kajian ini menyebutkan bahwa  busana tradisional merupakan atribut multikulturalisme untuk menjamin kebhinekaan bangsa. Kontribusi kajian ini mengukuhkan paradigma teoritis yang dipergunakan.
PREFACE JMB VOL 21 NO 2 2019 Ubaidillah, Ubaidillah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.983

Abstract

MARJINALISASI PEREMPUAN KULI PANGGUL DI PASAR PABEAN SURABAYA MARJINALISASI PEREMPUAN KULI PANGGUL DI PASAR PABEAN SURABAYA Yuniarti, Miranti Dwi
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 22 No. 1 (2020)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v22i1.940

Abstract

 Marginalization often occurs in Indonesia, and it makes people gradually consider marginalization as a natural phenomenon. Female porters are one of the marginalized groups in Indonesia. They have been marginalized by others, but they donot realize it. This paper analyzes and describes the dilemmas and kind of marginalization faced by female porters in Pabean Surabaya market. The methods used in this study were qualitative, including direct observation and in-depth interviews. The results suggest that female porters marginalized by getting differential treatmentby other people, they can not negotiate their wages with customers which makes the income they earn incommensurate with their hard work, which is also exacerbated by the wage differential between female porters and male porters. They also face some dilemmas related to their work such as: (1)having double burden as housewives and workers, (2)limited skills so they can not choose a better job for them, (3)insufficient income for daily needs, (4)social pressure from fellow workers and other people. Marjinalisasi sering terjadi di Indonesia dan hal ini membuat masyarakat secara tidak sadar menganggap marjinalisasi merupakan hal yang biasa, meski pun itu merupakan hal yang salah. Perempuan kuli panggul merupakan salah satu kelompok yang termarjinal di Indonesia. Mereka dimarjinalisasi oleh masyarakat, namun mereka sendiri tidak menyadarinya. Tulisan ini dibuat untuk menganalisis dan menjelaskan dilema-dilema dan bentuk marjinalisasi yang dialami perempuan kuli panggul di pasar Pabean Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang terdiri dari observasi langsung dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan kuli panggul mengalami marjinalisasi dengan cara diperlakukan berbeda oleh masyarakat. Mereka tidak dapat menawar upah sehingga upah yang didapatkan tidak sesuai dengan kerja keras mereka. Upah mereka pun juga memiliki jumlah yang lebih sedikit daripada kuli panggul laki-laki. Dilema yang mereka hadapi sebagai kuli panggul adalah: (1)adanya beban ganda sebagai kuli panggul dan juga sebagai ibu rumah tangga, (2)kemampuan yang terbatas sehingga mereka tidak dapat memilih pekerjaan yang lebih baik, (3)pendapatan yang seringkali tidak dapat menutupi kebutuhan sehari-hari, (4)serta tekanan sosial dari sesama kuli panggul
TRAGEDI KEBUN TEBU: PENGARUH PERUBAHAN SOSIAL PADA PERTUNJUKAN LUDRUK Wardani, Herlina Kusuma
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.782

Abstract

Ludruk merupakan warisan budaya sejak jaman penjajahan yang dimiliki oleh masyarakat Jawa Timur. Ludruk merupakan sarana hiburan yang fenomenal pada saat itu. Cerita ludruk diambil dari kisah kehidupan sehari-hari yang dialami oleh masyarakat bawah yang mengalami kesulitan ekonomi dan ketertindasan. Oleh karena itu, ludruk juga menjadi alat perjuangan di masa penjajahan Belanda dan Jepang. Bahkan juga menjadi alat propaganda partai politik di masa orde lama maupun orde baru. Salah satu unsur yang sangat penting dalam pementasan ludruk ialah adanya pengarang. Proses kehidupan pengarang di masyarakat memiliki andil yang besar dalam proses pembuatan cerita ludruk. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan sosial pengarang dan masyarakat dalam lakon ludruk Tragedi Kebun Tebu dengan analisis sosiologi sastra. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial pengarang dan masyarakat berupa latar belakang keluarga dan tantangan masa depan, pimpinan grup ludruk Karya Budaya dan siasat menghadapi tantangan, karir pengarang dan kesempatan kerja masyarakat, ideologi pengarang dan perubahan sosial masyarakat, serta menyikapi travesti di masyarakat.Kata kunci: Pengarang, masyarakat, ludruk, sosiologi sastra.
PREFACE JMB VOL 18 NO 1 2016 Ubaidillah, Ubaidillah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v18i1.989

Abstract

MARGINALISASI HUKUM ADAT PADA MASYARAKAT ADAT THE MARGINALIZATION OF ADAT LAW ON ADAT COMMUNITIES suartina, tine
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 22 No. 1 (2020)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v22i1.936

Abstract

Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengakui masyarakat adat, termasuk pranata adat, namun pada praktiknya telah terjadi upaya peminggiran jangka panjang. Ketidakkonsistenan kebijakan negara terhadap penerapan hukum adat memberikan peran dalam marjinalisasi komunitas adat pada berbagai tingkat. Melalui penelitian lapangan di tiga komunitas adat, Kasepuhan Ciptagelar, Kasepuhan Karang dan Kasepuhan Guradog di bagian Barat Jawa serta perspektif pluralism hukum, tulisan ini menjelaskan kurangnya pengakuan pada hukum adat memberikan pengaruh tertentu pada masyarakat adat, termasuk dalam pengaturan kemasyarakatan dan penghidupan. Studi ini pun membuktikan bahwa meskipun hukum adat secara praktis tidak diadopsi oleh negara, dalam beberapa kasus, masyarakat adat menemukan strategi untuk mempertahankan keyakinan dan praktik hukum adat di komunitasnya. Untuk itu, dalam konteks lebih luas, hal yang ingin disampaikan adalah, upaya marjinalisasi tidak mampu menghapuskan praktik adat dan hukum adat secara keseluruhan. Ketiga kasus memperlihatkan hingga saat ini praktik multi sistem hukum di masyarakat plural seperti Indonesia masih diterapkan, baik dalam situasi konflik maupun berdampingan. Selain itu, dalam mendiskusikan implementasi hukum di Indonesia dari perspektif masyarakat, pembedaan sistem formal dan informal di masyarakat tetap diperlukan dan unifikasi hukum hanya berfungsi dalam batas tertentu.This paper attempts to see adat and adat law marginalizations, and the implications on adat peoples. In Indonesia, despite the recognition for adat peoples in the Constitution and formal rules, including adat institutions, in practice there has been a long-term marginalization. The inconsistent State?s policies towards the adat law application play a role in the marginalization of adat communities at various levels. Having field research in Ciptagelar, Karang and Guradog kasepuhan communities in western Java and legal pluralism perspective, this paper elucidates the lack of adat law recognition giving certain impacts on adat peoples, including on their social lives and livelihood. This study also proves that although adat law is not practically adopted by the State, in some cases, adat peoples find strategies to maintain their beliefs and adat law. Thus, in a broader context, the marginalization is unable to eliminate adat and adat law as a whole. To date the practice of multi-legal systems in a plural society, such as Indonesia, still takes place, both in conflict and coexistence. Moreover, in discussing Indonesia?s implementation of law from a community perspective, the distinction between formal and informal systems is still needed and legal unification only functions within certain limits
REPERTOAR MASYARAKAT MIGRAN: SEBUAH PERJALANAN MENCARI IDENTITAS Sukmawati, MA, Anggy Denok
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.935

Abstract

Judul                         : Language and Migration in a Multilingual Metropolitan Berlin LivesPenulis                       : Patrick StevensonPenerbit                     : Palgrave Macmillan, LondonTahun Terbit               : 2017Jumlah Halaman         : 219 Dinamika kehidupan di kota besar sangat berpengaruh pada bahasa yang berkembang dan digunakan oleh penuturnya. Chríost (2007) menyatakan bahwa pengaruh itu bisa sangat kompleks dan seringkali evolusioner. Salah satu contoh dampak urbanisasi pada bahasa adalah hubungan antara kemunculan kota-kota pertama di dunia dan inovasi tulisan di sejumlah belahan dunia yang berbeda?Mesoamerika, Mesir Kuno, Sumeria, dan Cina. Kemudian, dalam konteks Eropa, evolusi tulisan, sastra, filsafat, dan berbagai aktivitas yang berpusat pada bahasa berkaitan erat dengan munculnya negara-kota di Yunani Kuno. Di dunia modern, keberadaan kota menjadi penting karena kota menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, dan sosial. Berkaitan dengan hal itu, jika dilihat dari sudut pandang ilmu Sosiolinguistik, kota merupakan tempat yang jauh lebih kompleks jika dibandingkan dengan tempat lain. Wardaugh (1998) mengatakan bahwa kota merupakan tempat yang lebih sulit dikarakterisasikan jika dibandingkan dengan daerah pedesaan. Variasi bahasa dan pola perubahan terlihat lebih jelas di kota, seperti struktur keluarga, mata pencaharian, serta kesempatan bagi masyarakat untuk naik kelas sosial?ataupun turun kelas sosial. Migrasi, baik itu ke dalam maupun ke luar kota, juga merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan kompleksnya dinamika bahasa di kota. Standardisasi dan difusi bahasa merupakan dinamika bahasa yang juga biasa terjadi di kota dan hal itu bisa berpengaruh di luar daerah administrasinya.
ADAPTASI SOSIAL GAY MUSLIM INDONESIA TERHADAP AGAMA DAN KELUARGA THE SOCIAL ADAPTATION OF GAY MUSLIM TO RELIGION AND FAMILY Adihartono, Wisnu
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 22 No. 1 (2020)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v22i1.941

Abstract

The LGBT groups in Indonesia have little or no power and limited access to fight for their rights. Growing up in a system where one cannot be or say who they truly are, places them in a position where they are in a constant state of having to negotiate life within a hostile environment. This paper will look their (social) adaptation between their religion (Islam) and their family. They have to obey their religion, as well as they also have to obey and respect to their family in order to preserve the family?s honor. Those complexities raise a hierarchy, which is side by side with the religious teachings, culture and norms that causes a difficulty for them to come out showing as a gay. For this paper, I took the data from my doctoral research at Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales (EHESS), France which I completed in 2015. For the purposes of this paper, I only used ten questions that are very closely related to religious and family issues. Kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transjender (LGBT) di Indonesia memiliki akses yang sangat terbatas untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Tumbuh dalam sistem di mana seseorang tidak dapat mengatakan siapa mereka sebenarnya, menempatkan mereka dalam posisi di mana mereka berada dalam keadaan konstan. Mereka harus melakukan adaptasi dalam lingkungan yang bermusuhan. Makalah ini akan melihat adaptasi (sosial) mereka di antara agama (Islam) dan keluarga. Mereka harus mematuhi agama mereka dan juga harus menghormati keluarga mereka untuk menjaga kehormatan keluarga. Kompleksitas itu memunculkan hierarki dalam ajaran agama, budaya, dan norma-norma yang menyebabkan mereka sulit tampil sebagai gay. Untuk makalah ini, saya mengambil data dari penelitian doktoral saya di Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales (EHESS), Perancis yang saya selesaikan pada tahun 2015. Untuk keperluan makalah ini, saya hanya menggunakan sepuluh pertanyaan yang sangat erat kaitannya dengan agama dan masalah keluarga.
DISCOURSE OF FAMILY WELL-BEING AND THE VALUE OF WORK AT RPTRA’S TESTIMONIAL VIDEOS Wibowo, Sunar; Marta, Rustono Farady; Panggabean, Hana
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.808

Abstract

Well being is one of the global SDGs (Sustainable Development Goals) movement in which Indonesian Government formally join. Integrated child friendly public spaces (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak or abbreviated as RPTRA ? in Indonesian), are built for improving cities to become Child Friendly Cities, which actually serve as a component for achieving this well-being SDG. This study aims  to show how RPTRA staff creatively communicate to public by uploading testimonial videos on YouTube,  which is intended to show how RPTRA?s existence is perceived by its surrounding community. Analyzing a sample of such videos using the Fairclough?s critical discourse analysis, it was found that RPTRAs provide real benefits  not only to children, but also to all family members, contributing to family well being. To put it in the context of RPTRA employment fenomena, the testimonial video also reveals the job meaningfulness as perceived by the RPTRA staff.
PREFACE JMB VOL 18 NO 2 2016 Ubaidillah, Ubaidillah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v18i2.988

Abstract


Filter by Year

1997 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 3 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 3 (2021): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 1 (2021) Vol. 22 No. 3 (2020) Vol. 22 No. 2 (2020) Vol. 22 No. 1 (2020) Vol. 21 No. 3 (2019) Vol. 21 No. 2 (2019) Vol. 21 No. 1 (2019) Vol. 20 No. 3 (2018) Vol. 20 No. 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol. 20 No. 2 (2018) Vol. 20 No. 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol. 19 No. 3 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol. 19 No. 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol. 19 No. 1 (2017) Vol. 18 No. 3 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol. 18 No. 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol. 18 No. 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol. 17 No. 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol. 17 No. 1 (2015) Vol. 16 No. 3 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol. 16 No. 2 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol. 16 No. 1 (2014) Vol. 15 No. 3 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol. 15 No. 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol. 15 No. 1 (2013) Vol. 14 No. 3 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol. 14 No. 2 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol. 14 No. 1 (2012) Vol. 13 No. 2 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol. 13 No. 1 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol. 12 No. 3 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol. 12 No. 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol. 12 No. 1 (2010) Vol. 11 No. 2 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol. 11 No. 1 (2009) Vol. 10 No. 2 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol. 10 No. 1 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol. 9 No. 1 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol. 8 No. 2 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol. 8 No. 1 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 2 (2005) Vol. 7 No. 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol. 7 No. 1 (2005) Vol. 6 No. 2 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol. 6 No. 1 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 2 (2003) Vol. 5 No. 2 (2003) Vol. 5 No. 1 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 3, No.1 (2000) Vol 3, No.1 (2000) Vol 2, No.2 (1999) Vol 2, No.2 (1999) Vol 2, No.1 (1998) Vol 2, No.1 (1998) Vol 1, No.2 (1998) Vol 1, No.2 (1998) Vol 1, No.1 (1997) Vol 1, No.1 (1997) More Issue